Septie's Pages

Showing posts with label Corat-Coret. Show all posts
Showing posts with label Corat-Coret. Show all posts

Thursday, July 2, 2020

Dear Me


Dear Me

Tidak apa jika kau ingin menangis,
Tidak apa jika kau ingin sedih dan ingin sendiri, itu membuatmu terlihat bahwa kamu memang manusia dan seorang wanita biasa.
Kamu bukan superhero yang tidak bisa menangis atau terluka. 

Terimakasih untuk semua yang telah terlalui, kamu begitu hebat dan mengagumkan.

Terimakasih karena kamu sudah dapat menari dikala hujan ketika semua orang berlari ketakutan.

Terimakasih karena kamu sudah mampu membuat jus lemon segar bagi banyak orang ketika hidup memberikan kamu banyak sekali lemon.

Kamu hebat.

Karena kamu bisa menerima orang dengan tulus, tanpa menginginkan sesuatu. Bahkan kamu dapat dengan tulus mempercayai orang lain, kamu bisa menerima orang lain dengan segala kelemahan mereka masing-masing. Kamu tidak meremehkan atau alih-alih menghakimi semua orang yang datang padamu. Sekalipun diakhir cerita mereka terkadang mengecewakanmu, tapi its okay, mereka tidak memiliki hati yang seindah hatimu.

Dear Me

Trimakasih karena kamu bisa tetap bertahan selama ini, kamu sangat menyayangi keluargamu, kamu dengan sabar menghadapi mereka, belum lagi urusan kartu kredit, tagihan dan investasi yang kadang membuatmu pusing. Kamu hebat karena kamu tidak kabur dari semua ini, dan tetap pada tanggung jawabmu.
Aku belum pernah melihat orang lain sekuat dan setegar dirimu. Orang yang penuh dengan cinta dan kebaikan hati.

Trimakasih karena kamu sudah memikirkan hal-hal yang sederhana dan yang tidak terlalu rumit bagimu.

Kiranya Roh yang lemah lembut dan tentram itu tetap menjadi perhiasan abadi jiwamu.

Kasih dan setia tetap berkalung di lehermu,

Dan Damai Sejahtera Allah yang melampaui segala akal memelihara hati dan pikiranmu di dalam kristus Yesus. Amin.

Tuesday, June 16, 2020

Carlene


Come up to meet you
Tell you i'm sorry
You Don;t know how lovely you are
Tell you i need you
Tell You i set you apart

Tell me your secret
and ask me your question
O lets go back to the start
Coldplay-The Scientist

Perih ini?
Tak seberapa untukku, ini hanya melukai bagian kecil tubuhku. Lebih perih luka dihati ini sejak kau pergi. Tepat malam sebelumnya aku masih merasakan tendangan kecilmu di perutku dan aku mulai belajar menjadi seorang ibu. Wajahmu yang mungil itupun masih aku ingat, saat terakhir USG hari rabu dibulan keempat tahun ini.

Baru di malam hari itu aku bisa makan dengan lahap, apa kau suka masakan buatan ayahmu? Padahal dia hanya memasakan nasi dan kuah soto yang kami beli dipersimpangan ujung jalan.
Kejadian malam kepergianmu seperti mimpi buruk rasanya. Darah berceceran dimana-mana dan aku langsung dibawa ke IGD. Ayahmu dia sosok yang hebat dan selalu menghiburku dalam keadaan apapun, jadi kau tak perlu kuatir akan itu. Seperti kamu ketahui kami tidak memiliki siapapun di kota ini, saat itupun ayahmu hanya bersama teman kantornya saat mengantarkanmu kerumah mungilmu.

Taukah Carlene?

Arti namamu adalah kuat, kamu adalah wanita kuat yang Allah berikan kepadaku yang lemah ini. Semenjak kamu ada aku begitu susah untuk makan, bahkan aku cenderung tak mau makan apapun, aku selalu berusaha makan, namun entah mengapa tubuhku selalu menolaknya, namun kau begitu kuat dan tumbuh besar bahkan hanya dengan 3-5 sendok saja setiap harinya. Aku berpikir bahwa Allah sangat memelihara engkau didalam sana. Mungkin tepat juga nama Imanuela yang diberikan oleh nenekmu yang artinya Allah bersama dengan engkau, dan memelihara engkau hingga saat ini.

