Septie's Pages

Showing posts with label Inspiring. Show all posts
Showing posts with label Inspiring. Show all posts

Tuesday, May 2, 2017

Review Buku: Jokowi Memimpin dengan Hati

Jeng jeng....
Saya me review kembali. Buku kali ini berjudul "Jokowi Memimpin dengan Hati". Naah untuk buku kali ini saya recommended banget. Mending lumayan bagus daripada buku jokowi yang saya review sebelumnya. Mungkin karena saya ini tipenya pembaca self improvement yah. Wokaaai, lanjut....
Saya bertemu dengan buku ini awalnya karena janjian sama seorsng teman di gra****a. Jadi awalnya sudah meniatkan hati dengan tegar saya tidak akan membeli buku karena saya masih memiliki 3 buku belum terbaca saat itu. Tapi ya itu, lupa dech tuh komitmen waktu ketemu buku ini. Ehhh, bukan buku ini saja, satunya buku tentang mantan presiden Habibie.
Langsung ya, check it out:
Judul buku: Jokowi Memimpin dengan Hati
Jumlah halaman: 267
Penulis: Keen Achroni
Penerbit: Ar-ruzz media

Daftar Isi:
Bagian I: Masa yang tak terlupakan
Berkarib dengan Kesederhanaan
Memori Abadi Bantaran Kali
Kisah Pedih Penggusuran
Benih-benih Welas Asih dan Toleransi
Jatuh Cinta pada Kayu dan bambu
Orang Tua sebagai Guru Kehidupan
Warisan Paling Berharga
Jatuh Hati pada Musik Cadas
UGM, Mimpi Menjadi Nyata
Bagian Ii: Kegigihan dalam Menciptakan Wirausaha
Kisah Asmara Sang Jejaka
Episode Hidup ditanah Rencong
Tak bisa jauh dari kayu
Prasasti Cinta itu bernama CV Rakabu
Menembus Pasar Ekspor
Tak mau Menikmati Seorang Diri
Memahat Kemandirian Anak
Muasal Nama Jokowi
Bagian III: Jokowi dan Politik
Tercebur ke Dunia Politik
Membangun Citra Kota Solo
Mengubah wajah Solo
Menyentuh Industri Batik
Memimpin dengan Hati
Pemimpin yang Dekat dengan Ralyat
Tetap sederhana dan Rendah Hati
Momentum Esemka
Bagian IV: Pencapaian Terbesar
Jakarta Memanggil
Solo Memberi Restu
Jakarta Memilih
Menjawab Keraguan
Satu demi Satu
Demi Ibu Pertiwi
Cita-cita Luhur Nawacita
Dipuji Tak Terbang Dicaci Tak Tumbang
Kerja, Kerja, Kerja
Profil Jokowi
Daftar Pustaka
Tentang Penulis

Untuk dibagian awal buku ini saya sudah bisa menebaklah ya jalan ceritanya. Karena sebelumnya pernah membaca. Namun ya tetap saya melanjutkan tanpa melompat.
Dibagian kedua yang saya ingat di bagian ini diceritakan awal mula jokowi lulus dari kuliahnya dI UGM kemudian mendapatkan pekerjaan di Aceh. Hingga kemudian menikahi ibu Iriana dan memboyong beliau ketanah rencong. Pekerjaan yang dipilihnya memang tidak jauh-jauh dari kayu. Beliau bekerja di PT. Kertas Kraft Aceh dan mampu bertahan selama dua tahun. Hingga kemudian pindah ke suatu perusahaan milik pakdhenya bernama PT. Roda Jati yang bergerak dibidang mebel dan menduduki jabatan manager. Dan mampu bertahan selama 1 tahun. Disana Jokowi banyak belajar banyak hal, sehingga memutuskan untuk keluar dan memiliki usaha sendiri. Meskipun berjalan diusaha yang sama, perusahaan Jokowi yang bernama Cv. Rakabu tidak pernah terlibat persaingan atau perseturuan. Nah di Cv ini yang akhirnya menembus pasar internasional
Namun, bukan sampai disitu lantas berhasil, Jokowi saat itu pernah merasakan bangkrut karena tertipu oleh orang, hingga Jokowi harus menutup usahanya. Dan harus kembali memulai segalanya dari nol. Namun karena masih ada orang yang menyukai mebel buatannya, maka sedikit demi sedikit usahanya ini bangkit kembali.
Jokowi pun pandai mengajarkan anak-anaknya, dapat kita lihat anaknya sangat sederhana, tanpa ada garis kemewahan dalam diri mereka. Meskipun Jokowi mampu membeli banyak hal, namun uang tidak dapat menentukan harga dirinya dan mempengaruhi dirinya dengan kemewahan.
Dibagian dua ini pula saya mendapatkan cerita bahwa nama Jokowi iti berasal dari seorang rekan bisnisnya yang berasal dari Prancis yang bernama Bernard. Menurut bernard nama Joko Widodo sangat rumit karena terlalu banyak vocal O, sehingga menurutnya Jokowi lebih mudah. Lucu banget ya...ehhh selanjutnya nama ini begitu akrab di telinga kita.
Dibagian ketiga ini saya jadi tau tentang awal mula jokowi turun ke dunia politik. Awalnya Jokowi hanya mengumpulkan beberapa pengusaha mebel di Solo. Di paguyuban itulah Jokowi mulai dikenal karena mampu meningkatkan daya jual, dan gaya kepemimpinannya yang unik. Disinilah awal kepemimpinannya. Hingga banyak yang memintanya mencalonkan menjadi walikota. Dia mengalir kemana arus membawanya. Hingga namanya dikenal karena mobil esemka yang dipakainya. Tak cukup disitu yang paling menabjubkan saya Jokowi mampu memindahkan PKL tanpa kekerasan, Jokowi mengajak para PKL makan bersama lebih dari 40 kali, berkunjung ke warung mereka, hingga di hari Hnya Jokowi mengajak untuk pindah, hari itu Jokowi diarak oleh para PKL menggunakan Kirab.
Jokowi sangat menyukai budaya dan adat Indonesia. Jargon Solo saat itupun dibuatnya "The Spirit Of Java" begitu banyak pentas seni dan budaya digelar disana. Hingga akhirnya mandat dari bu Megawati datang untuk mengusung namanya di DKI jakarta. Jokowi hanya menerima perintah dan menjalankannya. Solopun merestuinya. Jokowi bersama pak Basuki Tjahaja Purnama pun mendaftar ke KPU sehari sebelum pendaftaran ditutup turun dari sebuah metromini menggunakan kemeja kotak-kotak.
That's Right, beliau berdualah wajah harapan untuk Indonesia berasal. *ehemmm, baper
Dibagian Ketiga adalah ketika beliau mencalonkan menjadi presiden. Dibagian ketiga yang saya dapat adalah tentang sembilan agenda prioritas yang disebut Nawacita yang disusun untuk melanjutkan semangat perjuangan mantan Presiden Soekarno yang dikenal istilah Trisakti. Secara garis besar kesembilan agenda dalam nawacita adalah:
1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.
2. Membuat pemerintah tidak absen membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan
4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program Indonesia pintar, meningkatkan layanan kesehatan masyarakat Indonesia dengan menginisiasi Kartu Indonesia Sehat; Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan program Indonesia Kerja dan Indonesia sejahtera.
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing dipasar internasional
7. Mewujudkan kemandirian sektor ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
8. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakkan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional yang mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan.
9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga.
Well, saya jadi merenungkan beberapa kebijakan yang telah diambilnya. Ternyata memang sangat sesuai dengan nawacita yang menjadi prioritas utama program kerjanya.
Masih ada lanjutannya, dan mari kita dukung pemerintahan yang ada untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Merdeka!!!!

Saturday, March 18, 2017

Review Buku: Jokowi Si Tukang Kayu

Jokowi si Tukang Kayu. Judulnya cukup menarik saat saya melihat buku ini di salah satu olshop. Seketika itu juga mata saya berbinar-binar dan ingin buku ini. Tapi setelah bukunya datang. Yaaa, ternyata buku ini adalah sebuah novel. Saya bukan penikmat buku novel sebenarnya, saya penikmat buku yang lebih ke self improvement. Jadi di awal agak kecewa dengan buku ini. "Pasti akan Baper lagi dech bacanya" dalam hati saya begitu. Tapi ya akhirnya saya putuskan untuk menikmati buku ini.
Eng ing eng setelah saya baca buku ini, saya suka sekali. Karena saya turunan jawa yah, jadi dibuku ini banyak dituliskan falsafah-falsafah jawa yang bagus sekali artinya, jika diartikan dalam bahasa jawa. Terkadang saya jadi teringat dengan tempat kuliah saya di semarang karena saya membaca serasa saya berada ditengah situasib tersebut.
Eittt sebelum saya cerita lebih rinci lagi berikut review sedikit dapat saya tuliskanJudul buku:
Jokowi si tukang kayu
Penulis: Gatotkoco Suroso
Penerbit: PT. Ufuk Publishing House
Jumlah halaman: 246
Daftar isi:
Catatan Penulis
Prolog
Sekar Pangkur
Sluku-sluku Bathok
Lampu Senthir
Pring Reketeg
Bantaran Kali
Wong Ndeso
Sambel Korek
Gondrong Ndeso
Terminal Tirtonadi
Rocker
Darah Muda
Nrimo Ing Pandum
Iriana
Ojo Dumeh
Simpel
Kerjo Mempeng Tirakat Banter
Gagal Logika
Welas Asih
Jokowi: Jeneng tanpa Jenang
Sapa Nandur Bakal Ngunduh
Ucapan Terima Kasih
Tentang Penulis

Ketika membaca buku ini saya teringat oleh salah satu judul sinetron dulu namanya Keluarga Cemara. Bedanya salah satunya  kalau keluarga cemara ditonton, ini di baca. Salah duanya keluarga cemara itu dari keluarga bandung kalau jokowi ini dari solo. Sehingga dari tata bahasa yang digunakan cenderung mengarah ke tradisi budaya solo. Itu pula yang membuat saya tertawa ketika saya membaca buku ini. Saya jadi teringat banyak adat-adat jawa ketika saya kuliah dulu. Saya jadI merasa saya berada di solo ketika saya membaca buku ini. 
Hal yang lucu yang saya ingat ketika saya membaca buku ini adalah arti singkatan Gondes. Dulu ketika kuliah banyak teman-teman saya sering mengatakan "piye ndes" artinya "gimana ndes?" Saya sempat bingung saat itu dan bertanya "ndes itu artinya apa" teman saya hanya menjawab "ndes itu kepanjangan dari gondes artinya setan" saya percaya saja dan manggut-manggut tanda setuju meskipun itu tidak cukup memuaskan. Naaaah! Dibuku ini, saya justru tau "gondes" itu apa, ternyata "gondes" itu adalah singkatan dari gondrong ndeso. Saya tertawa terpingkal menertawakan buku dan diri saya sendiri saat itu.
Banyak filosofi jawa, seperti:
Lagu pangkur, yang merupakan salah satu lagu macapat, yang berisikan munggah nduwur.

