Septie's Pages

Showing posts with label Motivation. Show all posts
Showing posts with label Motivation. Show all posts

Tuesday, May 2, 2017

Review Buku: Jokowi Memimpin dengan Hati

Jeng jeng....
Saya me review kembali. Buku kali ini berjudul "Jokowi Memimpin dengan Hati". Naah untuk buku kali ini saya recommended banget. Mending lumayan bagus daripada buku jokowi yang saya review sebelumnya. Mungkin karena saya ini tipenya pembaca self improvement yah. Wokaaai, lanjut....
Saya bertemu dengan buku ini awalnya karena janjian sama seorsng teman di gra****a. Jadi awalnya sudah meniatkan hati dengan tegar saya tidak akan membeli buku karena saya masih memiliki 3 buku belum terbaca saat itu. Tapi ya itu, lupa dech tuh komitmen waktu ketemu buku ini. Ehhh, bukan buku ini saja, satunya buku tentang mantan presiden Habibie.
Langsung ya, check it out:
Judul buku: Jokowi Memimpin dengan Hati
Jumlah halaman: 267
Penulis: Keen Achroni
Penerbit: Ar-ruzz media

Daftar Isi:
Bagian I: Masa yang tak terlupakan
Berkarib dengan Kesederhanaan
Memori Abadi Bantaran Kali
Kisah Pedih Penggusuran
Benih-benih Welas Asih dan Toleransi
Jatuh Cinta pada Kayu dan bambu
Orang Tua sebagai Guru Kehidupan
Warisan Paling Berharga
Jatuh Hati pada Musik Cadas
UGM, Mimpi Menjadi Nyata
Bagian Ii: Kegigihan dalam Menciptakan Wirausaha
Kisah Asmara Sang Jejaka
Episode Hidup ditanah Rencong
Tak bisa jauh dari kayu
Prasasti Cinta itu bernama CV Rakabu
Menembus Pasar Ekspor
Tak mau Menikmati Seorang Diri
Memahat Kemandirian Anak
Muasal Nama Jokowi
Bagian III: Jokowi dan Politik
Tercebur ke Dunia Politik
Membangun Citra Kota Solo
Mengubah wajah Solo
Menyentuh Industri Batik
Memimpin dengan Hati
Pemimpin yang Dekat dengan Ralyat
Tetap sederhana dan Rendah Hati
Momentum Esemka
Bagian IV: Pencapaian Terbesar
Jakarta Memanggil
Solo Memberi Restu
Jakarta Memilih
Menjawab Keraguan
Satu demi Satu
Demi Ibu Pertiwi
Cita-cita Luhur Nawacita
Dipuji Tak Terbang Dicaci Tak Tumbang
Kerja, Kerja, Kerja
Profil Jokowi
Daftar Pustaka
Tentang Penulis

Untuk dibagian awal buku ini saya sudah bisa menebaklah ya jalan ceritanya. Karena sebelumnya pernah membaca. Namun ya tetap saya melanjutkan tanpa melompat.
Dibagian kedua yang saya ingat di bagian ini diceritakan awal mula jokowi lulus dari kuliahnya dI UGM kemudian mendapatkan pekerjaan di Aceh. Hingga kemudian menikahi ibu Iriana dan memboyong beliau ketanah rencong. Pekerjaan yang dipilihnya memang tidak jauh-jauh dari kayu. Beliau bekerja di PT. Kertas Kraft Aceh dan mampu bertahan selama dua tahun. Hingga kemudian pindah ke suatu perusahaan milik pakdhenya bernama PT. Roda Jati yang bergerak dibidang mebel dan menduduki jabatan manager. Dan mampu bertahan selama 1 tahun. Disana Jokowi banyak belajar banyak hal, sehingga memutuskan untuk keluar dan memiliki usaha sendiri. Meskipun berjalan diusaha yang sama, perusahaan Jokowi yang bernama Cv. Rakabu tidak pernah terlibat persaingan atau perseturuan. Nah di Cv ini yang akhirnya menembus pasar internasional
Namun, bukan sampai disitu lantas berhasil, Jokowi saat itu pernah merasakan bangkrut karena tertipu oleh orang, hingga Jokowi harus menutup usahanya. Dan harus kembali memulai segalanya dari nol. Namun karena masih ada orang yang menyukai mebel buatannya, maka sedikit demi sedikit usahanya ini bangkit kembali.
Jokowi pun pandai mengajarkan anak-anaknya, dapat kita lihat anaknya sangat sederhana, tanpa ada garis kemewahan dalam diri mereka. Meskipun Jokowi mampu membeli banyak hal, namun uang tidak dapat menentukan harga dirinya dan mempengaruhi dirinya dengan kemewahan.
Dibagian dua ini pula saya mendapatkan cerita bahwa nama Jokowi iti berasal dari seorang rekan bisnisnya yang berasal dari Prancis yang bernama Bernard. Menurut bernard nama Joko Widodo sangat rumit karena terlalu banyak vocal O, sehingga menurutnya Jokowi lebih mudah. Lucu banget ya...ehhh selanjutnya nama ini begitu akrab di telinga kita.
Dibagian ketiga ini saya jadi tau tentang awal mula jokowi turun ke dunia politik. Awalnya Jokowi hanya mengumpulkan beberapa pengusaha mebel di Solo. Di paguyuban itulah Jokowi mulai dikenal karena mampu meningkatkan daya jual, dan gaya kepemimpinannya yang unik. Disinilah awal kepemimpinannya. Hingga banyak yang memintanya mencalonkan menjadi walikota. Dia mengalir kemana arus membawanya. Hingga namanya dikenal karena mobil esemka yang dipakainya. Tak cukup disitu yang paling menabjubkan saya Jokowi mampu memindahkan PKL tanpa kekerasan, Jokowi mengajak para PKL makan bersama lebih dari 40 kali, berkunjung ke warung mereka, hingga di hari Hnya Jokowi mengajak untuk pindah, hari itu Jokowi diarak oleh para PKL menggunakan Kirab.
Jokowi sangat menyukai budaya dan adat Indonesia. Jargon Solo saat itupun dibuatnya "The Spirit Of Java" begitu banyak pentas seni dan budaya digelar disana. Hingga akhirnya mandat dari bu Megawati datang untuk mengusung namanya di DKI jakarta. Jokowi hanya menerima perintah dan menjalankannya. Solopun merestuinya. Jokowi bersama pak Basuki Tjahaja Purnama pun mendaftar ke KPU sehari sebelum pendaftaran ditutup turun dari sebuah metromini menggunakan kemeja kotak-kotak.
That's Right, beliau berdualah wajah harapan untuk Indonesia berasal. *ehemmm, baper
Dibagian Ketiga adalah ketika beliau mencalonkan menjadi presiden. Dibagian ketiga yang saya dapat adalah tentang sembilan agenda prioritas yang disebut Nawacita yang disusun untuk melanjutkan semangat perjuangan mantan Presiden Soekarno yang dikenal istilah Trisakti. Secara garis besar kesembilan agenda dalam nawacita adalah:
1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.
2. Membuat pemerintah tidak absen membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan
4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program Indonesia pintar, meningkatkan layanan kesehatan masyarakat Indonesia dengan menginisiasi Kartu Indonesia Sehat; Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan program Indonesia Kerja dan Indonesia sejahtera.
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing dipasar internasional
7. Mewujudkan kemandirian sektor ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
8. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakkan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional yang mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan.
9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga.
Well, saya jadi merenungkan beberapa kebijakan yang telah diambilnya. Ternyata memang sangat sesuai dengan nawacita yang menjadi prioritas utama program kerjanya.
Masih ada lanjutannya, dan mari kita dukung pemerintahan yang ada untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Merdeka!!!!

