Septie's Pages

Showing posts with label Politic. Show all posts
Showing posts with label Politic. Show all posts

Tuesday, May 2, 2017

Review Buku: Jokowi Memimpin dengan Hati

Jeng jeng....
Saya me review kembali. Buku kali ini berjudul "Jokowi Memimpin dengan Hati". Naah untuk buku kali ini saya recommended banget. Mending lumayan bagus daripada buku jokowi yang saya review sebelumnya. Mungkin karena saya ini tipenya pembaca self improvement yah. Wokaaai, lanjut....
Saya bertemu dengan buku ini awalnya karena janjian sama seorsng teman di gra****a. Jadi awalnya sudah meniatkan hati dengan tegar saya tidak akan membeli buku karena saya masih memiliki 3 buku belum terbaca saat itu. Tapi ya itu, lupa dech tuh komitmen waktu ketemu buku ini. Ehhh, bukan buku ini saja, satunya buku tentang mantan presiden Habibie.
Langsung ya, check it out:
Judul buku: Jokowi Memimpin dengan Hati
Jumlah halaman: 267
Penulis: Keen Achroni
Penerbit: Ar-ruzz media

Daftar Isi:
Bagian I: Masa yang tak terlupakan
Berkarib dengan Kesederhanaan
Memori Abadi Bantaran Kali
Kisah Pedih Penggusuran
Benih-benih Welas Asih dan Toleransi
Jatuh Cinta pada Kayu dan bambu
Orang Tua sebagai Guru Kehidupan
Warisan Paling Berharga
Jatuh Hati pada Musik Cadas
UGM, Mimpi Menjadi Nyata
Bagian Ii: Kegigihan dalam Menciptakan Wirausaha
Kisah Asmara Sang Jejaka
Episode Hidup ditanah Rencong
Tak bisa jauh dari kayu
Prasasti Cinta itu bernama CV Rakabu
Menembus Pasar Ekspor
Tak mau Menikmati Seorang Diri
Memahat Kemandirian Anak
Muasal Nama Jokowi
Bagian III: Jokowi dan Politik
Tercebur ke Dunia Politik
Membangun Citra Kota Solo
Mengubah wajah Solo
Menyentuh Industri Batik
Memimpin dengan Hati
Pemimpin yang Dekat dengan Ralyat
Tetap sederhana dan Rendah Hati
Momentum Esemka
Bagian IV: Pencapaian Terbesar
Jakarta Memanggil
Solo Memberi Restu
Jakarta Memilih
Menjawab Keraguan
Satu demi Satu
Demi Ibu Pertiwi
Cita-cita Luhur Nawacita
Dipuji Tak Terbang Dicaci Tak Tumbang
Kerja, Kerja, Kerja
Profil Jokowi
Daftar Pustaka
Tentang Penulis