Sekar pangkur kang nirwana
Lelabuhan kang kanggo wong aurip
Ala lan becik puniku
Prayoga kawruhana
Adat waton puniku dipun kadulu
Miwa ingkang tatakrama
Den keesthi siyag ratri

Banyak sekali lagu adat jawa dituliskan, bagus juga untuk saya tuliskan disini:

Sluku-sluku Bathok

Sluku-sluki bathok
Bathoke ela-elo
Si rama menyang solo
Oleh-olehe payunh mutha
Tak jenthit lololobah
Wong mati ora obah
Yen obah medeni bocah
Yen urip goleka duit

Pring Reketeg

Pring reketeg gunung gampil gempal
Mlakuo sing jejeg dadi bocah ojo nakal
Pring reketeg gunung gamping gempal
Ojo gembeng-gembeng, nek gembeng di sruduk celeng
Ojo clingas-clingus nek clingus di ambung wedus
Ojo plenggang-plenggong nek mlenggong ndak koyo bangkong
Pring reketeg gunung gampil gempal
Ojo galak-galak mengko ndak gundulmu buthak
Ojo srakah-srakah mengko ndak wetengmu pecah
Pring reketeg gunung gampil gempal
Ojo prengat-prengut nek mrengut ambumu kecut
Ojo glendam-glendem nek ngglendem pipimu tembem
Ojo sruntal-sruntul nek nyruntul digondol tuyul
Pring reketeg gunung gampil gempal
Mlakuo sing jejek dadi bocah ojo nakal
Ojo bengak-bengok mengko ndak koyo kodok
Ojo pringas-pringis mengko ndak bathukmu klimis
Ojo cengar-cengir mengko ndak lambemu ndower
Pring reketeg gunung gampil gempal
Pring reketeg gunung gampil gempal
Dadi bocah sing sregep sinau ojo seneng dolan lan mblayang
Men mbesok dadi wong sing kepenak uripe lan kepomo manungsane

Ada lagi beberapa nasehat jawa, diantaranya:
Gusti Allah iku seneng wong kang gelem kerja mempeng tirakat banter, artinya Allah itu suka terhadap orang yang rajin bekerja dan tirakat.
Sawang sinawang artinya saling melihat. Kehidupan orang itu kita saling melihat, terkadang kita melihat orang lebih enak daripada kita, tapi belum tentu demikian.
Ojo dumeh, artinya jangan merasa paling kuat, paling hebat, dan paling berguna, karena manungsa itu tidak bisahidup tanpa bantuan orang lain.
Bagus ya, dari buku ini dan beberapa nasehat jawanya saya menjadi semakin bangga dengan Indonesia dan budaya jawa. Berharap dengan buku ini banyak orang membaca dan semakin mencintai budaya Indonesia.

Monday, February 27, 2017

Review Buku: Tuhan Dalam Secangkir Kopi

Gak sabar ngereview buku karya bang Denny Siregar ini.
Dapatnya buku ini saya memesan disalah satu toko buku online, berhubung ada tulisannya gede "dapet tanda tangan penulis" gimana gak langsung dech saya masukkan keranjang belanja tanpa mikir 10 kali. Saya pesen buku ini bersama buku "Jokowi si Tukang Kayu". Untuk buku "Jokowi si tukang kayu" belum sempat saya baca karena bukunya baru datang kemaren baru sempat hari ini baca buku Bang Denny dan langsung review. Woke langsung saya review ya.
Judul buku: Tuhan dalam Secangkir Kopi
Penulis: Denny Siregar
Penerbit: Noura Books
Cetakan: 1 Mei 2016
Jumlah Halaman: 199

Belum tau Denny Siregar? Pria ini bernama lengkap Denny Zulfikar Siregar. Banyak yang mengenalnya di Media sosial. Bang Denny ini banyak belajar menulis dari radio, salah satunya Radio Suara Surabaya. Tulisan-tulisannys tentang agama dan politik Indonesia banyak disadur oleh situs media. Banyak yang menjuluki Bang Denny ini penggiat dunia maya. Tulisannya yang kala itu sangat fenomenal adalah "Surat Cinta untuk ISIS" yang ditulisnya pasca bom Jakarta. Karakter tulisan Bang Denny ini selalu melibatkan kopi, karena Bang Denny sangat begitu terinspirasi dengan kopi yang tidak pernah menyembunyikan kepahitannya. Githu...
Balik ke buku ini lagi yah. Buku ini banyak menuliskan tentang Ketuhanan. Meskipun buku ini berlatar belakangkan agama Islam karena Bang Denny ini muslim, tapi buku ini sangat oke untuk di baca bahkan untuk bukan hanya orang muslim saja.
Seperti biasa ke khas an dari tuisan Bang Denny ini tulisan-tulisannya lumayan ringan jadi kita bisa baca sambil tiduran, makan, dan mandi boleh juga. Karena ini bukan bentuk tulisan novel ya, jadi dibuku ini terdiri dari 70 bab, jadi satu babnya paling banyak tiga lembar.
Banyak hal yang saya dapat dari cerita ngopi bareng Bang Denny ini.Bang Denny yang saya terawang (udah kek paranormal aja) dari tulisannya merupakan orang yang sudah pernah mengalami kesukaran dan kesedihan dalam hidupnya, sudah pernah mengejar uang atau harta, sehingga dia merasa uang dan harta bukan merupakan sumber dari kebahagiaan itu sendiri.
Bang Denny merupakan salah satu pengagum NU, sama seperti saya juga, saya menyukai beberapa dakwah-dakwah Emha Ainun Najib dan beberapa buku sastra tulisannya. Bang Denny Dibuku ini menuliskan kekagumaannya dengan jelas.

Ketika perama kali NU mengeluarkan konsep Islam Nusantara sebagai antitesis dari Islam ala Saudi, jujur, saya terpesona.
Emha membawakannya dengan gaya kampungan, bukan gaya padang pasir. Gus Mus menceritakannya dengan gaya tutur, buan gaya menghardik. Quraish Shihab menggiringnya dengan gaya filsuf, bukan gaya menuding. Mereka menyeret kembali gaya bercerita dengan model walisanga. Dimana Islam diterima dengan cinta dan terhormat. Amanah bukan amarah. Menyejukkan bukan menakutkan.

Saya melihat mereka "wow" merupakan orang-orang yang mau terus belajar. Selalu merendahkan diri mereka agar tidak terlihat tinggi. Mungkin saya perlu mengangkat kopi untuk mereka ini.
Eitttt.... tapi saya bukan Bang Denny yang menandakan tulisan saya selesai dengan memberi penghormatan dengan secangkir kopi. Masih ada sisi lain dibuku ini yang belum selesai saya bagikan.
Beberapa tulisan cantik dan ringannya

Kita menafsirkan kebahagiaan berdasarkan nafsu kita, sehingga kita tertutup dari apa yang dibutuhkan jiwa kita. Kita begitu sombongnya merasa bahwa rencana kita sempurna, tapi Tuhan-Karena sayang-Nya-menggagalkan semua apa yang kita rencanakan. Senyumlah, mungkin Tuhan hanya ingin "minum kopi" dengan kita.
Coba berdoa dulu sebelum berusaha. Minta kepada Tuhan untuk memberikan petunjuk apa yang harus dilakukan dengan kepasrahan total, karena engkau tidak mengert apakah yang akan kau lakukan nanti benar ataukah salah.
Manusia itu kadang-kadang suka memperlakukan Tuhan seperti pembantu yang bisa disuruh-suruh. Manusia yang berencana, Tuhan yang kerepotan.
Berteman dengan orang toleran itu menyenangkan. Mereka tidak peduli apakah mereka sesendok kopi atau dua sendok gula. Buat mereka, kenikmatan itu ketika semua seimbang.

Bukan hanya pemuja tokoh Nu, Bang Denny juga merupakan pemuja Ahok. Ada salah satu bukunya yang pernah saya review di bulan lalu yang berjudul "Semua Melawan Ahok". Dibuku ini Bang Denny juga menulis tentang Ahok.

Ahok mampu memaknai amanah di saat banyak pejabat melihatnya sebagai peluang. Ahok mampu memaknai hukum Islam, disaat banyak orang melihatnya sebagai kafir
Mungkin, jika Ahok adalah seorang dokter, seoramg pengacara, atau seorang ulama bersorban, dia akan melihat nikmat yang diberikan kepadanya sebagai bagian dari jalan menuju surganya, daripada kubangan kemewahan materi di dunia.

Dari tulisan Bang Denny ini saya melihat bang Denny orang yang mau belajar dan membuka diri. Wow Pria berusia 43 tahun ini saja masih ingin belajar. Lah gue?? Apa kabar??
Ahhh sepertinya saya perlu berguru dari Bang Denny dan Pak Ahok
Jadi mimpi ngopi cantik bareng mereka.
Mimpi lo!
Ahh Thomas Alfa Edison juga mimpi dengan keras kepalanya untuk menemukan sebuah lampu.

