Septie's Pages

Showing posts with label Share My Life. Show all posts
Showing posts with label Share My Life. Show all posts

Monday, October 28, 2024

Long Distance Married

"Cek…. cak… cek…. cak..."

Suara jam dinding dirumah mungil kami yang mulai terdengar, setelah kurang lebih 3 minggu aku tidak sadar akan suara detaknya. Rumah cemara ini sepi lagi, sesepi hatiku.

“Suamiku datang, suamiku datang, suamiku datang…” aq bahkan menciptakan lagu sendiri utk suamiku Ketika ia akan datang. Menjemputnya dibandara Samsudin N
oor Airport, aku bahkan sudah berada disana 1 jam lebih awal dan akhirnya saat waktu gelap pesawat yang dia tumpangi landing juga, dan aku selalu mengawasi Langkah kaki tiap orang yg datang lewat pintu kedatangan. Dan aku melihat seseorang pria bertubuh gempal, mengenakan kemeja dan membawa jaket dengan serabutan. Aku tau itu suamiku. Aku memberinya kejutan dengan menguntitnya dari belakang dan memeluknya.

Disitulah kegaduhan kami dimulai.

Dia cuti dari pekerjaannya selama 3 minggu, Papua. Ya, disana dia bekerja. Tempat yang jauh sekali.

Banyak hal yang kami kerjakan Bersama selama 3 minggu, aq bangun pagi dengan semangat, memasak dan menyiapkan minuman jahe yang aq beli sendiri dari toko penjual sayuran dekat rumah, pernah kami kehabisan jahe dan kamipun membeli di pasar Bauntung yang berada didekat rumah mungil kami.

Entah kenapa dia yg tidak pernah mau ke pasar dengan tiba-tiba mengajakku kepasar, kami berkeliling pasar seperti 2 anak yang hilang, hanya membeli 1 potong ayam dan beberapa bumbu dapur. Dia sendiri sibuk mencari buah sawo yang tidak ada di jual dipasar itu. Akupun hanya geli melihat kemauannya mencari sawo dan menuntunku kesana-kemari untuk mencarikannya buah sawo.

Kami Kembali dari pasar dan Kembali ke tugas inti kami, mendirikan pagar rumah. Kami berdebat tentang banyak hal, tentang model ini, model itu, pakai semen ini, pakai semen itu. Kami membuat cetakan no rumah yg terbuat dari streofoam bertuliskan 2, dan besok harinya kami serahkan ke bapak tukang. Kami sangat senang. Kami mencoba semen dengan merk ternama namun hasilnya kurang kokoh, dan kami Kembali menggunakan semen biasa. Kami berdebat, berkeliling kesana kemari untuk mencari roaster dan kami mendapatkan roaster dengan model terbaik.

Kami mengunjungi beberapa cafe saat persediaan makanan kami habis, kami memberikan nilai 1-10 pada setiap café yang kami kunjungi. Dan kami mengerjakan banyak hal disana.

Pada suatu pagi, westafel yang biasa utk aq mencuci ikan bocor, dan lantai dibawahnya jadi berbau amis. Pagi itu kami perang mulut, saat itu aku marah. Karena hari sebelumnya westafel itu baik2 saja. Namun karena ada tukang melakukan perbaikan malah menjadi rusak. Dan saat itu dia hanya diam saja saat tukang memperbaikinya. Aku menjadi marah sekali karena aq akan memasak dan semua terlihat sangat berantakan. Suamiku yang malang akan marahanku hanya terdiam.

Aku tau aku melakukan kesalahan pada orang yang sangat aku cintai.