Apa kabarmu putriku?

Mungkinkah kamu sedang bersenda gurau dengan anak seusiamu atau kau sedang berayun-ayun sambil tertawa gembira mendengarkan dongeng dan nyanyian para malaikat?
Pasti kau jauh lebih senang disana karena malaikat-malaikat penjagamu itu jauh lebih lihai dalam hal mengasuh anak dibandingkan aku. Dan kau pasti tau disini sedang terjadi wabah suatu penyakit karena virus tertentu, aku semakin tidak yakin aku dapat menjagamu jauh dari virus tertentu.

Sini aku ceritakan sesuatu…

Sekarang sudah 3 bulan semenjak kepergianmu, aku sudah terbiasa tanpa tendangan kecilmu, nafsu makankupun sudah kembali normal. Dan sekarang aku sudah kembali suka memasak dan kemarin aku baru belajar membuat donat, kamu tau donat buatanku, ayahmu sangat menyukainya. Andaikan kau ada, kau pasti juga sangat menyukainya. Bentuknya tidak seindah produk-produk yang sudah terkenal sih, namun rasanya bisa dibandingkan.
Aku senang kau tertawa mendengarnya…


No body said it was easy
No one ever said it would be this hard
O take me back to the start
Coldplay- The Scientist

*tulisan ini kupersembahkan untuk si everglow aku her name is mamanya carlene a.k.a yeyen with special hug and kisses



si cewe ENTP

Pernah melakukan test MBTI dan test saya menunjukan saya ENTP. Menurut banyak yang saya baca ENTP memenuhi 3% dari penduduk bumi, dan ENTP wanita hanya 1%nya, lebih banyak di dominasi Pria gitu. Makanya cenderung saya bisa nyambung ke pemikiran pria, bukan karena naksir-naksiran, tapi lebih karena saya memiliki pola pemikiran yang sama dengan mereka. Jadi bisa dibilang orang saya itu antibaper kalau sama cowo, bahkan saking gk pekanya cowo sampai harus ngomong kalau suka gitu.

Saya ENTP seorang ekstrovert yang 100%, ya mungkin ada sisi-sisi introvert saya, buktinya saya masih tetep suka nulis dan sendirian juga. Meskipun kadang kalau saya gabut atau boring yang saya lakukan adalah ngusilin teman-teman saya. Segitunya yaaah. Jadi teman-teman saya rata-rata punya tingkat kesabaran dewa menghadapi saya.
Selalu terlihat gembira, kalau bukan teman dekat mereka akan bertanya, "apa kamu pernah sedih?" dan paling sebel dengan pertanyaan ini "helaaaaaw,  i'm only human yeaaa" tapi kalau temen deket tau kalau aq kadang sedih juga.

Hobby debat?
Kalau ini jangan ditanya, jiwa aku itu bisa menggelora dengan hal-hal yang memancing perdebatan, dari hal politik, musik, buku sampai upil juga bisa dijadiin bahan debat bagiku, suka nyambung sama om-om kalau bahas politik gitu. Bukannya pengen menjatuhkan lawan atau dilihat aku pinter ya,  tapi suka aja kalau suasanya jadi rame. Suka mancing emosi orang. Tapi sebenernya aku tidak bermaksud gitu. Tapi orang-orang kadang sebal dengan tingkahku. Sering sekali aku bermasalah di hal-hal besar misal skripsi,  ujian atau kenaikan jabatan dikantor, ntah mengapa kadang orang menganggap aku menyepelekan, padahal aku sangat tidak berniat seperti itu. God... 

Pernah bertemu dengan orang segudyang ide gila? Iya itulah isi kepalaku, aku akan bisa menemukan ide dalam hitungan detik, setiap masalah yang ada didepanku aku tidak pernah alih-alih untuk kabur,  tapi mencari jalan keluar. Tapi ide dikepalaku benar-benar tak dapat dibendung, keluar begitu saja, ntah memberikan saran kepada presiden tentang bagaimana menyelesaikan covid-19 ini,  atau hanya sekedar bagaimana membetulkan kantong plastik yang robek saat belanja. 