Wednesday, February 22, 2017

Review Buku: Soekarno Dipuja, "Dibunuh", dan Dikenang

Akhirnya kesampean juga saya berkunjung ke perpustakaan daerah yang sudah saya rencanakan beberapa waktu silam. Setelah muter-muter kesana-sini mencari buku sastra yang saya tidak temukan saat itu, akhirnya saya putuskan untuk melihat-lihat buku sejarah. Eng ing eng... akhirnya tertambatlah hati saya pada buku ini. Langsung ya...

Judul buku: Soekarno Dipuja, "Dibunuh" dan Dikenang
Penyusun: Swadesta Arya Wasesa
Penerbit: Trans Idea Publishing
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah Halaman: 258

Buku ini sangat menarik bagi saya karena buku ini termasuk buku social sciences tentang biografi yang cukup lengkap. Diceritakan dari awal kelahiran soekarno yang memiliki nama sebenarnya kusno pada waktu kecilnya ini sampai sang Putra Fajar menjadi seorang Presiden, hingga meninggal sebagai orang yang terasingkan.
Dari buku ini saya mengerti sedikit banyak tentang sejarah perjuangan dan simbol-simbol yang ada, misalnya dengan beberapa guyonan semangat "MERDEKA!!" yang sering dikumandangkan orang ketika mendekati 17 agustusan atau sekedar bendera plastik yang biasanya dihiasin di kampung-kampung atau jalan menuju rumah kita. Tau gak? Ternyata itu adalah perintah dari Bung Karno ini. Itu merupakan perintah keduanya setelah text proklamasi Indonesia dibacakannya.
Ketika membaca buku ini saya sendiri ikut hanyut dalam cerita sejarah ini. Sesekali ketika saya membaca bagian Bung Karno berpidato di akhir pidatonya saya terkadang bertepuk tangan sendiri atau sekedar merinding membaca kisah perjuangannya. Diakhir cerita ketika Soekarno sakit dan terlupakan oleh bangsa ini, dan ketika Moh. Hatta datang untuk mengunjunginya yang terakhir kalinya, disitulah saya menangis tersedu-sedu. 
Soekarno merupakan orang yang mampu mengobarkan semangat kemerdekaan dengan pidato-pidatonya. Soekarno sering kali dipenjara oleh belanda karena dianggap dengan pidatonya dia dapat merusak rencana belanda untuk terus menjajah Indonesia. Tapi yah jangan panggil dia Bung Karno jika ia tidak dapat hidup dimanapun dia dibuang. Dia justru menyebarkan virus kemerdekaannya kepada banyak orang.
Tak heran namanya sering disebut si "Macan Asia". Dari Soekarnolah KAA (Kongres Asia-Afrika) dibentuk untuk melawan penjajahan. Amerika menjadi sangat benci padanya saat itu, karena bukan orang yang gampang dipengaruhi oleh pihak manapun. Pada saat terjadinya perang dunia ke-II denga tegas soekarno menyatakan Indonesia tidak memihak manapun hingga membentuk gerakan Nonblok saat itu.
Soekarno bahkan tidak rela sejengkalpun tanah Indonesia di kuasai oleh asing. Ia bahkan sangat merebut Papua saat itu dari Belanda karena ia tau Indonesia sangat kaya.
Sedikit bercerita tentang Freeport saat ini. Mengapa Freeport itu ada di Indonesia. Dibuku ini dituliskan pada tahun 1959 Forbes wilson yg merupakan direktur Freeport saat itu melirik penemuan Jacques Dosy ditahun 1936 tentang adanya gunung tembaga di papua. Wilsonpun datang kesana untuk mengecek, dan wow ternyata surprised!! Disana bukan saja ada tembaga namun perak dan emas yang berbongkah-bongkah terdampar dipermukaan tanah. Demi Freeport, Amerika ingin menguasai Indonesia.
Amerika saat itu mencari cara untuk dapat menahlukan sosok Soekarno ini. Setelah 9 kali proses pembunuhan yang terus gagal, Amerika mencari cara lain untuk membunuhnya. Ketika diwawancarai Cindy Adams soekarno mengatakan satu cara untuk membunuhnya adalah jauhkanlah rakyatnya dari dirinya. Betul pernyataan itupun diambil oleh Amerika untuk menjadi alatnya.
Gerakan G30S/PKI yang disebut-sebut orang adalah pemberontakan PKI ternyata adalah skenario yang sudah dirancang oleh Soeharto saat itu. Mungkin istilah sekarang adalah makar. Haha, Soekarno dituduh membela PKI saat itu. Rakyat dan mahasisawa saat itu banyak menentangnya. Saat itu situasi sangat keruh, negeri terpisah menjadi 2 kubu yang pro dan kontra dengan Soekarno. Saat itu Meskipun Soekarno dapat melakukan perang melawan Soeharto, Bung Karno memilih untuk meredam dan mundur, karena ia tidak ingin terjadi pertumpahan darah di tanah air yang ia perjuangkan ini.
Soeharto yang saat itu menjadi kaki tangan Amerika mendapat banyak bantuan. Hingga akhirnya terciptalah Supersemar versi dirinya sendiri, yang mengangkat dirinya sendiri. Meskipun supersemar sampai sekarang masih misteri bagi para sejarahwan.
Semua demi Freeport yang masih bertahan sampai detik ini.
Soekarno meninggal karena penyakit yang dialaminya, ia diusir dari istana negara, dan tidak mendapatkan penanganan yang baik secara medis. Saya menangis ketika sahabatnya Hatta datang mengunjunginya. Sahabat Soekarno membebaskan rakyat dari kolonialisme Belanda dan Jepang. Ibarat seorang kekasih yang masih memendam cinta yang besar tetapi terpisahkan puluhan tahun, begitulah mereka berdua. Sang dwi tunggal, merekalah negarawan sejati.
Sudahlah nanti saya mendadak baper lagi.
MERDEKA!!!!!

