Septie's Pages

Showing posts with label Man. Show all posts
Showing posts with label Man. Show all posts

Tuesday, May 2, 2017

Review Buku: Jokowi Memimpin dengan Hati

Jeng jeng....
Saya me review kembali. Buku kali ini berjudul "Jokowi Memimpin dengan Hati". Naah untuk buku kali ini saya recommended banget. Mending lumayan bagus daripada buku jokowi yang saya review sebelumnya. Mungkin karena saya ini tipenya pembaca self improvement yah. Wokaaai, lanjut....
Saya bertemu dengan buku ini awalnya karena janjian sama seorsng teman di gra****a. Jadi awalnya sudah meniatkan hati dengan tegar saya tidak akan membeli buku karena saya masih memiliki 3 buku belum terbaca saat itu. Tapi ya itu, lupa dech tuh komitmen waktu ketemu buku ini. Ehhh, bukan buku ini saja, satunya buku tentang mantan presiden Habibie.
Langsung ya, check it out:
Judul buku: Jokowi Memimpin dengan Hati
Jumlah halaman: 267
Penulis: Keen Achroni
Penerbit: Ar-ruzz media

Daftar Isi:
Bagian I: Masa yang tak terlupakan
Berkarib dengan Kesederhanaan
Memori Abadi Bantaran Kali
Kisah Pedih Penggusuran
Benih-benih Welas Asih dan Toleransi
Jatuh Cinta pada Kayu dan bambu
Orang Tua sebagai Guru Kehidupan
Warisan Paling Berharga
Jatuh Hati pada Musik Cadas
UGM, Mimpi Menjadi Nyata
Bagian Ii: Kegigihan dalam Menciptakan Wirausaha
Kisah Asmara Sang Jejaka
Episode Hidup ditanah Rencong
Tak bisa jauh dari kayu
Prasasti Cinta itu bernama CV Rakabu
Menembus Pasar Ekspor
Tak mau Menikmati Seorang Diri
Memahat Kemandirian Anak
Muasal Nama Jokowi
Bagian III: Jokowi dan Politik
Tercebur ke Dunia Politik
Membangun Citra Kota Solo
Mengubah wajah Solo
Menyentuh Industri Batik
Memimpin dengan Hati
Pemimpin yang Dekat dengan Ralyat
Tetap sederhana dan Rendah Hati
Momentum Esemka
Bagian IV: Pencapaian Terbesar
Jakarta Memanggil
Solo Memberi Restu
Jakarta Memilih
Menjawab Keraguan
Satu demi Satu
Demi Ibu Pertiwi
Cita-cita Luhur Nawacita
Dipuji Tak Terbang Dicaci Tak Tumbang
Kerja, Kerja, Kerja
Profil Jokowi
Daftar Pustaka
Tentang Penulis

Untuk dibagian awal buku ini saya sudah bisa menebaklah ya jalan ceritanya. Karena sebelumnya pernah membaca. Namun ya tetap saya melanjutkan tanpa melompat.
Dibagian kedua yang saya ingat di bagian ini diceritakan awal mula jokowi lulus dari kuliahnya dI UGM kemudian mendapatkan pekerjaan di Aceh. Hingga kemudian menikahi ibu Iriana dan memboyong beliau ketanah rencong. Pekerjaan yang dipilihnya memang tidak jauh-jauh dari kayu. Beliau bekerja di PT. Kertas Kraft Aceh dan mampu bertahan selama dua tahun. Hingga kemudian pindah ke suatu perusahaan milik pakdhenya bernama PT. Roda Jati yang bergerak dibidang mebel dan menduduki jabatan manager. Dan mampu bertahan selama 1 tahun. Disana Jokowi banyak belajar banyak hal, sehingga memutuskan untuk keluar dan memiliki usaha sendiri. Meskipun berjalan diusaha yang sama, perusahaan Jokowi yang bernama Cv. Rakabu tidak pernah terlibat persaingan atau perseturuan. Nah di Cv ini yang akhirnya menembus pasar internasional
Namun, bukan sampai disitu lantas berhasil, Jokowi saat itu pernah merasakan bangkrut karena tertipu oleh orang, hingga Jokowi harus menutup usahanya. Dan harus kembali memulai segalanya dari nol. Namun karena masih ada orang yang menyukai mebel buatannya, maka sedikit demi sedikit usahanya ini bangkit kembali.
Jokowi pun pandai mengajarkan anak-anaknya, dapat kita lihat anaknya sangat sederhana, tanpa ada garis kemewahan dalam diri mereka. Meskipun Jokowi mampu membeli banyak hal, namun uang tidak dapat menentukan harga dirinya dan mempengaruhi dirinya dengan kemewahan.
Dibagian dua ini pula saya mendapatkan cerita bahwa nama Jokowi iti berasal dari seorang rekan bisnisnya yang berasal dari Prancis yang bernama Bernard. Menurut bernard nama Joko Widodo sangat rumit karena terlalu banyak vocal O, sehingga menurutnya Jokowi lebih mudah. Lucu banget ya...ehhh selanjutnya nama ini begitu akrab di telinga kita.
Dibagian ketiga ini saya jadi tau tentang awal mula jokowi turun ke dunia politik. Awalnya Jokowi hanya mengumpulkan beberapa pengusaha mebel di Solo. Di paguyuban itulah Jokowi mulai dikenal karena mampu meningkatkan daya jual, dan gaya kepemimpinannya yang unik. Disinilah awal kepemimpinannya. Hingga banyak yang memintanya mencalonkan menjadi walikota. Dia mengalir kemana arus membawanya. Hingga namanya dikenal karena mobil esemka yang dipakainya. Tak cukup disitu yang paling menabjubkan saya Jokowi mampu memindahkan PKL tanpa kekerasan, Jokowi mengajak para PKL makan bersama lebih dari 40 kali, berkunjung ke warung mereka, hingga di hari Hnya Jokowi mengajak untuk pindah, hari itu Jokowi diarak oleh para PKL menggunakan Kirab.
Jokowi sangat menyukai budaya dan adat Indonesia. Jargon Solo saat itupun dibuatnya "The Spirit Of Java" begitu banyak pentas seni dan budaya digelar disana. Hingga akhirnya mandat dari bu Megawati datang untuk mengusung namanya di DKI jakarta. Jokowi hanya menerima perintah dan menjalankannya. Solopun merestuinya. Jokowi bersama pak Basuki Tjahaja Purnama pun mendaftar ke KPU sehari sebelum pendaftaran ditutup turun dari sebuah metromini menggunakan kemeja kotak-kotak.
That's Right, beliau berdualah wajah harapan untuk Indonesia berasal. *ehemmm, baper
Dibagian Ketiga adalah ketika beliau mencalonkan menjadi presiden. Dibagian ketiga yang saya dapat adalah tentang sembilan agenda prioritas yang disebut Nawacita yang disusun untuk melanjutkan semangat perjuangan mantan Presiden Soekarno yang dikenal istilah Trisakti. Secara garis besar kesembilan agenda dalam nawacita adalah:
1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.
2. Membuat pemerintah tidak absen membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan
4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program Indonesia pintar, meningkatkan layanan kesehatan masyarakat Indonesia dengan menginisiasi Kartu Indonesia Sehat; Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan program Indonesia Kerja dan Indonesia sejahtera.
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing dipasar internasional
7. Mewujudkan kemandirian sektor ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
8. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakkan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional yang mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan.
9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga.
Well, saya jadi merenungkan beberapa kebijakan yang telah diambilnya. Ternyata memang sangat sesuai dengan nawacita yang menjadi prioritas utama program kerjanya.
Masih ada lanjutannya, dan mari kita dukung pemerintahan yang ada untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Merdeka!!!!