Besok harinya, pipa itu tetap bocor. Tapi aku sudah menemukan cara dengan menampung air di baki plastic yg tidak terpakai, jadi menurutku itu sudah tidak menjadi masalah. Suamiku yang malang masih memikirkannya dan mengajakku ke satu toko bahan bangunan dan membeli kunci inggris, dia menenteng kunci inggris itu dengan pasti, dengan harga yg lumayan mahal menurutku. Dan aku tertawa geli bersamanya karena aku tau dia hanya bergaya akan memperbaikinya, dan selebihnya kunci inggris itu, hanya akan menambah pajangan kami saja. Dan benar saja, tukang juga yang memperbaikinya. Dan masalah pipa wastafelpun selesai.

Hari ini pagar yang kami pesan pun datang, saat dia sudah pergi. Dia hanya bisa melihat dari foto whatsapp yang ku kirim.

Dia pergi untuk Kembali, tapi aku benar-benar merindukan suara dengkurannya, senyuman, pelukannya, kesibukanku memasak, mencuci bajunya atau bahkan sekedar memakaikan handbody ditangannya saat kulitnya sangat kering.

Mungkin ini yang dinamakan jika menikah LDR itu sangat sulit, bukan hanya tentang sex, tapi hidup Bersama dengan orang yang kamu cintai itu sangat menyenangkan.

Jika ada Wanita diluar sana yang marah akan suara dengkuran suaminya, sebaliknya suara dengkuran itu yg aku rindukan.

“Cepetlah pulang sayang, aku merindukanmu”

 

 

 

Tuesday, May 5, 2020

Gods Control


Aku mengingat sedikit perjalanan siang itu, hamparan kebun teh disebelah mini bus yang aku naiki, kaca jendela disebelah kiriku itu pun sengaja aku buka sedikit, dan membiarkan angin segar pegunungan wonosobo menyapa lembut pipiku. Mini bus yang melaju dengan kecepatan 60 km/jam kadang-kadang harus berhenti disaat tanjakan diantara gunung sumbing dan sindoro itu. Keterlambatan yang menyenangkan selalu terjadi ditempat itu. Itu selalu menjadi perjalanan yang menyenangkan diakhir tahun aku dan keluargaku saat pulang kampung. Dan sekarang aku dikamar kecilku, membunuh waktu ditengah-tengah pandemic cov-19 ini.
Tepat hampir 2 bulan yang lalu, Cov ini menyerang kota Banjarmasin, tanggal 20 bulan April 2020 pun mulai dilakukan pengurangan jumlah karyawan sebanyak 14 orang di klinik dimana aku bekerja. Berada ditengah mereka dan menjadi tempat mendengar sedikit dapat membantu dengan baik.
Beberapa hal yang dapat sedikit membantu ditengah pandemic ini ya hanya membantu membuat masker utk teman-teman kantor dan beberapa vitamin utk dapat diberikan.
All in Gods Control
Pengelolaan keuanganku yang cukup amburadul itu ingin aku rapikan di tahun 2020 ini, termasuk pelunasan beberapa CCku *beberapa* termasuk orang yang suka mencoba banyak hal, termasuk dikeuangan, diakhir tahun 2019 pun aku rencanakan utk melakukan pelunasan dan penutupan. Sebelum Cov ini datang menyerang.
Banyaklah rancangan dihati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana. Ams 19:21
Hingga di awal tahun 2020, Allah mengirim aku ke kota samarinda, ditengah masa-masa aku belum melunasi CC saat itu, mendorong aku utk tetap menggunakannya. Diawal maret aku kembali, dan aku mulai lagi misiku utk menyelesaikan masalahku di CC.
Dan hingga ditengan Pandemi ini, gajiku yang dipangkas menjadi setengah dari porsi yang biasanya.

