Septie's Pages

Showing posts with label Relationship. Show all posts
Showing posts with label Relationship. Show all posts

Monday, October 28, 2024

Long Distance Married

"Cek…. cak… cek…. cak..."

Suara jam dinding dirumah mungil kami yang mulai terdengar, setelah kurang lebih 3 minggu aku tidak sadar akan suara detaknya. Rumah cemara ini sepi lagi, sesepi hatiku.

“Suamiku datang, suamiku datang, suamiku datang…” aq bahkan menciptakan lagu sendiri utk suamiku Ketika ia akan datang. Menjemputnya dibandara Samsudin N
oor Airport, aku bahkan sudah berada disana 1 jam lebih awal dan akhirnya saat waktu gelap pesawat yang dia tumpangi landing juga, dan aku selalu mengawasi Langkah kaki tiap orang yg datang lewat pintu kedatangan. Dan aku melihat seseorang pria bertubuh gempal, mengenakan kemeja dan membawa jaket dengan serabutan. Aku tau itu suamiku. Aku memberinya kejutan dengan menguntitnya dari belakang dan memeluknya.

Disitulah kegaduhan kami dimulai.

Dia cuti dari pekerjaannya selama 3 minggu, Papua. Ya, disana dia bekerja. Tempat yang jauh sekali.

Banyak hal yang kami kerjakan Bersama selama 3 minggu, aq bangun pagi dengan semangat, memasak dan menyiapkan minuman jahe yang aq beli sendiri dari toko penjual sayuran dekat rumah, pernah kami kehabisan jahe dan kamipun membeli di pasar Bauntung yang berada didekat rumah mungil kami.

Entah kenapa dia yg tidak pernah mau ke pasar dengan tiba-tiba mengajakku kepasar, kami berkeliling pasar seperti 2 anak yang hilang, hanya membeli 1 potong ayam dan beberapa bumbu dapur. Dia sendiri sibuk mencari buah sawo yang tidak ada di jual dipasar itu. Akupun hanya geli melihat kemauannya mencari sawo dan menuntunku kesana-kemari untuk mencarikannya buah sawo.

Kami Kembali dari pasar dan Kembali ke tugas inti kami, mendirikan pagar rumah. Kami berdebat tentang banyak hal, tentang model ini, model itu, pakai semen ini, pakai semen itu. Kami membuat cetakan no rumah yg terbuat dari streofoam bertuliskan 2, dan besok harinya kami serahkan ke bapak tukang. Kami sangat senang. Kami mencoba semen dengan merk ternama namun hasilnya kurang kokoh, dan kami Kembali menggunakan semen biasa. Kami berdebat, berkeliling kesana kemari untuk mencari roaster dan kami mendapatkan roaster dengan model terbaik.

Kami mengunjungi beberapa cafe saat persediaan makanan kami habis, kami memberikan nilai 1-10 pada setiap café yang kami kunjungi. Dan kami mengerjakan banyak hal disana.

Pada suatu pagi, westafel yang biasa utk aq mencuci ikan bocor, dan lantai dibawahnya jadi berbau amis. Pagi itu kami perang mulut, saat itu aku marah. Karena hari sebelumnya westafel itu baik2 saja. Namun karena ada tukang melakukan perbaikan malah menjadi rusak. Dan saat itu dia hanya diam saja saat tukang memperbaikinya. Aku menjadi marah sekali karena aq akan memasak dan semua terlihat sangat berantakan. Suamiku yang malang akan marahanku hanya terdiam.

Aku tau aku melakukan kesalahan pada orang yang sangat aku cintai.

Besok harinya, pipa itu tetap bocor. Tapi aku sudah menemukan cara dengan menampung air di baki plastic yg tidak terpakai, jadi menurutku itu sudah tidak menjadi masalah. Suamiku yang malang masih memikirkannya dan mengajakku ke satu toko bahan bangunan dan membeli kunci inggris, dia menenteng kunci inggris itu dengan pasti, dengan harga yg lumayan mahal menurutku. Dan aku tertawa geli bersamanya karena aku tau dia hanya bergaya akan memperbaikinya, dan selebihnya kunci inggris itu, hanya akan menambah pajangan kami saja. Dan benar saja, tukang juga yang memperbaikinya. Dan masalah pipa wastafelpun selesai.

Hari ini pagar yang kami pesan pun datang, saat dia sudah pergi. Dia hanya bisa melihat dari foto whatsapp yang ku kirim.