Monday, February 13, 2017

Review Buku: A Man Called #AHOK

Have doneeee..... 
Haha.. seneng bangettt hari ini sudah menyelesaikan buku ini. Sebenernya pengen banget beli buku ini. Tapi gue sih gitu orangnya. Banyak keinginan dan tanpa realisasi kerja nyata. Beda banget ya sama pak Ahok. Saya udah punya dua buku tentang pak Ahok. Terus... masa saya mesti beli buku tentang pka Ahok lagi sih. Beruntungnya tipe yang lebih sering mengkhayal seperti saya dan lama penerapannya itu kadang bisa dapat barang karena kelamaan mikir, ntah barang itu jadi murah atau gratis. Seperti kali ini buku yang saya dapat dari teman saya dengan judul "a man called #AHOK".
Sebenernya buku ini id tulis oleh Pendulung Ahok garis keras atau FBA (Fans Berat Ahok). Sebenernya saya ngefans sih, cuma saya bukan warga DKI saat ini ya sudah hanya bisa ngebantu twit atau sekedar baca-baca beberapa buku biografinya doang.
Langsung ke review bukunya yah..
Judul Buku: A man called #AHOK
Penulis: Rudi Valinka
Jumlah Halaman: 11
Karena yang saya dapat buku ini dalam bentuk pdf jadi untuk penerbitnya gak ada ya, buku ini sengaja dibagi-bagikan sebagai contoh dukungan pak Basuki Tjahaja Purnama dalam pemilihan gubernur DKI jakarta tahun 2017. Mas Rudi ini demi menulis buku ini, beliau rela mengunjungi daerah belitung timur tempat kelahiran pak Ahok ini. Mas rudi rela mengunjungi teman-teman, guru-guru bahkan musuh-musuh politik beliau. Buku ini hanya berisi kumpulan twit @kurawa tentang perjalannya kesana. Karena kumpulan twit dan bahasanya mudah maka buku ini amat nyaman untuk digunakan sebagai bahan bacaan ringan yang bisa di baca tanpa kopi, dan sambil ngantuk pun bisa. Enak kog. Seperti kita membaca twitter aja. Di buku ini juga disertai beberapa foto yang diambil dari beberapa kejadian.
Kalau tulisan Bang Denny siregar itu bacaan dalam bentuk facebook dan blog, bila mas Rudi ini dalam bentuk Twitter nya. Cakeep..
Mas Rudy menuliskan twitnya dari berbagai pendapat, beberapa tulisan Mas Rudy yang saya kutip.
Dari kecil Pak Ahok memang sudah nampak mental petarungnya. Jika dia ingin, maka harus bisa. Sekolah pun dijabanin  walaupun masih belum cukup umur.
Teman sekolah: 
Saat Ahok tersenyum ketika di-bully, justru itulah poin yang membuat banyak orang  jadi segan kepada Pak Ahok hingga saat ini.  Cool. Meskipun ayahnya Ahok punya mobil, Ahok kecil nggak dianter-anterin. Katanya, Pak Ahok sudah punya jalan tikus sendiri dari rumahnya ke sekolah. Sejak kecil sudah ditanamkan rasa mandiri oleh orang tuanya.
Pak mus yang pernah menjadi teman sebangku Pak Ahok ketika SD mengatakan pengalaman yang paling lucu ketika mereka nyolong berenang di PT. Timah (rekanan kantor perusahaan ayahnya) Ahok saat itu tidak pernah ikut berenang, Ahok kecil hanya bertugas menjaga teman-temannya berenang. Menurut Pak Mus, walaupun Ahok tahu ini melanggar, tapi Ahok pula yang meng ingatkan teman-temannya untuk tidak kelamaan atau keseringan. "Alhamdulillah  belum pernah ketangkap", kata Pak Mus. Ini berkat kejelian Pak Ahok untuk menghitung waktu, dari kecil sudah nampak leadership-nya.
Sewaktu SMP Ahok kecil menjadi ketua osis. Kebetulannya istri Pak Mus yang bernama bu Erni ini juga merupakan teman semasa SMP Pak Ahok. Beliau mengatakan Ahok tidak pilih-pilih teman saat SMP. Bahkan, dikisahkan Bu Erni, Pak Ahok juga suka main karet dan gemar main voli bersama teman-teman wanita.
Adalagi Pak Sayono teman SMP Pak Ahok. Mas Rudi menceritakan bahwa kehidupan ekonomi Pak Sayono tidak se beruntung Pak Ahok. Selepas pulang sekolah dia harus menjaga adik-adiknya dan mencari nafkah jualan kue. Pak Ahok sering menyampaikan simpatinya kepada Sayono, karena jika Pak Ahok di posisi yang sama, belum tentu dia bisa unggul dari Sayono. Ada satu kejadian saat ulangan matematika. Pak Ahok pernah mencoba “nyontek” ke Joni. Di sinilah Ahok dinasihati Sayono yang lalu buat dirinya sadar. “Pak Ahok, kau kan anak tauke, pasti kalo besar nanti kamu pun jadi pengusaha, sementara pengusaha itu harus jago hi tung-hitungan agar nggak ketipu.” Nasihat inilah yang buat Ahok kecil pun berpikir. Karena hal ini Ahok sangat respek dengan Sayono. Berkat kejujuran pak Sayono, Pak Ahok mengingatnya dan menjadikan Pak Sayono plt. Kabid bansos, dan lepas dari itu Pak Sayono melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka dan kini menjadi camat Gantung, tidak berpidah dan berwirausaha kecil-kecilan.