Untuk dibagian awal buku ini saya sudah bisa menebaklah ya jalan ceritanya. Karena sebelumnya pernah membaca. Namun ya tetap saya melanjutkan tanpa melompat.
Dibagian kedua yang saya ingat di bagian ini diceritakan awal mula jokowi lulus dari kuliahnya dI UGM kemudian mendapatkan pekerjaan di Aceh. Hingga kemudian menikahi ibu Iriana dan memboyong beliau ketanah rencong. Pekerjaan yang dipilihnya memang tidak jauh-jauh dari kayu. Beliau bekerja di PT. Kertas Kraft Aceh dan mampu bertahan selama dua tahun. Hingga kemudian pindah ke suatu perusahaan milik pakdhenya bernama PT. Roda Jati yang bergerak dibidang mebel dan menduduki jabatan manager. Dan mampu bertahan selama 1 tahun. Disana Jokowi banyak belajar banyak hal, sehingga memutuskan untuk keluar dan memiliki usaha sendiri. Meskipun berjalan diusaha yang sama, perusahaan Jokowi yang bernama Cv. Rakabu tidak pernah terlibat persaingan atau perseturuan. Nah di Cv ini yang akhirnya menembus pasar internasional
Namun, bukan sampai disitu lantas berhasil, Jokowi saat itu pernah merasakan bangkrut karena tertipu oleh orang, hingga Jokowi harus menutup usahanya. Dan harus kembali memulai segalanya dari nol. Namun karena masih ada orang yang menyukai mebel buatannya, maka sedikit demi sedikit usahanya ini bangkit kembali.
Jokowi pun pandai mengajarkan anak-anaknya, dapat kita lihat anaknya sangat sederhana, tanpa ada garis kemewahan dalam diri mereka. Meskipun Jokowi mampu membeli banyak hal, namun uang tidak dapat menentukan harga dirinya dan mempengaruhi dirinya dengan kemewahan.
Dibagian dua ini pula saya mendapatkan cerita bahwa nama Jokowi iti berasal dari seorang rekan bisnisnya yang berasal dari Prancis yang bernama Bernard. Menurut bernard nama Joko Widodo sangat rumit karena terlalu banyak vocal O, sehingga menurutnya Jokowi lebih mudah. Lucu banget ya...ehhh selanjutnya nama ini begitu akrab di telinga kita.
Dibagian ketiga ini saya jadi tau tentang awal mula jokowi turun ke dunia politik. Awalnya Jokowi hanya mengumpulkan beberapa pengusaha mebel di Solo. Di paguyuban itulah Jokowi mulai dikenal karena mampu meningkatkan daya jual, dan gaya kepemimpinannya yang unik. Disinilah awal kepemimpinannya. Hingga banyak yang memintanya mencalonkan menjadi walikota. Dia mengalir kemana arus membawanya. Hingga namanya dikenal karena mobil esemka yang dipakainya. Tak cukup disitu yang paling menabjubkan saya Jokowi mampu memindahkan PKL tanpa kekerasan, Jokowi mengajak para PKL makan bersama lebih dari 40 kali, berkunjung ke warung mereka, hingga di hari Hnya Jokowi mengajak untuk pindah, hari itu Jokowi diarak oleh para PKL menggunakan Kirab.
Jokowi sangat menyukai budaya dan adat Indonesia. Jargon Solo saat itupun dibuatnya "The Spirit Of Java" begitu banyak pentas seni dan budaya digelar disana. Hingga akhirnya mandat dari bu Megawati datang untuk mengusung namanya di DKI jakarta. Jokowi hanya menerima perintah dan menjalankannya. Solopun merestuinya. Jokowi bersama pak Basuki Tjahaja Purnama pun mendaftar ke KPU sehari sebelum pendaftaran ditutup turun dari sebuah metromini menggunakan kemeja kotak-kotak.
That's Right, beliau berdualah wajah harapan untuk Indonesia berasal. *ehemmm, baper
Dibagian Ketiga adalah ketika beliau mencalonkan menjadi presiden. Dibagian ketiga yang saya dapat adalah tentang sembilan agenda prioritas yang disebut Nawacita yang disusun untuk melanjutkan semangat perjuangan mantan Presiden Soekarno yang dikenal istilah Trisakti. Secara garis besar kesembilan agenda dalam nawacita adalah:
1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.
2. Membuat pemerintah tidak absen membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan
4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program Indonesia pintar, meningkatkan layanan kesehatan masyarakat Indonesia dengan menginisiasi Kartu Indonesia Sehat; Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan program Indonesia Kerja dan Indonesia sejahtera.
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing dipasar internasional
7. Mewujudkan kemandirian sektor ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
8. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakkan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional yang mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan.
9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga.
Well, saya jadi merenungkan beberapa kebijakan yang telah diambilnya. Ternyata memang sangat sesuai dengan nawacita yang menjadi prioritas utama program kerjanya.
Masih ada lanjutannya, dan mari kita dukung pemerintahan yang ada untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Merdeka!!!!