Monday, February 13, 2017

Review Buku: A Man Called #AHOK

Have doneeee..... 
Haha.. seneng bangettt hari ini sudah menyelesaikan buku ini. Sebenernya pengen banget beli buku ini. Tapi gue sih gitu orangnya. Banyak keinginan dan tanpa realisasi kerja nyata. Beda banget ya sama pak Ahok. Saya udah punya dua buku tentang pak Ahok. Terus... masa saya mesti beli buku tentang pka Ahok lagi sih. Beruntungnya tipe yang lebih sering mengkhayal seperti saya dan lama penerapannya itu kadang bisa dapat barang karena kelamaan mikir, ntah barang itu jadi murah atau gratis. Seperti kali ini buku yang saya dapat dari teman saya dengan judul "a man called #AHOK".
Sebenernya buku ini id tulis oleh Pendulung Ahok garis keras atau FBA (Fans Berat Ahok). Sebenernya saya ngefans sih, cuma saya bukan warga DKI saat ini ya sudah hanya bisa ngebantu twit atau sekedar baca-baca beberapa buku biografinya doang.
Langsung ke review bukunya yah..
Judul Buku: A man called #AHOK
Penulis: Rudi Valinka
Jumlah Halaman: 11
Karena yang saya dapat buku ini dalam bentuk pdf jadi untuk penerbitnya gak ada ya, buku ini sengaja dibagi-bagikan sebagai contoh dukungan pak Basuki Tjahaja Purnama dalam pemilihan gubernur DKI jakarta tahun 2017. Mas Rudi ini demi menulis buku ini, beliau rela mengunjungi daerah belitung timur tempat kelahiran pak Ahok ini. Mas rudi rela mengunjungi teman-teman, guru-guru bahkan musuh-musuh politik beliau. Buku ini hanya berisi kumpulan twit @kurawa tentang perjalannya kesana. Karena kumpulan twit dan bahasanya mudah maka buku ini amat nyaman untuk digunakan sebagai bahan bacaan ringan yang bisa di baca tanpa kopi, dan sambil ngantuk pun bisa. Enak kog. Seperti kita membaca twitter aja. Di buku ini juga disertai beberapa foto yang diambil dari beberapa kejadian.
Kalau tulisan Bang Denny siregar itu bacaan dalam bentuk facebook dan blog, bila mas Rudi ini dalam bentuk Twitter nya. Cakeep..
Mas Rudy menuliskan twitnya dari berbagai pendapat, beberapa tulisan Mas Rudy yang saya kutip.
Dari kecil Pak Ahok memang sudah nampak mental petarungnya. Jika dia ingin, maka harus bisa. Sekolah pun dijabanin  walaupun masih belum cukup umur.
Teman sekolah: 
Saat Ahok tersenyum ketika di-bully, justru itulah poin yang membuat banyak orang  jadi segan kepada Pak Ahok hingga saat ini.  Cool. Meskipun ayahnya Ahok punya mobil, Ahok kecil nggak dianter-anterin. Katanya, Pak Ahok sudah punya jalan tikus sendiri dari rumahnya ke sekolah. Sejak kecil sudah ditanamkan rasa mandiri oleh orang tuanya.
Pak mus yang pernah menjadi teman sebangku Pak Ahok ketika SD mengatakan pengalaman yang paling lucu ketika mereka nyolong berenang di PT. Timah (rekanan kantor perusahaan ayahnya) Ahok saat itu tidak pernah ikut berenang, Ahok kecil hanya bertugas menjaga teman-temannya berenang. Menurut Pak Mus, walaupun Ahok tahu ini melanggar, tapi Ahok pula yang meng ingatkan teman-temannya untuk tidak kelamaan atau keseringan. "Alhamdulillah  belum pernah ketangkap", kata Pak Mus. Ini berkat kejelian Pak Ahok untuk menghitung waktu, dari kecil sudah nampak leadership-nya.
Sewaktu SMP Ahok kecil menjadi ketua osis. Kebetulannya istri Pak Mus yang bernama bu Erni ini juga merupakan teman semasa SMP Pak Ahok. Beliau mengatakan Ahok tidak pilih-pilih teman saat SMP. Bahkan, dikisahkan Bu Erni, Pak Ahok juga suka main karet dan gemar main voli bersama teman-teman wanita.
Adalagi Pak Sayono teman SMP Pak Ahok. Mas Rudi menceritakan bahwa kehidupan ekonomi Pak Sayono tidak se beruntung Pak Ahok. Selepas pulang sekolah dia harus menjaga adik-adiknya dan mencari nafkah jualan kue. Pak Ahok sering menyampaikan simpatinya kepada Sayono, karena jika Pak Ahok di posisi yang sama, belum tentu dia bisa unggul dari Sayono. Ada satu kejadian saat ulangan matematika. Pak Ahok pernah mencoba “nyontek” ke Joni. Di sinilah Ahok dinasihati Sayono yang lalu buat dirinya sadar. “Pak Ahok, kau kan anak tauke, pasti kalo besar nanti kamu pun jadi pengusaha, sementara pengusaha itu harus jago hi tung-hitungan agar nggak ketipu.” Nasihat inilah yang buat Ahok kecil pun berpikir. Karena hal ini Ahok sangat respek dengan Sayono. Berkat kejujuran pak Sayono, Pak Ahok mengingatnya dan menjadikan Pak Sayono plt. Kabid bansos, dan lepas dari itu Pak Sayono melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka dan kini menjadi camat Gantung, tidak berpidah dan berwirausaha kecil-kecilan.
Para guru:
Pak Bachtiar, guru SMP Pak Ahok, mengajarkan mata pelajaran agama dan olah raga saat itu. Beliau sangat respek dengan Pak Ahok karena menurut Pak Bachtiar, ada satu momen terharu saat Pak Ahok menjadi anggota DPRD Belitung Timur, sedangkan Pak Bachtiar pindah kerja di Sekretariat DPRD. Saat itu ada acara sidang anggota DPRD, Pak Bachtiar bertugas menurunkan bang ku-bangku untuk tamu-tamu undangan. Saat itu Pak Ahok melintas lewat. Pak Ahok berhenti dan melihat Pak Bachtiar bekas gurunya. Lalu dia katakan "sudah pak biar saya yang kerjakan ini" Pak Bachtiar menolak. Pak Ahok terus memaksa agar dia yang kerjakan tugas Pak Bachtiar. Beliau pun terharu dengan sikap bekas muridnya ini. Di sinilah titik baliknya.  Padahal, menurut Pak Bachtiar, bekas muridnya banyak yang jadi pejabat. Namun, hanya Pak Ahok yang memiliki rasa hormat sedemikian tinggi. Setelah kejadian itu, Pak Bachtiar pun dengan sukarela menjadi bagian penting timses Pak Ahok saat jadi Bupati Belitung Timur. Dia yakin ini orang baik. Hormat kepada orang yang lebih tua dan guru-gurunya adalah kunci keselamatan Pak Ahok selama ini, katanya. Dia banyak di doa kan oleh orang yang ditolong.
Pak Nirwan guru biologi SMP Pak Ahok. Pak Nirwan berkata, semenjak sakit, setiap muridnya balik ke Belitung, dia pasti akan kunjungi dan besuk dirinya. Ahok bilang "kok waktu sakit nggak info" Pak Nirwan berkata, Pak Ahok selalu memberikan bantuan biaya berobat tiap bulan kepada dirinya untuk cuci darah akibat gagal ginjal.
Ibu Bundet guru SD pak Ahok. Ibu Bundet mengenal Pak Ahok kecil sebagai pribadi yang penurut dan tidak nakal. Dia cukup  surprise  di Jakarta Pak Ahok terkesan sbg “pemarah”. Setiap tahun, waktu tinggal di Belitung, saat Idul Fitri Pak Ahok selalu mengunjungi Bu Bundet, hingga akhirnya beliau bisa umroh.
Mantan pembenci Ahok:
Pak Kani ini seorang kepala desa yang sangat disegani warganya. Dia benci Pak Ahok karena alasan agama. Kemudian ketika pemilihan umum didaerah Pak kani ini yang mendapatkan dukungan paling rendah untuk Ahok, namun di daerah lain pak Ahok menang. Pak Ahok justru mendatangi desa ini terlebih dahulu dan mengucapkan bahwa Pak Kani justru lebih pintar dari pada pak Ahok, karena bisa menyainginya. Kemudian beberapa waktu kemudian Pak Ahok memberikan sumbangan untuk masjid yang akan dibangun didesanya tersebut. Disitulah mengapa Pak Kani sekarang sangat pro Ahok.
Pak Agung yang dinaikan haji oleh Ahok. Dia mengatakan di hati Ahok tersimpan kelakuan sifat seorang Islami walaupun Ahok bukan Islam, menolong tanpa pamrih, pemimpin warga yang teladan.baik. Pak Agung juga bercerita setelah pulang haji, dia ditugaskan Pak Ahok untuk mengasuh pondok pesantren milik Pemkab Belitung Timur yang baru dibangun.
Ahhhh saya sendiri lelah menuliskan banyak kebaikan yang dikerjakan pak Ahok untuk masyarakat dan orang disekelilingnya. Kira-kira mungkin perlu jutaan buku untuk menuliskan. Sampai sekarangpun penulis-penulispun datang bergantian menuliskan dengan banyak gaya bahasa mereka tentang pak Ahok.
Sampai detik ini, Pak Ahok Oke Oce...
Ehh..

Wednesday, January 18, 2017

Review Buku: Semua Melawan Ahok (Denny Siregar)

Judul Buku:Semua Melawan Ahok
Penulis: Denny Siregar
Penerbit: Mitra Media Mustika
Cetakan: 1, November 2016
Jumlah Halaman: 150 halaman
Daftar Isi:
Komunikasi gaya Ahok
Seorang Ahok
Si Cina Ahok
Bentrok di Kampung Pulo
Balada si Taik
Politikus mie instan
Agama iwak peyek
Ustad Ahok
Drama di Kalijodo
Kembalinya sang Jendral
Perang urat syaraf
Kelirumologi
Ahok, Ridwan kamil dan Risma
Membela Ahok
Semua karena Fauzi Bowo
Bisakah Anies melawan?
Salahkan pada yang kafir saja
Ahok: nikmat manalagi yang kamu kafirkan?
Jika saya Ahok
Tiba-tiba jadi pada lebay
Cari panggung di luat batang
Kampanye para sempak pink cerah
Kaum salaki, salahkan semua pada basuki
Profil penulis

Akhirnya satu buku ini sampai juga di rumah. Buku karangan Denny siregar yang harganya gak seberapa ini akhirnya sampai di rumah (dibandingkan dengan beberapa buku import yang saya punya *sombong dikit). Hanya buku ini belum terdapat di toko buku, dan saya langsung pesan dari penerbitnya. Tapi meskipun saya pesen langsung ternyata saya harus sabar menunggu karena buku terbitan pertamanya sold out. Langsung santap malam itu juga.
Siapa sih Denny siregar ini? Sebenarnya dia seorang yang baru terkenal dengan tulisannya, karena akhir-akhir ini tulisannya banyak menulis tentang seseorang yang sangat kontroversial. Beliau terkenal dari tulisan-tulisannya di facebook, dan media sosial lainnya. Karena begitu banyak pengikutnya akhirnya banyak yang meminta kepadanya untuk menerbitkan buku ini. Saya termasuk penggemar tulisannya, tulisan politik yang seharusnya dikemas dengan tata bahasa yang resmi, teratur dan baik, terkadang Bang Denny ini menuliskan dengan gaya bahasa yang kocak.
Setiap membaca tulisan-tulisannya seperti sedang ngopi bersamanya. Ngopi adalah gaya bahasa yang memang diangkatnya, dan menjadi ciri khasnya. Tak lazim di setiap tulisanya ada bahasa "seruput". Dia mengemukakan pendapatnya dengan baik. Jika di era reformasi ini banyak orang mengemukakan pendapat dengan cara-cara demo terlihat anarkis, Bang Denny berpendapat dengan tulisannya.
Jika Ahok adalah seorang penggebrak dibidang politik, kalo Bang Denny ini penggebrak dibidang berpendapat. (Extrim banget gk sih perumpamaan aku? Biarin sih blog-blog aku ya kan)
Tulisan politik yang harusnya berat untuk di baca, pria kelahiran medan ini mengemasnya jadi tulisan yang kadang lucu akan pendapat-pendapatnya.
Pandangan Bang Denny tentang Ahok dibuku ini adalah
1. Pak Ahok seorang yang bersih atau jujur. Seperti pada tulisan diawal buku ini. "Ahok menunjukkan dirinya sebagai orang bersih, bukan dengan slogan, tetapi murni tindakan. Ia melawan anggota DPR yang terbiasa korup dimana-mana dengan menggebrak meja, mencoret rencana anggaran mereka dengan spidol merah "Nenek lu"
2. Bang Denny banyak mengilustrasikan dengan gambar di buku ini, dan tau? Pak Ahok di gambarkannya sebagai apa? Seekor anjing, hahaha, karena memang Pak Ahok pernah berkata beliau adalah seekor anjing yang menjaga harta tuannya, para masyarakat jakarta.
3. Nerimonan, apa yah? Pak ahok tidak mencoba mendekati orang lain agar ke"china"annya tertutupi, tapi pak Ahok mengakuinya dengan berani "emang gue China, tapi gue lebih Indonesia daripada para koruptor itu" atau masalah agamanya beliau berkata "emang gue kafir mau diapain lagi?"
4. Celas-ceplos, asal nyablak kalo sama koruptor. Bang Denny nulisnya di satu judul "Balada si Taik". Dijudul ini para koruptor disebutnya "taik". (*tuh kan saya jadi ikutan nulis "taik")
5. Menyayangi rakyat kecil. Jadi pak Ahok itu dituliskan memanusiakan rakyat yang dianggap "taik" dan men"taik"kan anusia yang memang mentalnya "taik"
6. Ustad. Kali ini Bang Denny terinspirasi oleh pak Ahok karena beliau benar-benar menjadi contoh teladan ke"taat"an seseorang pada agamanya.
7. Pandai berpolitik dan melihat peluang dengan media sosial. Jauh sebelum menjelang pemilihan umum, setiap kegiatan Pemprov DKI sudah di sosialisasikan di media sosial, entah itu Youtube, facebook dan lain-lain. Itulah yang menyebabkan mesin pecarian google sudah terbiasa dengan nama Ahok. Sehingga saat beberapa waktu yang lalu ketika ada yang menyalahkan Ahok karena dianggap bekerja sama dengan Mbah Google (*Ngakak sendiri bacanya).