Para guru:
Pak Bachtiar, guru SMP Pak Ahok, mengajarkan mata pelajaran agama dan olah raga saat itu. Beliau sangat respek dengan Pak Ahok karena menurut Pak Bachtiar, ada satu momen terharu saat Pak Ahok menjadi anggota DPRD Belitung Timur, sedangkan Pak Bachtiar pindah kerja di Sekretariat DPRD. Saat itu ada acara sidang anggota DPRD, Pak Bachtiar bertugas menurunkan bang ku-bangku untuk tamu-tamu undangan. Saat itu Pak Ahok melintas lewat. Pak Ahok berhenti dan melihat Pak Bachtiar bekas gurunya. Lalu dia katakan "sudah pak biar saya yang kerjakan ini" Pak Bachtiar menolak. Pak Ahok terus memaksa agar dia yang kerjakan tugas Pak Bachtiar. Beliau pun terharu dengan sikap bekas muridnya ini. Di sinilah titik baliknya.  Padahal, menurut Pak Bachtiar, bekas muridnya banyak yang jadi pejabat. Namun, hanya Pak Ahok yang memiliki rasa hormat sedemikian tinggi. Setelah kejadian itu, Pak Bachtiar pun dengan sukarela menjadi bagian penting timses Pak Ahok saat jadi Bupati Belitung Timur. Dia yakin ini orang baik. Hormat kepada orang yang lebih tua dan guru-gurunya adalah kunci keselamatan Pak Ahok selama ini, katanya. Dia banyak di doa kan oleh orang yang ditolong.
Pak Nirwan guru biologi SMP Pak Ahok. Pak Nirwan berkata, semenjak sakit, setiap muridnya balik ke Belitung, dia pasti akan kunjungi dan besuk dirinya. Ahok bilang "kok waktu sakit nggak info" Pak Nirwan berkata, Pak Ahok selalu memberikan bantuan biaya berobat tiap bulan kepada dirinya untuk cuci darah akibat gagal ginjal.
Ibu Bundet guru SD pak Ahok. Ibu Bundet mengenal Pak Ahok kecil sebagai pribadi yang penurut dan tidak nakal. Dia cukup  surprise  di Jakarta Pak Ahok terkesan sbg “pemarah”. Setiap tahun, waktu tinggal di Belitung, saat Idul Fitri Pak Ahok selalu mengunjungi Bu Bundet, hingga akhirnya beliau bisa umroh.
Mantan pembenci Ahok:
Pak Kani ini seorang kepala desa yang sangat disegani warganya. Dia benci Pak Ahok karena alasan agama. Kemudian ketika pemilihan umum didaerah Pak kani ini yang mendapatkan dukungan paling rendah untuk Ahok, namun di daerah lain pak Ahok menang. Pak Ahok justru mendatangi desa ini terlebih dahulu dan mengucapkan bahwa Pak Kani justru lebih pintar dari pada pak Ahok, karena bisa menyainginya. Kemudian beberapa waktu kemudian Pak Ahok memberikan sumbangan untuk masjid yang akan dibangun didesanya tersebut. Disitulah mengapa Pak Kani sekarang sangat pro Ahok.
Pak Agung yang dinaikan haji oleh Ahok. Dia mengatakan di hati Ahok tersimpan kelakuan sifat seorang Islami walaupun Ahok bukan Islam, menolong tanpa pamrih, pemimpin warga yang teladan.baik. Pak Agung juga bercerita setelah pulang haji, dia ditugaskan Pak Ahok untuk mengasuh pondok pesantren milik Pemkab Belitung Timur yang baru dibangun.
Ahhhh saya sendiri lelah menuliskan banyak kebaikan yang dikerjakan pak Ahok untuk masyarakat dan orang disekelilingnya. Kira-kira mungkin perlu jutaan buku untuk menuliskan. Sampai sekarangpun penulis-penulispun datang bergantian menuliskan dengan banyak gaya bahasa mereka tentang pak Ahok.
Sampai detik ini, Pak Ahok Oke Oce...
Ehh..

Saturday, December 10, 2016

Review Buku: Kekuatan Berpikir Positif (Chicken Soup)

Hellooo December...
Wah gk kerasa udah desember lagi yah guys, mau ngereview apa di bulan ini bingung juga, a.k.a males sih lebih tepatnya, haha. Ok di bulan penhujan ini aku awali tulisan aku dari sebuah buku berjudul "Kekuatan Berpikir Positif" buku ini sangat menolong banget loh, guys. Cerita singkatnya sangat memberi kita ide dan kreatifitas. Buku ini sangat menolong saya ketika saya stress. Mulai dari menikmati hal kecil sejenis minum kopi atau ketika canggung melakukan sesuatu, memang ada baiknya tetap kita lakukan yah.