Selalu tau banyak hal, yaaah i can do all things tapi tidak bisa menyelesaikan dengan baik, bisa semua tapi hanya sekedar tau, tidak pernah experts dibidangnya. Aku bisa merajut, piano, gitar,  menjahit dan lain-lain tapi tidak pernah bisa rutin melakukannya.

Provokator yang hebat dalam sebuah team, pemimpin alami yang tidak pernah suka memimpin. Sering sekali mengajak banyak orang melakukan sesuatu dalam suatu komunitas dan mereka menganggap itu adalah isi hati mereka, padahal itu adalah ajakanku yang tidak mereka sadari. 

Jadi aku ribet siii, kadang terlihat sangat cuek padahal sangat care akutu orangnya. wkwkwk


Bagaimana seorang ENTP jatuh cinta?

Jika seorang ENTP jatuh cinta, ya tidak semua, ini hanya mewakili saya. Saya akan sangat penasaran dengan orang itu. Saya akan stalking dan mempelajarinya sama ketika saya sangat penasaran dengan satu hal. Karena pada dasarnya ENTP menyukai belajar tentang sesuatu untuk memenuhi pemikirannya, saya akan sangat bosan jika tidak ada yang saya pelajari. Jadi kalau PDKT dengan ENTP siap-siap kamu akan di hujani ribuan pertanyaan dan setiap gerak gerik kamu akan dicatat sebagai pelajaran diotaknya. Wkwkwk.

Ya mungkin inilah sejelumit kisah ENTP yang rumit dan menegangkan itu. Mungkin bisa sedikit membantu untuk kalian yang sedang dekat dengan seorang ENTP. :D

Satu lagi ENTP sangat mudah mengatakan cinta dengan tidak sungguh-sungguh. Tapi jika dia bersungguh-sungguh, kamu hebaaat.
Love u :*


Saturday, June 6, 2020

All Things

“Tidak apa-apa pak, tidak usah dibayar, nantikan tiyan bisa saja pelan-pelan nyicilnya”
Saat itu ku katakan pada ayahku yang sembari menyetir disebelahku. Mobil pun melaju kearah kota yang sepi dan lenggang karena pandemic covid-19 yang melanda kota Banjarmasin saat itu.
Beberapa hari lalu aku menarik uang dari kartu kreditku yang digunakan untuk menjadi modal papa membiayai bisnis rotinya saat itu. Meskipun dalam hatiku ada ketakutan untuk pelunasan kartu kreditku dibulan lalu, yang sempat tersendat karena gaji bulan lalu yang benar-benar setengah gajiku dari biasanya.

Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.
Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Filipi 4:12-13

Hari itu, seperti biasa aku datang ke klinik, menyapa seorang office boy yang sedang membersihkan counter depan dan melanjutkan pekerjaan diruanganku. Sembari mengerjakan pekerjaan, notif handphoneku berbunyi dan ternyata aku mendapatkan arisan bulan itu.
Tidak masalah jika aku tidak membantu orang tuaku, sama sekali tidak. Orang tuaku akan mendapatkan berkat dari orang lain. Namun Tuhan memilih aku untuk menjadi saluran berkat untuknya. Tinggal bagianku mau mengambil bagian dari saluran berkat itu atau tidak, mungkin itulah maksud berilah maka kamu akan diberi.

Pineaplle


But if you never try you’ll never know
Just what you’re worth
Fix you-Coldplay

Sambil menuliskan ini, musik yang sama menemani aku saat mengerjakan skripsi hampir 7 tahun yang lalu. Di depan laptop dan diiringi lagu mengalun lirih, ntah mengapa aku merindukan saat-saat itu. Ku buka lembar pembuka skirpsiku.