Dia pergi untuk Kembali, tapi aku benar-benar merindukan suara dengkurannya, senyuman, pelukannya, kesibukanku memasak, mencuci bajunya atau bahkan sekedar memakaikan handbody ditangannya saat kulitnya sangat kering.

Mungkin ini yang dinamakan jika menikah LDR itu sangat sulit, bukan hanya tentang sex, tapi hidup Bersama dengan orang yang kamu cintai itu sangat menyenangkan.

Jika ada Wanita diluar sana yang marah akan suara dengkuran suaminya, sebaliknya suara dengkuran itu yg aku rindukan.

“Cepetlah pulang sayang, aku merindukanmu”

 

 

 

Thursday, December 15, 2016

Review Buku: I Kissed Dating Good Bye

Chrismas time is coming to town!!!!!
Natal bentar lagi guys, pertanda kita udah mulai semangat nih cari-cari pernak-pernik natal, kue-kue. Kalau aku sih, sekarang lagi sibuk ngurusin mempercantik rumah, sambil nemenin bapak tukang ngecatin rumah, sayanya ngereview buku maskulin ini


Judul buku: I kissed dating goodbye
Penulis: Joshua Harris
Penerjemah: Claudia Kristanti
Penerbit: Imanuel Publishing House
Jumlah halaman: 222
Daftar isi:
Bagian satu
1. Inikah namanya cinta?
2. Sebuah prinsip kecil dalam menjalin hubungan (yang menuntun pada perubahan besar)
3. Tujuh kebiasaan berkencan paling merusak
4. Percintaan yang melawan arus
Bagian dua
5. Mencari kata cinta dalam kamus Allah
6. Sesuatu yang benar pada waktu yang tidak tepat adalah sesuatu yang salah
7. Jalan menuju kesucian
8. Masa lalu yang di bersihkan: sebuah ruangan
Bagian tiga
9. Membangun gaya hidup baru
10. Sekadar sahabat didalam dunia "lakukan saja, sobat"
11. Jagalah hatimu
12. Menebus waktu
Bagian empat
13. Siap menikah tetapi tidak rela berkorban
14. Apa yang terjadi di usia lima puluh tahun?
15. Percintaan yang didasarkan prinsip
16. Kelak aku akan memiliki sebuah kisah untuk diceritakan

Beberapa waktu yang lalu ada temen yang nanyain aku udah baca buku ini apa belum. Sebenernya saya udah baca buku ini lama banget. Sejak dua atau tiga tahunan yang lalu. Buku karangan Jhosua Harris ini cukup lumayanlah. Jhosua menuliskan dengan gaya ke'cowo'an-nya banget, jadi kalau saya sebagai wanita baca buku ini ya? hmmmm kurang dapet dan bisa ngerti gimana perasaan penulis cowo yang sebenarnya karena masalah yang dialami cowo sama cewe kan beda ya.
Jhosua sendiri sebenarnya adalah penggemar dari Elisabeth Elliot. Jadi beberapa tulisan Jhosua beberapa mengutip dari tulisan Elisabet Elliot tapi meskipun beberapa tulisan mengutip tetap aja beda yang nulis cowo dan cewe, sayanya sih lebih gampang baper kalau penulis wanita. Hahaha... Mungkin karena kalau pria lebih berpikir secara logika ya? sedangkan wanita, biasalah baperan.
Eiiits tapi untuk temen-temen cowo nih buku kayanya memang cucok bangetlah untuk kalian, dari sampul bukunya yang maskulin, diimbangi dengan penulisnya, dan gaya penulisannya.
Ada beberapa quotes dari buku ini yang saya sukai:

Dunia menggambarkan tentang gambaran tentang romantisme permainan yang seperti kita lihat, dan berkata "inilah cinta" namun Kristus membawa kita di bawah batang pohon ditempat dimana seorang telanjang dan berdarah dan berkata "inilah cinta"

Sesuatu yang benar di waktu yang salah adalah satuhal yang salah: Seperti buah yang diambil sewaktu belum matang atau seperti bungan yang diambil sewaktu belum mekar. kesalah kita adalah kita terburu-buru akan waktu Allah dapat mengganggu keindahan dari rancangan-Nya dalam hidup kita. Hanya karena sesuatu itu baik sehingga membuat kita mengejarnya saat ini. Kita harus ingat bahwa sesuatu yang baik pada waktu yang tidak tepat adalah sesuatu yang buruk.