Monday, February 27, 2017

Review Buku: Tuhan Dalam Secangkir Kopi

Gak sabar ngereview buku karya bang Denny Siregar ini.
Dapatnya buku ini saya memesan disalah satu toko buku online, berhubung ada tulisannya gede "dapet tanda tangan penulis" gimana gak langsung dech saya masukkan keranjang belanja tanpa mikir 10 kali. Saya pesen buku ini bersama buku "Jokowi si Tukang Kayu". Untuk buku "Jokowi si tukang kayu" belum sempat saya baca karena bukunya baru datang kemaren baru sempat hari ini baca buku Bang Denny dan langsung review. Woke langsung saya review ya.
Judul buku: Tuhan dalam Secangkir Kopi
Penulis: Denny Siregar
Penerbit: Noura Books
Cetakan: 1 Mei 2016
Jumlah Halaman: 199

Belum tau Denny Siregar? Pria ini bernama lengkap Denny Zulfikar Siregar. Banyak yang mengenalnya di Media sosial. Bang Denny ini banyak belajar menulis dari radio, salah satunya Radio Suara Surabaya. Tulisan-tulisannys tentang agama dan politik Indonesia banyak disadur oleh situs media. Banyak yang menjuluki Bang Denny ini penggiat dunia maya. Tulisannya yang kala itu sangat fenomenal adalah "Surat Cinta untuk ISIS" yang ditulisnya pasca bom Jakarta. Karakter tulisan Bang Denny ini selalu melibatkan kopi, karena Bang Denny sangat begitu terinspirasi dengan kopi yang tidak pernah menyembunyikan kepahitannya. Githu...
Balik ke buku ini lagi yah. Buku ini banyak menuliskan tentang Ketuhanan. Meskipun buku ini berlatar belakangkan agama Islam karena Bang Denny ini muslim, tapi buku ini sangat oke untuk di baca bahkan untuk bukan hanya orang muslim saja.
Seperti biasa ke khas an dari tuisan Bang Denny ini tulisan-tulisannya lumayan ringan jadi kita bisa baca sambil tiduran, makan, dan mandi boleh juga. Karena ini bukan bentuk tulisan novel ya, jadi dibuku ini terdiri dari 70 bab, jadi satu babnya paling banyak tiga lembar.
Banyak hal yang saya dapat dari cerita ngopi bareng Bang Denny ini.Bang Denny yang saya terawang (udah kek paranormal aja) dari tulisannya merupakan orang yang sudah pernah mengalami kesukaran dan kesedihan dalam hidupnya, sudah pernah mengejar uang atau harta, sehingga dia merasa uang dan harta bukan merupakan sumber dari kebahagiaan itu sendiri.
Bang Denny merupakan salah satu pengagum NU, sama seperti saya juga, saya menyukai beberapa dakwah-dakwah Emha Ainun Najib dan beberapa buku sastra tulisannya. Bang Denny Dibuku ini menuliskan kekagumaannya dengan jelas.

Ketika perama kali NU mengeluarkan konsep Islam Nusantara sebagai antitesis dari Islam ala Saudi, jujur, saya terpesona.
Emha membawakannya dengan gaya kampungan, bukan gaya padang pasir. Gus Mus menceritakannya dengan gaya tutur, buan gaya menghardik. Quraish Shihab menggiringnya dengan gaya filsuf, bukan gaya menuding. Mereka menyeret kembali gaya bercerita dengan model walisanga. Dimana Islam diterima dengan cinta dan terhormat. Amanah bukan amarah. Menyejukkan bukan menakutkan.

Saya melihat mereka "wow" merupakan orang-orang yang mau terus belajar. Selalu merendahkan diri mereka agar tidak terlihat tinggi. Mungkin saya perlu mengangkat kopi untuk mereka ini.
Eitttt.... tapi saya bukan Bang Denny yang menandakan tulisan saya selesai dengan memberi penghormatan dengan secangkir kopi. Masih ada sisi lain dibuku ini yang belum selesai saya bagikan.
Beberapa tulisan cantik dan ringannya

Kita menafsirkan kebahagiaan berdasarkan nafsu kita, sehingga kita tertutup dari apa yang dibutuhkan jiwa kita. Kita begitu sombongnya merasa bahwa rencana kita sempurna, tapi Tuhan-Karena sayang-Nya-menggagalkan semua apa yang kita rencanakan. Senyumlah, mungkin Tuhan hanya ingin "minum kopi" dengan kita.
Coba berdoa dulu sebelum berusaha. Minta kepada Tuhan untuk memberikan petunjuk apa yang harus dilakukan dengan kepasrahan total, karena engkau tidak mengert apakah yang akan kau lakukan nanti benar ataukah salah.
Manusia itu kadang-kadang suka memperlakukan Tuhan seperti pembantu yang bisa disuruh-suruh. Manusia yang berencana, Tuhan yang kerepotan.
Berteman dengan orang toleran itu menyenangkan. Mereka tidak peduli apakah mereka sesendok kopi atau dua sendok gula. Buat mereka, kenikmatan itu ketika semua seimbang.