Ahhh baca buku ini jadi ketawa-ketawa sendiri, gokil habis dech Bang Denny siregar ini menulisnya. Cocok untuk para penikmat kopi dan tahu isi seperti saya.
Serupuuut dulu Bang...

Tuesday, January 10, 2017

Review Buku: AHOK by Jeffrie Geovanie

Teman minum kopi saya sore ini adalah buku Ahok. Cukup controversial sih memang tokoh ini, ada sebagian menyukai dan sebagian yang mencibir. Tapi yang jelas tokoh ini cukup menjadi buah bibir banyak orang. Dan bagaimana dengan saya? Boleh dong kalau saya sedikit jujur. Dulunya saya tidak begitu tertarik dengan orang ini. Karakter Ahok yang keras saat itu tertutupi oleh kelemah lembutan dan sifat humanis pak Jokowi, jujur saya dulu sangat simpatik sekali dengan pak Jokowi dan pak Ahok hanya sebagai pemanis, ibarat makanan pak Jokowi itu ice creamnya, sedang pak Ahok hanya topping nya saja, gak pake topping gak apa-apa "lumayan bisa lebih murah".
Waktupun berlalu akhirnya diangkatlah pak Jokowi menjadi Presiden dan pak Ahok jadi Gubernur, berita kembali diributkan dengan berita relokasi warga, RS Sumber Waras, reklamasi dan banyak macamlah. Mengikuti sepak terjang beliau memang ngeri sendiri hanya melihat dan mengamati, dan sampai hari ini saya menulis. Sepertinya orang itu memang adalah petarung yang tangguh yah. 
Pasti udah tau yah saya berada dimana? Saya seseorang yang sangat mengagumi karakter beliau sampai detik ini. Saya berharap ini tidak mengganggu persahabatan kita jika kita berbeda. Seperti fans artis, kita tetap berteman, bersahabat sekalipun kita mengagumi orang yang berbeda. Jadi buat yang enggak suka, udah enggak usah di baca.
Okaaai, balik ke buku ini yah:
Judul Buku : Ahok
Penulis: Jeffrie Geovanie
Cetakan 1: November 2016
Penerbit: Mediabaca Mandiri
Jumlah Halaman: 260
Daftar Isi:
Pendakian Ahok
Ahok dan Hal-hal yang belum selesai
Bagian 1: Mengenal Ahok
1. Siapakah Ahok
2. Apa adanya dan hitam putih
3. Mewarisi keberanian orang tua
4. Motivasi menjadi pejabat
5. Berpolotik dengan kebenaran
6. Politik keteladanan
7. Membangun politik akal sehat
Bagian 2: Bersama Jokowi
1. Fenomena Jokowi Ahok
2. Pilkada jakarta dan pilpres 
3. Pemimpin baru Jakarta
4. Pelajaran dari Jakarta (1)
5. Pelajaran dari Jakarta (2)
6. Angin segar dari pemilukada Jakarta
7. Fenomena kemenangan Jokowi-Ahok
Bagian 3: Ahok sebagai pemimpin
1. Modal sosial pemimpin
2. Fenomena Ahok
3. Anomali Ahok
4. "Kekejaman" Ahok
5. Cermati gaya komunikasi Ahok
6. Menggusur ala Basuki
7. Cara pemimpin menjawab ujian
8. Ahok sebagai simbol pemimpin
9. Nyali seorang pemimpin
10. Panutan Ahok sebagai pemimpin
11. Kekuasaan konstitusional Basuki
12. Menempatkan Basuki pada tempatnya
13. Menempatkan glorifikasi Basuki
Bagian 4: Ujiam berat Ahok
1. Perlawanan Ahok
2. Basuki, banjir dan kemacetan
3. Pelajaran untuk Basuki
4. Serangan bertubi pada Basuki
5. Diskredit Basuki
6. Ujian berat Basuki
7. Salah sangka pada Basuki
8. Para penantang Basuki
9. Ujian independensi Basuki
10. Menilai kinerja Basuki
11. Menjaga popularitas dan elektabilitas Basuki
Bagian 5: Impian Ahok
1. Menyelamatkan demokrasi
2. Keberagaman Basuki
3. Eksperimen politik Basuki
4. Nalar anomali Basuki
5. Anomali dukungan terhadap Basuki
6. Impian Basuki
7. Hidup bersih ala Basuki
8. Komitmen seoramg Basuki
9. Pilihan "tiket" Basuki
10. Menghormati pilihan Basuki
11. Menyelamatkan demokrasi dari demoralisasi
12. Membangun masyarakat berkemajuan
Daftar bacaan
Indeks
Tentang penulis
Fiuuuh selesai juga nulis daftar isinya, semoga bermanfaat utk teman-teman yang mau membelinya yah.
Awal dapat buku ini dari info para relawan Ahok tentang buku ini, dan karena buku ini di tanda tangani sendiri oleh pak Ahok sendiri, saya pun jadi exciting untuk membelinya. Dia tanda tangan kelar hidup lo. Berikut penampakannya:


Dari buku ini, awalnya saya roaming bacanya, karena buku ini buku politik yang pertana kali saya beli, okelah otak saya berjalan lebih lambat sepertinya. Di bagian awal banyak menceritakan kehidupan pak Ahok di masa kecil. Saya suka sekali bagian dimana beliau bersusah-susah dan mendapat motivasi dari ayahnya. Masa kerasnya ketika ia kecil membuat dia menjadi seorang petarung yang luar biasa saat ini. Sempet terharu juga membaca perjuangan ayah dari pak Ahok yang bernama bapak Kim Nam ini.
Menurut pendapat saya buku ini banyak kata pengulangan, sehingga untuk hal-hal yang sama di ceritakan beberapa kali. Kemudian lebih banyak menyorot kebagian politiknya, mungkin karena latar belakang penulis ini seorang politikus juga, sehingga lebih banyak menyorot bidang politiknya. Sedang untuk penulisan pribadi dan karakter serta perkataan Ahok sendiri jarang dituliskan.
Namun ada beberapa kata Ahok yang menarik untuk saya di buku ini:
Pada saat orang lain marah besar disebut kafir, Ahok justru mengatakan, "memang saya kafir, mau apa lagi"
Kata-kata ini sepertinya beliau menerima dirinya apa adanya, tanpa ada polesan atau keinginan untuk membenarkan diri. Kadang orang tidak menerima dirinya direndahkan, dan bagi saya kata-kata ini seperti pak Ahok menerima kelemahan dirinya dengan tangan terbuka, seperti orang yang dapat tertawa pada kelemahannya, dan bukanmenutupinya.
Adalagi kata beliau ketika beliau disuruh mengirimkan APBD yang sudah di manipulasi ke Mendagri. Dia dipaksa dan dia tidak takut, dia berkata "Saya tidak tega makan duit rakyat seperti itu. Sekalipun bukan saya yang makan. Saya disumpah untuk mempertahankan uang rakyat. Kalau saya harus terjungkal, tidak jadi gubernur pun saya puas. Dalam hiduo saya, saya tidak akan menghancurkan nurani saya."
Dari kata-kata ini, wow banget pokoknya. Komitmen dan integritas beliau terlihat jelas,beliau tau kepada siapa beliau bersumpah. Bukan kepada Jokowi, namun kepada Tuhannya.
Sekali lagi kata-kata humanisnya yang dia itu seperti manusia sebenarnya dan bukan malaikat. Dia kembali menerima cemoohan orang dengab tangan terbuka. Ketika orang mengatakan dia "anjing" dia hanya berkata " ya saya memang anjing. Saya ini anjing yang jagain harta tuannya. Saya memang anjing dan saya akan jaga harta majikan (rakyat) saya sampai mati.
Keren yah.... arrrrghhhh tidaaaak
Baiklah, sepertinya saya perlu mengikuti sidang ahok dulu
Thanks for reading :)

Saturday, December 10, 2016

Review Buku: Kekuatan Berpikir Positif (Chicken Soup)

Hellooo December...
Wah gk kerasa udah desember lagi yah guys, mau ngereview apa di bulan ini bingung juga, a.k.a males sih lebih tepatnya, haha. Ok di bulan penhujan ini aku awali tulisan aku dari sebuah buku berjudul "Kekuatan Berpikir Positif" buku ini sangat menolong banget loh, guys. Cerita singkatnya sangat memberi kita ide dan kreatifitas. Buku ini sangat menolong saya ketika saya stress. Mulai dari menikmati hal kecil sejenis minum kopi atau ketika canggung melakukan sesuatu, memang ada baiknya tetap kita lakukan yah.