Saturday, March 18, 2017

Review Buku: Jokowi Si Tukang Kayu

Jokowi si Tukang Kayu. Judulnya cukup menarik saat saya melihat buku ini di salah satu olshop. Seketika itu juga mata saya berbinar-binar dan ingin buku ini. Tapi setelah bukunya datang. Yaaa, ternyata buku ini adalah sebuah novel. Saya bukan penikmat buku novel sebenarnya, saya penikmat buku yang lebih ke self improvement. Jadi di awal agak kecewa dengan buku ini. "Pasti akan Baper lagi dech bacanya" dalam hati saya begitu. Tapi ya akhirnya saya putuskan untuk menikmati buku ini.
Eng ing eng setelah saya baca buku ini, saya suka sekali. Karena saya turunan jawa yah, jadi dibuku ini banyak dituliskan falsafah-falsafah jawa yang bagus sekali artinya, jika diartikan dalam bahasa jawa. Terkadang saya jadi teringat dengan tempat kuliah saya di semarang karena saya membaca serasa saya berada ditengah situasib tersebut.
Eittt sebelum saya cerita lebih rinci lagi berikut review sedikit dapat saya tuliskanJudul buku:
Jokowi si tukang kayu
Penulis: Gatotkoco Suroso
Penerbit: PT. Ufuk Publishing House
Jumlah halaman: 246
Daftar isi:
Catatan Penulis
Prolog
Sekar Pangkur
Sluku-sluku Bathok
Lampu Senthir
Pring Reketeg
Bantaran Kali
Wong Ndeso
Sambel Korek
Gondrong Ndeso
Terminal Tirtonadi
Rocker
Darah Muda
Nrimo Ing Pandum
Iriana
Ojo Dumeh
Simpel
Kerjo Mempeng Tirakat Banter
Gagal Logika
Welas Asih
Jokowi: Jeneng tanpa Jenang
Sapa Nandur Bakal Ngunduh
Ucapan Terima Kasih
Tentang Penulis

Ketika membaca buku ini saya teringat oleh salah satu judul sinetron dulu namanya Keluarga Cemara. Bedanya salah satunya  kalau keluarga cemara ditonton, ini di baca. Salah duanya keluarga cemara itu dari keluarga bandung kalau jokowi ini dari solo. Sehingga dari tata bahasa yang digunakan cenderung mengarah ke tradisi budaya solo. Itu pula yang membuat saya tertawa ketika saya membaca buku ini. Saya jadi teringat banyak adat-adat jawa ketika saya kuliah dulu. Saya jadI merasa saya berada di solo ketika saya membaca buku ini. 
Hal yang lucu yang saya ingat ketika saya membaca buku ini adalah arti singkatan Gondes. Dulu ketika kuliah banyak teman-teman saya sering mengatakan "piye ndes" artinya "gimana ndes?" Saya sempat bingung saat itu dan bertanya "ndes itu artinya apa" teman saya hanya menjawab "ndes itu kepanjangan dari gondes artinya setan" saya percaya saja dan manggut-manggut tanda setuju meskipun itu tidak cukup memuaskan. Naaaah! Dibuku ini, saya justru tau "gondes" itu apa, ternyata "gondes" itu adalah singkatan dari gondrong ndeso. Saya tertawa terpingkal menertawakan buku dan diri saya sendiri saat itu.
Banyak filosofi jawa, seperti:
Lagu pangkur, yang merupakan salah satu lagu macapat, yang berisikan munggah nduwur.

Sekar pangkur kang nirwana
Lelabuhan kang kanggo wong aurip
Ala lan becik puniku
Prayoga kawruhana
Adat waton puniku dipun kadulu
Miwa ingkang tatakrama
Den keesthi siyag ratri

Banyak sekali lagu adat jawa dituliskan, bagus juga untuk saya tuliskan disini:

Sluku-sluku Bathok

Sluku-sluki bathok
Bathoke ela-elo
Si rama menyang solo
Oleh-olehe payunh mutha
Tak jenthit lololobah
Wong mati ora obah
Yen obah medeni bocah
Yen urip goleka duit

Pring Reketeg

Pring reketeg gunung gampil gempal
Mlakuo sing jejeg dadi bocah ojo nakal
Pring reketeg gunung gamping gempal
Ojo gembeng-gembeng, nek gembeng di sruduk celeng
Ojo clingas-clingus nek clingus di ambung wedus
Ojo plenggang-plenggong nek mlenggong ndak koyo bangkong
Pring reketeg gunung gampil gempal
Ojo galak-galak mengko ndak gundulmu buthak
Ojo srakah-srakah mengko ndak wetengmu pecah
Pring reketeg gunung gampil gempal
Ojo prengat-prengut nek mrengut ambumu kecut
Ojo glendam-glendem nek ngglendem pipimu tembem
Ojo sruntal-sruntul nek nyruntul digondol tuyul
Pring reketeg gunung gampil gempal
Mlakuo sing jejek dadi bocah ojo nakal
Ojo bengak-bengok mengko ndak koyo kodok
Ojo pringas-pringis mengko ndak bathukmu klimis
Ojo cengar-cengir mengko ndak lambemu ndower
Pring reketeg gunung gampil gempal
Pring reketeg gunung gampil gempal
Dadi bocah sing sregep sinau ojo seneng dolan lan mblayang
Men mbesok dadi wong sing kepenak uripe lan kepomo manungsane

Ada lagi beberapa nasehat jawa, diantaranya:
Gusti Allah iku seneng wong kang gelem kerja mempeng tirakat banter, artinya Allah itu suka terhadap orang yang rajin bekerja dan tirakat.
Sawang sinawang artinya saling melihat. Kehidupan orang itu kita saling melihat, terkadang kita melihat orang lebih enak daripada kita, tapi belum tentu demikian.
Ojo dumeh, artinya jangan merasa paling kuat, paling hebat, dan paling berguna, karena manungsa itu tidak bisahidup tanpa bantuan orang lain.
Bagus ya, dari buku ini dan beberapa nasehat jawanya saya menjadi semakin bangga dengan Indonesia dan budaya jawa. Berharap dengan buku ini banyak orang membaca dan semakin mencintai budaya Indonesia.