Bukan hanya pemuja tokoh Nu, Bang Denny juga merupakan pemuja Ahok. Ada salah satu bukunya yang pernah saya review di bulan lalu yang berjudul "Semua Melawan Ahok". Dibuku ini Bang Denny juga menulis tentang Ahok.

Ahok mampu memaknai amanah di saat banyak pejabat melihatnya sebagai peluang. Ahok mampu memaknai hukum Islam, disaat banyak orang melihatnya sebagai kafir
Mungkin, jika Ahok adalah seorang dokter, seoramg pengacara, atau seorang ulama bersorban, dia akan melihat nikmat yang diberikan kepadanya sebagai bagian dari jalan menuju surganya, daripada kubangan kemewahan materi di dunia.

Dari tulisan Bang Denny ini saya melihat bang Denny orang yang mau belajar dan membuka diri. Wow Pria berusia 43 tahun ini saja masih ingin belajar. Lah gue?? Apa kabar??
Ahhh sepertinya saya perlu berguru dari Bang Denny dan Pak Ahok
Jadi mimpi ngopi cantik bareng mereka.
Mimpi lo!
Ahh Thomas Alfa Edison juga mimpi dengan keras kepalanya untuk menemukan sebuah lampu.

Monday, February 13, 2017

Review Buku: A Man Called #AHOK

Have doneeee..... 
Haha.. seneng bangettt hari ini sudah menyelesaikan buku ini. Sebenernya pengen banget beli buku ini. Tapi gue sih gitu orangnya. Banyak keinginan dan tanpa realisasi kerja nyata. Beda banget ya sama pak Ahok. Saya udah punya dua buku tentang pak Ahok. Terus... masa saya mesti beli buku tentang pka Ahok lagi sih. Beruntungnya tipe yang lebih sering mengkhayal seperti saya dan lama penerapannya itu kadang bisa dapat barang karena kelamaan mikir, ntah barang itu jadi murah atau gratis. Seperti kali ini buku yang saya dapat dari teman saya dengan judul "a man called #AHOK".
Sebenernya buku ini id tulis oleh Pendulung Ahok garis keras atau FBA (Fans Berat Ahok). Sebenernya saya ngefans sih, cuma saya bukan warga DKI saat ini ya sudah hanya bisa ngebantu twit atau sekedar baca-baca beberapa buku biografinya doang.
Langsung ke review bukunya yah..
Judul Buku: A man called #AHOK
Penulis: Rudi Valinka
Jumlah Halaman: 11
Karena yang saya dapat buku ini dalam bentuk pdf jadi untuk penerbitnya gak ada ya, buku ini sengaja dibagi-bagikan sebagai contoh dukungan pak Basuki Tjahaja Purnama dalam pemilihan gubernur DKI jakarta tahun 2017. Mas Rudi ini demi menulis buku ini, beliau rela mengunjungi daerah belitung timur tempat kelahiran pak Ahok ini. Mas rudi rela mengunjungi teman-teman, guru-guru bahkan musuh-musuh politik beliau. Buku ini hanya berisi kumpulan twit @kurawa tentang perjalannya kesana. Karena kumpulan twit dan bahasanya mudah maka buku ini amat nyaman untuk digunakan sebagai bahan bacaan ringan yang bisa di baca tanpa kopi, dan sambil ngantuk pun bisa. Enak kog. Seperti kita membaca twitter aja. Di buku ini juga disertai beberapa foto yang diambil dari beberapa kejadian.
