Septie's Pages

Sunday, February 21, 2016

2 0 1 5

Akhirnya tahun 2015 berakhir, bukan hal yang mudah bagiku untuk melewati tahun ini, jika aku masih hidup sampai hari ini itu karena kasih setia Tuhan yang tidak pernah meninggalkan aku.
Dimulai dari awal 2014 dimana aku mengakhiri masa percintaanku dengan seorang pria yang kupikir akan menjadi jodohku saat itu. Dilahirkan menjadi anak tunggal bukan hal yang mudah buatku, disitu aku dididik dan di tempa menjadi pribadi yang benar-benar tegar. Orang tuaku sangat menyayangiku dengan cara mereka sendiri. Dengan penghasilan yang berkecukupan mereka dapat mengkuliahkan aku sampai tingkat profesi apoteker. Saat itu kami sekeluarga masih mengontrak disalah satu rumah kecil dibanjarmasin. Ketika saya lulus kuliah orang tua saya ingin sekali kami untuk bersegera memiliki rumah. Karena saat itu saya masih bekerja belum 1 tahun, maka saya belum diijinkan bank untuk mengambil kredit rumah. Hingga saat itu mantan saya dengan baik hati mengijinkan memakai atas namanya. Saya cukup tidak damai sejahtera memakai nama beliau. Tapi sudhlah itu keinginan orang tua saya.
Akhirnya di awal 2014 percintaan kami kandas tanpa sebab yang jelas, dia meninggalkan tanpa alasan jelas. Saat Itu saya benar-benar seperti orang gila, stress yang begitu mengerikan. Dari dulu saya sangat membenci perpisahan, entah dengan teman sahabat atau dengan siapapun. Dan saat itu saya pertama kalinya saya memiliki pacar, setelah beberapa tahun menjomblo. Dan saat itu pertama kalinya saya merasa patah hati.
Dia sudah pergi dan tertinggal kredit rumah atas nama beliau. Pusing rasaya, stress tak tertahankan di dalam kepala saya. Dan kemudian orang tua saya mengenalkan saya pada salah seorang pria di greja yang terkenal baik. Pendeta sayapun ikut turut andil menjodohkan saya, karena mereka pikir orang baik. Setelah itu tanpa saya berpikir panjang karena saya sedang stress saya pacaran dengan dia. Saya pikir pria itu dapat menolong saya saat itu. Namun bukannya menolong pria yang tanpa saya doakan terlebih dahulu justru menimbulkan masalah baru dala hidup saya.
Hari demi-demi hari perasaan saya di liputi ketidakbahagiaan, orang tuanya datang 3 kali kerumah dengan niatan yang tidak jelas, hari demi hari saya mencarikan pekerjaan untuk pacar saya saat itu, beberapa kali datang ke depnaker, membeli koran dan searching di internet. Saya berkelahi dengan orang tua saya. Terkadang saya menangis dikamar seperti benar-benar orang gila. Saya hanya akan bangun jika saya akan bekerja, dan uang yang saya dapatkan akan saya gunakan untuk melunasi rumah saya.
Ditengah-tengah kekalutan saya saat itu terkadang ada sms dari mantan saya yang menanyakan status rumah yang minta diover kredit. Jika saya memikirkan saya saat itu, benar-benar depresi saya. Belum lagi saat itu ada celetukan dari orang tua saya bahwa saya akan menikah, saya benar-benar gila, saya harus mempersiapkan uang untuk rumah dan menikah sedang kondisi pacar saya saat itu benar-benar tidak memiliki uang.
Hari-hari saya saya habiskan dikamar, menangis dan kondisi yang tidak dapat berdoa lagi. Kekalutan dan kegelisahan menghantui saya hari lepas hari. Beberapa kali saya kabur dari rumah hanya untuk menenangkan hati mereka.
Saat itu saya tidak dapat berdoa, tapi yang saya tau, Dia ada bagi saya.
Sampai akhirnya saya memiliki tabungan yang cukup. Dan saat itu saya berdoa "Allah akan saya apakan uang ini" dan sepertinya Allah memberikan saya hikmat untuk "membayar rumah nak" saat itu seperti ada perasaan damai sekaki di hati saya. Dan saat itu saya berpikir "benar biaya pernikahan urusan pria, saya hanya membantu sekedarnya saja, jika dia tidak memiliki sepeser uang, berarti dia belum siap menikah". Akhirnya uang yang ada pada saya saat itu saya pakai untuk melunasi rumah. Terpujilah Tuhan yang menyediakan itu pada akhirnya. Dia Allah yang mencukupi segalanya. Hingga di bulan september 2015 kredit rumah kamu dapat diselesaikan.
Dan di akhir 2015 Tuhan menyatakan kemuliaanNya. Dia menunjukan siapa sebenarnya pacar saya itu. Dibalik kerajinannya datang ke greja, dia bukab pria yang baik untuk dijadikan suami bagi saya. Terpujilah Tuhan atas semua yang terjadi. Dia melepaskan saya daripada yang jahat. Doa saya satu lagi terjawab.


Bapa kami yang ada di surga
Dikuduskanlah namaMu 
Datanglah kerajaanMu
Jadilah kehendakMu
Di bumi seperti di surga
Berikalah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
Dan ampunilah kami akan kesalahan kam
 seperti kami juga mengapuni orang yang bersalah kepada kami
Dan jangan membawa kami dalam pencobaan tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat
Sebab Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya
Amin


Jadi, apakah yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah? Kesesakankah? Ketelanjangankah? Penderitaankah? Diputusin pacarkah? Dikejar hutangkah? Dibohongin orangkah? Tidak ada satupun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah.