Sekalipun pohon ara tidak berbunga,
pohon anggur tidak berbuah,
hasil pohon zaitun mengecewakan,
sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan,
kambing domba terhalau dari kurungan,
dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,
namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN,
beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
Habakuk 3: 17-18

Pernah kecewa dengan hasil peternakan sapi yang saat itu niatku hanya menolong keluarga yang membutuhkan pekerjaan, dan beliau meminta bantuan, dengan sedikit modal dapat membeli beberapa ekor sapi, namun diujung cerita keluarga tersebut malah marah-marah yang tidak jelas dan menjual semua sapi yang ada. Dan cukup mengecewakan.
Membeli sebidang tanah yang tidak dapat menghasilkan apapun, bahkan uangnya masuk ke sesorang yang cukup memeras.
Belajar ilmu saham yang memang, tidak boleh ingin cepat kaya. Dengan hasil merugi
Pernah beberapa kali usaha dan hasilnya tertipu.
Maka doa salomo pun terdengar begitu indah saat ini


Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan.
Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan.
Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.
Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu  dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

Ams 30:8-9

Friday, March 25, 2016

Saya dan Sahabat Tergila Saya

Sahabat itu adalah seorang yang selalu ada bagi saya. Sahabat bahkan adalah yang dapat menerima saya sebagaimana adanya saya. Tidak perlu ada yang saya sembunyikan, tidak perlu saya menjadi sok cantik dengan harus berkata sopan dan baik, tanpa harus menutupi keburukan diri saya sendiri. Yang justru dalan kebobrokan kita mereka menerima dan menertawakannya. Bahkan kita harus belajar menertawakan diri sendiri didalamnya, tanpa ada perasaan bersaing dan ingin menjadi lebih besar diantara kami. I called them best friend. Saya bersyukur sekali Allah mempertemukan saya dengan para sahabat saya, dan mereka yang ada di kala susah maupun senang.
Inilah mereka, kak arney, nela, dheby, nonik dan feby. Yang tetap masih ada dimanapun dan kapanpun. Jangan pernah berkata jika kami tidak pernah saling berkelahi satu dengan yang lain. Saling membunuh pun sering (hahahaha...) tapi kami membuat itu menjadi pelajaran berharga bagi kami. Kami dipersatukan dengan sifat yang berbeda dengan nasib yang sama di salah satu kost di semarang. Dan saya pun percaya bahwa ini adalah rancangan Allah. Seandainya saya tidak kuliah disemarang, mungkin saya tidak akan pernah mengenal mereka, andai saya dulu dibanjarmasin saya di terima kuliah di kedokteran unlam mungkin saya tidak akan perlu melanglang buana sampai semarang. Itulah hidup. Kita tidak akan pernah mengerti :)
Di kost sana kami bahagia akan setiap keterbatasan yang ada, mulai dari tak ada makanan dan kami mulai mengincar jantung pisang bapak pemilik kost, pak haris nama beliau. Kemudian dikala tahun baru dan kami tak memiliki apapun untuk kami rayakan kami hanya membuat ayam bakar yang suda kami peritungkan masing-masing jumlah potongannya peorang. Dan kami memasak untuk ber6 hanya dengan 15ribu perhari. Dan menikmati hari libur dengan jalan2 naik taxi, bl** **rd yang maksimal hanya 3 orang, kami bisa menaiknya ber6 ajaib bukan?? Hahaha, dan akhirnya we can take a picture like this .
Foto yang terlucu adalah foto wisuda saya dengan latar pohon pisang
Kamar saya kadang menjadi markas orang-orang tidak bertanggung jawab ini, namun saya merelakan semua barang-barang saya hancur atau kotor, dan saya bahagia atas keonaran mereka. Ketika ada yang sedih maka kami semua menghibur dan turut mendoakan. Meskipun di awal akan kami tertawakan sampai sakit perut. Namun saat kami turut mengetawakan diri kami sendiri seolah semua menjad lebih ringan. Masalah apapun yang ada didepan kami jadi tida berarti apa-apa bagi kami :D. 
Sangat senang sekali memiliki mereka....
Love u guys :*