Mr. Wrong tidak peduli pada kemurnianmu dan kemudian akan meninggalkanmu. Sebaliknya Mr. Right akan melindungi kemurnianmu dan mengubah nama belakangmu.

Ketika Tuhan tau kamu telah siap akan tanggung jawab dari komitmen. Dia akan menunjukan Orang yang tepat dalam waktu yang tepat.

Adalagi nih kata-katanya yang ngena banget:

Having a girlfriend has no longer my greatest need. Knowing and obeying Him was. I wanted to please Him in my relationships even if it meant looking radical adn foolish to other people-even if it i kissing dating goodbye

gilaaa! masih ada cowo kaya gini hidup didunia ya, cowo nih? meskipun gitu ya tetaplah dia manusia yang tak sempurna dan memerlukan kasih karunia-Nya setiap hari. Hehe...

Monday, November 14, 2016

Review buku: Laki-laki seperti Wafer, Perempuan seperti Bakmi

Judul buku terjemah: Laki-laki seperti Wafer, Perempuan seperti Bakmi
Judul asli: Single Men Are Like Waffles, Single Women Are Like Spaghetti
Penulis:  Bill dan Pam Farrell
Penerbit awal: Harvest House Publishers
Penerbit Indonesia: PBMR Andi (anggota IKAPI)
Penerjemah: Okdriati S. Handoyo
Cetakan tahun: 2008
Jumlah halaman: 316

Daftar isi:
1. Laki-laki dan Perempuan di ciptakan-Nya Mereka
2. Jangan Menghancurkan Komunikasi
3. Wafer dan Bakmi di Tempat Kerja
4. Mempersiapkan Hubungan
5. Sang Pejuang Wafer
6. Sang Puteri Bakmi
7. Wafer dan Bakmi dalam Percintaan
8. Kehidupan Sosial Wafer dan Bakmi
9. Wafer, Bakmi dan Anak-anak
10. Allah Mengasihi Wafer dan Bakmi
Bahan Diskusi untuk Kelompok Kecil
Berkencan untuk mengambil Keputusan
_______________________________________________________________________________