Monday, February 13, 2017

Review Buku: A Man Called #AHOK

Have doneeee..... 
Haha.. seneng bangettt hari ini sudah menyelesaikan buku ini. Sebenernya pengen banget beli buku ini. Tapi gue sih gitu orangnya. Banyak keinginan dan tanpa realisasi kerja nyata. Beda banget ya sama pak Ahok. Saya udah punya dua buku tentang pak Ahok. Terus... masa saya mesti beli buku tentang pka Ahok lagi sih. Beruntungnya tipe yang lebih sering mengkhayal seperti saya dan lama penerapannya itu kadang bisa dapat barang karena kelamaan mikir, ntah barang itu jadi murah atau gratis. Seperti kali ini buku yang saya dapat dari teman saya dengan judul "a man called #AHOK".
Sebenernya buku ini id tulis oleh Pendulung Ahok garis keras atau FBA (Fans Berat Ahok). Sebenernya saya ngefans sih, cuma saya bukan warga DKI saat ini ya sudah hanya bisa ngebantu twit atau sekedar baca-baca beberapa buku biografinya doang.
Langsung ke review bukunya yah..
Judul Buku: A man called #AHOK
Penulis: Rudi Valinka
Jumlah Halaman: 11
Karena yang saya dapat buku ini dalam bentuk pdf jadi untuk penerbitnya gak ada ya, buku ini sengaja dibagi-bagikan sebagai contoh dukungan pak Basuki Tjahaja Purnama dalam pemilihan gubernur DKI jakarta tahun 2017. Mas Rudi ini demi menulis buku ini, beliau rela mengunjungi daerah belitung timur tempat kelahiran pak Ahok ini. Mas rudi rela mengunjungi teman-teman, guru-guru bahkan musuh-musuh politik beliau. Buku ini hanya berisi kumpulan twit @kurawa tentang perjalannya kesana. Karena kumpulan twit dan bahasanya mudah maka buku ini amat nyaman untuk digunakan sebagai bahan bacaan ringan yang bisa di baca tanpa kopi, dan sambil ngantuk pun bisa. Enak kog. Seperti kita membaca twitter aja. Di buku ini juga disertai beberapa foto yang diambil dari beberapa kejadian.
Kalau tulisan Bang Denny siregar itu bacaan dalam bentuk facebook dan blog, bila mas Rudi ini dalam bentuk Twitter nya. Cakeep..
Mas Rudy menuliskan twitnya dari berbagai pendapat, beberapa tulisan Mas Rudy yang saya kutip.
Dari kecil Pak Ahok memang sudah nampak mental petarungnya. Jika dia ingin, maka harus bisa. Sekolah pun dijabanin  walaupun masih belum cukup umur.
Teman sekolah: 
Saat Ahok tersenyum ketika di-bully, justru itulah poin yang membuat banyak orang  jadi segan kepada Pak Ahok hingga saat ini.  Cool. Meskipun ayahnya Ahok punya mobil, Ahok kecil nggak dianter-anterin. Katanya, Pak Ahok sudah punya jalan tikus sendiri dari rumahnya ke sekolah. Sejak kecil sudah ditanamkan rasa mandiri oleh orang tuanya.
Pak mus yang pernah menjadi teman sebangku Pak Ahok ketika SD mengatakan pengalaman yang paling lucu ketika mereka nyolong berenang di PT. Timah (rekanan kantor perusahaan ayahnya) Ahok saat itu tidak pernah ikut berenang, Ahok kecil hanya bertugas menjaga teman-temannya berenang. Menurut Pak Mus, walaupun Ahok tahu ini melanggar, tapi Ahok pula yang meng ingatkan teman-temannya untuk tidak kelamaan atau keseringan. "Alhamdulillah  belum pernah ketangkap", kata Pak Mus. Ini berkat kejelian Pak Ahok untuk menghitung waktu, dari kecil sudah nampak leadership-nya.
Sewaktu SMP Ahok kecil menjadi ketua osis. Kebetulannya istri Pak Mus yang bernama bu Erni ini juga merupakan teman semasa SMP Pak Ahok. Beliau mengatakan Ahok tidak pilih-pilih teman saat SMP. Bahkan, dikisahkan Bu Erni, Pak Ahok juga suka main karet dan gemar main voli bersama teman-teman wanita.
Adalagi Pak Sayono teman SMP Pak Ahok. Mas Rudi menceritakan bahwa kehidupan ekonomi Pak Sayono tidak se beruntung Pak Ahok. Selepas pulang sekolah dia harus menjaga adik-adiknya dan mencari nafkah jualan kue. Pak Ahok sering menyampaikan simpatinya kepada Sayono, karena jika Pak Ahok di posisi yang sama, belum tentu dia bisa unggul dari Sayono. Ada satu kejadian saat ulangan matematika. Pak Ahok pernah mencoba “nyontek” ke Joni. Di sinilah Ahok dinasihati Sayono yang lalu buat dirinya sadar. “Pak Ahok, kau kan anak tauke, pasti kalo besar nanti kamu pun jadi pengusaha, sementara pengusaha itu harus jago hi tung-hitungan agar nggak ketipu.” Nasihat inilah yang buat Ahok kecil pun berpikir. Karena hal ini Ahok sangat respek dengan Sayono. Berkat kejujuran pak Sayono, Pak Ahok mengingatnya dan menjadikan Pak Sayono plt. Kabid bansos, dan lepas dari itu Pak Sayono melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka dan kini menjadi camat Gantung, tidak berpidah dan berwirausaha kecil-kecilan.
Para guru:
Pak Bachtiar, guru SMP Pak Ahok, mengajarkan mata pelajaran agama dan olah raga saat itu. Beliau sangat respek dengan Pak Ahok karena menurut Pak Bachtiar, ada satu momen terharu saat Pak Ahok menjadi anggota DPRD Belitung Timur, sedangkan Pak Bachtiar pindah kerja di Sekretariat DPRD. Saat itu ada acara sidang anggota DPRD, Pak Bachtiar bertugas menurunkan bang ku-bangku untuk tamu-tamu undangan. Saat itu Pak Ahok melintas lewat. Pak Ahok berhenti dan melihat Pak Bachtiar bekas gurunya. Lalu dia katakan "sudah pak biar saya yang kerjakan ini" Pak Bachtiar menolak. Pak Ahok terus memaksa agar dia yang kerjakan tugas Pak Bachtiar. Beliau pun terharu dengan sikap bekas muridnya ini. Di sinilah titik baliknya.  Padahal, menurut Pak Bachtiar, bekas muridnya banyak yang jadi pejabat. Namun, hanya Pak Ahok yang memiliki rasa hormat sedemikian tinggi. Setelah kejadian itu, Pak Bachtiar pun dengan sukarela menjadi bagian penting timses Pak Ahok saat jadi Bupati Belitung Timur. Dia yakin ini orang baik. Hormat kepada orang yang lebih tua dan guru-gurunya adalah kunci keselamatan Pak Ahok selama ini, katanya. Dia banyak di doa kan oleh orang yang ditolong.
Pak Nirwan guru biologi SMP Pak Ahok. Pak Nirwan berkata, semenjak sakit, setiap muridnya balik ke Belitung, dia pasti akan kunjungi dan besuk dirinya. Ahok bilang "kok waktu sakit nggak info" Pak Nirwan berkata, Pak Ahok selalu memberikan bantuan biaya berobat tiap bulan kepada dirinya untuk cuci darah akibat gagal ginjal.
Ibu Bundet guru SD pak Ahok. Ibu Bundet mengenal Pak Ahok kecil sebagai pribadi yang penurut dan tidak nakal. Dia cukup  surprise  di Jakarta Pak Ahok terkesan sbg “pemarah”. Setiap tahun, waktu tinggal di Belitung, saat Idul Fitri Pak Ahok selalu mengunjungi Bu Bundet, hingga akhirnya beliau bisa umroh.
Mantan pembenci Ahok:
Pak Kani ini seorang kepala desa yang sangat disegani warganya. Dia benci Pak Ahok karena alasan agama. Kemudian ketika pemilihan umum didaerah Pak kani ini yang mendapatkan dukungan paling rendah untuk Ahok, namun di daerah lain pak Ahok menang. Pak Ahok justru mendatangi desa ini terlebih dahulu dan mengucapkan bahwa Pak Kani justru lebih pintar dari pada pak Ahok, karena bisa menyainginya. Kemudian beberapa waktu kemudian Pak Ahok memberikan sumbangan untuk masjid yang akan dibangun didesanya tersebut. Disitulah mengapa Pak Kani sekarang sangat pro Ahok.
Pak Agung yang dinaikan haji oleh Ahok. Dia mengatakan di hati Ahok tersimpan kelakuan sifat seorang Islami walaupun Ahok bukan Islam, menolong tanpa pamrih, pemimpin warga yang teladan.baik. Pak Agung juga bercerita setelah pulang haji, dia ditugaskan Pak Ahok untuk mengasuh pondok pesantren milik Pemkab Belitung Timur yang baru dibangun.
Ahhhh saya sendiri lelah menuliskan banyak kebaikan yang dikerjakan pak Ahok untuk masyarakat dan orang disekelilingnya. Kira-kira mungkin perlu jutaan buku untuk menuliskan. Sampai sekarangpun penulis-penulispun datang bergantian menuliskan dengan banyak gaya bahasa mereka tentang pak Ahok.
Sampai detik ini, Pak Ahok Oke Oce...
Ehh..

Wednesday, January 18, 2017

Review Buku: Semua Melawan Ahok (Denny Siregar)

Judul Buku:Semua Melawan Ahok
Penulis: Denny Siregar
Penerbit: Mitra Media Mustika
Cetakan: 1, November 2016
Jumlah Halaman: 150 halaman
Daftar Isi:
Komunikasi gaya Ahok
Seorang Ahok
Si Cina Ahok
Bentrok di Kampung Pulo
Balada si Taik
Politikus mie instan
Agama iwak peyek
Ustad Ahok
Drama di Kalijodo
Kembalinya sang Jendral
Perang urat syaraf
Kelirumologi
Ahok, Ridwan kamil dan Risma
Membela Ahok
Semua karena Fauzi Bowo
Bisakah Anies melawan?
Salahkan pada yang kafir saja
Ahok: nikmat manalagi yang kamu kafirkan?
Jika saya Ahok
Tiba-tiba jadi pada lebay
Cari panggung di luat batang
Kampanye para sempak pink cerah
Kaum salaki, salahkan semua pada basuki
Profil penulis