Kalau tulisan Bang Denny siregar itu bacaan dalam bentuk facebook dan blog, bila mas Rudi ini dalam bentuk Twitter nya. Cakeep..
Mas Rudy menuliskan twitnya dari berbagai pendapat, beberapa tulisan Mas Rudy yang saya kutip.
Dari kecil Pak Ahok memang sudah nampak mental petarungnya. Jika dia ingin, maka harus bisa. Sekolah pun dijabanin  walaupun masih belum cukup umur.
Teman sekolah: 
Saat Ahok tersenyum ketika di-bully, justru itulah poin yang membuat banyak orang  jadi segan kepada Pak Ahok hingga saat ini.  Cool. Meskipun ayahnya Ahok punya mobil, Ahok kecil nggak dianter-anterin. Katanya, Pak Ahok sudah punya jalan tikus sendiri dari rumahnya ke sekolah. Sejak kecil sudah ditanamkan rasa mandiri oleh orang tuanya.
Pak mus yang pernah menjadi teman sebangku Pak Ahok ketika SD mengatakan pengalaman yang paling lucu ketika mereka nyolong berenang di PT. Timah (rekanan kantor perusahaan ayahnya) Ahok saat itu tidak pernah ikut berenang, Ahok kecil hanya bertugas menjaga teman-temannya berenang. Menurut Pak Mus, walaupun Ahok tahu ini melanggar, tapi Ahok pula yang meng ingatkan teman-temannya untuk tidak kelamaan atau keseringan. "Alhamdulillah  belum pernah ketangkap", kata Pak Mus. Ini berkat kejelian Pak Ahok untuk menghitung waktu, dari kecil sudah nampak leadership-nya.
Sewaktu SMP Ahok kecil menjadi ketua osis. Kebetulannya istri Pak Mus yang bernama bu Erni ini juga merupakan teman semasa SMP Pak Ahok. Beliau mengatakan Ahok tidak pilih-pilih teman saat SMP. Bahkan, dikisahkan Bu Erni, Pak Ahok juga suka main karet dan gemar main voli bersama teman-teman wanita.
Adalagi Pak Sayono teman SMP Pak Ahok. Mas Rudi menceritakan bahwa kehidupan ekonomi Pak Sayono tidak se beruntung Pak Ahok. Selepas pulang sekolah dia harus menjaga adik-adiknya dan mencari nafkah jualan kue. Pak Ahok sering menyampaikan simpatinya kepada Sayono, karena jika Pak Ahok di posisi yang sama, belum tentu dia bisa unggul dari Sayono. Ada satu kejadian saat ulangan matematika. Pak Ahok pernah mencoba “nyontek” ke Joni. Di sinilah Ahok dinasihati Sayono yang lalu buat dirinya sadar. “Pak Ahok, kau kan anak tauke, pasti kalo besar nanti kamu pun jadi pengusaha, sementara pengusaha itu harus jago hi tung-hitungan agar nggak ketipu.” Nasihat inilah yang buat Ahok kecil pun berpikir. Karena hal ini Ahok sangat respek dengan Sayono. Berkat kejujuran pak Sayono, Pak Ahok mengingatnya dan menjadikan Pak Sayono plt. Kabid bansos, dan lepas dari itu Pak Sayono melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka dan kini menjadi camat Gantung, tidak berpidah dan berwirausaha kecil-kecilan.
Para guru:
Pak Bachtiar, guru SMP Pak Ahok, mengajarkan mata pelajaran agama dan olah raga saat itu. Beliau sangat respek dengan Pak Ahok karena menurut Pak Bachtiar, ada satu momen terharu saat Pak Ahok menjadi anggota DPRD Belitung Timur, sedangkan Pak Bachtiar pindah kerja di Sekretariat DPRD. Saat itu ada acara sidang anggota DPRD, Pak Bachtiar bertugas menurunkan bang ku-bangku untuk tamu-tamu undangan. Saat itu Pak Ahok melintas lewat. Pak Ahok berhenti dan melihat Pak Bachtiar bekas gurunya. Lalu dia katakan "sudah pak biar saya yang kerjakan ini" Pak Bachtiar menolak. Pak Ahok terus memaksa agar dia yang kerjakan tugas Pak Bachtiar. Beliau pun terharu dengan sikap bekas muridnya ini. Di sinilah titik baliknya.  Padahal, menurut Pak Bachtiar, bekas muridnya banyak yang jadi pejabat. Namun, hanya Pak Ahok yang memiliki rasa hormat sedemikian tinggi. Setelah kejadian itu, Pak Bachtiar pun dengan sukarela menjadi bagian penting timses Pak Ahok saat jadi Bupati Belitung Timur. Dia yakin ini orang baik. Hormat kepada orang yang lebih tua dan guru-gurunya adalah kunci keselamatan Pak Ahok selama ini, katanya. Dia banyak di doa kan oleh orang yang ditolong.
Pak Nirwan guru biologi SMP Pak Ahok. Pak Nirwan berkata, semenjak sakit, setiap muridnya balik ke Belitung, dia pasti akan kunjungi dan besuk dirinya. Ahok bilang "kok waktu sakit nggak info" Pak Nirwan berkata, Pak Ahok selalu memberikan bantuan biaya berobat tiap bulan kepada dirinya untuk cuci darah akibat gagal ginjal.
Ibu Bundet guru SD pak Ahok. Ibu Bundet mengenal Pak Ahok kecil sebagai pribadi yang penurut dan tidak nakal. Dia cukup  surprise  di Jakarta Pak Ahok terkesan sbg “pemarah”. Setiap tahun, waktu tinggal di Belitung, saat Idul Fitri Pak Ahok selalu mengunjungi Bu Bundet, hingga akhirnya beliau bisa umroh.
Mantan pembenci Ahok:
Pak Kani ini seorang kepala desa yang sangat disegani warganya. Dia benci Pak Ahok karena alasan agama. Kemudian ketika pemilihan umum didaerah Pak kani ini yang mendapatkan dukungan paling rendah untuk Ahok, namun di daerah lain pak Ahok menang. Pak Ahok justru mendatangi desa ini terlebih dahulu dan mengucapkan bahwa Pak Kani justru lebih pintar dari pada pak Ahok, karena bisa menyainginya. Kemudian beberapa waktu kemudian Pak Ahok memberikan sumbangan untuk masjid yang akan dibangun didesanya tersebut. Disitulah mengapa Pak Kani sekarang sangat pro Ahok.
Pak Agung yang dinaikan haji oleh Ahok. Dia mengatakan di hati Ahok tersimpan kelakuan sifat seorang Islami walaupun Ahok bukan Islam, menolong tanpa pamrih, pemimpin warga yang teladan.baik. Pak Agung juga bercerita setelah pulang haji, dia ditugaskan Pak Ahok untuk mengasuh pondok pesantren milik Pemkab Belitung Timur yang baru dibangun.
Ahhhh saya sendiri lelah menuliskan banyak kebaikan yang dikerjakan pak Ahok untuk masyarakat dan orang disekelilingnya. Kira-kira mungkin perlu jutaan buku untuk menuliskan. Sampai sekarangpun penulis-penulispun datang bergantian menuliskan dengan banyak gaya bahasa mereka tentang pak Ahok.
Sampai detik ini, Pak Ahok Oke Oce...
Ehh..