Ketika aku melewati padang gurun, aku mempercayai tiang awan dan tiang apiMu berjalan bersamaku, mampu mengubahnya menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan akan dianggap hutan. (Kel 13:21-22; Yes 32 :15-17)

Mungkin ini adalah awal perjalanan padang gurun itu dimulai.
Udara yang cukup panas siang itu di kota semarang dan tepatnya sebelum memasuki semester 7, setelah membaca pengumuman mata kuliah skripsi yang dapat diambil di semester itu, aku memasang kembali headset yang menggantung dan mengembalikan posisinya kembali di telingaku. Melanjutkan perjalanan pulang dengan sedikit berjalan kaki pun tak masalah bagiku. Setelah memastikan aku tidak memiliki janji pada siapapun saat itu aku putuskan untuk mengunci kamar kostku dan menghitung jumlah SKS yang aku miliki, dan hematku saat itu jumlah SKSku tidak cukup utk mengambil skripsi disemester 7. 

Bukan masalah A, B atau C, tapi yang jadi masalah adalah bagaimana aku bisa mempertanggung jawabkan itu kelak.

Ya aku memang bukan tipe orang yang terus merenungi kesedihan, alih-alih memikirkan kesedihan dan pertanyaan semua temanku mengapa aku belum mengambil skripsi di semester 7 itu. Skripsiku yang baru bisa ku ambil semester 8 itu membuat aku lebih dekat dengan beberapa orang yang justru pada mata kuliah biasa kami hanya sekedar berbasa-basi.
Kak epunk, seorang kakak senior yang memang sengaja aku dekati karena sejak awal aku mulai jatuh cinta dengannya. Bukan masalah juga bagiku untuk melakukan ini sendiri atau berdua. Aku bisa melakukan ini sendiri. Belum lagi aku sudah mendapatkan judul yang disetujui dosenku saat itu. Aku hanya ingin membagikan cerita ini bersamanya, ya mungkin kelak dia akan membagikan kisah ini pada putri kecilnya.
Sore itu, seperti biasa kak epunk memanggil dari depan kamar kostku yang saat itu berukuran 3x3 M, dengan motor merahnya. Dilengkapi dengan baki-baki tempat kandang mencit-mencit. Akupun sudah siap melewati hari itu bersamanya. Dengan jeans belel, kaos berkerah yang sudah agak lusuh, tas ranselku dengan buku2 pinjaman perpustakaan, tangan membawa laptop dan di pundakku jas lab sudah dipenuhi noda pelangi reagen dan lubang disana-sini, pastinya sepatu kets.
“Aku pergiiiii”
Teriakku pada anak kostan 2 lainnya.
Kamipun meluncur tepat dibelakang kampus, tepat dimana kandang-kandang binatang kesayanganku itu berada.
Dan seperti biasa, kami berbagi tugas. Aku bertugas memberi minum dan makan para mencit, sedangkan kak epunk bertugas membersihkan kandang, dia patut aku apresiasi karena dengan gigih mengangkat kotoran dan pipis-pipis mencit itu yang baunya amboy. Kami melewati masa-masa itu sambil tertawa renyah dan bersenda gurau
Kak epunk kadang bertanya, akankah kami bisa menyelesaikan ini tepat waktunya. Aku selalu menguatkan dia saat itu, dan mengatakan “udah gak usah mikir yang aneh-aneh, kerjain aja” meskipun dalam hatiku sendiri bertanya “apakah ini mungkin??” Tapi tidak sampai hatiku mengatakan kegentaranku padanya, aku memilih menguatkan hatiku dan hatinya.
Kami harus setiap hari datang mengunjungi mencit-mencit kesayangan kami. Memastikan makan dan minuman mereka cukup dan memberikan mencit2 itu setiap hari dosis toxic dari ekstrak jamur kuping hitam. Sampai dihari yang ke 14 dan dihari ke 15 pagi kami sudah harus melakukan pembedahan ke 60 ekor mencit kami, mengambil organ hepar dan limfa untuk selanjutnya dilakukan pengecekan hispatologi dan bobot organ.

Ketika gunung didepanku tidak dapat berpindah,
Dia memberikan aku kekuatan untuk mendakinya,
Dan ketika lutut kakiku mulai goyah aku percaya tangan kuatNya siap menopang aku

Dimasa skripsiku yang ingin aku selesaikan dalam waktu 6 bulan itu masih ada kesempatan bagiku untuk menjadi panitia suatu kegiatan yang melibatkan beberapa kampus semarang. Dan saat itu aku menerima kesempatan itu dengan tangan terbuka. 