Friday, March 11, 2016

I got the answer

Dia sangat mengerti benar diriku lebih dari diriku sendiri. Itu yang sedang saya nikmati. Akhir-akhir ini saya mulai mendoakan "my future husband" Dan bukan tentang future husband. Allah justru membentuk saya ketika saya mendoakan "my future husband". Saya jadi berubah, saya mendoakan Dia tapi saya yang berubah?aneh bukan? Saya menjadi berbeda, saya seperti kembali ke kasih mula-mula saya ke Allah. jadi sebeleum doa saya di jawab Dia lebih tertarik merubha saya dan mempersiapkan hati saya kembali.ajaib bukan?
saya kembali lagi ke konsep diri saya yang benar. Dimana dulu setelah putus, saya benar-benar merasa tidak berharga, merasa rendah, merasa di tolak oleh orang lain, merasa seluruh harapan dan cita-cita diri saya hilang. Namun setelah saya belajar untuk berdamai dengan Allah, berdamai dengan diri saya sendiri. Akhirnya saya mengampuni diri saya sendiri, dan saya tidak mengijinkan seorangpun menge"judge" saya. Saya sering disalahkan dengan kesalahan pengambilan keputusan. Dengan kata "seharusnya" sampai akhirnya saya paham. Saya salah. Saya tau. Saya menyesal dan saya sudah benar-benar terpukul oleh akibat kesalahan saya. Jadi yang saya perlukan saat itu bukan sebuah kata "seharusnya" namun "kasih karunia" semua orang berdosa dan Yesus Kristus datang untuk menyelamatkan saya orang berdosa dan bukan orang benar. Hanya saya yang dapat mengerti bagaimana diri saya. Daripada saya memilih untuk menghakimi diri saya, dan jiwa saya semakin terpukul, saya memilih untuk menyayangi diri saya.
Allah perlahan-lahan membawa saya ke gambar diri saya sebenarnya. He told me that "You are fearfully and wonderfully made" psalm 139:24
Saya benar-benar disenangkan Allah dengan kata-katanya yang lembut.
Sebagia demi sebagian Allah mulai bukakan, dari mengapa saya tidak menikah ketika saya berusia 25 tahun, karena saya tau, saya anak tunggal, dan kedua orang tua saya masih sangat memerlukan saya, Allah ingin memenuhi kebutuhan hari tua mereka lewat saya. Iya saya, saya seorang wanita biasa yang Allah pakai untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dia tidak ingin memakai seorang pria pun, Allah memilih untuk menetapkan saya. Dan saya dilahirkan dikeluarga ini untuk menjadi berkat yang besar, bukan hanya berkat secara jasmani tapi rohani saya.
Kemudian ketika saya merenungkan kembali kenapa semua ini terjadi pada saya, saya tu iblis tidak pernah suka dengan orang-orang yang memiliki visi untuk Allah agar kerajaan Allah di besarkan ditengah dunia ini. Iblis memakai kekecewaan saya, iblis memakai pria-pria tersebut untuk membuat saya terluka. Karena dia tau bahwa saya akan mendidik anak-anak saya dalam takut akan Tuhan. Memiliki generasi yang takut akan Tuhan sampai akhir zaman.
Saya harus kuat, saya tidak boleh menangis hanya karena hal-hal yang tidak penting melainkan Filipi 3:13 (TB)  Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
Saya tidak ingin saya hancur hanya karena masalalu saya, saya ingin mengejar Dia dan pengenalan akan kristus Tuhan.
Dan pada saat ini saya bisa mengatakan "saya tau apa artinya kekurangan, saya tau apa artinya dikejar hutang, saya tau juga bagaimana rasanya kelimpahan, saya tau apa artinya sakit hati, saya tau apa itu patah hati dan segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku" Filipi 4:13
Saya harus cakap menanggung segala sesuatu dan segala keadaan.
Dan jika cerita cinta saya belum happy ending berarti itu belum selesai.
Terimakasih Allah untuk pelajaran yang berharga ini.