Judul buku: Chicken Soup for the Soul, Kekuatan Berpikir Positif
Penulis: Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Amy Newmark
Penerjemah: Yasmine Hadibroto & Suprianto
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka utama
Cetakan : Kedelapan Januari 2016
Jumlah halaman: 484
Buku ini seperti buku Chicken Soup yang lain sih, terdiri dari banyak penulis, rata-rata berdasarkan dari pengalaman hidup masing-masing yang dikirimkan ke redaksi Chicken Soup ini. Dari Daftar Putaka buku ini secara garis besarnya saya tuliskan ya:
1. Kekuatan Cinta Diri Sendiri
2. Kekuatan Sikap
3. Kekuatan Bersikap Tegar
4. Kekuatan Sikap Santai
5. Kekuatan Rasa Syukur
6. Kekuatan Memberi
7. Kekuatan Mimpi
8. Kekuatan dalam Menantang Diri Sendiri
9. Kekuatan dalam Pembenahan Diri
10. Kekuatan Menjaga Orang Lain
11. Kekuatan Mengubah Cara Berpikir
Awal bertemu dengan buku ini di Gramedia, karena iseng tak ada kerjaan dan sepertinya saya perlu sedikit relax dan santai pada diri sendiri saya putuskan hari itu saya melancong ke Gramedia. Saat itu jujur pikiran saya sedang suntuk-suntuknya. Saya tau beberapa buku tentang Chicken Soup, saya tau itu buku bagus dari teman-teman saya. Iseng dech saya ambil dan saya baca. Ternyata isinya "Wow" Langsung ke sengsem lah saya saat itu. Dan entah mengapa selalu ada uang untuk membeli buku. Heraaaan, padahal saat itu banyak plan dalam kepala saya, yang hancur seketika itu juga, hahaha.
Buku ini keren kenapa?
Buku ini terdiri dari banyak tulisan pendek yang sangat menginspirasi yang cocok banget untuk kita nikmati jika kita merasa stress. Disini diberikan banyak saran praktis yang tidak tersirat yang dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehingga kita dapat menikmati hidup yang lebih hidup. Saya suka banget buku ini sampai kalo baca itu imit-imit biar gk cepet habis, anehkan? Udah kaya orang ngemil makanan enak yang makannya musti dikit-dikit biar gk cepet habis.
Apa yang dapat saya terapin?
1. Menikmati Hal Kecil, seperti nge-kopi cantik, menikmati waktu-waktu nulis ini review sambil ngopi.
2. Mencoba Hal baru, Seperti belajar main piano, dan menjadi seorang blogger seperti sekarang ini
3. Memberikan Kejutan utk seseorang, itu sangat menyenangkan
4. Bersyukur untuk hal-hal kecil apapun.
Githu dech, koleksi buku-buku aku biasanya yang membuat aku belajar sesuatu atau aku harus mendapatkan sesuatu ketika aku selesai membaca buku itu. Jadi kalau seperti novel githu saya kurang tertarik karena aku orangnya baperan kalo baca novel gitu. Hehe
Enjoy it guys!
Do What You Love and Love What You Do!:)

Tuesday, November 22, 2016

Review Buku: Becoming the Woman God Wants Me to Be

Judul asli: Becoming the Woman God Wants Me to Be
Judul terjemahan: Menjadi Wanita yang Tuhan Inginkan
Penulis: Donna Partow
Penerbit pertama: Revell, a division of Baker Publishing Group, Grand Rapids, Michigan, 49516, U.S.A
Penerjemah: Lily Endang Joeliani
Penerbit Indonesia: PT. Visi Anugerah Indonesia
Cetakan ke dua: September 2010
Jumlah Halaman: 375