Judul buku: Chicken Soup for the Soul, Kekuatan Berpikir Positif
Penulis: Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Amy Newmark
Penerjemah: Yasmine Hadibroto & Suprianto
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka utama
Cetakan : Kedelapan Januari 2016
Jumlah halaman: 484
Buku ini seperti buku Chicken Soup yang lain sih, terdiri dari banyak penulis, rata-rata berdasarkan dari pengalaman hidup masing-masing yang dikirimkan ke redaksi Chicken Soup ini. Dari Daftar Putaka buku ini secara garis besarnya saya tuliskan ya:
1. Kekuatan Cinta Diri Sendiri
2. Kekuatan Sikap
3. Kekuatan Bersikap Tegar
4. Kekuatan Sikap Santai
5. Kekuatan Rasa Syukur
6. Kekuatan Memberi
7. Kekuatan Mimpi
8. Kekuatan dalam Menantang Diri Sendiri
9. Kekuatan dalam Pembenahan Diri
10. Kekuatan Menjaga Orang Lain
11. Kekuatan Mengubah Cara Berpikir
Awal bertemu dengan buku ini di Gramedia, karena iseng tak ada kerjaan dan sepertinya saya perlu sedikit relax dan santai pada diri sendiri saya putuskan hari itu saya melancong ke Gramedia. Saat itu jujur pikiran saya sedang suntuk-suntuknya. Saya tau beberapa buku tentang Chicken Soup, saya tau itu buku bagus dari teman-teman saya. Iseng dech saya ambil dan saya baca. Ternyata isinya "Wow" Langsung ke sengsem lah saya saat itu. Dan entah mengapa selalu ada uang untuk membeli buku. Heraaaan, padahal saat itu banyak plan dalam kepala saya, yang hancur seketika itu juga, hahaha.
Buku ini keren kenapa?
Buku ini terdiri dari banyak tulisan pendek yang sangat menginspirasi yang cocok banget untuk kita nikmati jika kita merasa stress. Disini diberikan banyak saran praktis yang tidak tersirat yang dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehingga kita dapat menikmati hidup yang lebih hidup. Saya suka banget buku ini sampai kalo baca itu imit-imit biar gk cepet habis, anehkan? Udah kaya orang ngemil makanan enak yang makannya musti dikit-dikit biar gk cepet habis.
Apa yang dapat saya terapin?
1. Menikmati Hal Kecil, seperti nge-kopi cantik, menikmati waktu-waktu nulis ini review sambil ngopi.
2. Mencoba Hal baru, Seperti belajar main piano, dan menjadi seorang blogger seperti sekarang ini
3. Memberikan Kejutan utk seseorang, itu sangat menyenangkan
4. Bersyukur untuk hal-hal kecil apapun.
Githu dech, koleksi buku-buku aku biasanya yang membuat aku belajar sesuatu atau aku harus mendapatkan sesuatu ketika aku selesai membaca buku itu. Jadi kalau seperti novel githu saya kurang tertarik karena aku orangnya baperan kalo baca novel gitu. Hehe
Enjoy it guys!
Do What You Love and Love What You Do!:)

Tuesday, November 22, 2016

Review Buku: Becoming the Woman God Wants Me to Be

Judul asli: Becoming the Woman God Wants Me to Be
Judul terjemahan: Menjadi Wanita yang Tuhan Inginkan
Penulis: Donna Partow
Penerbit pertama: Revell, a division of Baker Publishing Group, Grand Rapids, Michigan, 49516, U.S.A
Penerjemah: Lily Endang Joeliani
Penerbit Indonesia: PT. Visi Anugerah Indonesia
Cetakan ke dua: September 2010
Jumlah Halaman: 375

Daftar Isi:
Pengantar
Apa yang akan anda butuhkan
Minggu Pertama - Dasar-dasar Iman
Hari ke-1 Meletakkan Kepercayaan Anda Sepenuhnya Kepada Allah
Hari ke-2 Berkomitmenlah untuk Memiliki Waktu Sendiriab Bersama Allah
Hari ke-3 Memeditasikan Firman Allah
Hari ke-4 Menjadi Seorang Perempuan yang layak di percaya
Hari ke-5 Memilih berfokus pada yang Positif
Hari.ke-6 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-7 Refleksi Mingguan
Minggu Kedua - Kebiasan-kebiasaan yang Saleh
Hari ke-8 Selektif Secara Sadar
Hari ke-9 Tetap berakar pada Firman Allah
Hari ke-10 Dedikasi Diri Anda pada Doa
Hari ke-11 Tidurlah dengan Damai
Hari ke-12 Rajinlah
Hari ke-13 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke 14- Refleksi Mingguan
Minggu Ketiga-Pola Makan yang Sehat
Hari ke-15 Bersihkan Dapur Anda dari Bahaya
Hari ke-16 Bertekadlah untuk Mengendalikan Kebiasaan Makan Anda
Hari ke-17 Batasi Asupan Gula Anda
Hari ke-18 Makanlah Porsi yang Masuk Akal
Hari ke-19 Rencanakan Makan yang Lebih Sehat
Hari.ke-20 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-21 Refleksi Mingguan
Minggu Keempat-Memperkuat Tubuh Anda
Hari ke-22 Berjalan Untuk Menambah Energi
Hari ke-23 Memurnikan Tubuh Anda dengan Air yang Diberi Tambahan
Hari ke-24 Memberi Waktu mencerna Kepada Tubuh Anda
Hari ke-25 Tubuh Kuat dengan Melawan Gravitasi
Hari ke-26 Memurnikan Tubuh dan Jiwa
Hari ke-27 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-28 Refleksi Mingguan
Minggu kelima - Alat-alat Managemen
Hari ke-29 Memaksimalkan Setiap Hari
Hari ke-30 Menerapkan aturan 80/20
Hari ke-31 Berikan apa yang Dapat anda Berikan
Hari ke-32 Simpanlah Sebanyak Mungkin
Hari ke-33 Transferlah Masalah Kesuatu Daftar Penyelesaian
Hari ke-34 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-35 Refleksi Mingguan
Minggu Keenam - Perencanaan Keuangan
Hari ke-36 Perpuluhan
Hari ke-37 Hitung Aset dan Kewajiban Anda
Hari ke-38 Kurangi Hutang Anda
Hari ke-39 Bayarlah Dengan Uang Tunai
Hari ke-40 Mulailah Tabungan Otomatis dan Investasi
Hari ke-41Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-42 Refleksi Mingguan
Minggu Ketujuh - Penampilan Pribadi
Hari ke-43 Bertahanlah dengan Warna-warna Dasar Anda
Hari ke-44Tentukan Berat Badan Ideal Anda
Hari ke-45 Bersihkan Baang-barang Pribadi Anda
Hari ke-46 Pentingnya Kesederhanan
Hari ke-47 Evaluasi Raut Wajah Anda
Hari ke-48 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-49 Refleksi Mingguan
Minggu Kedelapan- Usaha di Rumah
Hari ke-50 Bekerja dari Rumah
Hari ke-51 Mengembangkan Berbagai Arus Penghasilan
Hari ke-52 Mencoba Direct Marketing
Hari ke-53 Mempertimbangkan Investasi Properti
Hari ke-54 Mengeksplor Dunia Pemasaran Melalui Internet
Hari ke-55 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-56 Refleksi Mingguan
Minggu Kesembilan-Managemen Rumah Tangga
Hari ke-57 Mengidentifikasi Titik-titik Masalah Rumah Tangga
Hari ke-58 Membuang yang Tak Perlu
Hari ke-59 Diperlengkapi Bagi Rumah yang Bersih
Hari ke-60 Mempraktekkan Kepelayanan Bersama
Hari ke-61 Membersihkan Rumah Anda Secara Rohani
Hari ke-62 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-63 Refleksi Mingguan
Minggu Kesepuluh - Relasi Keluarga
Hari ke-64 Kasihi Suami Anda
Hari ke-65 Sayangi Anak-anak Anda
Hari ke-66 Tetapkan Tradisi Keluarga
Hari ke-67 Hormati Hari Sabat
Hari ke-68 Hiduplah Dalam Damai
Hari ke-69 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-70 Refleksi Mingguan
Minggu Kesebelas - Pelayanan Rumah Tangga Anda
Hari ke-71 Pelayanan Hidangan Bagi Keluarga
Hari ke-72 Atur Pakaian Keluarga Anda Demi Keberhasilan Rohani
Hari ke-73 Praktekkanlah Keramahtamahan/Memberi Tumpangan
Hari ke-74 Bukalah Rumah Anda Bagi Pelayanan
Hari ke-75 Jadilah Tuan Rumah Bagi Pelayanan Allah
Hari ke-76 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-77 Refleksi Mingguan
Minggu Keduabelas - Rencana Pensiun
Hari ke-78 Dapatkan Pemeriksaan Realitas
Hari ke-79 Bayarlah Cicilan Rumah Anda Lebih Awal
Hari ke-80 Hiduplah Sesuai Kemampuan Anda
Hari ke-81 Hindarilah Kebodohan Finansial
Hari ke-82 Rapikan Urusan-urusan Hukum 
Hari ke-83 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-84 Refleksi Mingguan
Minggu Ketigabelas - Mengakhirinya Dengan Kuat
Hari ke-85 Berkomitmenlah untuk Menjadi Tua
Hari ke-86 Kembangkanlah Hati Seperti Kaleb
Hari ke-87 Dorong dan Kuatkan Diri Anda
Hari ke-88 Bertekadlah untuk Mengakhirinya dengan Baik
Hari ke-89 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-90 Refleksi Mingguan
Pikiran-pikiran Terakhir
Lembar Kerja  
_________________________________________________________________________________________

Finally....
Selesai juga ngetikin daftar isi yang panjangnya seabreg, haha... tapi semoga teman-teman terinspirasi dengan daftar isinya yah. Sepertinya sih ok banget ya kan?
Awalnya saya membeli buku ini di toko buku, dan melihat daftar isinya saya tertarik, dan akhirnya saya beli. 
Well, buku ini memang dikhususkan untuk para wanita Allah. Buku ini bentuknya seperti buku perenungan harian, yang akan habis selama 13 minggu kalo rutin baca setiap bab hari tanpa bolong-bolong. Sayangnya aku orang yang tidak konsisten, apalagi di awal saya membeli buku ini, saya pikir belumjust gue banget, karena saya pikir buku ini cocoknya untuk emak-emak. Tapi sekarang (udah lanjut usia) saya pikir ini penting sekali dan kenapa gk saya baca dari dulu-dulu yah?
Penulisanya ibu Donna Partow yang adalah penulis buku laris dan komunikator Kristen. Buku-bukunya yang sebelumnya adalah Becoming a Vessel God Can Use dan Becoming the Woman God Want to be, yang laris manis terjual satu juta eksemplar ditujuh benua dengan berbagai bahasa.
Tulisannya dibuku ini sangat spesifik. Bukan hanya mencangkup hal-hal yang terlihat rohani sekali, namun dalam kehidupan keseharian dipakainya untuk melayani Allah. Buku ini sangat cocok dengan teladan wanita di Amsal 31.
Buku ini, berisi isian atau bahan untuk perenungan kita, sehingga cocok digunakan untuk saat teduh, didalamnya juga berisi ayat-ayat hafalan yang hraus kita hafalkan dan kita renungkan setiap hari. Beberapa dari ayat hafalan yang disajikan juga diambil dari kitab Amsal 31.
Beberapa tulisan dari penulis, menuliskan bahwa suami surgawi kita adalah penting, sekalipun saya masih single saat ini ada satu doanya yang di bagikan. Doa ini yang menjadi semangat saya dalam mengerjakan setiap panggilan yang Allah berikan bagi saya. Termasuk yang saya kerjakan dalam bidang blog atau menulis ini. Setelah saya berdoa ini saya menjadi semakin bersemangat mengerjakan setiap pekerjaan yang Allah percayakan bagi saya.