Sunday, February 21, 2016

2 0 1 5

Akhirnya tahun 2015 berakhir, bukan hal yang mudah bagiku untuk melewati tahun ini, jika aku masih hidup sampai hari ini itu karena kasih setia Tuhan yang tidak pernah meninggalkan aku.
Dimulai dari awal 2014 dimana aku mengakhiri masa percintaanku dengan seorang pria yang kupikir akan menjadi jodohku saat itu. Dilahirkan menjadi anak tunggal bukan hal yang mudah buatku, disitu aku dididik dan di tempa menjadi pribadi yang benar-benar tegar. Orang tuaku sangat menyayangiku dengan cara mereka sendiri. Dengan penghasilan yang berkecukupan mereka dapat mengkuliahkan aku sampai tingkat profesi apoteker. Saat itu kami sekeluarga masih mengontrak disalah satu rumah kecil dibanjarmasin. Ketika saya lulus kuliah orang tua saya ingin sekali kami untuk bersegera memiliki rumah. Karena saat itu saya masih bekerja belum 1 tahun, maka saya belum diijinkan bank untuk mengambil kredit rumah. Hingga saat itu mantan saya dengan baik hati mengijinkan memakai atas namanya. Saya cukup tidak damai sejahtera memakai nama beliau. Tapi sudhlah itu keinginan orang tua saya.
Akhirnya di awal 2014 percintaan kami kandas tanpa sebab yang jelas, dia meninggalkan tanpa alasan jelas. Saat Itu saya benar-benar seperti orang gila, stress yang begitu mengerikan. Dari dulu saya sangat membenci perpisahan, entah dengan teman sahabat atau dengan siapapun. Dan saat itu saya pertama kalinya saya memiliki pacar, setelah beberapa tahun menjomblo. Dan saat itu pertama kalinya saya merasa patah hati.
Dia sudah pergi dan tertinggal kredit rumah atas nama beliau. Pusing rasaya, stress tak tertahankan di dalam kepala saya. Dan kemudian orang tua saya mengenalkan saya pada salah seorang pria di greja yang terkenal baik. Pendeta sayapun ikut turut andil menjodohkan saya, karena mereka pikir orang baik. Setelah itu tanpa saya berpikir panjang karena saya sedang stress saya pacaran dengan dia. Saya pikir pria itu dapat menolong saya saat itu. Namun bukannya menolong pria yang tanpa saya doakan terlebih dahulu justru menimbulkan masalah baru dala hidup saya.
Hari demi-demi hari perasaan saya di liputi ketidakbahagiaan, orang tuanya datang 3 kali kerumah dengan niatan yang tidak jelas, hari demi hari saya mencarikan pekerjaan untuk pacar saya saat itu, beberapa kali datang ke depnaker, membeli koran dan searching di internet. Saya berkelahi dengan orang tua saya. Terkadang saya menangis dikamar seperti benar-benar orang gila. Saya hanya akan bangun jika saya akan bekerja, dan uang yang saya dapatkan akan saya gunakan untuk melunasi rumah saya.
Ditengah-tengah kekalutan saya saat itu terkadang ada sms dari mantan saya yang menanyakan status rumah yang minta diover kredit. Jika saya memikirkan saya saat itu, benar-benar depresi saya. Belum lagi saat itu ada celetukan dari orang tua saya bahwa saya akan menikah, saya benar-benar gila, saya harus mempersiapkan uang untuk rumah dan menikah sedang kondisi pacar saya saat itu benar-benar tidak memiliki uang.
Hari-hari saya saya habiskan dikamar, menangis dan kondisi yang tidak dapat berdoa lagi. Kekalutan dan kegelisahan menghantui saya hari lepas hari. Beberapa kali saya kabur dari rumah hanya untuk menenangkan hati mereka.
Saat itu saya tidak dapat berdoa, tapi yang saya tau, Dia ada bagi saya.
Sampai akhirnya saya memiliki tabungan yang cukup. Dan saat itu saya berdoa "Allah akan saya apakan uang ini" dan sepertinya Allah memberikan saya hikmat untuk "membayar rumah nak" saat itu seperti ada perasaan damai sekaki di hati saya. Dan saat itu saya berpikir "benar biaya pernikahan urusan pria, saya hanya membantu sekedarnya saja, jika dia tidak memiliki sepeser uang, berarti dia belum siap menikah". Akhirnya uang yang ada pada saya saat itu saya pakai untuk melunasi rumah. Terpujilah Tuhan yang menyediakan itu pada akhirnya. Dia Allah yang mencukupi segalanya. Hingga di bulan september 2015 kredit rumah kamu dapat diselesaikan.
Dan di akhir 2015 Tuhan menyatakan kemuliaanNya. Dia menunjukan siapa sebenarnya pacar saya itu. Dibalik kerajinannya datang ke greja, dia bukab pria yang baik untuk dijadikan suami bagi saya. Terpujilah Tuhan atas semua yang terjadi. Dia melepaskan saya daripada yang jahat. Doa saya satu lagi terjawab.