Buku ini saya dapatkan beberapa tahun silam, udah lama sekali mungkin di awal tahun-tahun kuliah saya, sebenarnya buku inipun bukan buku saya. Suatu saat saya meminjam dari seorang teman, tapi karena terlalu asik baca saya sampai lupa kembalikan. Hanya tertumpuk di rak buku saja. Sampai sekarang tidak tau akan bertemu orang tersebut kapan lagi. Jadilah buku ini buku hak milik saya.
Buku yang ditulis oleh Bill dan Pam Farrell ini sangat bagus, untuk kita bisa menjalani hidup. Bukan saja sbagai seorang pasangan namun dapat kita terapkan dalam hubungan sehari-hari dengan lawan jenis. Buku ini ditulis dengan bahasa yang sangat sederhana, bahkan di buku ini banyak hal-hal yang dibahas dengan ringan dan kelucuan. Membuat kita jadi tertawa dan menertawakan diri sendiri dan pasangan atau orang lain bahkan.
Mengapa di judul buku ini ditulis laki-laki seperti wafer? Karena laki-laki itu berpikir dengn cara mengkotak-kotakkan sesuatu. Kita sering melihat laki-laki yang terjun bebas di satu kotak wafer service mobilnya, ketika dia mengerjakan sesuatu ia benar-benar sedang berada disana, dan mungkin ketika kau memanggilnya dengan suara petir sekalipun, mungkin dia tidak mendengarnya, karena dia sedang berada di dunianya. Ini sangat berbeda dengan si "putri bakmi" yang dapat mengerjakan segala sesuatu sekaligus dalam suatu waktu. Kita kerap kali melihat seorang ibu yang sambil menggendong anaknya, sambil memasak, dan sambil berbicara di telpon.Wow ibu tersebut luar biasa sekali bukan? Karena otak wanita itu seperti bakmi yang terjalin dan berkaitan satu dengan yang lain, dari hal satu ke hal lain dan kegiatan satu ke kegiatan yang lain. 
Dari buku ini saya jadi belajar dan mengerti ketika saya berhubungan dengan lawan jenis, saya akan belajar untuk mengerti lawan bicara saya. Saya akan memulai untuk sedikit mengerem ketika lawan bicara pria saya menunjukan suatu kebingungan. Saya akan sedikit menguraikan jalinan "piring bakmi" yang saya miliki. Berikut contoh kejadian laki-laki dan perempuan.
Hidup Perbedaan!!!
Cara Laki-Laki dan Perempuan menggunakan ATM
Laki-laki:
1. Memutuskan menggunakan ATM
2. Memasukkan kartu
3. Memasukkan nomor PIN
4. Mengambil uang, kartu dan resi
Perempuan:
1. Memutuskan menggunakan ATM
2. Memperhatikan dandanan melalui kaca spion
3. Mematikan mesin
4. Memasukkan kunci ke dalan tas
5. Keluar dari mobil karena terlalu jauh dari ATM
6. Mencari-cari kartu ATM di dompet
7. Memasukkan kartu
8. Mencari-cari catatan no PIN di tas
9. Memasukkan no PIN
10. Mempelajari petunjuk paling sedikit dua menit
11. Menekan tombol "batal"
12. Memasukkan kembali no PIN
13. Mengecek saldo
14. Mencari amplop tabungan
15. Mencari pulpen di tas
16. Menulis slip tabungan
17. Menandatangani cek
18. Menabung
19. Meneliti petunjuk-petunjuk
20. Menarik uang tunai
21. Masuk ke mobil
22. Memeriksa dandanan
23. Mencari kunci-kunci
24. Menghidupkan mesin
25. Memeriksa dandanan
26. Mulai menjalankan mobil
27. Stop
28. Kembali ke ATM
29. Keluar dari mobil
30. Mengambil kartu dan resi
31. Kembali ke mobil
32. Memasukkan kartu ke mobil
33. Meletakkan resi di buku cek
34. Memasukkan resi tabungan dan pengambilan uang ke buku cek
35. Memasukkan tempat dompet dan buku cek di dalam tas
36. Memastikan dandanan
37. Menarik persneling mundur
38. Menarik persneling maju
39. Menjauh dari ATM
40. Melaju beberapa kilometer
41. Mengijak rem
Waktu saya membaca bagian kecil dari buku ini saya tertawa, ternyata perbedaan pria dan wanita itu sangat banyak. Di buku ini bukan saja membahas banyak perbedaan pria dan wanita. Di samping itu buku ini juga membagikan mengapa Allah menciptakan wanita yang membuat saya bangga, dan senang menjadi putri Allah. Saya tidak perlu meminta persamaan hak antara pria dan wanita, karena di pemandangan Allah, wanita pun berharga. Karena dalam kelemahan wanita, Allah teruslah yang menjadi sumber kekuatanNya ketika ia mengandalkan Allah.
Kemudian di buku ini di jelaskan mengenai mengapa Pria menjadi sang "pejuang wafer". Pria di bentuk ketika dunia masih dalam padang belantara. Sehingga dalam hati setiap laki-laki terdapat hasrat untuk berpetualang. Ia ingin menahlukan, mengatasi, mencari, membunuh atau menemukan sesuatu. Allah telah menciptakannya untuk menahlukan bumi. Laki-laki di rancang untuk menghadapi hal-hal keras dalam kehidupan dan menundukkannya di bawah kakinya. Hal ini berbeda dengan si "putri bakmi" yang diciptakan di dalam taman, taman yang indah dan luar biasa! Dimana kasih Allah itu cukup bagi dia. Sehingga adanya hawa di tengah-tengah taman itu akan mempercantik situasi taman itu. Allah begitu mendandaninya agar adam melihatnya sebagai suatu keindahan.
Hanya sedikit yang bisa saya bagikan dibuku ini, sisanya baca sendiri ya, guys!
Thanks for reading :)

Sunday, October 23, 2016

Review Buku: What He Must Be

Judul Asli: What He Must be... if he wants me to marry my daughter?
Judul Terjemah: Dia harus pria seperti apa... jika ingin menikahi anak perempuanku?
Penulis: Voddie Baucham JR.
Penerbit pertama: Crossway Books
Penerjemah: Yakob Riskihadi
Penerbit Indonesia: Pionir Jaya
Cetakan: 1 Desember 2011

Daftar isi:
1. Visi Multigenerasi
2. Perkawinan Sebagai Pelayanan
3. Peran Ayah
4. Ia Harus Pengikut Kristus
5. Ia Harus Siap Memimpin
6. Ia Harus Memimpin seperti Kristus
7. Ia Harus Berkomitmen kepada Anak-anak
8. Ia Harus Mempraktekkan Empat Peran
9. Jangan Suruh Perempuan Melakukan Pekerjaan Laki-laki
10. Bila Tidak ada... Ciptakanlah!!!
Kesimpulan
Catatan