Daftar Isi:
Pengantar
Apa yang akan anda butuhkan
Minggu Pertama - Dasar-dasar Iman
Hari ke-1 Meletakkan Kepercayaan Anda Sepenuhnya Kepada Allah
Hari ke-2 Berkomitmenlah untuk Memiliki Waktu Sendiriab Bersama Allah
Hari ke-3 Memeditasikan Firman Allah
Hari ke-4 Menjadi Seorang Perempuan yang layak di percaya
Hari ke-5 Memilih berfokus pada yang Positif
Hari.ke-6 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-7 Refleksi Mingguan
Minggu Kedua - Kebiasan-kebiasaan yang Saleh
Hari ke-8 Selektif Secara Sadar
Hari ke-9 Tetap berakar pada Firman Allah
Hari ke-10 Dedikasi Diri Anda pada Doa
Hari ke-11 Tidurlah dengan Damai
Hari ke-12 Rajinlah
Hari ke-13 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke 14- Refleksi Mingguan
Minggu Ketiga-Pola Makan yang Sehat
Hari ke-15 Bersihkan Dapur Anda dari Bahaya
Hari ke-16 Bertekadlah untuk Mengendalikan Kebiasaan Makan Anda
Hari ke-17 Batasi Asupan Gula Anda
Hari ke-18 Makanlah Porsi yang Masuk Akal
Hari ke-19 Rencanakan Makan yang Lebih Sehat
Hari.ke-20 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-21 Refleksi Mingguan
Minggu Keempat-Memperkuat Tubuh Anda
Hari ke-22 Berjalan Untuk Menambah Energi
Hari ke-23 Memurnikan Tubuh Anda dengan Air yang Diberi Tambahan
Hari ke-24 Memberi Waktu mencerna Kepada Tubuh Anda
Hari ke-25 Tubuh Kuat dengan Melawan Gravitasi
Hari ke-26 Memurnikan Tubuh dan Jiwa
Hari ke-27 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-28 Refleksi Mingguan
Minggu kelima - Alat-alat Managemen
Hari ke-29 Memaksimalkan Setiap Hari
Hari ke-30 Menerapkan aturan 80/20
Hari ke-31 Berikan apa yang Dapat anda Berikan
Hari ke-32 Simpanlah Sebanyak Mungkin
Hari ke-33 Transferlah Masalah Kesuatu Daftar Penyelesaian
Hari ke-34 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-35 Refleksi Mingguan
Minggu Keenam - Perencanaan Keuangan
Hari ke-36 Perpuluhan
Hari ke-37 Hitung Aset dan Kewajiban Anda
Hari ke-38 Kurangi Hutang Anda
Hari ke-39 Bayarlah Dengan Uang Tunai
Hari ke-40 Mulailah Tabungan Otomatis dan Investasi
Hari ke-41Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-42 Refleksi Mingguan
Minggu Ketujuh - Penampilan Pribadi
Hari ke-43 Bertahanlah dengan Warna-warna Dasar Anda
Hari ke-44Tentukan Berat Badan Ideal Anda
Hari ke-45 Bersihkan Baang-barang Pribadi Anda
Hari ke-46 Pentingnya Kesederhanan
Hari ke-47 Evaluasi Raut Wajah Anda
Hari ke-48 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-49 Refleksi Mingguan
Minggu Kedelapan- Usaha di Rumah
Hari ke-50 Bekerja dari Rumah
Hari ke-51 Mengembangkan Berbagai Arus Penghasilan
Hari ke-52 Mencoba Direct Marketing
Hari ke-53 Mempertimbangkan Investasi Properti
Hari ke-54 Mengeksplor Dunia Pemasaran Melalui Internet
Hari ke-55 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-56 Refleksi Mingguan
Minggu Kesembilan-Managemen Rumah Tangga
Hari ke-57 Mengidentifikasi Titik-titik Masalah Rumah Tangga
Hari ke-58 Membuang yang Tak Perlu
Hari ke-59 Diperlengkapi Bagi Rumah yang Bersih
Hari ke-60 Mempraktekkan Kepelayanan Bersama
Hari ke-61 Membersihkan Rumah Anda Secara Rohani
Hari ke-62 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-63 Refleksi Mingguan
Minggu Kesepuluh - Relasi Keluarga
Hari ke-64 Kasihi Suami Anda
Hari ke-65 Sayangi Anak-anak Anda
Hari ke-66 Tetapkan Tradisi Keluarga
Hari ke-67 Hormati Hari Sabat
Hari ke-68 Hiduplah Dalam Damai
Hari ke-69 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-70 Refleksi Mingguan
Minggu Kesebelas - Pelayanan Rumah Tangga Anda
Hari ke-71 Pelayanan Hidangan Bagi Keluarga
Hari ke-72 Atur Pakaian Keluarga Anda Demi Keberhasilan Rohani
Hari ke-73 Praktekkanlah Keramahtamahan/Memberi Tumpangan
Hari ke-74 Bukalah Rumah Anda Bagi Pelayanan
Hari ke-75 Jadilah Tuan Rumah Bagi Pelayanan Allah
Hari ke-76 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-77 Refleksi Mingguan
Minggu Keduabelas - Rencana Pensiun
Hari ke-78 Dapatkan Pemeriksaan Realitas
Hari ke-79 Bayarlah Cicilan Rumah Anda Lebih Awal
Hari ke-80 Hiduplah Sesuai Kemampuan Anda
Hari ke-81 Hindarilah Kebodohan Finansial
Hari ke-82 Rapikan Urusan-urusan Hukum 
Hari ke-83 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-84 Refleksi Mingguan
Minggu Ketigabelas - Mengakhirinya Dengan Kuat
Hari ke-85 Berkomitmenlah untuk Menjadi Tua
Hari ke-86 Kembangkanlah Hati Seperti Kaleb
Hari ke-87 Dorong dan Kuatkan Diri Anda
Hari ke-88 Bertekadlah untuk Mengakhirinya dengan Baik
Hari ke-89 Pemeriksaan Mingguan
Hari ke-90 Refleksi Mingguan
Pikiran-pikiran Terakhir
Lembar Kerja  
_________________________________________________________________________________________

Finally....
Selesai juga ngetikin daftar isi yang panjangnya seabreg, haha... tapi semoga teman-teman terinspirasi dengan daftar isinya yah. Sepertinya sih ok banget ya kan?
Awalnya saya membeli buku ini di toko buku, dan melihat daftar isinya saya tertarik, dan akhirnya saya beli. 
Well, buku ini memang dikhususkan untuk para wanita Allah. Buku ini bentuknya seperti buku perenungan harian, yang akan habis selama 13 minggu kalo rutin baca setiap bab hari tanpa bolong-bolong. Sayangnya aku orang yang tidak konsisten, apalagi di awal saya membeli buku ini, saya pikir belumjust gue banget, karena saya pikir buku ini cocoknya untuk emak-emak. Tapi sekarang (udah lanjut usia) saya pikir ini penting sekali dan kenapa gk saya baca dari dulu-dulu yah?
Penulisanya ibu Donna Partow yang adalah penulis buku laris dan komunikator Kristen. Buku-bukunya yang sebelumnya adalah Becoming a Vessel God Can Use dan Becoming the Woman God Want to be, yang laris manis terjual satu juta eksemplar ditujuh benua dengan berbagai bahasa.
Tulisannya dibuku ini sangat spesifik. Bukan hanya mencangkup hal-hal yang terlihat rohani sekali, namun dalam kehidupan keseharian dipakainya untuk melayani Allah. Buku ini sangat cocok dengan teladan wanita di Amsal 31.
Buku ini, berisi isian atau bahan untuk perenungan kita, sehingga cocok digunakan untuk saat teduh, didalamnya juga berisi ayat-ayat hafalan yang hraus kita hafalkan dan kita renungkan setiap hari. Beberapa dari ayat hafalan yang disajikan juga diambil dari kitab Amsal 31.
Beberapa tulisan dari penulis, menuliskan bahwa suami surgawi kita adalah penting, sekalipun saya masih single saat ini ada satu doanya yang di bagikan. Doa ini yang menjadi semangat saya dalam mengerjakan setiap panggilan yang Allah berikan bagi saya. Termasuk yang saya kerjakan dalam bidang blog atau menulis ini. Setelah saya berdoa ini saya menjadi semakin bersemangat mengerjakan setiap pekerjaan yang Allah percayakan bagi saya.