“what doesn’t kill you makes you stronger” Kelly Clarkson

Di kepanitiaan itu aku bergabung dengan teman-teman dari tempat lain, dengan cara pandang lain yang justru perlahan-lahan mengajarkan aku bagaimana memanagement waktu dengan baik. Tidak selamanya yang kamu pandang tidak baik itu benar-benar tidak baik sampai kamu dapat memandangnya jauh lebih dekat.
Dosenku mungkin menyebalkan karena kadang terlalu sibuk dan melupakan aku, namun aku harus lebih menyebalkan untuk dia, sampai dia memberikan aku tanda tangan utk mengikuti sidang tahun itu.
“UJI TOKSISITAS AKUT AIR REBUSAN JAMUR KUPING HITAM (Auricularia polytricha (Mout) Sacc.) SERTA GAMBARAN HISPATOLOGI ORGAN HEPAR DAN BOBOT LIMPA PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN GALUR BALB.C” selesai tepat pada waktunya.
Ingat sekali kembali dikamar 3 x 3 meter itu saat aku sudah pada profesi apoteker, aku kembali membuka beberapa berkas skripsi dan S1 farmasiku, menghitung jumlah SKP dan tersadar, ternyata aku sudah bisa mengambil skripsi di semester 7 dan bukan semester 8. Bukan kesalahanku yang kurang teliti menghitung jumlas SKS, bukan kesalahanku pula aku mengikuti 5 macam organisasi ditengah-tengah jurusan farmasi yang setumpuk tugas dan praktikum, tapi karena memang ini harus terjadi dan dilewati. Karena padang gurun memang harus berubah menjadi kebun buah-buahan dan kebun buah-buahan akan dianggap hutan

Manusia memikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
Fix you-Coldplay 

Monday, June 1, 2020

Keripik kentang

Selamat malam,

Apakah harimu menyenangkan?
Apakah langitmu cerah dan siangmu aman?
Apakah hari ini dapat terlalui dengan baik?

Tak masalah jika harimu tidak menyenangkan, langitmu mendung dan kau tidak dapat melewatinya dengan baik.
Karena itu tetap tidak merubah dirimu.
Indah dan menabjubkan.

Selamat tidur,

Semoga tidurmu nyenyak dan mimpimu indah.
Jangan lupa selipkan obrolan renyah malam ini disudut pelupuk hatimu dan disela-sela detak jantungmu.

Kiranya malam gelap tidak terlalu dingin untuk mendekapmu erat,
Kiranya Tuhan menjagamu dan memelukmu sepanjang malam ini, nyaman dan hangat.

Dan

Doaku melantun bersyahdukan rindu

....

Saturday, May 23, 2020

Pantai


Kamu tau apa itu pantai?
Tempat yg indah dimana samudra itu mencintai daratan dan berjanji tidak akan melukainya
Tempat gelombang dengan senang hati berhenti berlari.
Tempat dimana Tuhan memulai lukisan yang dikanvas yang biru.
Tempat mentari berenang dan malu-malu tenggelam saat purnama itu datang.

Sayangku...
Cobalah bercermin dan lihatlah jauh kedalam matamu, bisakah kau melihatnya disana? 

J E D A

Cinta....
Duduklah dan dengarkan sebentar.

Ada waktu dimana kita berhenti bicara,
Ada waktu untuk menahan kata dan rindu,

Mungkin kata jeda itu yang tepat,
Karena yang aku kuatirkan bukan kita tak bersama, namun kita bersama tapi Dia tak ada.