None of this fazes us because Jesus loves us. I’m absolutely convinced that nothing—nothing living or dead, angelic or demonic, today or tomorrow, high or low, thinkable or unthinkable—absolutely nothing can get between us and God’s love because of the way that Jesus our Master has embraced us.
Roman 8:39

Saturday, February 20, 2016

Dia Penghiburku

Malam ini saya sedikit diingatkan dengan bagaimana Allah menghibur saya saat awal saya putusan dengan mantan saya dulu. Kebiasaan saya adalah saya membagikan masalah yang sedang saya hadapi ke pembimbi
ng saya. Terkadang saya tidak dapat mengemban semua masalah dalam pundak saya seorang diri, saya butuh tempat untuk berbagi. Kemudian saat itu saya memutuskan untuk mengunjungi pembibing saya yang berada di semarang. Saya hanya berpikir pertemuan saya amat singkat dengan pembimbing saya. Saya berulang-ulang kali mengecek tiket saya. Sampai seorang teman menanyakan pada saya jam keberangkatan saya ke banjarmasin, setelah saya kembali mengecheck jadwal keberangkatan saya. Saya memastikan jam keberangkatan saya jam 5 sore. Setelah itu saya asyik ngobrol dan mendengarkan beberapa nasehat dari pembimbing saya. Saya menikmati masa-masa dengan mereka. Sampai akhirnya pembimbing saya mengantarkan saya untuk berangkat kebandara. Saya dengan santainya menuu tempat check in dan menyerahkan tiket. Namun pegawai bandara menyambut saya dengan sinis, yang saya kira itu adalah pertanyaan belaka "mbak tau sekarang jam berapa?" Saya pun mencari-cari letak jam dinding yang berada di airport, kemudian menjawab "jam 4 sore mbak". Kemudian pegawai bandara itu menjelaskan kembali dengan sinis "mbak, seharusnya pesawat sudah berangkat 1 jam yang lalu mb, untuk lain kali check in itu satu jam sebelumnya ya!" Saya hanya melongo tanda tak paham. Kemudian petugas bandara itu menyerahkan kembali tiket beserta boarding pass saya.
Kemudian saya perhatikan kembali dengan tiket saya. Ternyata!!!! Tiket saya jam 3 sore seharusnya saya berangkat, dan sampai di banjarmasin jam 5 sore. Saya langsung terperanjat lari menuju pintu keberangkatan, saya mengambil barang tempat pembimbing saya, tanpa kata perpisahan saya langsung pergi, berlari melawan arus dan tanda larangan. Sampai saya berada dipintu keberangkatan yang masih tertutup. Saya bertemu dengan petugas penjaga pintu dan mengatakan bahwa saya menuju banjarmasin. Sag petugas menenangkan saya dan mengatakan pesawat belum berangkat, sembari petugas menjelaskan ke saya, tiba-tiba ada pemberitauan bahwa seluruh penumpang pesawat dengan tujuan banjarmasin dipersilahkan menuju pesawat. Pintu pun dibukakan oleh petugas lain, dan saya menuju pesawat saya. Sesampainya di pesawat saya duduk di kursi no 2 tepat didepan pramugari. Dan saat itu saya hanya bisa berkata "thanks God"


Mungkin banyak yang akan bilang itu kebetulan, tapi bagi saya itu adalah berkat dari Tuhan. Itu adalah salah satu cara Tuhan menghiburkan saya. Bagi saya bertemu dengan pembimbing saya itu cukup sulit, jadi itu merupakan berkat tersendiri ketika saya memiliki waktu-waktu bersamanya.


Be better



Septie

Saturday, February 6, 2016

it's began on my knees

Malam ini ntah mengapa ada kegalauan dalam diri saya. Merasa ketakutan yang amat sangat dan bertanya-tanya adakah jodoh untuk saya? Saya menyalahkan orang tua saya karena dulu menolak seseorang yang sangat saya sayangi. Perasaan kosong, hampa dan sendiri.
Saya teringat akan tempat dari mana saya berasal. Dari debu dan tanah. Malam ini saya mengutarakan apa yang ada dalam hati saya kepada Allah. Yang saya inginkan adalah mengenal Dia, dan mengerti apa yang Dia inginkan dalam hidup saya. Saya memuji Allah dalam segenap kelemahan saya. Saya melihat lantai yang tepat untuk bertumpu, letak dimana seluruh kekuatan saya berasal. Dia paling mengerti hati saya. Saya sadar bahwa saya berada di tempat terindah yang pernah saya miliki, selama ini saya merasa bahwa saya hanya menjalankan tata ibadah sebagai seorang kristiani tapi selama 3 tahun saya merasa diri saya hampa, sangat jauh dari kasihNya. Malam ini saya merangkak mendatangi tahta kasihNya. Seorang penulis kisa cinta terbaik. Seorang penulis cinta Ruth, Ribka dan juga kisah cinta kakak-kakak saya.
Dia mengingatkan saya dan berkata "jika mantanmu tidak mencintaimu, Aku mencintaimu dengan sangat, Jika mantanmu meninggalkanmu, Aku sedetikpun tidak akan pernah meninggalkanmu" saya teringat ketika Dia disalib dan membentangkan tanganNya "sebesar ini cintaKu padamu" air mata saya berlinang, dan saya menangis di kirbatNya. How great You are Lord. Thanks for Your great love for me.
Dia meminta saya untuk menyerahkan polpen kisah cinta saya kepadaNya. Dengan tidak perlu kuatir akan hari esok, akan pasangan hidup saya. Ketika saya menangis menikmati hadiratNya. Saya di sadarkan bahwa, satu hal seorang yang akan menikahi saya adalah seorang yang begitu gilanya mencintai Engkau ya Tuhan. Orang yang bukan asing bagi saya ketika saya menangis dihadapanNya. Orang yang lebih sangat mencintai Dia daripada saya. Bukan hanya pria yang cukup secara finansial, tapi yang sangat mengasihi Engkau. Kadang saya bertanya dalam hati saya, masih adakah pria yang baik dan mengasihi Engkau diluar sana? Dan Allah hanya berkata "can u give me that pen?" I just say "I wont this pen, I want You" sampai di satu titik saya temukan "ya saya ingin mengenal Dia" itulah tujuan hidup saya. Saya ingin menjadi seorang wanita dengan penyerahan tanpa ragu. Saya belajar untuk mendisiplin hidup saya dan mengelola pikirn dan emosi saya untuk saya memikirkan perkara yang diatas dan bukan yang di bumi. Saya memerlukan Tuhan. Saya ingin bertemu dengan Dia kembali seperti waktu dulu dan menyaksikan kemurahannya dalam hidupku. Mari kita lihat apa yang akan Dia kerjakan dalam hidup saya. Di ingn saya berubah, begitu mudah bagi Dia untuk mendatangkan jodoh untuk saya, tapi Dia ingin membentuk hati dan karakter saya terlebih dahulu.



Beberapa hari yang lewat, saya mulai tertawa kembali "thanks God, You put smile on my face " tertawa yang benar-benar lepas tidak seperti yang biasa saya tertawa. Hanya sedikit lelucon dari teman kerja saya, saya baru tersadar, saya sudah lama tidak tertawa demikian. 

"Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematianNya, supaya akhirnya aku memperoleh kebangkitan dari antara orang mati"
Filipi 3:10-11

Thanks God for Your embarrassed

Thursday, January 28, 2016

Me And My Job Now

Pernahkan anda berpikir bahwa dalam kebingungan dan kecemasan anda, sebenarnya Allah sedang bekerja?