Suami surgawiku yang terkasih, keinginanku yang terdalam adalah untuk menjadi seorang istri yang cakap bagi-Mu. Aku tahu pujian sejati bagi karakterku adalah siapakah aku saat tidak ada orang yang melihat kecuali Engkau. Bukan apa yang kulakukan untuk membuat orang lain terkesan atau menyenangkan diriku yang diperhitungkan. Yang diperhitungkan adalah piliha-pilihan yang kubuat hanya karena aku ingin menghargai-Mu. Aku ingin Engkau mempercayaiku sepenuhnya. Aku ingin Engkau bisa memanggilku dan bergantung padaku untuk melakukan hal-hal yang benar. Walaupun aku tidak akan pernah mencapai kesempurnaan di sisi surga ini, aku ingin menggunakan hal ini sebagai alasan bagi hidup yang sembarangan. Sebaliknya, aku ingin menjadi aset yang berharga bagi pekerjaanMu di dunia. Aku ingin membawa kebaikanMu, bukan kejahatan sepanjang umutku. Terimakasih karena mengasihiki. Beri aku kuasa untuk menjalani hidup yang penuh pelayanan syukur sebagai responsnya. Amin.

Semoga review saya yang sedikit ini dapat menolong dan menguatkan teman-teman para puteri Allah yang cantik-cantik.
Terimakasih semua.






Monday, November 21, 2016

Review Buku: Life as a Vapor

Judul Asli Buku: Life as a Vapor
Judul Terjemahan: Hidup adalah Uap
Penulis: John Piper
Penerbit Pertama: Multnomah Books, a devision of Random House, Inc.
Penerbit Indonesia: Pionir Jaya
Penerjemah: Grace P. Christian
Cetakan ke : 1, Februari 2008
Jumlah Halaman: 151
Daftar Isi:
Sepatah Kata untuk Pembaca
1. Pentingkah Penilaian Orang Lain
2. Penderitaan, Belas Kasihan, dan Penyesalan Surgawi
3. Mata adalah Pelita Tubuh
4. Hidup Saya adalah Uap
5. Warna Favorit Allah
6. Padamkan Kemarahan Sebelum Kemarahan Memadamkan Anda atau Pernikahan Anda
7. "Tuhan, Perintahkanlah Apa yang Kau Kehendaki, dan Berikanlah apa yang Kau Perintahkan
8. Kesudahan Adalah untuk mengucap syukur, Permulaan Adalah untuk Iman
9. Bermegah di Dalam Manusia Sungguh-sungguh Dilarang
10. Yang akan Kita Peroleh Sepenuhnya Adalah Belas Kasihan
11. Sebuah Panggilan untuk Orang-orang Kristen Koroner
12. Allah Tidaklah Membosankan
13. Ucapan Syukur untuk Kehidupan dari Orang-orang Kudus yang Tidak Sempurna
14. Mengapa Iblis Dibiarkan Ada di Bumi
15. Jalan Hikmat Mungkin Bukanlah Jalan yang Paling Berbuah untuk Kemuliaan Allah
16. Badai Menyatakan Kemenangan Karyanya
17. Nilai dari Pelajaran Sejarah
18. Sudah: Merdeka secara Mutlak dan Secara Permanen, Belum: Merdeka secara Final dan Secara Sempurna
19. Jika Anda Ingin Mengasihi, Anda Harus Mati Terhadap Hukum Taurat
20. Bagaimana Teisme Terbuka Membantu Kita Menyembunyikan Penyembahan Berhala Kita yang Tersembunyi
21. Cara untuk Bertanya kepada Allah
22. Mengapa Saya Tidak Mengatakan, "Allah tidak Menyebabkan Malapetaka itu, Tetapi Ia Dapat Menggunakannya untuk Kebaikan."
23. Janji-janji yang Memberi Pengharapan untuk Menang atas dosa
24. Jonathan Edwards Membahas Cara Berpikir Peziarah
25. Ditabur dalam Kehinaan, Dibangkitkan dalam Kemuliaan
26. Buah yang Dahsyat dari Penguasaan-Dini
27. Renungan-renungan tentang Pikiran-pikiran Allah
28. Apakah Tuntutan Allah untuk Disembah itu Sia-sia?
29. Menyingkirkan Keangkuhan dari Pengaruh Budaya Kristen
30. Perintah-perintah Allah yang Manis kepada Roh-roh Jahat, Angin, Burung-burung Gagak, dan Kasih
31. Kristus Menderita dan Mati untuk Melepaskan Kita dari Masa Sekarang yang Jahat Ini
__________________________________________________________________________________________
Buku ini saya beli awalnya, ketika saya merenungkan "hidup itu seperti uap" dimana saat itu saya terinspirasi dari lagunya bapak Casting Crown yang judulnya "Who am I" yang lirik refrainya seperti ini:


I'm a Flower quickly fading
Here today and gone tomorrow
A wave tossed in the ocean
A vapor in the wind
Still you
Here me when i'm calling
Lord You catch me when i'm falling
Lord You Told me Who i'm
I'm Yours