Buku ini ditujukan untuk para ayah untuk putrinya, covernya cantik dan menarik hati saat itu untuk membeli. Cara penulisan penulisnya mudah untuk dimengerti. Dibagian awal di bagikan mengenai visi multi generasi. Tidak diragukan bahwa perkawinan adalah kunci kepada warisan multigenerasi, Allah dalam kedaulatan-Nya, menciptakan manusia untuk hidup, berkembang pesat, dan berlipat ganda. Dibuku ini dibagikan mengenai pentingnya memiliki generasi yang takut akan Allah. Dengan demikian hubungan dalam perkawinan mempunyai banyak segi penting. Buku ini membagikan di Yeremia 29, nabi itu menulis surat kepada orang-orang buangan di Babilonia, dimana ia memberi petunjuk-petunjuk tentang bagaimana mereka harus hidup di masa pembuangan yang lama itu.
Kebanyakan orang mengetahui janji yang diberikan di ayat 11: "sebab Aku mengetahui rancangan-rancangan yang ada padaku mengenai kamu, yaitu rancangan damai sejahtera dn bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan penuh harapan" namun banyak orang melupakan janji di ayat 10: "Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Nah, tujuh puluh tahun yang di sebutkan dala teks itu mengingatkan kita jepada keputusan raja Koresy. Orang-orang buangan yang menerima surat dari yeremia tidak akan pernah melihat penggenapan janji ini. Orang-orang israel akan ada diBabilonia selama lebih dari 150 tahun. Ini lebih lama daripada umur para penerima surat nabi itu.
Dengan demikian, janji yang terkenal di yeremia 29:11 adalah janji multigenerasi. Sebagian orang mungkin kecewa, padahal seharusnya tidak perlu begitu. Kenyataan bahwa Allah dapat menjanjikan sesuatu kepada keturunan orang-orang ini sekitar 150 tahun kemudian adalah bukti kedaulatan-Nya. Allah hanya dapat membuat janji-janji ini bila ia mengetahui dan mengendalikan apa yang akan terjadi. Allah kita adalah Allah yang mengagumkan.
Janji ini menunjukan karakter janji Allah kepada umat-Nya dari generasi ke generasi. Kita melihat hal ini, misalnya dalam perkataan Petrus pada hari pentakosta. Dalam khotbahnya, ia memanggil para pendengarnya untuk bertobat dan menunjukan kepada mereka janji pengampunan di dalam Kristus dan karunia Roh kudus. Kemudian Ia menambhkan di Kis 2:38-39 sebab bagimulah janji itu dan bagi anak-anakmu. Baik dalam perjanjian baru atau perjanjian lama, Allah mempunyai rencana untuk generasi-generasi mendatang, dan hanya Dia yang punya kuasa menggenapinya.
Dari sudut rencana multi generasi Allah untuk memulihkan kaum buangan sesudah penghukuman atas bangsa itu selesai, Yeremia memberi tahu orang-orang itu tentang bagaimana mereka harus hidup sementara menantikan penggenapan janji Tuhan. Ia menyuruh mereka membangun rumah, menanami kebun, dan bahkan berdoa untuk kesejahteraan tempat dimana mereka di buang. Bahaimanapun juga, salah satu petunjuk Yeremia berkenaan langsung dengan pesan multigenerasi.
Yeremia menyuruh orang buangan itu untuk "ambillah istri untuk memperanakan anak laki-laki dan perempuan bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, ..., agar disana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang" (yer 29:26) kata-kata ini tidak begitu jelas terlihat dalam situasi seperti itu, kecuali orang mengerti dua hal yang pertama dilema mereka pasti di jawab. Kedua, petunjuk ini membuat kita mengerti bahwa janji ini akan di genapi pada generasi-generasi yang akan datang.
Setelah saya membaca buku ini saya jadi mengerti, seharusnyalah kita menikahi orang yang takut akan Allah, supaya generasi yang takut akan Allah itu bertambah. Dan bahwa itu adalah perintah Allah dan keinginan hati Allah.

Monday, August 22, 2016

Review Buku: Passion And Purity

Ini buku Elisabeth Elliot yang kedua yang saya baca. Setelah saya jatuh cinta kepada buku pertama yang saya baca Let me be a Woman. Buku kedua ini saya beli cukup lumayan mahal karena merupakan buku import. 