Suami surgawiku yang terkasih, keinginanku yang terdalam adalah untuk menjadi seorang istri yang cakap bagi-Mu. Aku tahu pujian sejati bagi karakterku adalah siapakah aku saat tidak ada orang yang melihat kecuali Engkau. Bukan apa yang kulakukan untuk membuat orang lain terkesan atau menyenangkan diriku yang diperhitungkan. Yang diperhitungkan adalah piliha-pilihan yang kubuat hanya karena aku ingin menghargai-Mu. Aku ingin Engkau mempercayaiku sepenuhnya. Aku ingin Engkau bisa memanggilku dan bergantung padaku untuk melakukan hal-hal yang benar. Walaupun aku tidak akan pernah mencapai kesempurnaan di sisi surga ini, aku ingin menggunakan hal ini sebagai alasan bagi hidup yang sembarangan. Sebaliknya, aku ingin menjadi aset yang berharga bagi pekerjaanMu di dunia. Aku ingin membawa kebaikanMu, bukan kejahatan sepanjang umutku. Terimakasih karena mengasihiki. Beri aku kuasa untuk menjalani hidup yang penuh pelayanan syukur sebagai responsnya. Amin.

Semoga review saya yang sedikit ini dapat menolong dan menguatkan teman-teman para puteri Allah yang cantik-cantik.
Terimakasih semua.






Monday, November 7, 2016

Review Buku: Shadow of the Almighty

 Judul buku: Shadow of the Almighty
Jumlah halaman: 256
Terbitan pertama: Tahun 1979
Penerbit: Harpercolin
Penulis: Elisabeth Elliot
Daftar isi:
Acknowledgement
Preface
Prologue
Part 1 Portland, Oregon, 1927-1945
1. Strong Roots
2. Orator and Garbage Collector
Part II Wheaton, Illinois, 1945-1949
3. Degree of A.U.G.
4. Straight for the Goal
5. Flame of FIre
6. Behold Obscurity
7. Wine of Bewilderment
8. Sheep- Destined for the altar
9. Goaded by God
10. The Renaissance
Part III Portland-Oklahoma-Wisconsin-Indiana-Illinois-Portland,1949-1952
11. The Test of Free Time
12. The Test of Service
13. Impelled vs These Voices
14. The Parttern Tested
15. Hemmed in to Nothing
16. Exactly Timed for Good
17. The Hand Is on the Plough
Part Ecuador, 1952-1956
18. Under Way
19. Dreams Are Tawdry
20. The Realized Will
21. Lo, This is Our God
23. The Pattern at Work
24. Mission Accomplished
Epilogue
Sourcese
_________________________________________________________________________________________

Haillooo, akhirnya saya dapat menyelesaikan review saya ini. Fiuuuuuuuh..... kali ini saya menulis di kampung halaman saya wonosobo, my beautiful village, guys. hahahaha, penting gak ya? Sok penting ajalah yaaaa. Ok, alasan pertama, why I buy this book? Karena penulisnya. Penulisnya sangat menginspirasi saya. Iyappp betul, Mrs. Elisabeth Elliot, Tapi buku yang kali ini beraaaaaat bingiiit, luar biasa.. kenapa? Pertama karena buku ini bahasanya Inggris British banget, karena di tulis di tahun 1979. Kedua karena saya tak suka buku-buku biografi. di banding buku-buku yang lain versi inggrisnya Elisabeth Elliot versi yang ini yang rada berat (menurut saya).
Ok! Buku ini selesai ditulis tahun 1958, Dua tahun setelah kematian Jim Elliot pada 8 Januari 1956. Hmmmm, Dia meninggal di tangan orang yang dia doakan selama enam tahun (*ngeri yaaah) tapi saya jadi memikirkan saat itu Elisabeth Elliot dalam kesedihannya mengingat sang suami yang amat di kasihinya. Elisabeth memilih untuk mencurahkan kesedihan hatinya dalam tulisan-tulisannya. Elisabeth mengumpulkan foto-foto dari jim dan menjadikannya sebuah kisah. Dari sinilah bukunya di mulai. Dari rasa kehilangannya yang terdalam.
Buku ini secara khusus dituliskan untuk anaknya Valeri yang masih kecil ketika ayahnya meninggal. Elisabeth ingin agar anaknya pun mengerti bagaimana sosok ayahnya sekalipun saat itu sang ayah sudah tiada.
Di awal buku itu dituliskan
Aku pikir dengan menuliskan tentang ayahmu, yang tidak kamu kami ingat, yang mungkin suatu saat akan menolongmu untuk mengenalnya ketika terkadang deskripsiku tidak dapat menjelaskan. Dan aku berdoa seperti kau mengenalnya, kamu akan belajar mencintai apa Sesuatu yang di cintainya, dan mengikuti imannya.
Dibuku ini juga banyak di tunjukan dengan foto-foto kenangan mereka. Dari foto keluarga inti dari Jim ElliotElliot, dan foto Jim Elliot dari masa kemasa dari Jim Elliot masih kecil sampai Jim Elliot menikah dengan Elisabeth Ellio, hingga Jim berada bersama suku indian. 
Banyak hal diceritakan tentang Jim Elliot, sejak dari kecil hingga misinya dan tujuan hidupnya terpenuhi. Jim lahir ditengah-tengah keluarga yang takut akan Allah. Dari kecil Jim sudah terbiasa akan disiplin dan kejujuran yang ditanamkan ditengah keluarganya. Ada satu kalimat yang saya sukai adalah ketika orang tua Jim mengajarkan tentang kejujuran dan berkata "jangan pernah berpikir jika kalian akan mendapatkan sesuatu karena kami tidak tau apa yang akan dilakukan" ibunya berkata " Tuhan tau, dan Ia akan memberikan ganjaran dengan caranya". Dari silsilah keluarganya kita dapat melihat Jim adalah keturunan yang takut akan Allah.
Sedari kecil Jim Elliot terbiasa dengan bekerja keras. Banyaknya tanaman dan peternakan yang dimilikinya merupakan bukti bahwa keluarga mereka sangat menyukai pekerjaan tangan. Jim menggembalakan beberapa ekor domba sedari dia anak-anak. Dia mengenal Allah senjak kecil dari orang tuanya. Ketika dia berusia 6 tahunan dia berkata kepada ibunya pada suatu malam ketika perjalanan pulang dari sebuah rapat katanya "Sekarang, mama, Tuhan Yesus dapat datang kapanpun Ia mau untuk datang. DIA dapat membawa seluruh anggota keluarga kita, karena sekarang saya sudah diselamatkan , dan Janie juga masih sangat muda untuk mengenal Dia"
Hidup Jim sangat dipengaruhi oleh tujuannya menjadi seorang misionaris. Ketika dimasa kuliahnya pun apa yang dikerjakannya membawanya kepada tujuannya. Sehingga setiap aspek hidupnya dilakukan untuk tujuannya. Dalam kehidupan sehari-harinya ia mendisiplin dirinya dengan jam-jam doanya. Ada satu surat yang dituliskan Jim untuk adiknya Janie, bunyinya:
"Mulailah tiap hari dengan membaca Firman dan doa, Bunyan pernah berkata dengan sangat baik, 'dosa akan menyimpanmu dari Kitab ini, atau Kitab ini yang akan menyimpanmu dari dosa". Pertama kali sebelum engkau memulai sekolahmu berikan waktumu. Buatlah suatu komitmen yang keras, ini lebih mudah daripada memulai dengan melewati hari ini tanpa-Nya. Hafalkan ayat-ayat firman ketika berada di perjalanan. Bayarlha dengan waktumu! Ini harus dibayar karena ini sangat berharga!"
Jim sendiri memiliki alarm setiap malam untuk bangun dan membangunkannya untuk berdoa dan mempelajari firman. "Tidak ada satupun 'barang lama'." Dia menulis "Dengan Kristus yang tertulis dan menghidupi setiap firmannya. Kita tidak pernah berpikir bangun dipagi hari tanpa mencuci wajah kita, namun kita sering melupakan untuk mencuci pikiran negatif kita dengan perkataan Kristus. Ini kembali kepada tanggung jawab masing-masing kita."
Jim memulai kuliahnya di Wheaton. Dan Ia sangat yakin bahwa Allah mengirimnya ketempat itu. Ini tidak dengan mudah Ia berkuliah disitu seperti ayahnya yang mengirimnya. "Tak ada seorangpun yang menafkahinya" kenyataannya, dia sendiri tidak tau darimana ia mendapatkan uang. Tuhan menghargai keyakinannya, dan Tuhna memberkatinya lewat teman-temannya, beasiswa, dan pekerjaan sampingannya, sehingga ketika di bulan November, dia menuliskan:
"Pengalaman sekolah kita adalah salah satu dimana kita dapat benar-benar merayakan segala sesuatu pemberian dari kasih kebaikanNya yang selalu dan selamanya. Bagi Dia segala kemuliaan dan ucapan syukur.
Bukan hanya itu saja, apapum yang di makan oleh Jim itu membawanya kepada tujuannya menjadi seorang misionaris. Makanan yang dipilihnya dengan hati-hati adalah buah dan sayuran segar, beberapa jenis gandum, beberapa makanan penutup. Dia makan dengan teratur, namun dengan jumlah yang sama. Dia mematuhi aturan untuk menjadi misionaris dimasa depannya.
Masih banyak lagi tentang seorang Jim Elliot dibuku ini yang belum dapat saya tuliskan. Tapi, suer! Bukunya sangat bagus dan mengispirasi sekali. Bagi saya khususnya. Saya sudahi dulu tulisan saya. Trimakasih sudah membaca.