Naaaaah, dari lagu itu saya jadi menyukai istilah live as a vapor, kemudian ketika saya melihat buku ini ada di rak buku salah satu toko buku. Langsung saya grab it fast!!!
Buku ini adalah buku bahan perenungan, selama satu bulan. Tadinya saya pikir merupakan suatu cerita berkelanjutan. Ternyata, buku ini seperti buku perenungan hari yang harus di baca bab perbab setiap harinya.
Penulis buku ini adalah John Piper yang merupakan pendeta pengkhotbah di Bethlehem Baptist Church di Minneapolis, adalah penulis dari Desiring God, The Dangerous Duty of Delight, Future Grace dan beberapa buku lainnya.
Buku karangan John Piper ini cukup bagus untuk perenungan setiap hari. Seperti contoh di hari pertama: John Piper membagikan tentang penilaian orang lain penting atau tidak? Disini Piper menjelaskan perbedaan antara dua bagian kitab. Dimana Galatia 1:10 dikatakan bahwa Paulus saat itu sedang mencari persetujuan Allah dan bukan manusia, jika ia masih mencari persetujuan Allah maka ia tidak akan menjadi hamba Kristus. Jadi sepertinya orang Kristen tidak boleh mendengarkan apa kata orang lain.
Namun disisi lain, di Amsal 23:1 dikatakan bahwa nama baik lebih berharga daripada perak atau emas dan dikasihi orang lebih baik daripada perak. Yang sepertinya reputasi itu sangat penting.
John Piper menjelaskan di buku ini, seharusnyanyang menjadi pusat kita adalah Dia semakin di besarkan dalam diri kita dan kita semakin kecil, yang menjadi pusat kita adalah reputasi Kristus dan bukan kepentingan atau nama baik pribadi kita. Sehingga apa yang menjadi perkataan orang itu menjadi sangat-sangat penting agar Kristus itu semakin ditinggikan dalam kehidupan kita.
Di akhir masing-masing Bab ada doa yang dituliskan oleh Piper sendiri, yang bunyinya di bab pertama:

Bapa, terkadang jalan Kristus itu rumit bagi pikiran-pikiran kami yang dinodai dosa dan terbatas. Ampuni kami  saat-saat ketika kami telah membenarkan kesis-siaan kami dengan dalih reputasi yang baik. Ya, Tuhan, Karuniakanlah kepada kami, dalam hidup yang singkat ini, hikmat dan keberanian untuk menyenangkan orang lain, atau untuk tidak menyenangkan orang lain, hanya demi Kristus, dan bukan diri kami sendiri di puji. Dalam nama Yesus. Amin.

Saturday, August 13, 2016

Biografi Elisabeth Elliot

Saya menjadi terinspirasi menulis tentang salah satu penulis wanita yang saya kagumi. Beliau adalah Elisabet Elliot. Awalnya saya mengenal wanita tersebut dari sebuah buku "Let Me be a Woman" kemudian beberapa buku yang saya baca banyak beberapa mengutip tulisan dari Elisabeth Elliot. Saya kemudian menjadi tertarik dengan wanita ini. Saya tertarik dengan hidup wanita ini, dimana wanita ini segenap hidupnya dia berikan kepada Allahnya. Ellisabeth Eliot adalah seorang pembicara dan penulis. Pada banyak bukunya, Elisabeth banyak menceritakan tentang hubungan kemurniannya dengan pasangannya Jim Elliot saat itu dan masa-masa dia melayani Allah ketika dia masih single.

Hal kedua yang membuat saya kagum dengan wanita ini adalah bagaimana ia tetap melayani Allah dalam masa-masa sulit dalam hidupnya. Dia memilih untuk tetap melayani Allah di suku Indian yang telah membunuh suaminya. Dia yang berduka cita tetap membagikan kabar sukacita itu kepada suku yang terhilang. Wowww keren yah :) Namun saya mengerti pasti sangat sulit bagi Elisabeth saat itu untuk tetap mengasihi orang-orang ketika orang-orang tersebut yang menyakiti hatinya.

Elisabeth membagikan bahwa Allah itu adalah sumber segalanya dalam hidupnya. Ada ruang didalam hatinya yang tidak dapat terpenuhi oleh seorang suami sekalipun. Karena begitu banyak hal yang sudah di laluinya, mulai dari dia single, memiliki suami, menjadi janda, dan kembali menjadi janda lagi Dia menikmati hubungannya dengan Allah.

Gaya penulisan Elisabeth yang elegan dan tajam membuat saya sering berbinar-binar menikmati setiap buku dan tulisan-tulisannya. Benar-benar wanita yang menyerahkan hidupnya kepada Allah dalam setiap detail kehidupannya.

Berikut adalah perjalanan hidup singkat dari Elisabeth Elliot.

Beliau dilahirkan pada 21 Desember 1926 di belgium yang saat itu orang tuanya masih menjadi misonaris disana. Kemudian orang tuanya berpindah ke US dan tinggal di Germantown yang letaknya tidak jauh dari Philadelphia, disana ayahnya menjadi seorang editor Sunday Shcool Times. Kemudian orang tuanya tinggal di Philadelphia dan kemudia di New Jersey sampai Ellisabeth meninggalkan rumah dan mengambil kuliah di Wheaton dan mengambil jurusan classical Greek.

Setahun setelah beliau pergi ke Ecuador, beliau bertemu dengan Jim Elliot dan juga suku Quichua Indians. Pada Tahun 1953 Elisabeth menikah dengan Jim Elliot di kota Quito dan bekerja bersama. Di sana Jim selalu memiliki keinginan untuk dapat masuk ke suku pedalaman. The Aucas adalah salah satunya, yang merupakan sekelompok orang-orang yang sangar yang tidak ada seorangpun yang menyelesaikan pertemuan mereka tanpa terbunuh. setelah menyelesaikan pertemuannya Jim dan empat misionaris memasuki daerah Auca. Setelah mereka melakukan perbincangan dengan 3 orang dari suku Aucas, mereka semua terbunuh dengan tombak.

Anak mereka Valerie berumur 10 bulan ketika Jim terbunuh. dan Elisabeth melanjutkan pekerjaanya di Quichua Indian dan melalui jalan-jalan kehidupannya, beliau bertemu dengan dua orang wanita Auca yang hidup bersamanya selama satu tahun. Merekalah yang menjadi kunci agar Elisabeth dapat hidup bersama dengan orang-orang suku Auca yang telah membunuh suaminya dan keempat misionaris lainya. Disana Elisabeth hidup selama dua tahun bersama suku Auca, dan kembali ke Quichua dan bertahan hingga 1963 hingga kembali ke U.S.