Judul: Passion and Purity
Jumlah halaman: 249 halaman
Penulis: Elisabeth Elliot
Penerbit pertama: Fleming H. Revell, U.S.A
Tahun terbit pertama: 1984
Buku yang saya pegang terbit tahun : 2000 
Penerbit: OMF literatur INC, Filipina. 
Daftar isi: 43 bagian

Bagian pendahuluan kata sambutannya di sampaikan oleh Jhosua harris. Jhosua harris adalah seorang pengarang yang cukup terkenal, di banyak tulisan jhosua haris, banyak sekali mengutip tulisan-tulisan dari Elisabeth Elliot.
Tulisan Elisabeth Elliot ini, cukup berat membacanya. Dikarenakan tulisan ini ditulis pada era 80an, sehingga penggunaan bahasanya masih sangat rapi dibandingkan dengan beberapa buku import yang pernah saya baca. Gaya penulisan Elisabeth Elliot juga mengambarkan sisi feminim, keanggunan, elegan dan imannya pada yang Ia percayai.
Pagi ini, entah mengapa ingin membaca kembali passion and purity, saya sudah membacanya dan ingin membacanya kebali. Tulisan Elisabeth Elliot ini memang sering mengganggu pikiranku untuk ingin membacanya berulang. 
Dibuku ini Ellisabeh banyak membagikan rasa kesendiriannya, dan bagaimana ia menanti seseorang yang akan menjadi pasangan hidupnya. Dimulai dari ia merasa sendiri saat itu ketika ia masih mahasiswa greek saat itu. Hingga beberapa pria mengajak dia ngedate saat itu, namun dia merasa bukan pria itu yang tepat, pria-pria tersebut tidak berfokus pada Allah, hingga dia merasakan kekosongan ketika menjalani hari bersama mereka. Elisabeth pun akhirnya menyudahi pertemuan mereka dan menjadi single kembali.
Hingga suatu saat Elisabeth dikenalkan oleh kakaknya seorang Jim elliot, Elisabeth membagikan isi hatinya saat itu, dimana dia menyukai jim saat itu. Saat melihat jim saat itu yang dia sukai adalah karena dia pria yang suka menyanyikan hymn, membaca puisi, dan mengasihi Allah. Beberapa kali Elisabeth membagikan Jim membuat jantungnya berhenti berdektak ketika mereka bertemu, karena Jim sangat keren saat itu, terutama ada alkitab yang di bawanya. 
Elisabeth menjaga hatinya tetap terfokus pada Allah dan menguji setiap kemurnian isi hatinya. Karena Allah menginginkan segalanya seluruh kehidupan kita, karena Dia sudah memberikan seluruh kehidupanNya, maka Ia inginkan seluruh kehidupan kita.Dia menguji hatinya dengan bertanya kepada Allah, apa yang Allah inginkan dalam kehidupannya. Dibuku ini Elisabeth juga menuliskan bahwa dia hanya seoarang mahasiswa yang ingin di cintai, menginginkan pernikahan yang baik dan mengharapkan seorang yang mencintai Tuhan. Dia memohon bimbingan Allah, atas hidup yang di pinjamnya dari Allah.

One morning I was reading the story of Jesus' feeding of the five thousand. The disciples could find only five loaves of bread and two fishes. "Let me have them," said Jesus. He asked for all. He took them, said the blessing, and broke them before He gave them out. I remembered what a couple speaker. Ruth Stull of Peru, had said: " if my life is broken when given to Jesus, it is because pieces will feed a multitude, while a loaf will satisfy only a little lad."

Oooo...ow.. I think that my hot coffee is ready, it's time for sipping it first...
Sweet taste of coffe morning and book
Lanjuttttttt......
Kemudian Elisabeth memberikan gambaran tentang kedaulatan Allah tentang rancangannya, jika kita mengingini rancangan-Nya maka rancangan itu melibatkan seluruh atom, tata surya, keseimbangan lingkungan dan seluruh jagad raya ini. Bukan hanya terfokus hanya kepada keinginan kita untuk dapat menikahi pria yang kaya, ganteng dan kristen saja. Menerima kedaulatan Allah berarti percaya dengan apapun yang Ia berikan, karena Dia yang memikirkan dan memelihara kehidupan kita.
Bukan pula dengan mengingini pernikahan, sebaliknya memanfaatkan masa single kita untuk melayani terbaik bagi Allah. Like a single man of Jesus. Kita tidak perlu juga di bohongi oleh keinginan kita yang dikuasai oleh iblis, seperti iblis menguasai hawa saat itu dan berkata bahwa buah itu baik. Sehingga kita mengingini buah pernikahan dan membuat kita menikah dengan orang yang salah, dan merusak tujuan penciptaan Allah dalam hidup kita.