Bapa kami yang ada di surga
Dikuduskanlah namaMu 
Datanglah kerajaanMu
Jadilah kehendakMu
Di bumi seperti di surga
Berikalah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
Dan ampunilah kami akan kesalahan kam
 seperti kami juga mengapuni orang yang bersalah kepada kami
Dan jangan membawa kami dalam pencobaan tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat
Sebab Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya
Amin


Jadi, apakah yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah? Kesesakankah? Ketelanjangankah? Penderitaankah? Diputusin pacarkah? Dikejar hutangkah? Dibohongin orangkah? Tidak ada satupun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah.

None of this fazes us because Jesus loves us. I’m absolutely convinced that nothing—nothing living or dead, angelic or demonic, today or tomorrow, high or low, thinkable or unthinkable—absolutely nothing can get between us and God’s love because of the way that Jesus our Master has embraced us.
Roman 8:39

Saturday, February 20, 2016

Dia Penghiburku

Malam ini saya sedikit diingatkan dengan bagaimana Allah menghibur saya saat awal saya putusan dengan mantan saya dulu. Kebiasaan saya adalah saya membagikan masalah yang sedang saya hadapi ke pembimbi
ng saya. Terkadang saya tidak dapat mengemban semua masalah dalam pundak saya seorang diri, saya butuh tempat untuk berbagi. Kemudian saat itu saya memutuskan untuk mengunjungi pembibing saya yang berada di semarang. Saya hanya berpikir pertemuan saya amat singkat dengan pembimbing saya. Saya berulang-ulang kali mengecek tiket saya. Sampai seorang teman menanyakan pada saya jam keberangkatan saya ke banjarmasin, setelah saya kembali mengecheck jadwal keberangkatan saya. Saya memastikan jam keberangkatan saya jam 5 sore. Setelah itu saya asyik ngobrol dan mendengarkan beberapa nasehat dari pembimbing saya. Saya menikmati masa-masa dengan mereka. Sampai akhirnya pembimbing saya mengantarkan saya untuk berangkat kebandara. Saya dengan santainya menuu tempat check in dan menyerahkan tiket. Namun pegawai bandara menyambut saya dengan sinis, yang saya kira itu adalah pertanyaan belaka "mbak tau sekarang jam berapa?" Saya pun mencari-cari letak jam dinding yang berada di airport, kemudian menjawab "jam 4 sore mbak". Kemudian pegawai bandara itu menjelaskan kembali dengan sinis "mbak, seharusnya pesawat sudah berangkat 1 jam yang lalu mb, untuk lain kali check in itu satu jam sebelumnya ya!" Saya hanya melongo tanda tak paham. Kemudian petugas bandara itu menyerahkan kembali tiket beserta boarding pass saya.
Kemudian saya perhatikan kembali dengan tiket saya. Ternyata!!!! Tiket saya jam 3 sore seharusnya saya berangkat, dan sampai di banjarmasin jam 5 sore. Saya langsung terperanjat lari menuju pintu keberangkatan, saya mengambil barang tempat pembimbing saya, tanpa kata perpisahan saya langsung pergi, berlari melawan arus dan tanda larangan. Sampai saya berada dipintu keberangkatan yang masih tertutup. Saya bertemu dengan petugas penjaga pintu dan mengatakan bahwa saya menuju banjarmasin. Sag petugas menenangkan saya dan mengatakan pesawat belum berangkat, sembari petugas menjelaskan ke saya, tiba-tiba ada pemberitauan bahwa seluruh penumpang pesawat dengan tujuan banjarmasin dipersilahkan menuju pesawat. Pintu pun dibukakan oleh petugas lain, dan saya menuju pesawat saya. Sesampainya di pesawat saya duduk di kursi no 2 tepat didepan pramugari. Dan saat itu saya hanya bisa berkata "thanks God"