Akhirnya satu buku ini sampai juga di rumah. Buku karangan Denny siregar yang harganya gak seberapa ini akhirnya sampai di rumah (dibandingkan dengan beberapa buku import yang saya punya *sombong dikit). Hanya buku ini belum terdapat di toko buku, dan saya langsung pesan dari penerbitnya. Tapi meskipun saya pesen langsung ternyata saya harus sabar menunggu karena buku terbitan pertamanya sold out. Langsung santap malam itu juga.
Siapa sih Denny siregar ini? Sebenarnya dia seorang yang baru terkenal dengan tulisannya, karena akhir-akhir ini tulisannya banyak menulis tentang seseorang yang sangat kontroversial. Beliau terkenal dari tulisan-tulisannya di facebook, dan media sosial lainnya. Karena begitu banyak pengikutnya akhirnya banyak yang meminta kepadanya untuk menerbitkan buku ini. Saya termasuk penggemar tulisannya, tulisan politik yang seharusnya dikemas dengan tata bahasa yang resmi, teratur dan baik, terkadang Bang Denny ini menuliskan dengan gaya bahasa yang kocak.
Setiap membaca tulisan-tulisannya seperti sedang ngopi bersamanya. Ngopi adalah gaya bahasa yang memang diangkatnya, dan menjadi ciri khasnya. Tak lazim di setiap tulisanya ada bahasa "seruput". Dia mengemukakan pendapatnya dengan baik. Jika di era reformasi ini banyak orang mengemukakan pendapat dengan cara-cara demo terlihat anarkis, Bang Denny berpendapat dengan tulisannya.
Jika Ahok adalah seorang penggebrak dibidang politik, kalo Bang Denny ini penggebrak dibidang berpendapat. (Extrim banget gk sih perumpamaan aku? Biarin sih blog-blog aku ya kan)
Tulisan politik yang harusnya berat untuk di baca, pria kelahiran medan ini mengemasnya jadi tulisan yang kadang lucu akan pendapat-pendapatnya.
Pandangan Bang Denny tentang Ahok dibuku ini adalah
1. Pak Ahok seorang yang bersih atau jujur. Seperti pada tulisan diawal buku ini. "Ahok menunjukkan dirinya sebagai orang bersih, bukan dengan slogan, tetapi murni tindakan. Ia melawan anggota DPR yang terbiasa korup dimana-mana dengan menggebrak meja, mencoret rencana anggaran mereka dengan spidol merah "Nenek lu"
2. Bang Denny banyak mengilustrasikan dengan gambar di buku ini, dan tau? Pak Ahok di gambarkannya sebagai apa? Seekor anjing, hahaha, karena memang Pak Ahok pernah berkata beliau adalah seekor anjing yang menjaga harta tuannya, para masyarakat jakarta.
3. Nerimonan, apa yah? Pak ahok tidak mencoba mendekati orang lain agar ke"china"annya tertutupi, tapi pak Ahok mengakuinya dengan berani "emang gue China, tapi gue lebih Indonesia daripada para koruptor itu" atau masalah agamanya beliau berkata "emang gue kafir mau diapain lagi?"
4. Celas-ceplos, asal nyablak kalo sama koruptor. Bang Denny nulisnya di satu judul "Balada si Taik". Dijudul ini para koruptor disebutnya "taik". (*tuh kan saya jadi ikutan nulis "taik")
5. Menyayangi rakyat kecil. Jadi pak Ahok itu dituliskan memanusiakan rakyat yang dianggap "taik" dan men"taik"kan anusia yang memang mentalnya "taik"
6. Ustad. Kali ini Bang Denny terinspirasi oleh pak Ahok karena beliau benar-benar menjadi contoh teladan ke"taat"an seseorang pada agamanya.
7. Pandai berpolitik dan melihat peluang dengan media sosial. Jauh sebelum menjelang pemilihan umum, setiap kegiatan Pemprov DKI sudah di sosialisasikan di media sosial, entah itu Youtube, facebook dan lain-lain. Itulah yang menyebabkan mesin pecarian google sudah terbiasa dengan nama Ahok. Sehingga saat beberapa waktu yang lalu ketika ada yang menyalahkan Ahok karena dianggap bekerja sama dengan Mbah Google (*Ngakak sendiri bacanya).

Ahhh baca buku ini jadi ketawa-ketawa sendiri, gokil habis dech Bang Denny siregar ini menulisnya. Cocok untuk para penikmat kopi dan tahu isi seperti saya.
Serupuuut dulu Bang...

Tuesday, January 10, 2017

Review Buku: AHOK by Jeffrie Geovanie

Teman minum kopi saya sore ini adalah buku Ahok. Cukup controversial sih memang tokoh ini, ada sebagian menyukai dan sebagian yang mencibir. Tapi yang jelas tokoh ini cukup menjadi buah bibir banyak orang. Dan bagaimana dengan saya? Boleh dong kalau saya sedikit jujur. Dulunya saya tidak begitu tertarik dengan orang ini. Karakter Ahok yang keras saat itu tertutupi oleh kelemah lembutan dan sifat humanis pak Jokowi, jujur saya dulu sangat simpatik sekali dengan pak Jokowi dan pak Ahok hanya sebagai pemanis, ibarat makanan pak Jokowi itu ice creamnya, sedang pak Ahok hanya topping nya saja, gak pake topping gak apa-apa "lumayan bisa lebih murah".
Waktupun berlalu akhirnya diangkatlah pak Jokowi menjadi Presiden dan pak Ahok jadi Gubernur, berita kembali diributkan dengan berita relokasi warga, RS Sumber Waras, reklamasi dan banyak macamlah. Mengikuti sepak terjang beliau memang ngeri sendiri hanya melihat dan mengamati, dan sampai hari ini saya menulis. Sepertinya orang itu memang adalah petarung yang tangguh yah. 
Pasti udah tau yah saya berada dimana? Saya seseorang yang sangat mengagumi karakter beliau sampai detik ini. Saya berharap ini tidak mengganggu persahabatan kita jika kita berbeda. Seperti fans artis, kita tetap berteman, bersahabat sekalipun kita mengagumi orang yang berbeda. Jadi buat yang enggak suka, udah enggak usah di baca.
Okaaai, balik ke buku ini yah:
Judul Buku : Ahok
Penulis: Jeffrie Geovanie
Cetakan 1: November 2016
Penerbit: Mediabaca Mandiri
Jumlah Halaman: 260
Daftar Isi:
Pendakian Ahok
Ahok dan Hal-hal yang belum selesai
Bagian 1: Mengenal Ahok
1. Siapakah Ahok
2. Apa adanya dan hitam putih
3. Mewarisi keberanian orang tua
4. Motivasi menjadi pejabat
5. Berpolotik dengan kebenaran
6. Politik keteladanan
7. Membangun politik akal sehat
Bagian 2: Bersama Jokowi
1. Fenomena Jokowi Ahok
2. Pilkada jakarta dan pilpres 
3. Pemimpin baru Jakarta
4. Pelajaran dari Jakarta (1)
5. Pelajaran dari Jakarta (2)
6. Angin segar dari pemilukada Jakarta
7. Fenomena kemenangan Jokowi-Ahok
Bagian 3: Ahok sebagai pemimpin
1. Modal sosial pemimpin
2. Fenomena Ahok
3. Anomali Ahok
4. "Kekejaman" Ahok
5. Cermati gaya komunikasi Ahok
6. Menggusur ala Basuki
7. Cara pemimpin menjawab ujian
8. Ahok sebagai simbol pemimpin
9. Nyali seorang pemimpin
10. Panutan Ahok sebagai pemimpin
11. Kekuasaan konstitusional Basuki
12. Menempatkan Basuki pada tempatnya
13. Menempatkan glorifikasi Basuki
Bagian 4: Ujiam berat Ahok
1. Perlawanan Ahok
2. Basuki, banjir dan kemacetan
3. Pelajaran untuk Basuki
4. Serangan bertubi pada Basuki
5. Diskredit Basuki
6. Ujian berat Basuki
7. Salah sangka pada Basuki
8. Para penantang Basuki
9. Ujian independensi Basuki
10. Menilai kinerja Basuki
11. Menjaga popularitas dan elektabilitas Basuki
Bagian 5: Impian Ahok
1. Menyelamatkan demokrasi
2. Keberagaman Basuki
3. Eksperimen politik Basuki
4. Nalar anomali Basuki
5. Anomali dukungan terhadap Basuki
6. Impian Basuki
7. Hidup bersih ala Basuki
8. Komitmen seoramg Basuki
9. Pilihan "tiket" Basuki
10. Menghormati pilihan Basuki
11. Menyelamatkan demokrasi dari demoralisasi
12. Membangun masyarakat berkemajuan
Daftar bacaan
Indeks
Tentang penulis
Fiuuuh selesai juga nulis daftar isinya, semoga bermanfaat utk teman-teman yang mau membelinya yah.
Awal dapat buku ini dari info para relawan Ahok tentang buku ini, dan karena buku ini di tanda tangani sendiri oleh pak Ahok sendiri, saya pun jadi exciting untuk membelinya. Dia tanda tangan kelar hidup lo. Berikut penampakannya:


Dari buku ini, awalnya saya roaming bacanya, karena buku ini buku politik yang pertana kali saya beli, okelah otak saya berjalan lebih lambat sepertinya. Di bagian awal banyak menceritakan kehidupan pak Ahok di masa kecil. Saya suka sekali bagian dimana beliau bersusah-susah dan mendapat motivasi dari ayahnya. Masa kerasnya ketika ia kecil membuat dia menjadi seorang petarung yang luar biasa saat ini. Sempet terharu juga membaca perjuangan ayah dari pak Ahok yang bernama bapak Kim Nam ini.
Menurut pendapat saya buku ini banyak kata pengulangan, sehingga untuk hal-hal yang sama di ceritakan beberapa kali. Kemudian lebih banyak menyorot kebagian politiknya, mungkin karena latar belakang penulis ini seorang politikus juga, sehingga lebih banyak menyorot bidang politiknya. Sedang untuk penulisan pribadi dan karakter serta perkataan Ahok sendiri jarang dituliskan.
Namun ada beberapa kata Ahok yang menarik untuk saya di buku ini:
Pada saat orang lain marah besar disebut kafir, Ahok justru mengatakan, "memang saya kafir, mau apa lagi"
Kata-kata ini sepertinya beliau menerima dirinya apa adanya, tanpa ada polesan atau keinginan untuk membenarkan diri. Kadang orang tidak menerima dirinya direndahkan, dan bagi saya kata-kata ini seperti pak Ahok menerima kelemahan dirinya dengan tangan terbuka, seperti orang yang dapat tertawa pada kelemahannya, dan bukanmenutupinya.
Adalagi kata beliau ketika beliau disuruh mengirimkan APBD yang sudah di manipulasi ke Mendagri. Dia dipaksa dan dia tidak takut, dia berkata "Saya tidak tega makan duit rakyat seperti itu. Sekalipun bukan saya yang makan. Saya disumpah untuk mempertahankan uang rakyat. Kalau saya harus terjungkal, tidak jadi gubernur pun saya puas. Dalam hiduo saya, saya tidak akan menghancurkan nurani saya."
Dari kata-kata ini, wow banget pokoknya. Komitmen dan integritas beliau terlihat jelas,beliau tau kepada siapa beliau bersumpah. Bukan kepada Jokowi, namun kepada Tuhannya.
Sekali lagi kata-kata humanisnya yang dia itu seperti manusia sebenarnya dan bukan malaikat. Dia kembali menerima cemoohan orang dengab tangan terbuka. Ketika orang mengatakan dia "anjing" dia hanya berkata " ya saya memang anjing. Saya ini anjing yang jagain harta tuannya. Saya memang anjing dan saya akan jaga harta majikan (rakyat) saya sampai mati.
Keren yah.... arrrrghhhh tidaaaak
Baiklah, sepertinya saya perlu mengikuti sidang ahok dulu
Thanks for reading :)

Monday, November 14, 2016

Review buku: Laki-laki seperti Wafer, Perempuan seperti Bakmi

Judul buku terjemah: Laki-laki seperti Wafer, Perempuan seperti Bakmi
Judul asli: Single Men Are Like Waffles, Single Women Are Like Spaghetti
Penulis:  Bill dan Pam Farrell
Penerbit awal: Harvest House Publishers
Penerbit Indonesia: PBMR Andi (anggota IKAPI)
Penerjemah: Okdriati S. Handoyo
Cetakan tahun: 2008
Jumlah halaman: 316

Daftar isi:
1. Laki-laki dan Perempuan di ciptakan-Nya Mereka
2. Jangan Menghancurkan Komunikasi
3. Wafer dan Bakmi di Tempat Kerja
4. Mempersiapkan Hubungan
5. Sang Pejuang Wafer
6. Sang Puteri Bakmi
7. Wafer dan Bakmi dalam Percintaan
8. Kehidupan Sosial Wafer dan Bakmi
9. Wafer, Bakmi dan Anak-anak
10. Allah Mengasihi Wafer dan Bakmi
Bahan Diskusi untuk Kelompok Kecil
Berkencan untuk mengambil Keputusan
_______________________________________________________________________________

Buku ini saya dapatkan beberapa tahun silam, udah lama sekali mungkin di awal tahun-tahun kuliah saya, sebenarnya buku inipun bukan buku saya. Suatu saat saya meminjam dari seorang teman, tapi karena terlalu asik baca saya sampai lupa kembalikan. Hanya tertumpuk di rak buku saja. Sampai sekarang tidak tau akan bertemu orang tersebut kapan lagi. Jadilah buku ini buku hak milik saya.
Buku yang ditulis oleh Bill dan Pam Farrell ini sangat bagus, untuk kita bisa menjalani hidup. Bukan saja sbagai seorang pasangan namun dapat kita terapkan dalam hubungan sehari-hari dengan lawan jenis. Buku ini ditulis dengan bahasa yang sangat sederhana, bahkan di buku ini banyak hal-hal yang dibahas dengan ringan dan kelucuan. Membuat kita jadi tertawa dan menertawakan diri sendiri dan pasangan atau orang lain bahkan.
Mengapa di judul buku ini ditulis laki-laki seperti wafer? Karena laki-laki itu berpikir dengn cara mengkotak-kotakkan sesuatu. Kita sering melihat laki-laki yang terjun bebas di satu kotak wafer service mobilnya, ketika dia mengerjakan sesuatu ia benar-benar sedang berada disana, dan mungkin ketika kau memanggilnya dengan suara petir sekalipun, mungkin dia tidak mendengarnya, karena dia sedang berada di dunianya. Ini sangat berbeda dengan si "putri bakmi" yang dapat mengerjakan segala sesuatu sekaligus dalam suatu waktu. Kita kerap kali melihat seorang ibu yang sambil menggendong anaknya, sambil memasak, dan sambil berbicara di telpon.Wow ibu tersebut luar biasa sekali bukan? Karena otak wanita itu seperti bakmi yang terjalin dan berkaitan satu dengan yang lain, dari hal satu ke hal lain dan kegiatan satu ke kegiatan yang lain. 
Dari buku ini saya jadi belajar dan mengerti ketika saya berhubungan dengan lawan jenis, saya akan belajar untuk mengerti lawan bicara saya. Saya akan memulai untuk sedikit mengerem ketika lawan bicara pria saya menunjukan suatu kebingungan. Saya akan sedikit menguraikan jalinan "piring bakmi" yang saya miliki. Berikut contoh kejadian laki-laki dan perempuan.
Hidup Perbedaan!!!
Cara Laki-Laki dan Perempuan menggunakan ATM
Laki-laki:
1. Memutuskan menggunakan ATM
2. Memasukkan kartu
3. Memasukkan nomor PIN
4. Mengambil uang, kartu dan resi
Perempuan:
1. Memutuskan menggunakan ATM
2. Memperhatikan dandanan melalui kaca spion
3. Mematikan mesin
4. Memasukkan kunci ke dalan tas
5. Keluar dari mobil karena terlalu jauh dari ATM
6. Mencari-cari kartu ATM di dompet
7. Memasukkan kartu
8. Mencari-cari catatan no PIN di tas
9. Memasukkan no PIN
10. Mempelajari petunjuk paling sedikit dua menit
11. Menekan tombol "batal"
12. Memasukkan kembali no PIN
13. Mengecek saldo
14. Mencari amplop tabungan
15. Mencari pulpen di tas
16. Menulis slip tabungan
17. Menandatangani cek
18. Menabung
19. Meneliti petunjuk-petunjuk
20. Menarik uang tunai
21. Masuk ke mobil
22. Memeriksa dandanan
23. Mencari kunci-kunci
24. Menghidupkan mesin
25. Memeriksa dandanan
26. Mulai menjalankan mobil
27. Stop
28. Kembali ke ATM
29. Keluar dari mobil
30. Mengambil kartu dan resi
31. Kembali ke mobil
32. Memasukkan kartu ke mobil
33. Meletakkan resi di buku cek
34. Memasukkan resi tabungan dan pengambilan uang ke buku cek
35. Memasukkan tempat dompet dan buku cek di dalam tas
36. Memastikan dandanan
37. Menarik persneling mundur
38. Menarik persneling maju
39. Menjauh dari ATM
40. Melaju beberapa kilometer
41. Mengijak rem
Waktu saya membaca bagian kecil dari buku ini saya tertawa, ternyata perbedaan pria dan wanita itu sangat banyak. Di buku ini bukan saja membahas banyak perbedaan pria dan wanita. Di samping itu buku ini juga membagikan mengapa Allah menciptakan wanita yang membuat saya bangga, dan senang menjadi putri Allah. Saya tidak perlu meminta persamaan hak antara pria dan wanita, karena di pemandangan Allah, wanita pun berharga. Karena dalam kelemahan wanita, Allah teruslah yang menjadi sumber kekuatanNya ketika ia mengandalkan Allah.
Kemudian di buku ini di jelaskan mengenai mengapa Pria menjadi sang "pejuang wafer". Pria di bentuk ketika dunia masih dalam padang belantara. Sehingga dalam hati setiap laki-laki terdapat hasrat untuk berpetualang. Ia ingin menahlukan, mengatasi, mencari, membunuh atau menemukan sesuatu. Allah telah menciptakannya untuk menahlukan bumi. Laki-laki di rancang untuk menghadapi hal-hal keras dalam kehidupan dan menundukkannya di bawah kakinya. Hal ini berbeda dengan si "putri bakmi" yang diciptakan di dalam taman, taman yang indah dan luar biasa! Dimana kasih Allah itu cukup bagi dia. Sehingga adanya hawa di tengah-tengah taman itu akan mempercantik situasi taman itu. Allah begitu mendandaninya agar adam melihatnya sebagai suatu keindahan.
Hanya sedikit yang bisa saya bagikan dibuku ini, sisanya baca sendiri ya, guys!
Thanks for reading :)