Saya saat ini bekerja di suatu perusahaan klinik kecantikan, dan bahwa ini pun semua berasal dari Allah. Saya tidak pernah berpikir sedikitpun bahwa saya akan bekerja di tempat ini?

Awal saya masuk di kantor ini saya tertegun, mengapa saya begitu tenang? mengapa tidak ada kebimbangan atau keraguan saya di tempat ini? sampai saat ini saya tau, benang merah yang sedang Ia sempurnakan.
Dulu saya bekerja di PT. Tri Sapta Jaya (Kalbe Group), saya cukup kerepotan dengan banyak hal yang tidak saya pahami disana, belum lagi saat itu saya masih fresh graduate dan masih belum banyak mengerti dengan banyak hal. Disana saya bekerja selama 1 tahun dan ada keinginan dalam hati saya untuk saya segera keluar, saya mengerjakan banyak hal disana, saya bergaul dengan banyak pria dan melakukan beberapa pekerjaan pria, tapi disana hati, pikiran serta karakter saya dibentuk, sehingga saya melihat banyak hal tentang dunia kerja.

Sampai suatu saat saya bertemu dengan seorang teman yang dulunya mungkin musuh saya karena dulu kami tidak pernah saling kenal namun dia marah pada saya karena saya dekat dengan pacarnya (Hahaha....). Disuatu pertemuan seminar kami bertemu, kami saling tegur sapa, bercanda dan akhirnya kami saling menebak siapa kami. Dia memberitahukan kepada saya bahwa sedang ada lowongan ditempat saya bekerja sekarang. Akhirnya saya melamar dan saya masuk bekerja ditempat saya sekarang.

Pernahkah saya berpikir saya akan bekerja ditempat saya sekarang? pernahkah saya berpikir bahwa saya akan  bertemu dengan seseorang yang pernah menjadi marah dengan saya dan ternyata menjadi sahabat saya sekarang? dulu saya pernah gagal untuk masuk di kedokteran, dan akhirnya saya masuk di Farmasi. Hingga sampai saya kuliah difarmasi dan bertemu dengan teman pria saya itu??

Saya baru sadar ketika dulu saya masih kuliah, saya menginginkan untuk bekerja di tempat ini, saat itu saya hanya bergumam "enaknya bekerja ditempat itu, dingin dan cantik" dan saat itu kakak saya hanya berkata "udah gk usah menkhayal macam-macam" dan ternyata waktu saya training kejogja saya masuk kekantor saya dan saya teringat bahwa saya pernah bergumam. Dan batapa hebatnya??? Allah mendengarkan apa yang menjadi doa kita? Meskipun saya tidak sadar ternyata Dia sedang menjawab doa saya.

Itu yang saya lihat benang merah dari rancangan-Nya dan kita akan melihat hal-hal lain yang tidak kita mengerti sekarang :) 

Inilah Hidup, jika Hidup terlalu mudah apakah fungsi Allah disana? Satu hal yang Dia inginkan adalah kita tetap mengandalkanNya :)

Friday, January 22, 2016

Am I Heart break? Yes i'm

Sebenarnya perasaan ini malu untuk diungkapkan, Memiliki seorang kakak yang sukses dalam percintaannya dan teman-teman yang memiliki jalan cerita cinta yang indah cukup membuat saya cukup minder untuk menceritakan kegagalan saya dalam percintaan, entah dianggap orang suka gonta-ganti pacar, playgirl atau apalah, cukup menyulitkan saya untuk belajar terbuka dengan banyak orang.

Sebenarnya ini sudah terjadi 2 tahun, semenjak pacar pertama saya meninggalkan saya dan akhirnya dia sudah menikah dengan orang lain, dan saya sampai saat ini masih bertanya tentang apa yang sedang Allah rancangkan dalam hidup saya

saya sudah mendapatkan pacar baru sejak putus dengan mantan saya 2 tahun lalu, namun saya sebenarnya tidak mencintai pacar kedua saya, karena ada satu hal yang tidak benar dalam diri pacar saya yang kedua sehingga akhirnya kami putus. saya tau itu adalah keputusan yang salah yang sudah saya ambil, saya tidak mendoakan dan saya menyerahkan semua itu kepada orang tua saya.

Saat itu kadang saya merasa seperti orang yang berdosa, tidak layak di mata umum untuk berganti pacar dengan cepat, merasa terhilang, merasa tidak berharga dan tidak ada sesuatu yang lain untuk dikejar, sampai akhirnya saya mendapatkan "Markus 2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

dan saya bersyukur saya berdosa, karena untuk itulah Yesus datang, dan saya memohon kepada Allah, untuk memampukan saya untuk mengampuni diriku dan memberikan kekuatan agar aku dapat menanggung segala hal. Termasuk berdamai dengan diriku dan Allah.

Sampai disatu titik saya menemukan cara untuk saya harus bangkit dari masa laluku, disinipun saya sedang belajar untuk memulihkan diri dari rasa sakit hati. menerima diri sebagai wanita yang memiliki perasaan rapuh dan gampang gusar, ketakutan dan kekhawatiran akan usia yang bertambah, saya belajar untuk menerima itu semua dan menyerahkannya kedalam tangan yang kuat yang dari situ itu saya diciptakan.

saya pernah membaca suatu kalimat bijaksana:
Jika mobilmu rusak pergilah kebengkel mobil, Jika handphonemu rusak pergilah ke service handphone, begitu pula jika hatimu rusak, pergilah ketangan penciptamu karena dari situ anda berasal

Saya akan mencoba membagikan apa yang saya coba lakukan yang ini sudah saya coba kepada diri saya sendiri sebagai kelinci percobaan untuk mengatasi rasa sakit hati:

1. Berdamai dengan diri sendiri
    Pertama-tama saya harus paham akan diri saya, saya sudah lama tidak mengenal diri saya sendiri, saya seperti orang asing bagi diri saya sendiri, saya lama tidak memperhatikan diri saya sendiri, ada kata hati yang sering saya abaikan, belajar mendengar apa yang hati saya ingin ungkapkan, saya terkadang sibuk mengejar apa yang seharusnya dilakukan, daripada mendengarkan apa kata hati saya.
saya kadang membagikan kebeberapa teman dengan rasa sakit hati saya, namun beberapa dari mereka mengatakan, ayo cepat move on, saya mengerti bagaimana mereka sangat mencintai saya dan tidak ingin saya menangis hanya karena pria yang tidak benar. Dan terkadang saya menjadi bertindak kejam terhadap diri saya sendiri dengan memaksanya untuk cepat beranjak. Namun terkadang itu menjadi kurang tepat bagi saya, saya belajar tentang diri saya bahwa saya lebih menikmati dengan penerimaan saya sebagai diri saya sendiri. kita manusia "We are Human and Woman" dan itu satu hal yang tidak dapat kita langgar, kita bukan robot yang dapat dengan mudah jatuh cinta dan melupakan.
dalam wisdom of life dikatakan bahwa "There's a time for everything" segala sesuatu ada masanya, akan ada waktunya, ada waktu untuk bersuka ada waktu untuk berduka, ada waktu untuk menangis dan ada waktu untuk tertawa. Jadi ketika hati kita ingin menangis, nikmatilah masa-masa itu.
   Satu hal lagi yang saya pelajari dari diri saya, saya tidak dapat beranjak dari masa lalu saya adalah karena saya menyalahkan diri saya mengapa pria tersebut meninggalkan saya, mengapa saat dia pergi saya tidak menahan dia, mengapa saya tidak mengikuti kata hati saya saat itu? disini saya belajar untuk berdamai dengan diri saya sendiri dan mengampuni diri saya sendiri.

2. Berdamai dengan Allah
    Berdamai dengan Allah disini adalah mempercayai Allah akan kedaulatannya. Percaya bahwa dia yang berdaulat akan segala sesuatunya. Takkan sehelai rambutpun jatuh tanpa seiijin Dia sang penguasa segalanya
                       Bahkan rambut dikepalamupun terhitung semuanya (Mat 10:29:31)
Dia yang berdaulat menghitung jumlah rambut dikepalamu, bagaimana mungkin hatimu yang hancur luput dari pandangan matanya? 
Allah itu adalah Allah yang mendengar, kita harus belajar dengan berdoa dengan penuh kejujuram, jika kita ingin marah, marahlah, jika ingin menangis menangislah, percayalah bahwa Dia adalah seorang Suami sejati yang pernah kita punya. mungkin ini terdengar tidak patut, namun percayalah, Dia mengerti dengan benar daripada kta harus berpura-pura kuat di hadapannya, jika kita belum mampu bangkit, katakan padanya, bahwa kita perlu pertolongan-Nya untuk dibangkitkan.
Sampai di titik ini saya bersyukur dan belajar menjadi seorang ibu dengan pendengar yang baik untuk anak perempuan saya yang mungkin akan mengalami hal ini, meskipun saya berharap dia tidak perlu merasakan sakit hati seperti ini. Lihat bahwa hal ini terjadi, Allah sedang membimbing kita untuk belajar sesuatu dari pengalaman hidup kita untuk kita bagikan kepada orang lain, terlebih anak perempuan atau laki-laki saya kelak.


3. Berdamai dengan Manusia lain
   kita sakit hati? benar, bagikanlah itu kebanyak orang. saya sangat bersyukur dengan hal ini, ketika saya berbagi tentang ketidak benaran saya, banyak teman-teman saya yang turut berbagi bersama, kami  membagikan apa yang kami miliki, kami berdoa bersama dan kami dikuatkan. bagikan sebanyak-banyaknya dengan mereka hingga diri anda bosan dengan hal itu. sampai disatu titik kata hati kita merasa cukup, dan benar-benar hentikan pembicaraan mengenai dia.
Awal-awal saya berpikir mengapa orang tua saya begitu over protektif terhadap saya. Maklum karena saya anak tunggal dan ibu saya sangat kuatir apabila saya menikah dengan orang yang salah. Namun tidak ada yang bersalah atas semua, karena itu semua seijin Tuhan. Jika Dia yang membentuk hati, masakan Dia tidak berkuasa atas rasa dalam hati itu? masakan Allah membiarkan Hati itu mendekat dan menjauh sebegitu saja?

4. Kerjakan sesuatu
  Yang saya lakukan adalah mengingat apa yang saya sukai, dimana hati saya berada. Saya kembali ke hal-hal yang saya sukai dulu, antara lain:

A. Kembali keteman-teman
    Let's be Friend, hubungi mereka dengan semua hal yang terjadi. menangislah dengan mereka, ternyata mereka mendengarkan apa sebelumnya mereka tidak pernah kita dengar tentang hidup kita. Jomblo bukan suatu hinaan, namun Jomblo yang bermartabat sangat berbeda dengan yang lain. Katakan pada mereka jika kita jomblo (*jangan sampe pasang iklan ya guys). Terbukalah kembali dengan hal-hal yang baru.

B. Ikuti Kata Hatimu
Seperti sekarang saya menulis, saya menyukai kegiatan ini dan saya mengerjakan kembali dengan apa yang saya sukai, saya belajar dari buku mewarnai untuk dewasa yang saya beli di gramedia akhir-akhir ini. Ternyata itu cukup menolong saya untuk me management stress saya. Berikut kata peneliti yang saya temukan:

"Memperhatikan anak-anak dan bagaimana mereka bisa tenang saat mewarnai benar-benar mendasari ide ini. Kenapa orang dewasa tidak bisa mendapatkan juga ketenangan itu di dalam otak mereka?" kata neuropsychologist dan neuroscientist Dr Stan Rodksi, seperti dikutip dari ABC.net.au.

Stan menambahkan, proses dalam pewarnaan itu yang menimbulkan efek menenangkan karena kita merasa menikmati saat mewarnai gambar. Proses tersebut membawa kita pada momen di mana stres jadi dibebaskan. Efek relaksasi dari mewarnai gambar pun dibuktikan Stan lewat alat canggih yang bisa mengukur gelombang otak dan ritme jantung.

"Hal paling menakjubkan adalah kami melihat adanya perubahan pada detak jantung dan gelombang di otak," terangnya.
 
C. Berolahraga
Buanglah air matamu dengan keringat, berolahragalah. Wanita yang Sexi adalah Wanita yang sehat. Dan tubuh seseorang menunjukan bagaimana gaya hidup seseorang. Ini pun yang akhirnya saya memilih olahraga seperti yoga. Dimana instruktur saya mengajarkan ketenangan dan fokus. Kata-katanya yang saya ingat pertama kali saya ikut "jika sakit ya sudah, nikmatin aja, letting go aja" tepat sekali untuk menenangkan pikiran saya yang saat itu sedang kacau balau. Zumba fitness juga baik, apalagi diiringi music yang keras, bisa olahraga sekalian meluapkan emosi terpendam dan membuat kita lebih senang.