Wednesday, January 18, 2017

Review Buku: Semua Melawan Ahok (Denny Siregar)

Judul Buku:Semua Melawan Ahok
Penulis: Denny Siregar
Penerbit: Mitra Media Mustika
Cetakan: 1, November 2016
Jumlah Halaman: 150 halaman
Daftar Isi:
Komunikasi gaya Ahok
Seorang Ahok
Si Cina Ahok
Bentrok di Kampung Pulo
Balada si Taik
Politikus mie instan
Agama iwak peyek
Ustad Ahok
Drama di Kalijodo
Kembalinya sang Jendral
Perang urat syaraf
Kelirumologi
Ahok, Ridwan kamil dan Risma
Membela Ahok
Semua karena Fauzi Bowo
Bisakah Anies melawan?
Salahkan pada yang kafir saja
Ahok: nikmat manalagi yang kamu kafirkan?
Jika saya Ahok
Tiba-tiba jadi pada lebay
Cari panggung di luat batang
Kampanye para sempak pink cerah
Kaum salaki, salahkan semua pada basuki
Profil penulis

Akhirnya satu buku ini sampai juga di rumah. Buku karangan Denny siregar yang harganya gak seberapa ini akhirnya sampai di rumah (dibandingkan dengan beberapa buku import yang saya punya *sombong dikit). Hanya buku ini belum terdapat di toko buku, dan saya langsung pesan dari penerbitnya. Tapi meskipun saya pesen langsung ternyata saya harus sabar menunggu karena buku terbitan pertamanya sold out. Langsung santap malam itu juga.
Siapa sih Denny siregar ini? Sebenarnya dia seorang yang baru terkenal dengan tulisannya, karena akhir-akhir ini tulisannya banyak menulis tentang seseorang yang sangat kontroversial. Beliau terkenal dari tulisan-tulisannya di facebook, dan media sosial lainnya. Karena begitu banyak pengikutnya akhirnya banyak yang meminta kepadanya untuk menerbitkan buku ini. Saya termasuk penggemar tulisannya, tulisan politik yang seharusnya dikemas dengan tata bahasa yang resmi, teratur dan baik, terkadang Bang Denny ini menuliskan dengan gaya bahasa yang kocak.
Setiap membaca tulisan-tulisannya seperti sedang ngopi bersamanya. Ngopi adalah gaya bahasa yang memang diangkatnya, dan menjadi ciri khasnya. Tak lazim di setiap tulisanya ada bahasa "seruput". Dia mengemukakan pendapatnya dengan baik. Jika di era reformasi ini banyak orang mengemukakan pendapat dengan cara-cara demo terlihat anarkis, Bang Denny berpendapat dengan tulisannya.
Jika Ahok adalah seorang penggebrak dibidang politik, kalo Bang Denny ini penggebrak dibidang berpendapat. (Extrim banget gk sih perumpamaan aku? Biarin sih blog-blog aku ya kan)
Tulisan politik yang harusnya berat untuk di baca, pria kelahiran medan ini mengemasnya jadi tulisan yang kadang lucu akan pendapat-pendapatnya.
Pandangan Bang Denny tentang Ahok dibuku ini adalah
1. Pak Ahok seorang yang bersih atau jujur. Seperti pada tulisan diawal buku ini. "Ahok menunjukkan dirinya sebagai orang bersih, bukan dengan slogan, tetapi murni tindakan. Ia melawan anggota DPR yang terbiasa korup dimana-mana dengan menggebrak meja, mencoret rencana anggaran mereka dengan spidol merah "Nenek lu"
2. Bang Denny banyak mengilustrasikan dengan gambar di buku ini, dan tau? Pak Ahok di gambarkannya sebagai apa? Seekor anjing, hahaha, karena memang Pak Ahok pernah berkata beliau adalah seekor anjing yang menjaga harta tuannya, para masyarakat jakarta.
3. Nerimonan, apa yah? Pak ahok tidak mencoba mendekati orang lain agar ke"china"annya tertutupi, tapi pak Ahok mengakuinya dengan berani "emang gue China, tapi gue lebih Indonesia daripada para koruptor itu" atau masalah agamanya beliau berkata "emang gue kafir mau diapain lagi?"
4. Celas-ceplos, asal nyablak kalo sama koruptor. Bang Denny nulisnya di satu judul "Balada si Taik". Dijudul ini para koruptor disebutnya "taik". (*tuh kan saya jadi ikutan nulis "taik")
5. Menyayangi rakyat kecil. Jadi pak Ahok itu dituliskan memanusiakan rakyat yang dianggap "taik" dan men"taik"kan anusia yang memang mentalnya "taik"
6. Ustad. Kali ini Bang Denny terinspirasi oleh pak Ahok karena beliau benar-benar menjadi contoh teladan ke"taat"an seseorang pada agamanya.
7. Pandai berpolitik dan melihat peluang dengan media sosial. Jauh sebelum menjelang pemilihan umum, setiap kegiatan Pemprov DKI sudah di sosialisasikan di media sosial, entah itu Youtube, facebook dan lain-lain. Itulah yang menyebabkan mesin pecarian google sudah terbiasa dengan nama Ahok. Sehingga saat beberapa waktu yang lalu ketika ada yang menyalahkan Ahok karena dianggap bekerja sama dengan Mbah Google (*Ngakak sendiri bacanya).

Ahhh baca buku ini jadi ketawa-ketawa sendiri, gokil habis dech Bang Denny siregar ini menulisnya. Cocok untuk para penikmat kopi dan tahu isi seperti saya.
Serupuuut dulu Bang...