Monday, November 7, 2016

Review Buku: Shadow of the Almighty

 Judul buku: Shadow of the Almighty
Jumlah halaman: 256
Terbitan pertama: Tahun 1979
Penerbit: Harpercolin
Penulis: Elisabeth Elliot
Daftar isi:
Acknowledgement
Preface
Prologue
Part 1 Portland, Oregon, 1927-1945
1. Strong Roots
2. Orator and Garbage Collector
Part II Wheaton, Illinois, 1945-1949
3. Degree of A.U.G.
4. Straight for the Goal
5. Flame of FIre
6. Behold Obscurity
7. Wine of Bewilderment
8. Sheep- Destined for the altar
9. Goaded by God
10. The Renaissance
Part III Portland-Oklahoma-Wisconsin-Indiana-Illinois-Portland,1949-1952
11. The Test of Free Time
12. The Test of Service
13. Impelled vs These Voices
14. The Parttern Tested
15. Hemmed in to Nothing
16. Exactly Timed for Good
17. The Hand Is on the Plough
Part Ecuador, 1952-1956
18. Under Way
19. Dreams Are Tawdry
20. The Realized Will
21. Lo, This is Our God
23. The Pattern at Work
24. Mission Accomplished
Epilogue
Sourcese
_________________________________________________________________________________________

Haillooo, akhirnya saya dapat menyelesaikan review saya ini. Fiuuuuuuuh..... kali ini saya menulis di kampung halaman saya wonosobo, my beautiful village, guys. hahahaha, penting gak ya? Sok penting ajalah yaaaa. Ok, alasan pertama, why I buy this book? Karena penulisnya. Penulisnya sangat menginspirasi saya. Iyappp betul, Mrs. Elisabeth Elliot, Tapi buku yang kali ini beraaaaaat bingiiit, luar biasa.. kenapa? Pertama karena buku ini bahasanya Inggris British banget, karena di tulis di tahun 1979. Kedua karena saya tak suka buku-buku biografi. di banding buku-buku yang lain versi inggrisnya Elisabeth Elliot versi yang ini yang rada berat (menurut saya).
Ok! Buku ini selesai ditulis tahun 1958, Dua tahun setelah kematian Jim Elliot pada 8 Januari 1956. Hmmmm, Dia meninggal di tangan orang yang dia doakan selama enam tahun (*ngeri yaaah) tapi saya jadi memikirkan saat itu Elisabeth Elliot dalam kesedihannya mengingat sang suami yang amat di kasihinya. Elisabeth memilih untuk mencurahkan kesedihan hatinya dalam tulisan-tulisannya. Elisabeth mengumpulkan foto-foto dari jim dan menjadikannya sebuah kisah. Dari sinilah bukunya di mulai. Dari rasa kehilangannya yang terdalam.
Buku ini secara khusus dituliskan untuk anaknya Valeri yang masih kecil ketika ayahnya meninggal. Elisabeth ingin agar anaknya pun mengerti bagaimana sosok ayahnya sekalipun saat itu sang ayah sudah tiada.
Di awal buku itu dituliskan
Aku pikir dengan menuliskan tentang ayahmu, yang tidak kamu kami ingat, yang mungkin suatu saat akan menolongmu untuk mengenalnya ketika terkadang deskripsiku tidak dapat menjelaskan. Dan aku berdoa seperti kau mengenalnya, kamu akan belajar mencintai apa Sesuatu yang di cintainya, dan mengikuti imannya.
Dibuku ini juga banyak di tunjukan dengan foto-foto kenangan mereka. Dari foto keluarga inti dari Jim ElliotElliot, dan foto Jim Elliot dari masa kemasa dari Jim Elliot masih kecil sampai Jim Elliot menikah dengan Elisabeth Ellio, hingga Jim berada bersama suku indian. 
Banyak hal diceritakan tentang Jim Elliot, sejak dari kecil hingga misinya dan tujuan hidupnya terpenuhi. Jim lahir ditengah-tengah keluarga yang takut akan Allah. Dari kecil Jim sudah terbiasa akan disiplin dan kejujuran yang ditanamkan ditengah keluarganya. Ada satu kalimat yang saya sukai adalah ketika orang tua Jim mengajarkan tentang kejujuran dan berkata "jangan pernah berpikir jika kalian akan mendapatkan sesuatu karena kami tidak tau apa yang akan dilakukan" ibunya berkata " Tuhan tau, dan Ia akan memberikan ganjaran dengan caranya". Dari silsilah keluarganya kita dapat melihat Jim adalah keturunan yang takut akan Allah.
Sedari kecil Jim Elliot terbiasa dengan bekerja keras. Banyaknya tanaman dan peternakan yang dimilikinya merupakan bukti bahwa keluarga mereka sangat menyukai pekerjaan tangan. Jim menggembalakan beberapa ekor domba sedari dia anak-anak. Dia mengenal Allah senjak kecil dari orang tuanya. Ketika dia berusia 6 tahunan dia berkata kepada ibunya pada suatu malam ketika perjalanan pulang dari sebuah rapat katanya "Sekarang, mama, Tuhan Yesus dapat datang kapanpun Ia mau untuk datang. DIA dapat membawa seluruh anggota keluarga kita, karena sekarang saya sudah diselamatkan , dan Janie juga masih sangat muda untuk mengenal Dia"
Hidup Jim sangat dipengaruhi oleh tujuannya menjadi seorang misionaris. Ketika dimasa kuliahnya pun apa yang dikerjakannya membawanya kepada tujuannya. Sehingga setiap aspek hidupnya dilakukan untuk tujuannya. Dalam kehidupan sehari-harinya ia mendisiplin dirinya dengan jam-jam doanya. Ada satu surat yang dituliskan Jim untuk adiknya Janie, bunyinya:
"Mulailah tiap hari dengan membaca Firman dan doa, Bunyan pernah berkata dengan sangat baik, 'dosa akan menyimpanmu dari Kitab ini, atau Kitab ini yang akan menyimpanmu dari dosa". Pertama kali sebelum engkau memulai sekolahmu berikan waktumu. Buatlah suatu komitmen yang keras, ini lebih mudah daripada memulai dengan melewati hari ini tanpa-Nya. Hafalkan ayat-ayat firman ketika berada di perjalanan. Bayarlha dengan waktumu! Ini harus dibayar karena ini sangat berharga!"
Jim sendiri memiliki alarm setiap malam untuk bangun dan membangunkannya untuk berdoa dan mempelajari firman. "Tidak ada satupun 'barang lama'." Dia menulis "Dengan Kristus yang tertulis dan menghidupi setiap firmannya. Kita tidak pernah berpikir bangun dipagi hari tanpa mencuci wajah kita, namun kita sering melupakan untuk mencuci pikiran negatif kita dengan perkataan Kristus. Ini kembali kepada tanggung jawab masing-masing kita."
Jim memulai kuliahnya di Wheaton. Dan Ia sangat yakin bahwa Allah mengirimnya ketempat itu. Ini tidak dengan mudah Ia berkuliah disitu seperti ayahnya yang mengirimnya. "Tak ada seorangpun yang menafkahinya" kenyataannya, dia sendiri tidak tau darimana ia mendapatkan uang. Tuhan menghargai keyakinannya, dan Tuhna memberkatinya lewat teman-temannya, beasiswa, dan pekerjaan sampingannya, sehingga ketika di bulan November, dia menuliskan:
"Pengalaman sekolah kita adalah salah satu dimana kita dapat benar-benar merayakan segala sesuatu pemberian dari kasih kebaikanNya yang selalu dan selamanya. Bagi Dia segala kemuliaan dan ucapan syukur.
Bukan hanya itu saja, apapum yang di makan oleh Jim itu membawanya kepada tujuannya menjadi seorang misionaris. Makanan yang dipilihnya dengan hati-hati adalah buah dan sayuran segar, beberapa jenis gandum, beberapa makanan penutup. Dia makan dengan teratur, namun dengan jumlah yang sama. Dia mematuhi aturan untuk menjadi misionaris dimasa depannya.
Masih banyak lagi tentang seorang Jim Elliot dibuku ini yang belum dapat saya tuliskan. Tapi, suer! Bukunya sangat bagus dan mengispirasi sekali. Bagi saya khususnya. Saya sudahi dulu tulisan saya. Trimakasih sudah membaca.