I'm afraid this snake has been talking to that person. He is been sneaking up and whispering destiny, "God is stingy. He is dangles the beautiful fruit called marriage before your eyes and won't let you have it. He refuses you the only thing you need for personal growth, the one thing in all the world that will solve all your problems and make you really happy."

Saya rasa cukup yah, review buku kali ini. Cause I want enjoy it for myself...

Sunday, July 31, 2016

Review Buku: Kuasa Doa Seorang Istri

Saya dapat buku ini ketika saya main kerumah kakak saya yang ada di semarang. Waktu itu saya masih memiliki pacar (sekarang single red), kemudian kakak pembimbing saya memberikan nasehat dan buku cantik ini. Saya senang sekali, karena saya tau dia book lover juga, jadi buku yang dia tawarkan pasti berkualitas. Awalnya saya tidak niat membacanya, karena saya belum berstatus istri, hehehe, tapi setelah saya membaca buku ini benar-benar menolong saya. Saat itu memang sedang ada masalah saya dengan pacar saya, meskipun akhirnya putusan, namun saya sudah banyak belajar lewat buku ini.
Judul buku: Kuasa Doa Seorang Istri
Penulis: Stormie Omartian
Alih bahasa: Magdalena Lumbantoruan, S.S.
Penerbit: Gospel Press
Cetakan tahun: 2011
Jumlah halaman: 256
Bentuk cover: Hard Cover

Daftar isi:
Ucapan Terima Kasih
Kata pengantar
Bab 1 Istrinya
Bab 2 Pekerjaannya
Bab 3 Keuangannya
Bab 4 Seksualitasnya
Bab 5 Kasih Sayangnya
Bab 6 Pencobaannya
Bab 7 Pikirannya
Bab 8 Ketakutannya
Bab 9 Tujuannya
Bab 10 Pilihannya
Bab 11 Kesehatannya
Bab 12 Perlindungannya
Bab 13 Ujiannya
Bab 14 Integritasnya
Bab 15 Reputasinya
Bab 16 Prioritasnya
Bab 17 Pergaulannya
Bab 18 Perannya sebagai Ayah
Bab 19 Masa Lalunya
Bab 20 Sikapnya
Bab 21 Hidup Pernikahannya
Bab 22 Emosinya
Bab 23 Jalan hidupnya
Bab 24 Bicaranya
Bab 25 Pertobatannya
Bab 26 Pembebasannya
Bab 27 Ketaatannya
Bab 28 Citra dirinya
Bab 29 Imannya
Bab 30 Masa Depannya

Buku ini dikarang oleh Stormie Omartian. Beliau membagikan bagaimana sebuah doa itu dapat mengubah segalanya, meskipun doa itu tidak terlihat, namun doa itu dapat merubah segalanya. Beberapa kali saya menangis membacanya, jadi untuk saya yang dulu masih berstatus pacar saja itu sangat berguna bagi saya untuk membangun dan mengubah saya. Apalagi dengan teman-teman yang sudah memiliki suami.

Banyak hal yang saya dapat dari buku ini. Salah satunya adalah ketaatan istri terhadap suaminya. Dimana ketaatan seorang istri mencerminkan ketaatan dia kepada Allah. salah satu bagian yang menarik adalah disaat Stormie Omartian berdoa kepada Allah dan meminta Allah mengubahkan suaminya yang tempramental saat itu. Namun saat itu Allah justru bertanya kepadanya "Siapa yang mau Aku ubah?" awalnya Stormi bersi kekeh agar suaminya diubah, sampai Allah bertanya kembali "Siapa yang mau Aku ubah" dan akhirnya Stormi menjawab bahwa dia yang harus diubahkan terlebih dulu. Ketaatan dia dalam berdoa ternyata bukan mengubah suaminya terlebih dulu, namun mengubah dia terlebih dulu.

Dia membagikan bahwa didalam hatinya ada bagian yang tidak dapat dipenuhi suaminya yang terbatas, namun hanya Allah yang tak terbatas itu yang hanya dapat memenuhi ruang hatinya. Ketika suaminya berbuat kasar, dia memilih untuk tidak membalas. Dia menempatkan hatinya pada kekasih surgawinya. Dia tau bahwa suaminya bukan seorang superhero atau seorang yang hebat yang dapat memenuhi semua hasratnya, namun kembali ia meletakkan hatinya pada Juruselamatnya.