Jeda
Untuk mengingat masa cinta mula-mulaku padaNya.
Masa dimana aku mengenal dia dan kasihnya...
Aku ingin kembali pada kasih itu, kasih dimana dia merentangkan kedua tangannya dan berkata "marilah kepadaku yang letih lesu dan berbeban berat, aku akan memberikan kelegaan kepadamu"

Jeda
Karena aku telah berjalan terlalu jauh dan aku perlu sedikit beristirahat
Karena setiap kata juga memerlukan spasi
Dan setiap lagu juga perlu ketukan untuk diam

Jeda
Untuk sedikit melihat kebelakang dan memandang lebih jauh kedepan

Kutitipkan rindu ini, di warna matamu....
Luas

Tuesday, May 5, 2020

Gods Control


Aku mengingat sedikit perjalanan siang itu, hamparan kebun teh disebelah mini bus yang aku naiki, kaca jendela disebelah kiriku itu pun sengaja aku buka sedikit, dan membiarkan angin segar pegunungan wonosobo menyapa lembut pipiku. Mini bus yang melaju dengan kecepatan 60 km/jam kadang-kadang harus berhenti disaat tanjakan diantara gunung sumbing dan sindoro itu. Keterlambatan yang menyenangkan selalu terjadi ditempat itu. Itu selalu menjadi perjalanan yang menyenangkan diakhir tahun aku dan keluargaku saat pulang kampung. Dan sekarang aku dikamar kecilku, membunuh waktu ditengah-tengah pandemic cov-19 ini.
Tepat hampir 2 bulan yang lalu, Cov ini menyerang kota Banjarmasin, tanggal 20 bulan April 2020 pun mulai dilakukan pengurangan jumlah karyawan sebanyak 14 orang di klinik dimana aku bekerja. Berada ditengah mereka dan menjadi tempat mendengar sedikit dapat membantu dengan baik.
Beberapa hal yang dapat sedikit membantu ditengah pandemic ini ya hanya membantu membuat masker utk teman-teman kantor dan beberapa vitamin utk dapat diberikan.
All in Gods Control
Pengelolaan keuanganku yang cukup amburadul itu ingin aku rapikan di tahun 2020 ini, termasuk pelunasan beberapa CCku *beberapa* termasuk orang yang suka mencoba banyak hal, termasuk dikeuangan, diakhir tahun 2019 pun aku rencanakan utk melakukan pelunasan dan penutupan. Sebelum Cov ini datang menyerang.
Banyaklah rancangan dihati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana. Ams 19:21
Hingga di awal tahun 2020, Allah mengirim aku ke kota samarinda, ditengah masa-masa aku belum melunasi CC saat itu, mendorong aku utk tetap menggunakannya. Diawal maret aku kembali, dan aku mulai lagi misiku utk menyelesaikan masalahku di CC.
Dan hingga ditengan Pandemi ini, gajiku yang dipangkas menjadi setengah dari porsi yang biasanya.

Sekalipun pohon ara tidak berbunga,
pohon anggur tidak berbuah,
hasil pohon zaitun mengecewakan,
sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan,
kambing domba terhalau dari kurungan,
dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,
namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN,
beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
Habakuk 3: 17-18

Pernah kecewa dengan hasil peternakan sapi yang saat itu niatku hanya menolong keluarga yang membutuhkan pekerjaan, dan beliau meminta bantuan, dengan sedikit modal dapat membeli beberapa ekor sapi, namun diujung cerita keluarga tersebut malah marah-marah yang tidak jelas dan menjual semua sapi yang ada. Dan cukup mengecewakan.
Membeli sebidang tanah yang tidak dapat menghasilkan apapun, bahkan uangnya masuk ke sesorang yang cukup memeras.
Belajar ilmu saham yang memang, tidak boleh ingin cepat kaya. Dengan hasil merugi
Pernah beberapa kali usaha dan hasilnya tertipu.
Maka doa salomo pun terdengar begitu indah saat ini


Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan.
Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan.
Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.
Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu  dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