Sejak saat itu beliau menjadi penulis dan pembicara. Kemudian di tahun 1969 beliau menikah dengan Addison Leitch, yang merupakan profesor theology Gordon Conwell Seminary di Massachusetts. Dia meninggal pada tahun 1973. Setelah suami keduanya meninggal beliau kembali menikah dengan Lars Gren. Selain mengajar dan menjadi pembicara Elisabeth juga berkontribusi dalam salah satu komite konsultan penterjemah Alkitab versi The New International Version di tahun 1970an hingga namanya tertulis sebagai konstributor di Alkitab bersi NIV tersebut. sejak tahun 1958 Elisabeth sudah menghasilkan menghasilkan karya 24 buku.

Hingga si tahun 2004 Elisabeth berhenti menjadi pembicara karena dementia yang di deritanya dan Elisabeth menghadapi penyakitnya selama 10 tahun. namun sang suami Lars gren menjelaskan iman dari istrinya tetap kuat karena Elisabeth telah menyerahkan segalanya pada Tuhan dan menerima kondisi sakitnya tersebut. Hingga di 15 Juni 2015 lalu, Lars gren mengatakan bahwa istrinya telah pulang kerumah Bapa pada usia 88 tahun di Magnolia, Massachusetts. Elisabeth berhasil menyelesaikan pertandingan dalam hidupnya dengan baik.

Beberapa buku karangan Ellisabeth Elliot, antara lain:
1. Passion and Purity
2. Discipline
3. Let me be a Woman
4. Be Still My Soul
5. Shadow of the Almighty (Testament of Jim Elliot)
6. A chance to die
7. Quest of love
8. Keep a quite heart
9. The Mark of a man

Love this Author and Speaker :)

Thursday, March 17, 2016

Review Buku: A Sacred Sorrow

Awalnya melihat Buku Ini di salah satu toko buku online. Waktu saya melihat judul dan review tentang buku ini, akhirnya saya tertarik. tanpa berpikir panjang (maklum kalap kalau lihat buku) langsung saya beli deh ni buku. Selang beberapa hari kemudian datang deh ini buku.

Judul asli: A Sacred Sorrow
Penerbit Pertama: Navpress, Colorado spring-U.S.A
Judul terjemahan: Duka Sakral oleh Michael Card, Menjangkau Allah dengan Bahasa Ratapan yang Terhilang.
Alih bahasa: Nathania Tiendas
Penerbit Indonesia: Pionir Jaya
Cetakan ke-1: Maret 2009
Jumlah halaman: 219
Bentuk cover: Soft Cover
Jenis kertas: Setengah Hvs

Buku ini terdiri dari 6 bagian, yaitu:

  1. Sebuah ratapan kuno
  2. Ayub
  3. Daud
  4. Yeremia
  5. Yesus
  6. Kesimpulan

Awal saya membaca buku ini, hummmmm rada susah juga mencerna nih otak, haha..., entah karena ketinggian bahasanya atau saya yang emang gak mudengan yah,,, haha, namun setelah saya menghayati benar-benar buku ini, aduh haiiii, bercucuran terus air mata saya...
Buku ini diawali pendahuluan oleh Eugene Peterson, dan setau saya Eugene Peterson adalah seorang penulis alkitab versi the messages yang kitab ini sering saya nikmati versi onlinenya.
Buku ini menceritakan beberapa pergumuluan tokoh-tokoh alkitab seperti pada pembagian setiap bab atau bagiannya, yaitu Ayub, Daud, Yesaya dan Yesus. Kebetulan hari minggu-minggu itu saya belajar tentang ayub, saya sedang menikmati buku ini, dan saat saya di gereja pendeta saya juga membagikan ayub juga. Jadi pas bangetlah buku yang saya pegang ini.
Buku ini menceritakan perjalanan hidup seorang ayub dimana dia tetap bertahan dalam kesesakannya. Diceritakan dibagian awal, Ayub adalah seorang yag saleh dan suci jalan hidupnya, tidak ada kesalahanpun dalam hidupnya. Tapi mengapa ia mendapatkan hal yang buruk? Itu semua seijin Allah. Di buku ini saya menikmati bagaimana tentang Ayub.
Suatu saat ayub kehilangan harta bendanya. Ayub diceritakan juga seorang yang sangat dekat dengan keluarganya, dilihat dari bagaimana ia memperhatikan anak-anaknya berpesta, dan mempersembahkan korban setiap kali mereka selesai berpesta. Jadi Ayub ini intinya seorang yang baik dalam hidupnya. Perkataan Ayub ketika semua yang dimilikinya diambil dia berkata "Tuhan yang memberi Tuhan juga yang mengambil terpujilah nama Tuhan" di akhir cerita ayub tidak mendapatkan kembali anak-anaknya tapi ia mendapatkan Allah kembali".
Dibuku ini juga menceritakan tentang Daud, Daud Juga mengalami Hal yang sama. Namun satu hal yang masih saya ingat di buku ini di ceritakan adalah Daud adalah seorang yang tidak menyimpan dendam kepada Saul. Daud hanya menangis pada Allah, Daud hanya marah kepada Allah, namun ketika Allah membawa Saul kepada Daud, Daud justru mengampuninya dan menyerahkan Saul pada Allah. Hingga Allah yang melakukan pembalasan pada Saul. Daud bergaul karib dengan Allahnya. Wow banget dah pas baca kisah Daud ini.... :D
Untuk Selanjutnya Yesaya itu berada ditengah-tengah antara bangsa israel dan Allah. Jadi cukup pusing juga jadi yesaya saya pikir. Karena Yesaya berada di tengah-tengah orang-orang yang tidak mau mengenal Allah. Yesaya pun berkeluh kesah kepada Allah dalam hidupnya.
Kemudian Yesus adalah satu contoh ketaatan yang paling sempurna, yaitu taat sampai mati. Yesus juga pernah merasakan kesepian seperti kita. Yesus juga pernah mengalami ditinggal, di khianati seperti kita. Diatas kayu Salib Yesus merasa ditinggalkan Allahnya dan Ia berseru "Eli...Eli Lama saback tani" yang artinya "Allahku Allahku mengapa Engkau Meninggalkan aku".
Jadi buku ini sangat recomendedlah, salah satu cara untuk mendapatkan Dia kembali ditengah kehilanganku

#ASacredSorrow #Dukasakral #MichaelCard