None of this fazes us because Jesus loves us. I’m absolutely convinced that nothing—nothing living or dead, angelic or demonic, today or tomorrow, high or low, thinkable or unthinkable—absolutely nothing can get between us and God’s love because of the way that Jesus our Master has embraced us.
Roman 8:31-39




Terimakasih Allah saya Seorang single hari ini dan saya percayakan kepada Engkau esok hari


Big Regards


Septie_

Wednesday, September 5, 2012

Remember that


When we met at the first time, when we shaking hand and told our name each other. “Septie” and “febby” at our first boarding house. with awkward moment we introducing our self. Sanguine person and melankolise person.
At the first time I know little bit of who you are, one thing that I like is “your radio in your bedroom” I’m always interested to listen that. I passed a part of my time to listen your radio, I have radio but listening radio with you is different one. Ya! I love your radio (*give me please)
From the radio I pass a part of my life with you, when you turning on your radio, my heart beat jumped and I wanna be listened your radio. Our boarding house keep in quiet if you gone.
sometimes when i felt alone and i need friend to shared i wanna go to your bedroom and told our dreams, our hope and our trouble. we praying, singing, dancing, "narsis", sleeping, cooking, studing, selling, everything doing together. and i'm love it so. smile
And then time running up so quickly, I know you more deeply. Two God girls with old jeans and t-shirt face the world together. Passed our time together with pray, we fighting, Holding on, keep to moving on, and take care each other.
Sometime I angry with you, we have mess, but I’d angry cause I care with you.
In rolling time, do you remember that?
When we singing together:

When we make a garden:


When we shopping together:

and to much picture in my heart with you febby

when i wanna go from my boarding house i always told you "pergi febh!" and you always told me."pergi mb seph!"
when i have brithday i remember that you gave me suprized, you and another sister singing "happy brithday" in a front of my bedroom. everything with you still in my mind.
sometimes we sit and told our dream "knight", our criteria, and our love story wanna be. we laughed together, we thought its so funny, but time still running up.
with a love hug i let you go, and we live in our own way. it's time for me to say good bye.
now 1 years ago, i'm still missing you smile
now, we have a new life, a new friend, a new family but theres no one like you.
now, our knight came to our life, separated us. i dont know what wanna be of who you are? maybe someday you will forget me (*jangaaaaan) you have family and me too, we have chlidreen.
someday when your chlildren pointing of my picture, please tell them my name "mb seph" tell them our story together and step together
keep my phone numb. coz its never change, you still my sister.
i will meet you again in a future with a big smile and a Super duper big Hug
Love you febby

Monday, August 20, 2012

God Gave Good Gift :)



“I ready being single Today and I trust You for tomorrow”
            “Inikah pria yang Kau tunjukan waktu itu Tuhan? Amazing, dia terlalu indah bagiku, dia bahkan yang kuperlukan bukan yang kuinginkan”
            Mintalah kepada Allah apa yang anda perlukan, dan bukan apa yang anda inginkan, kata itu yang masih terngiang di telingaku bahkan sampai saat ini, karena
“Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam kristus Yesus” filipi 4:19
kata itu yang kudapat dari pembimbingku ketika aku masih kuliah dulu. Dan yaaaa! Itulah akhirnya yang menjadi alasanku menulis 18 kriteria pasangan hidupku. Mustahil aku mendapatkannya, pasti! Tapi yang ku tau there’s nothing impossible for God!
“ask and it will be given to you; seek and you will find; knock and the door will be opened for you, for everyone who asks receives; he who seeks finds; and to him who knocks , the door will be opened.” (matt 7:7-8) 
Dalam bahasa inggris kata kerja+s berarti sering dilakukan, maka mintalah dengan sering, carilah sesering mungkin dan ketuklah sesering-seringnya, maka kau akan diberi, akan mendapat dan pintu akan dibukakan bagimu, ya mintalah kepada Allah, bukan berarti memaksa Allah namun berharap pada Allah untuk memenuhi hatimu dengan Dia dan bukan dengan pria2 bodoh Jhehe,,,
            Saat aku kuliah aku beriman bahwa aku akan menemukan pasangan hidupku ketika aku telah bekerja sperti kisah Ruth yang bertemu dengan Boas ketika dia sedang bekerja, hingga saatnya aku bekerja itu datang hingga aku lupa untuk mendoakan pasangan hidupku karena aku terlalu asik mendoakan pakerjaanku saat itu , aku juga sedang terlalu asik dengan banyak kegiatan masa singleku, dengan orang-orang dan waktuku untuk banyak belajar. Dan aku sungguh menikmati masa-masa single ku, aku puas memanfaatkan waktuku yang sangat berarti bersama Allah dan bukan menghabiskan waktuku untuk mengejar banyak pria muda yang tampan dan kaya. Allah membuat aku terlalu sibuk dengan semuanya, tertawa dan menangis hanya bersama Allah dan menguatkan hati para single lain J
            Hingga suatu saat pria itu datang dihidupku ketika aku sudah siap, dia datang ketika aku bekerja dan sedang sibuk mengurus segalanya. Dia menghentikan langkah kakiku sebentar, memperlambat langkahku, menghentikannya sejenak, memandang kearah tujuan yang sama hingga akhirnya kami berlari bersama. (*so sweeeeet)
            Aku berjanji pada Allah, bahwa aku tidak akan pacaran dengan siapapun, hanya dengan suamiku kelak. Kadang ada perasaan iri dalam hatiku ketika aku melihat orang lain dengan pacarnya, sangat romantic terlihat. (*hahahaha) tapi aku tau saat itu Allah mengetahui dengan benar isi hatiku, dan Ia tidak ingin emosiku hancur karena aku mencintai orang yang salah, Ia tidak ingin aku menangis untuk hal yang tidak penting dalam hidupku.
            Bagaimana awal aku bertemu dengannya?? Seorang pria saleh umumnya ditemui di greja, dan itu yang biasanya dilakukan para gadis untuk mencarinya di lingkungan gereja atau perkumpulan sejenisnya. Tapi tidak denganku aku belajar menjaga hatiku tetap murni, mempercayakan segala sesuatunya pada Allah. bagaimana Allah membawa dia kepadaku?? Aku percaya Allah mampu membawakan pasangan hidupku dimanapun aku berada, dia tidak pernah kehilangan alamat rumahku, no ponselku, alamat FB, email kita, dan pin BB kita (kita??? Elo aja kali gw soon, looooh??)
            Ini dimulai ketika aku akan berangkat dari semarang kebanjarmasin, ketika akan berangkat aku cukup takut dalam hatiku, akankah ada pria disana Tuhan?? Saat itu aku baru saja pindah gereja dan pasti tidak ada satupun pria yang aku kenal, dan ternyata banyak pria disana (bapak2 dan anak2, looooh??), namun aku berjalan dengan janji Allah, seperti Ruth yang dia mengikuti mertuanya kembali ke Bethlehem “Allahmulah Allahku, Bangsamulah bangsaku” dia tidak takut akan siapa yang akan menikahinya, dia tidak peduli akan kata orang, dia hanya berjalan bersama Allah.
            Hingga suatu saat seorang teman meminta ijinku untuk memperkenalkan aku dengan seseorang. Jujur aku tak suka dengan cara seperti ini, untuk berkenalan dengan seseorang. Sepertinya ingin ku tolak saja. Namun Allah mengingatkan aku dengan salah satu nasehat “terbukalah dengan banyak orang, bagaimana kau akan dikenal orang, kalau kaupun tidak ingin berkenalan dengan orang lain, perbanyaklah temanmu, dan meskipun dia bukan jodohmu, paling tidak perkenalkanlah Allah yang baik yang ada didalammu pada dia”, yaaaa!!! Aku mau Tuhan! Ada satu misi yang terpendam dalam hatiku ketika aku mengatakan ya! Pada temanku itu, aku mau memperkenalkan Allah yang ada dalam hatiku.
            Hingga aku mau berkenalan dengannya. Akhirnya Dia meng-Add aku di FB. Cukup lama aku berpikir, ketika aku lihat di FB, aku hanya memandangi tampilan FBnya, aku berpikir keras dan Yes, confirm J,