Saturday, October 15, 2016

Review Buku: Let me be a Woman (Elisabeth Elliot)

Judul buku          : Let Me be a Woman
Penulis                : Elisabeth Elliot
Penerjemah        : Herlina Julenta
Cetakan               : Pertama Juni 2013
Penerbit               : OMID Publishing House
Jumlah halaman: 191

Daftar isi:
1. Allah yang memegang kendali
2. Bukan siapa aku tapi milik siapa aku?
3. Dimana jiwamu digantungkan
4. Seorang anak perempuan, bukan anak laki-laki
5. Penciptaan - Wanita untuk pria
6. Ubur-ubur dan kebanggaan
7. Kebanggaan yang benar
8. Beban sayap
9. Kehidupan lajang-sebuah anugrah
10. Sehari demi sehari
11. Rasa percaya dalam perpisahan
12. Disiplin pribadi dan keteraturan
13. Peperangan siapa?
14. Kebebasan melalui disiplin
15. Allah tidak membuat perangkap
16. Prinsip yang berparadoks
17. Maskulin dan feminim
18. Jiwa yang feminim
19. Apakah penundukan diri memasung kita?
20. Dua puluh pertanyaan
21. Pilihan adalah batasan
22. Komitmen, rasa syukur, kebergantungan
23. Engkau menikahi seorang pendosa
24. Engkau menikahi seorang pria
25. Engkau menikahi seorang suami
26. Engkau menikahi seorang pribadi
27. Meninggalkan yang lain
28. Dinamis tidak statis
29. Sebuah kesatuan
30. Sebuah cermin
31. Sebuah pekerjaan
32. Apa yang membuat pernikahan berhasil
33. Penerimaan akan keteraturan surgawi
34. Kesetaraan adalah bukan hal yang ideal dalam kekristenan
35. Ahli waris anugrah
36. Persamaan yang proporsional
37. Kerendahan hati sebuah perayaan
38. Otoritas
39. Bawahan
40. Pembatas kekuasaan
41. Kekuatan dalam keterbatasan
42. Tuan atas diri sendiri
43. Sebuah alam semesta yang harmonis
44. Jadilah wanita sejati
45. Keberanian sang pencipta
46. Tempat suci pribadi
47. Kesetiaan
48. Kasih dalam perbuatan
49. Kasih berarti salib
Tentang penulis
Ayat-ayat referensi
Catatan
__________________________________________________________________________________________

Buku ini saya dapatkan di semarang 18 Desember 2013. Buku ini merupakan hadiah dari mbak dwi hadi setya palupi (haiii mbak, namamu ku tuliskan juga disini). Buku ini yang membuat saya berkenalan dengan bu Elisabeth Elliot sang penulis buku. Beberapa waktu saya mengamati buku-buku tulisan beliau, wow banget. Salah satunya ya buku ini.
Mengapa "let me be a woman"?
Andai saja wanita pertama menyatakan itu pada ular? Saat itu ular menghasut dengan berkata "jika engkau memakan buah ini, maka tentunya engkau menjadi sama seperti Allah" dan wanita dalam ketundukannya kepada Allah dan berbahagia karena Allah menciptakannya sebagai wanita dan ia berkata "biarkanlah aku menjadi seorang wanita. Biarkan aku menjadi apa yang Allah inginkan untuk aku" wow, pasti ceritanya akan berbeda.
Begitu banyak wanita didunia ini yang menunjukan rasa emansipasi wanita, menuntut persamaan derajat dan ingin menjadi Pria. Terkadang kita melupakan jati diri yang Allah sudah rancang kita menjadi wanita. Beberapa orang yang tidak puas mengatakan mereka terperangkap dalam tubuh yang salah. Jadi masakan Allah salah menciptakan kita? Mengapa kita tidak cukup mengatakan "biarkan aku menjadi seorang wanita. Biarkan aku menjadi apa yang Allah inginkan"
Cara pandang membuat perbedaan didalam dunia kita. Jika engkau melihat sekilas saja rancangan surgawi paling tidak engkau akan merendahkan dirimu dan kagum pada akhirnya. Aku percaya bahwa pengertian yang benar mengenai rancangan surgawi juga akan membuatmu merasa bersyukur. Namun bagi sekelompok orang menjadi wanita adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, sebuah penderitaan. Hidup mereka merindu untuk menjadi sesuatu yang lain. Setiap makhluk Allah diberikan sesuatu yang bisa saja tidak menyenangkan, menurutku, tergantung pada cara pandang seseorang. Gajah dan tikus bisa saja mengeluh mengenai ukuran mereka, kura-kura dengan batok dipunggungnya, burung dengan berat sayapnya. Tetapi gajah tidak diciptakan untuk berlarian di balik tembok rumah, tikus tidak akan di jumpai sedang "mondar-mandir seolah-olah merek punya janji di ujung dunia" kura-kura tidak punya kebutuhan untuk terbang, begitu pula burung untuk merayap. Karunia khusus dan kemampuan setiap makhluk menunjukan keterbatasan-keterbatasannya yang khusus pula. Dan sementara burung merasa harus menanggung beban kedua sayapnya, padahal sesungguhnya sayap-sayap itulah yang menopang burung - terbang menjauh dari dunia, menuju langit, menuju kebebasan - begitu pula wanita yang menerima keterbatasan atas kewanitaannya menemukan di dalam setiap keterbatasan karunianya, panggilan istimewa baginya - sayap-sayapnya, sesungguhnya, yang membawa masuk ke dalam kemerdekaan yang sempurna, kedalam kehendak Allah.
Kebenarannya, tidak ada dari kita yang tahu kehendak Allah bagi hidupnya. Aku katakan bagi hidupnya - karena janjinya berbunyi "jika engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung." Dia memberikan kita cukup cahaya hari ini, cukup kekuatan untuk sehari demi sehari, cukup manna, makanan kita "hari ini." Dan kehidupan iman adalah sebuah perjalanan dari titik A ke titik B, dari titik B ke titik C, seperti orang israel "berangkat lalu berkemah di Obot. Berangkatlah mereka dari Obot," lalu berkemah dekat reruntuhan di Abarim, di Padang gurun... Dari situ berangkatlah mereka, Lalu berkemah disungai Arnon... dari sana mereka ke Beer... dan dari padang gurun mereka ke Matana; dari Matana ke Nahaliel; dari Nahaliel ke Bamot; dari Bamot kelembah yang didaerah Moab."
Sejauh yang kita tahu, tidak ada yang terjadi di tempat-tempat ini. Obot, Abarim, Arnon, Beer, Matana, Nahaliel, Bamot tidak ada artinya bagi kita. Kerumunan yang besar itu hanya terus bergerak. Mereka berpindah dan berhenti dan membangun tenda dan berkemas lagi dan berpindah lagi dan membangun tenda lagi. Mereka mengeluh. Begitu banyak keluhan, hingga bahkan Musa, yang sangat lembut hatinya, hampir tidak tahan melihat orang-orang yang harus dipimpin oleh panggilan Allah. Namun di sepanjang waktu Allah bersama mereka, memimpin mereka, melindungi mereka, mendengar jeritan mereka, mendorong dan memimpin mereka, melindungi mereka, tahu ke mana mereka akan pergi dan apa tujuan-Nya untuk mereka dan Dia tidak pernah meninggalkan mereka.
Tidaklah sulit ketika kau membaca keseluruhan kisah pembebasan israel oleh Allah untuk melihat bagaimana setiap kejadian yang terpisah membentuk sebuah pola demi kebaikan. Kita memiliki cara pandang yang tidak dimiliki para pengelana yang menderita tersebut. Tetapi itu seharusnya menolong kita untuk mempercayai Allah mereka. Tahap-tahap dalam perjalanan mereka, sekalipun membosankan dan tidak terjadi apa-apa, merupakan bagian-bagian penting dari perjalanan menuju penggenapan janjiNya.
Kehidupan lajang mungkin hanyalah satu tahap dalam kehidupan, tetapi bahkan setiap tahap kehidupan adalah anugrah. Allah bisa menukarnya dengan anugrah lai, tetapi si penerima menerima anugrah dari-Nya dengan ucapan syukur. Anugrah hari ini untuk hari ini. Kehidupan iman di jalani sehari demi sehari, dan dijalani - tidak selalu memandang kedepan seakan-akan kehidupan "yang sesungguhnya" berada di tikungan berikutnya. Kita bertanggung jawab untuk hari ini. Hari esok masih menjadi milik Allah.
Cara engkau memelihara rumahmu, cara engkau mengatur waktumu, perawatan yang kau lakukan untuk penampilanmu, bagaimana kau membelanjakan uangmu, semuanya mengungkapkan dengan lantang mengenai apa yang engkau percayai. "Indahnya kedamaian-Mu" memancar keluar lewat keteraturan hidup . Keteraturan hidup menyatakan dengan lantang keteraturan jiwa.
Buku ini ditulis bukan untuk mengajarkan untuk lebih bersolek untuk mengikat para lelaki, namun buku ini di tulis untuk semua wanita kekasih Allah, menerima dirinya dalam ketundukannya pada penciptanya.