Sunday, October 23, 2016

Review Buku: What He Must Be

Judul Asli: What He Must be... if he wants me to marry my daughter?
Judul Terjemah: Dia harus pria seperti apa... jika ingin menikahi anak perempuanku?
Penulis: Voddie Baucham JR.
Penerbit pertama: Crossway Books
Penerjemah: Yakob Riskihadi
Penerbit Indonesia: Pionir Jaya
Cetakan: 1 Desember 2011

Daftar isi:
1. Visi Multigenerasi
2. Perkawinan Sebagai Pelayanan
3. Peran Ayah
4. Ia Harus Pengikut Kristus
5. Ia Harus Siap Memimpin
6. Ia Harus Memimpin seperti Kristus
7. Ia Harus Berkomitmen kepada Anak-anak
8. Ia Harus Mempraktekkan Empat Peran
9. Jangan Suruh Perempuan Melakukan Pekerjaan Laki-laki
10. Bila Tidak ada... Ciptakanlah!!!
Kesimpulan
Catatan

Buku ini ditujukan untuk para ayah untuk putrinya, covernya cantik dan menarik hati saat itu untuk membeli. Cara penulisan penulisnya mudah untuk dimengerti. Dibagian awal di bagikan mengenai visi multi generasi. Tidak diragukan bahwa perkawinan adalah kunci kepada warisan multigenerasi, Allah dalam kedaulatan-Nya, menciptakan manusia untuk hidup, berkembang pesat, dan berlipat ganda. Dibuku ini dibagikan mengenai pentingnya memiliki generasi yang takut akan Allah. Dengan demikian hubungan dalam perkawinan mempunyai banyak segi penting. Buku ini membagikan di Yeremia 29, nabi itu menulis surat kepada orang-orang buangan di Babilonia, dimana ia memberi petunjuk-petunjuk tentang bagaimana mereka harus hidup di masa pembuangan yang lama itu.
Kebanyakan orang mengetahui janji yang diberikan di ayat 11: "sebab Aku mengetahui rancangan-rancangan yang ada padaku mengenai kamu, yaitu rancangan damai sejahtera dn bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan penuh harapan" namun banyak orang melupakan janji di ayat 10: "Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Nah, tujuh puluh tahun yang di sebutkan dala teks itu mengingatkan kita jepada keputusan raja Koresy. Orang-orang buangan yang menerima surat dari yeremia tidak akan pernah melihat penggenapan janji ini. Orang-orang israel akan ada diBabilonia selama lebih dari 150 tahun. Ini lebih lama daripada umur para penerima surat nabi itu.
Dengan demikian, janji yang terkenal di yeremia 29:11 adalah janji multigenerasi. Sebagian orang mungkin kecewa, padahal seharusnya tidak perlu begitu. Kenyataan bahwa Allah dapat menjanjikan sesuatu kepada keturunan orang-orang ini sekitar 150 tahun kemudian adalah bukti kedaulatan-Nya. Allah hanya dapat membuat janji-janji ini bila ia mengetahui dan mengendalikan apa yang akan terjadi. Allah kita adalah Allah yang mengagumkan.
Janji ini menunjukan karakter janji Allah kepada umat-Nya dari generasi ke generasi. Kita melihat hal ini, misalnya dalam perkataan Petrus pada hari pentakosta. Dalam khotbahnya, ia memanggil para pendengarnya untuk bertobat dan menunjukan kepada mereka janji pengampunan di dalam Kristus dan karunia Roh kudus. Kemudian Ia menambhkan di Kis 2:38-39 sebab bagimulah janji itu dan bagi anak-anakmu. Baik dalam perjanjian baru atau perjanjian lama, Allah mempunyai rencana untuk generasi-generasi mendatang, dan hanya Dia yang punya kuasa menggenapinya.
Dari sudut rencana multi generasi Allah untuk memulihkan kaum buangan sesudah penghukuman atas bangsa itu selesai, Yeremia memberi tahu orang-orang itu tentang bagaimana mereka harus hidup sementara menantikan penggenapan janji Tuhan. Ia menyuruh mereka membangun rumah, menanami kebun, dan bahkan berdoa untuk kesejahteraan tempat dimana mereka di buang. Bahaimanapun juga, salah satu petunjuk Yeremia berkenaan langsung dengan pesan multigenerasi.
Yeremia menyuruh orang buangan itu untuk "ambillah istri untuk memperanakan anak laki-laki dan perempuan bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, ..., agar disana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang" (yer 29:26) kata-kata ini tidak begitu jelas terlihat dalam situasi seperti itu, kecuali orang mengerti dua hal yang pertama dilema mereka pasti di jawab. Kedua, petunjuk ini membuat kita mengerti bahwa janji ini akan di genapi pada generasi-generasi yang akan datang.
Setelah saya membaca buku ini saya jadi mengerti, seharusnyalah kita menikahi orang yang takut akan Allah, supaya generasi yang takut akan Allah itu bertambah. Dan bahwa itu adalah perintah Allah dan keinginan hati Allah.

Monday, August 22, 2016

Review Buku: Passion And Purity

Ini buku Elisabeth Elliot yang kedua yang saya baca. Setelah saya jatuh cinta kepada buku pertama yang saya baca Let me be a Woman. Buku kedua ini saya beli cukup lumayan mahal karena merupakan buku import. 

Judul: Passion and Purity
Jumlah halaman: 249 halaman
Penulis: Elisabeth Elliot
Penerbit pertama: Fleming H. Revell, U.S.A
Tahun terbit pertama: 1984
Buku yang saya pegang terbit tahun : 2000 
Penerbit: OMF literatur INC, Filipina. 
Daftar isi: 43 bagian

Bagian pendahuluan kata sambutannya di sampaikan oleh Jhosua harris. Jhosua harris adalah seorang pengarang yang cukup terkenal, di banyak tulisan jhosua haris, banyak sekali mengutip tulisan-tulisan dari Elisabeth Elliot.
Tulisan Elisabeth Elliot ini, cukup berat membacanya. Dikarenakan tulisan ini ditulis pada era 80an, sehingga penggunaan bahasanya masih sangat rapi dibandingkan dengan beberapa buku import yang pernah saya baca. Gaya penulisan Elisabeth Elliot juga mengambarkan sisi feminim, keanggunan, elegan dan imannya pada yang Ia percayai.
Pagi ini, entah mengapa ingin membaca kembali passion and purity, saya sudah membacanya dan ingin membacanya kebali. Tulisan Elisabeth Elliot ini memang sering mengganggu pikiranku untuk ingin membacanya berulang. 
Dibuku ini Ellisabeh banyak membagikan rasa kesendiriannya, dan bagaimana ia menanti seseorang yang akan menjadi pasangan hidupnya. Dimulai dari ia merasa sendiri saat itu ketika ia masih mahasiswa greek saat itu. Hingga beberapa pria mengajak dia ngedate saat itu, namun dia merasa bukan pria itu yang tepat, pria-pria tersebut tidak berfokus pada Allah, hingga dia merasakan kekosongan ketika menjalani hari bersama mereka. Elisabeth pun akhirnya menyudahi pertemuan mereka dan menjadi single kembali.
Hingga suatu saat Elisabeth dikenalkan oleh kakaknya seorang Jim elliot, Elisabeth membagikan isi hatinya saat itu, dimana dia menyukai jim saat itu. Saat melihat jim saat itu yang dia sukai adalah karena dia pria yang suka menyanyikan hymn, membaca puisi, dan mengasihi Allah. Beberapa kali Elisabeth membagikan Jim membuat jantungnya berhenti berdektak ketika mereka bertemu, karena Jim sangat keren saat itu, terutama ada alkitab yang di bawanya. 
Elisabeth menjaga hatinya tetap terfokus pada Allah dan menguji setiap kemurnian isi hatinya. Karena Allah menginginkan segalanya seluruh kehidupan kita, karena Dia sudah memberikan seluruh kehidupanNya, maka Ia inginkan seluruh kehidupan kita.Dia menguji hatinya dengan bertanya kepada Allah, apa yang Allah inginkan dalam kehidupannya. Dibuku ini Elisabeth juga menuliskan bahwa dia hanya seoarang mahasiswa yang ingin di cintai, menginginkan pernikahan yang baik dan mengharapkan seorang yang mencintai Tuhan. Dia memohon bimbingan Allah, atas hidup yang di pinjamnya dari Allah.

One morning I was reading the story of Jesus' feeding of the five thousand. The disciples could find only five loaves of bread and two fishes. "Let me have them," said Jesus. He asked for all. He took them, said the blessing, and broke them before He gave them out. I remembered what a couple speaker. Ruth Stull of Peru, had said: " if my life is broken when given to Jesus, it is because pieces will feed a multitude, while a loaf will satisfy only a little lad."