Banyak bagian dibuku ini di bagikan, dari sisi mana saja kita dapat mendoakan suami kita (future husband for me now) bagian tersebut meliputi: kepemimpinannya, pekerjaannya, hatinya, kebijaksanaannya, fokus hidupnya dan banyak bidang lagi.

Terimakasih Mbak Kartin telah merekomendasikan buku ini.
Akan selalu kukenang

__________________________________________________________________________________________

Siapa, saya? .... Berubah?
Jangan bilang saya belum mengingat anda. Ketika Anda berdoa bagi suami Anda, terutama bila Anda berharap mengubahnya, Anda tentu mengharapkan beberapa perubahan. Tetapi perubahan-perubahan yang terjadi bukan pada dia, tetapi pada anda. Jika hal itu kemudian membuat anda marah seperti saya, anda akan berkata. "Tunggu dahulu! Di sini bukan saya yang perlu diubah!" Tetapi Tuhan melihat hal-hal yang tidak dapat kita lihat.
Tuhan tahu bahwa kita masih dapat diperbaiki. Tuhan tidak perlu lama mencari-cari sikap dan sifat-sifat kita yang tidak sejalan dengan kehendak-Nya yang sempurna bagi kita. Dia meminta agar kita jangan berdosa dalam hati, karena dosa memisahkan kita dari Dia dan itu menyebabkan doa-doa kita tidak terjawab. "Seandainys ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar" (mazmur 66:8). Tuhan ingin hati kita benar supaya jawaban atas doa-doa kita tidak di kompromikan.
Persyaratan ini semua akan terasa sangat berat, terutama jika suami anda telah berdosa terhadap anda dengan sikapnya yang kurang ramah, tidak menghargai, tidak peduli, tida bertanggung jawab, tidak setia, meninggakan anda, kejam atau suka menganiaya. Tetapi Tuhan menganggap dosa-dosa tidak mau mengampuni kemarahan, kebencian, mengasihani diri sendiri, tidak mengasihi dan balas dendam sama burukny dengan dosa-dosa lain. Akuilah semua itu dan mohonlah agar Tuhan membebaskan anda dari apapun yang bukan dari Dia. Salah satu hadiah terbesar yang dapat anda berikan kepada suami anda adalah keutuhan diri anda sendiri. Alat yang paling efektif untuk mengubah dirinya mungkin adalah perubahan yang terjadi dalam diri anda sendiri.
Jangan khawatir, saya juga bergumul dengan semua itu. Sebenarnya, setiap kali suami saya dan saya berselisih, Tuhan dan saya mengadakan percakapan sebagai berikut:
Saya: Apakah Engkau lihat bagaimana dia, Tuhan?
Tuhan: Apakah kamu melihat bagaimana kamu sendiri?
Saya: Tuhan, apakah Engkau bilang ada hal-hal yang perlu diubah dalam diri saya?
Tuhan: Banyak hal, siapkah kamu mendengarnya?
Saya: iya, saya kira saya siap
Tuhan: Katakan jika kamu sudah benar-benar siap.
Saya: Kenapa saya Tuhan? Dialah yang perlu diubahkan.
Tuhan: Masalahnya bukan siapa yang perlu diubahkan. Yang penting siapa yang mau berubah?
Saya: Tetapi saya........
Tuhan: Seseorang harus rela untuk memulai
Saya: Tetapi....
Tuhan: Seberapa pentingkah penyelamatan pernikahanmu?
Saya: Sangat penting. Piihan-pilihan lain tidak dapat saya terima
Tuhan: Tutup dulu kisah ini. Mari kita lanjutkan dengan mengubah kamu.
Saya: Tolong saya bersikap yang baik tentang hal ini, Tuhan
Tuhan: Itu terserah kepada dirimu.
Saya: Apakah saya harus berdoa buat suami meskipun dia tidak berdoa buat saya?
Tuhan: Persis seperti itu.
Saya: Tetapi itu tidak --baiklah, saya ingat. Hidup itu tidak adil hanya Engkaulah yang adil
(Anggukan lembut dari surga)
Tuhan: Teruskanlah, meski ini sangat menyakitkan!
Saya: Ubah...ubah Saya tidak percaya saya bisa mengatakan ini. (Napas panjang) Ubahkan saya Tuhan
Pedih? Ya! Mematikan diri sendiri selalu terasa pedih. Terutama bila anda yakin bahwa suami anda yakin bahwa suami anda yang perlu diubahkan dari pada anda.


#KuasaDoaSeorangIstri #StormieOmartian