Dia      : hai septi..
            Salam kenal ya..:)
Aku     :hehe,,, iya bang, salam kenal juga :)
Dia      :Gimana kabarnya? :) à garing ngapain nanyain kabar? Kenal aja baru??
Aku     :kbrnya sungguh amat baik bang, hehe, , , abang???
            oh iya bang, aq punya sedikit tulisanq, gk bagus sih, tapi aku senang kalau aku bisa   berbagi :) kalau mau bisa q kirim via message box :)
Dia      :Syukur lah amat baek..
            Kayaknya lg dpt kabar bahagia ni..
            boleh septi..dikirim aja ke inbox aku aja..jd gak sabaran pengen bacanya..:)
Aku     :hahahaha,,,, thanqueee bang, happy reading
Aku mencoba untuk sangat ramah karena mencoba menghilangkan rasa tidak nyaman dengan situasi ini, tulisan yang akan ku bagi adalah tulisan ketika aku mencari pekerjaan dan memegang janji Allah dengan pekerjaan.
Saat itu aku tak mengerti mengapa Allah menyatakan hal ini padaku.
“I promised you to one husband, to Christ, so that I might present you as a pure virgin to Him”
(2 cor 11:r)
Aku hanya mengamini dan mempercayai bahwa Allah akan membawa pasangan hidupku padaku suatu hari kelak. Dia menjanjikanku “one husband” seorang suami untuk kristus. Ya seorang suami yang akan membawa hubungan kami pada kristus. Aku tak bertanya banyak pada Allah aku hanya mempercayaiNya dan menulisnya di buku SaTe ku sebagai pengingat bahwa Allah telah menjanjikan seorang yang special bagiku. Thanks Lord J.
            Itulah awal perkenalan kami, dia begitu sopan, dia bukan tipe seseorang yang langsung meminta no hp q saat itu, kesabarannya yang akhirnya memenangkan aku. Kamipun akhirnya hanya bertemu di dunia FB, satu tempat yang sebenarnya akupun tidak suka untuk berkenalan dengan seseorang, hingga akhirnya aku belajar untuk memurnikan hatiku, tujuanku masih sama “aku tidak sedang mencari jodoh” tapi tujuanku tetap “membagikan Allah dalam hidupku” hingga dia meminta no hp ku, dengan caranya yang sopan dengan memberikan no hpnya lebih dulu.
Aku diingatkan Allah dengan:
“Tidak ada wasit diantara kami yang akan memegang kami berdua!” Ayub 9:33
iya Allah, tidak ada wasit diantara kami, kami harus menjaga langkah kami untuk kami tetap di jalur kami masing2, karena seorang pemenang adalah seorang yang bermain dengan benar mengikuti aturan permainan
            Hingga dia mengatakan bahwa dia akan datang ke Banjarmasin, akkh sebenarnya aku tidak suka dengan caranya, terlalu cepat bagiku. Dia akan datang dengan cara apapun tanpa dia harus tau nginap dimana, tidur dimana. (sepertinya aku pernah mendoakan seseorang dalam hatiku yang dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan aku, Karena aku tau tidak mudah seseorang untuk memiliki aku) dan dia melakukannya.
            Aku kembali belajar dengan kemurnian hati, ketika akan bertemu dengan dia aku belajar untuk tidak berpakaian yang indah-indah, aku belajar untuk tetap menjadi diriku sendiri yang puas akan Allah, dengan membawa buku purpose driven life di tanganku. Aku mengingatkan dia untuk membeli alkitab. Awal aku bertemu dengannya, sepertinya aku tidak ingin bertemu lagi, itu adalah yang pertama dan yang terakhir bagiku, kenapa? Karena aku memandang bahwa dia bukan tipeku entah itu secara fisik ataupun rohani. Aku berharap tidak seorangpun melihat aku bersamanya hari itu, ketika aku kembali hatiku seperti diingatkan dengan Allah lewat
 “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia memandang rupa, tetapi Tuhan melihat hati (1samuel 16:7)
“apakah kau hanya mau melayani seorang yang cakep, seorang yang baik menurut pandanganmu sendiri?? Dan kau tidak mau melayani dia?? Kau tau dia anakku, buatan tanganku, begitu sombongkah dirimu?”
hatiku tersentak, dan aku memohon ampun ke Allah karena hatiku yang begitu sombong. Ya Tuhan aku tau aku bukan siapa-siapa tanpaMu J *so sweet…
            Sampai akhirnya kami menjadi begitu dekat, akupun tau siapa dia. Ternyata dia seseorang yang belum pernah pacaran, its seems like me. Aku terkejut dan terperangah, aku bertanya “Tuhan inikah jawabanmu? Inikah dia yang telah kunantikan sedemikian lama??? How beauty?? Ketika aku memberikan ke Allah seseatu yang terindah dalam hidupku, Allah memberikan sesuatu yang terindah itu pula dalam hidupku, Amazing!! Great!! Aku kembali mengecek 18 kriteria yang kutuliskan dibuku saat teduhku tanggal 29 April 2011:
1.     Bukan seorang kesehatan, seorang yang paling tidak mengerti tentang elektronik atau IT (cocok) : mengapa aku menulis criteria ini? Karena aku tidak membutuhkan seorang kesehatan, paling tidak aku sudah tahu banyak tentang obat dan apa yang harus kulakukan, seorang dokter? Mungkinkah aku akan sombong bila pasanganku seorang dokter?? Ya aku memerlukan bukan seorang kesehatan, aku memerlukan seseorang yang mengerti elektronik dan IT dirumahku kelak.
2.     Seorang yang mampu menenangkan aku ketika aku marah dan bukan mendukung aku dalam kemarahan (cocok); karena aku seorang yang sering mudah terbawa emosi aku membutuhkan seseorang yang menjadi alarmku.
3.     Terbuka dengan pelayanan, mau diajar, dan mau membagikan misi injil Allah (cocok): aku tau dari ketika dia dengan terbuka mau kuperkenalkan dengan teman pelayananku, dia senang ketika aku mengerjakan pelayananku di RS, bahkan dia menghargai mimpiku yang saat ini kukejar (Yes 58:7-12)
4.     Menghargai orang tua menerima mereka apa-adanya
5.     Seseorang yang sudah bekerja dengan gaji minimal 2 juta (cocok): karena aku sempat menanyakan dengan temanku, bukannya aku mata duitan, tapi paling tidak aku mengimani seorang yang sudah bekerja.
6.     Hidup mandiri, sudah terbiasa ngekost (cocok): ketika aku kebanjarmasin, criteria yang ini yang cukup kutakuti juga, karena masih adakah orang yang ngekost di Banjarmasin?? Ya! Ternyata ada J
7.     Tidak melarangku untuk bergaul dengan siapa saja (cocok)
8.     Tidak perlu smz atau telp setiap waktu hanya untuk menanyakan kabarku (cocok)
9.     Mengingatkan aku untuk menabung
10.  Terbuka dengan segala suku bangsa (cocok)
11.   Tidak merokok, dengan senang hati menjaga kesehatannya dan menghargai dirinya (cocok): sempat kutanyakan, satuhal yang kulupakan aku menulis hanya tidak merokok, tapi bagaimana dengan minum?? Dia ternyata pernah minum, hanya tidak mabuk. Bagaimana aku bisa lupa menuliskan seorang yg tidak pernah minum anggur?
12.   Bisa main alat music min. gitar
13.   Bukan seorang sanguine (cocok): karena dia seorang yang pendiam, dan bukan seorang yang pandai memulai percakapan.
14.   Berjiwa pemimpin, bisa memimpin dan mengayomi
15.   Seorang yang mampu berbagi bersama dengan orang lain, tidak asik dengan hobbynya sendiri dengan begitu ia mampu mendengar keluhan orang-orang di sekitar kami dan menguatkan mereka (cocok): aku pernah melihatnya di FB kalau dia turut andil dalam beasiswa untuk mahasiswa berprestasi.
16.   Tidak mudah menyerah, dia mampu menyelesaikan tanggung jawabnya (cocok): bahkan dia tidak menyerah mendapatkanku sampai sekarang J
17.   Dia bersedia lari dari pencobaan (merokok, minum, film porno, omongan jorok (cocok): dengan baik hatinya dia bersedia melakukannya J
18.   Pintar dan tidak mudah melupakan sesuatu (cocok): J
Aku tau dia bukan seorang yang perfect namun aku ingin membuatnya sempurna dengan kehadiranku disisinya. Seperti doa yang sering kupanjatkan pada Allah ketika aku menantinya