Oooo...ow.. I think that my hot coffee is ready, it's time for sipping it first...
Sweet taste of coffe morning and book
Lanjuttttttt......
Kemudian Elisabeth memberikan gambaran tentang kedaulatan Allah tentang rancangannya, jika kita mengingini rancangan-Nya maka rancangan itu melibatkan seluruh atom, tata surya, keseimbangan lingkungan dan seluruh jagad raya ini. Bukan hanya terfokus hanya kepada keinginan kita untuk dapat menikahi pria yang kaya, ganteng dan kristen saja. Menerima kedaulatan Allah berarti percaya dengan apapun yang Ia berikan, karena Dia yang memikirkan dan memelihara kehidupan kita.
Bukan pula dengan mengingini pernikahan, sebaliknya memanfaatkan masa single kita untuk melayani terbaik bagi Allah. Like a single man of Jesus. Kita tidak perlu juga di bohongi oleh keinginan kita yang dikuasai oleh iblis, seperti iblis menguasai hawa saat itu dan berkata bahwa buah itu baik. Sehingga kita mengingini buah pernikahan dan membuat kita menikah dengan orang yang salah, dan merusak tujuan penciptaan Allah dalam hidup kita.

I'm afraid this snake has been talking to that person. He is been sneaking up and whispering destiny, "God is stingy. He is dangles the beautiful fruit called marriage before your eyes and won't let you have it. He refuses you the only thing you need for personal growth, the one thing in all the world that will solve all your problems and make you really happy."

Saya rasa cukup yah, review buku kali ini. Cause I want enjoy it for myself...

Saturday, July 30, 2016

Review Buku: When God Write Your Love Story

Awal tertarik membaca buku ini ketika tak sengaja membaca sampul depannya di Google play book, karena saat itu saya sedang dilandau sakit hati, sakit hati yang bertubi-tubi, setelah bergonta-ganti pacar. Waktu saya membaca sampul depannya saya sudah tertarik. Kemudian saya coba iseng download versi freenya, yang saya download versi bahasa asli, dan hanya bisa membaca beberapa halaman saja. Jika teman-teman mau juga bisa dilihat di google book untuk free samplenya. :)

Berikut review buku versi bahasa indonesia yang saya miliki:
Penulis: Eric dan Leslie Ludy
Penerbit: Gloria Graffa
Penerjemah: Susanna Prayoga
Penyedia editorial: C. Krismriana W
Desain sampul: Deddy Khristisan Pamungkas
Desain isi: Emmanuel Kurniawan
Cetakan Kelima: Agustus 2015
Jumlah halaman: 306
Jenis kertas: Setengah HVS
Warna dominan cover: Merah
Jenis cover: Soft cover

Review buku versi bahasa asli
Penulis: Eric dan Leslie Ludy
Penerbit: Multnomah Books
Negara: United States of America
Tahun terbit: 2014
Jumlah halaman: 288
Warna dominan cover: Biru
Jenis Cover: Soft Cover

Ketika saya membaca di halaman pendahuluannya saat itu saya sudah cukup meneteskan air mata. Busyeeeet... gue banget bukunyaaa... Kemudian saya ingin sekali memiliki buku itu, namun karena list buku yang masih banyak yang sudah saya beli dan belum terbaca akhirnya saya urungkan niat saya membeli buku itu.
Akhirnya di satu hari yang cerah, hehe, secerah anggaran belanja buku saya saat itu, saya belilah beberapa buku termasuk salah satunya "When God Writes Your Love Story" saya beli dalamdua versi, versi buku bahasa asli dan terjemahan. Saya persiapkan bagi teman-teman saya yang ingin meminjam memang.
Isinya memang wow, saya masih setengah membaca bukunya, tapi saya udah beberapa kali menangis saya lupa... melow amat yaah...
Dibuku ini di bagikan tentang kehidupan penulis sendiri, yaitu Eric dan Leslie Ludy, tentang bagaimana mereka menyerahkan kehidupan cinta mereka kepada Allah, hingga mereka dipertemukan. Gaya penulisan mereka yang paling santai dari beberapa buku import rohani yang pernah saya baca. Di buku ini juga dibagikan dan saya mengerti ternyata Eric adalah anak rohani dari Jim Elliot. Jim Elliot  adalah missionaris yang meninggal di pedalaman suku indian yang ingin dijangkaunya dengan injil. Jim Elliot sendiri adalah suami dari Elisabeth Elliot, seorang penulis yang saya kagumi juga. Dibuku ini juga Leslie juga mencatut beberapa tulisan dari Elisabeth Elliot.
Di bagian pendahuluan diceritakan bagaimana leslie saat itu patah hati, dihari yang cerah dia justru di putusin pacarnya. Kemudian dia meratapi nasibnya sendirian dan bertanya-tanya dalam hatinya, "adakah masih pria yang baik baginya?" Kemudian dia mendengar bagaimana Allah berbicara dalam hatinya "Maukah kamu memberikan pena cintamu kepadaKu". Kemudian Leslie menangis sejadi-jadinya pada Allah dan menyerahkan pena cintanya pada Allah. Leslie kemudian mengambil komitmen untuk tidak menyerahkan hatinya kepada sembarang pria. Leslie memilih untuk menanti yang terbaik dari Allah.
Buku ini Menceritakan bagaimana menemukan kisah cinta sejati dengan Allah sendiri penulisnya, "The Author of Love" dengan menyerahkan semua kepada Allah, dengan tidak tergesa-gesa, menunggu dan menyerahkan pena cinta itu kepada Allah dan bukan dengan kekuatan kita menulisnya.
Dibuku ini juga dituliskan bagaimana mengasihi pasangan hidup kita jauh sebelum kita menemukannya. Seperti dikatakan di Amsal 31:12 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. Jadi bagaimana wanita yang baik itu tidak pernah berbuat jahat sepanjang umur hidupnya. sepanjang umur hidupnya dia tidak pernah berbuat jahat kepada suaminya. Wowwww, indah sekali :) bahkan sebelum kita bertemu dengan suami kita seharusnyalah kita tidak berbuat jahat.
Saya belajar juga tentang hati wanita itu berbeda dengan hati pria. Pria bisa dengan mudah berhubungan fisik tanpa membawa emosi, sedangkan wanita tidak dapat berhubungan fisik tanpa membawa emosi. Saya jadi mengenal diri saya, saya diingatkan dengan diri saya, bahwa saya adalah wanita sebenarnya. Saya yang membawa emosi saya kemana pun saya berada. Saya jadi bersyukur karena saya terluka, sedih dan merasa tersakiti, karena saya adalah wanita yang Allah ciptakan.
Cukup menusuk-nusuk hati sayalah :D hahaha
Jika kalian mengalami patah hati berulang-ulang, tak mengapa, serahkan pena itu kepada sang penulisnya. Dia belum selesai menuliskan kisah cintamu :)
Jika buku-buku seperti Lady in Waiting itu baik untuk wanita yang menanti, sedangkan buku ini membagikan tentang kisah cinta yang berliku-liku, dan Allah sendiri yang menjadi penolong mereka berdua. Suatu saat pengenlah menulis cerita seperti mereka.hehehe...
Untuk mereka yang mengalami patah hati berulang, rekomended buku inilah :D
Untuk link penulis sendiri bisa dilihat di: http://setapartgirl.com/about-leslie-ludy
 Dibagian akhir buku mereka berdua menuliskan lagu:


FAITHFULLY
 
Tonight i saw a shooting star,
Made me wonder where you are.
For years i have been dreaming of you,
And i wonder if you're thinking of me, too.
In this world of cheap romance
And love that only fades after the dance,
They say that i'm a fool to wait for something more.
How can i really love someone i've never seen before?
But i have longed for true love every day that i have lived,
And i know real love is all about learning how to give.
So i pray that God will bring you to me,
And i pray you'll find me waiting faithfully.

Faithfully, i am yours
From now until forever. 
Faithfully, i will write,
Write you a love song with my life.
'Cause this kind love's worth waiting for
No matter how long it takes.
I am yours
Faithfully.


Tonight i saw two lovers kiss,
Reminded me of my own loneliness.
They say that i'm a fool to keep on praying for you.
How can i give up pleasure for a dream that won't come true?
But i will keep believing that God still has a plan.
And though i cannot see you now, i know that He can,
And someday i will give you all of me.
Until i find you, i'll be waiting faithfully.


#WhenGodWriteYourLoveStory #EricLeslieLudy