Ams 30:8-9

Sunday, March 29, 2020

Pelangi, Kirana dan Bintang


Aku rapikan letak maskerku sembari berjalan, setelah asyik mengobrol dengan seorang barista yang dengan semangat menjelaskan jenis-jenis kopi. Ya paling tidak perjalanan ini mengajarkan aku bermacam-macam jenis kopi ada latte, espresso, double espresso, macciato dll. Ini perjalanan pulang dari samarinda ke Banjarmasin via Balikpapan. Perjalanan dari samarinda menuju balikpapan pun cukup menyenangkan, aku mencoba tol yang baru selesai dibangun, pemandangannya cukup berbeda dari tol-tol yang ada di jawa sana, banyak sisa-sisa galian dan tumpukan tanah di pinggir-pinggirnya, banyak juga jembatan gantung milik perusahaan tambang batubara yang memang menjadi penghasilan utama penduduk area kaltim. Aku duduk disebelah sopir taxi argo saat itu, seorang cukup umur yang minta dipanggil pakdhe, pria dari tanah suroboyo ini cukup sopan, meskipun diawal wajahnya terlihat menyeramkan. Perjalanan samarinda-balikpapan menjadi menyenangkan diiringi lagu dangdut koplo untuk menghibur pakdhe sembari menyetir.
Perjalanan pergi sebelumnya dari arah Banjarmasin-samarinda aku bertemu dengan seorang pilot, menceritakanku banyak hal dari hal terbang menjadi penguasa angin hingga foto anak-anaknya yang masih kuliah, meskipun diakhir cerita dia minta di panggil “mas” meski  lebih tepat aku panggil “bapak” karena seusia bapakku.
Ya yang kusukai dari sebuah perjalanan adalah mematikan handphone dan berkenalan dengan orang baru. Bagiku aku seperti membaca sebuah buku saat aku bertemu dengan orang baru, melihat dari sudut pandang orang itu tentang hidup, dan hal baru yang didapat dari perjalanan hidupnya.
Samarinda….
Ntah alasan apa perusahaan menginginkan aku di mutasi sementara ketempat ini, apa kesalahan yang sudah kubuat pada perusahaan hingga aku dimutasi seperti ini. Jujur saat itu aku cukup tidak respect dengan beberapa orang yang menurutku mengambil keputusan yang salah. Keras kepalaku yang tetap mengatakan kebenaran yang membuat aku dimutasi. Pikiran itu yang selalu menghantui selama perjalananku yang menyenangkan.

“TANTE TIYAAAANNNNN!!!!!”

Teriak pelangi menyapa saat aku datang disamarinda. Memberi pelukan hangat padanya. Mas Andri yang menjemputku pun tersenyum gembira.

“Loh angi gk sekolah??”
“gk, kan sudah pulang”

Kami bercerita panjang lebar, hingga Mas Andri mengambil mobil dan 2 keponakan lain didalamnya kirana dan bintang

“TANTE TIYAAAANNNNNN!!!!”

Teriak mereka kembali menyambut kedatanganku. Didalam mobi Angi memberikan sesuatu padaku, buku unicorn buatannya sendiri dan sepucuk surat cinta. Ahhhhhh ini alasan aku datang kesamarinda.
Beberapa kali video call atau telp dengan mereka. Mereka menanyakan “kapan tante tiyan kesamarinda??” aku hanya menjawab simple “nanti kalau tante tiyan punya uang, tante nabung dulu yaaah” sembari dalam hatiku “kapan yaaa?”

Diakhir weekend selalu aku habiskan waktu dengan mereka, menjadi kesenangan tersendiri bermain dengan mereka dan bahkan menghadiri ulang tahun Bintang.
Tuhan sepertinya mendengar doa-doa mereka. Bukan dengan uang tabunganku, justru dengan uang perusahaan dan amarah Area Managerku saat itu.
Dan aku dikembalikan ke Banjarmasin, tepat sebelum wabah corona ini datang.

Bagaimana tidak Allah tidak mendengar apa yang kamu doakan? Bahkan doa anak kecil yang tidak terucap pun didengarnya, “ANAK KECIL?” Tentu bukan…. Semesta tepatnya
Pelangi, Kirana, dan Bintang

Kutarik koperku dengan langkah pasti, menghela nafas...
"Mission complete!! What next???"

O Lord, My God, When I in awesome wonder
Consider all the worlds Thy Hands have made
I see the stars, I hear the rolling thunder
Thy power throughout the universe displayed

Then sing my soul, My Saviour God, to Thee
How Great Thou art, how great Thou art
Then sing my soul, My Saviour God, to Thee
How Great Thou art, how great Thou art