 

Semuanya terlihat begitu mustahil, namun tidak ada yang mustahil bagi Allah “perfect”. Hingga akhirnya dia datang kembali kebanjarmasin untuk bertemu denganku, pertemanan kamipun semakin tidak murni, karena banyak kata-kata yang membuat hatiku banyak bergetar. Allah kembali mengingatkan aku kembali,
Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji? Amos 3:3
Kami belum membuat perjanjian, kami hanya teman, bahkan tidak ada janji yang mengikat diantara kami. Hubungan kami menjadi semakin tidak murni karena seringnya sms dan telpon. Semua keputusan ada padaku sekarang aku akan membiarkan dia atau membuat perjanjian antara dia, aku dan Allah. akhirnya kuputuskan untuk waktu silent time selama 3 bulan.
Meskipun demikian  sebenarnya kami agak sedikit berbeda dengan agama, dia seorang katolic dan aku seorang protestant. Ketika akhirnya di mengatakan dia menyukaiku (*citciuuut) akhirnya aku memutuskkan agar kami mengambil waktu silent time sepanjang 3 bulan, dia dengan senang hati melakukannya (*yakin???). Setelah 2 minggu kami bergumul, satu hal mencuat dalam kepalaku, sebenarnya hubungan kami tidak dapat berlanjut, karena kami berbeda, tidak ada yg dapat dipersatukan, bagaimana dengan anak2 kami? Mereka akan kegreja yang mana? Agama yang mana? Otakku mulai berkecambuk, aku ingin menyudahi silent time ini, karena akan sangat lama bagi dia dan aku untuk melewati waktu ini, lebih baik meminta dia untuk mencari wanita lain saja (*So saaad), hingga sebelum ku telp dia aku menelpon pembimbingku dan menanyakan bagaimana sebaiknya, aku sangat terperanjat dengan otakku ketika dia mengatakan “loh kan gak apa2, kita kan tidak mengkristenkan seseorang, kitakan memperkenalkan kristus, gak apa-apa, Allahkan yang akan memberikan pertumbuhan, seorang pelayanan pun belum tentu hidupnya baik, yang mengerti kedalaman hati seseorang itu hanya Allah sendiri” aku tersentak. Hatiku hancur kembali, dan aku memohon ampun ke Allah dan aku menghubungi dia dengan perasaan bebas, aku menelponnya dan mengatakan yang sebenarnya. Saat itu aku kembali tenang dan memulai kembali silent time kami yang masih bersisa 2 bulan berikutnya. Akupun dikuatkan Allah lewat:
Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh istrinya dan istri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya, andaikata tidak demikian niscaya anak-anakmu adalah anak-anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus. (1 kor 7:14)
Aku menetapkan hatiku pada Allah. Aku merelakan masa lajangku sepenuhnya pada Allah. meminta Dia memeriksa hatiku, aku meminta janjinya untukku. Bahkan ku katakan “aku tidak akan pergi dengan siapapun jika Engkau tidak memberkati aku, aku sendiri lebih baik dari pada aku menikah tanpa Engkau”, aku tau dengan benar untuk siapa aku hidup, dan ditangan siapa aku hidup, dan aku tak perlu kuatir akan apapun”
Tiba saatnya aku harus menghubungi orang tua, Allah menguatkan aku dengan:
“ketika aku masih tinggal dirumah ayahku sebagai anak, lemah (kemauan untuk belajar) dan sebagai anak tunggal ibuku (memang aku anak tunggal J), aku diajari ayahku, katanya kepadaku: “biarlah hatimu memegang perkataanku: berpeganglah pada petunjuk-petunjuku, maka engkau akan hidup. Peroleh hikmat dan peroleh pengertian, jangan lupa dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku. Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihanilah dia, maka engkau akan dijaganya. Permulaan hikmat ialah: peroleh hikmat dan denga segala yang kau peroleh perolehlah pengertian. Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya: engkau akan dijadikannya terhormat, apabila engkau memeluknya. Ia akan mengenakan karangan bunga yang indah dikepalamu, mahkota yang indah akan dikaruniakan kepadamu”. (ams 4:3-9)
aku tahu berkat Tuhan datangnya dari orang tua. Roh yang sama ada padaku dan pembimbingku, roh yang sama itu pula yang akan mengetuk hati orang tuaku bila itu benar dari Allah, akhirnya aku mengatakan pada mama, mama setauku dia orang yang cukup keras untuk satu hal yg berkaitan dengan masa depanku, namun aku tak tau hari itu sepertinya aku cukup nyaman untuk berbagi dengan dia, dia hanya mengatakan “ya dijalani saja dulu”, aku hanya diam, mataku berkaca-kaca dan kepalaku tertunduk, Tuhan apakah Engkau memberkati aku?? Aku tau ada ketakutan diwajahnya dia takut kehilangan anak tunggal kecilnya yg sering merepotkan, anak tunggalnya yang sudah dibesarkannya dengan susah payah dan sekarang akan diambil orang (*huhuhuhuhu), dia takut aku berjalan dengan orang yang salah. Dan bukan hanya dia, aku juga cukup takut dalam hatiku. Namun aku mempercayai Allah, Janji Allah adalah jaminanku.
Dimasa Silent Time hanya masa dimana hanya ada aku dan Allahku. Aku belajar untuk tunduk dengan Allah, membuang semua emosiku, perasaanku, degupan jantungku, dopamine dalam otakku yang kadang2 sering tak stabil, hormone adrenalinku yang terpacu untuk bekerja dan setiap selku yang kurasakan seperti ada aliran listrik didalamnya. Semua itu harus kupadamkan dan meletakannya dalam tangan Allah. kami benar-benar tidak berhubungan via telp, smz, ataupun FB. Kadang aku melihat dia sedang OL di FB aku ingin sekali menyapanya, hanya aku belajar untuk mengandalikan diriku, aku tidak ingin menghancurkan komitmen yang sudah kami buat dengan Allah :)



Janji-janji Allah lain mengikuti:
“Aku memberikan perintah yang baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti aku telah mengasihi kamu demikianlah pula kamu harus saling mengasihi” (Yohanes 13:34)
“maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka” (Kejadian  1:27)
Dua ayat diatas cukup mustahil bagiku, karena saat itu aku akan mengirimkan buku dan CD rohani untuk dia, aku menulis di secarik kertas, dan aku baru saja sadar setelah selesai menulis kertas itu bertuliskan ayat itu di bawahnya, sama seperti kejadian beberapa saat lalu ketika aku akan memberikan hadiah untuk salah satu temanku, kejadian itu sama persis, dengan kertas yang tidak sengaja ku ambil dari buku yang berbeda dan untuk orang yang berbeda dengan keajaiban yang sama persis.
“sebab itu terimalah satu dengan yang lain, sama seperti Kristus yang telah menerima kita untuk kemuliaan Allah” (Roma 15:7)
Dalam masa aku menunggu selama 2 bulan, kadang aku merasa bahwa ada ketakutan dalam hatiku, sepertinya Allah memberikan aku sebuah “Kado yang berlapis bungkusnya”, dan aku berpikir bahwa kado itu adalah pemberian Allah, karena itu hanya pemberian, kado tersebut tidak dapat sikembalikan, hanya dapat diterima, dalam hatiku aku bertanya dengan penuh rasa curiga pada Allah, apakah isi kado ini? apakah kado ini baik??? Hingga Allah menyadarkan aku:
“Bukankah ini kado yang parnah kau minta dulu?”
Aku teringat kalau dulu aku pernah mendapatkan ayat mat 7:7, mintalah dengan rajin. Sepertinya itu menusuk (*daleeeeeeeeeem) hatiku.
“Bukankah itu hal yang pernah kau minta dulu? Mengapa kau sekarang membukanya dengan penuh rasa curiga akan pemberianku??? bukalah kado ku dengan semangat!. Jika kamu yang jahat tau member pemberian yang baik untuk anakmu, apalagi Bapamu yang disurga”
Aku memohon ampun ke Allah karena kau mencurigai pemberiannya dan aku belajar untuk membuka kado itu sampai saat ini dengan bersemangat dan bersukacita sebagai wujud ucapan syukurku padaNya. THANKS LORD...
Tanggal 22 july 2012: Allah mengatakan “I have Love YOU” Maleakhi 1:2
Hatiku hancur mendengarnya??? What??? You Love me God?? It means everything to me, hatiku puas akan Allah sendiri dalam masa penantianku. And I have full of blessing that 2 person in the middle of the earth have fall in love with me. Love You Lord (^0^)/
Semakin aku mengenal dia, aku tau dia bukan pria sembarangan, dia berbeda, bahkan awal aku bertemu denganNya, ntah mengapa Allah membuat hari itu hujan lebat dan menghentikan langkahku sejenak untuk kembali bercakap dengannya, diam-diam meskipun itu hanya sejenak dan aku tak sadar aku mengaguminya dalam hati, syukurlah Allah dia cakep ternyata ya??? Aku mengamati kembali beberapa fotonya di FB, wah aku tak sadar ternyata dia cakep, beruntung aku cepat menyadarinya, ketika aku memandang fotonya aku berbisik dalam hatiku “tunggu saatnya, kau akan terlihat lebih cakep dengan kehadiranku disisimu, yang jelas dia memenangkan hatiku bukan Karena ketampanan, bukan Karena kegagahan, bukan karena kekayaan tapi karena hati dan lututnya.
*Sing:
A thousand angle dance around you
I’m complete now gotta found you  J” so sweeeeeeet (*0*)

For mine: tonni turnip

Yours
tiyan