Mungkin banyak yang akan bilang itu kebetulan, tapi bagi saya itu adalah berkat dari Tuhan. Itu adalah salah satu cara Tuhan menghiburkan saya. Bagi saya bertemu dengan pembimbing saya itu cukup sulit, jadi itu merupakan berkat tersendiri ketika saya memiliki waktu-waktu bersamanya.


Be better



Septie

Saturday, February 6, 2016

it's began on my knees

Malam ini ntah mengapa ada kegalauan dalam diri saya. Merasa ketakutan yang amat sangat dan bertanya-tanya adakah jodoh untuk saya? Saya menyalahkan orang tua saya karena dulu menolak seseorang yang sangat saya sayangi. Perasaan kosong, hampa dan sendiri.
Saya teringat akan tempat dari mana saya berasal. Dari debu dan tanah. Malam ini saya mengutarakan apa yang ada dalam hati saya kepada Allah. Yang saya inginkan adalah mengenal Dia, dan mengerti apa yang Dia inginkan dalam hidup saya. Saya memuji Allah dalam segenap kelemahan saya. Saya melihat lantai yang tepat untuk bertumpu, letak dimana seluruh kekuatan saya berasal. Dia paling mengerti hati saya. Saya sadar bahwa saya berada di tempat terindah yang pernah saya miliki, selama ini saya merasa bahwa saya hanya menjalankan tata ibadah sebagai seorang kristiani tapi selama 3 tahun saya merasa diri saya hampa, sangat jauh dari kasihNya. Malam ini saya merangkak mendatangi tahta kasihNya. Seorang penulis kisa cinta terbaik. Seorang penulis cinta Ruth, Ribka dan juga kisah cinta kakak-kakak saya.
Dia mengingatkan saya dan berkata "jika mantanmu tidak mencintaimu, Aku mencintaimu dengan sangat, Jika mantanmu meninggalkanmu, Aku sedetikpun tidak akan pernah meninggalkanmu" saya teringat ketika Dia disalib dan membentangkan tanganNya "sebesar ini cintaKu padamu" air mata saya berlinang, dan saya menangis di kirbatNya. How great You are Lord. Thanks for Your great love for me.
Dia meminta saya untuk menyerahkan polpen kisah cinta saya kepadaNya. Dengan tidak perlu kuatir akan hari esok, akan pasangan hidup saya. Ketika saya menangis menikmati hadiratNya. Saya di sadarkan bahwa, satu hal seorang yang akan menikahi saya adalah seorang yang begitu gilanya mencintai Engkau ya Tuhan. Orang yang bukan asing bagi saya ketika saya menangis dihadapanNya. Orang yang lebih sangat mencintai Dia daripada saya. Bukan hanya pria yang cukup secara finansial, tapi yang sangat mengasihi Engkau. Kadang saya bertanya dalam hati saya, masih adakah pria yang baik dan mengasihi Engkau diluar sana? Dan Allah hanya berkata "can u give me that pen?" I just say "I wont this pen, I want You" sampai di satu titik saya temukan "ya saya ingin mengenal Dia" itulah tujuan hidup saya. Saya ingin menjadi seorang wanita dengan penyerahan tanpa ragu. Saya belajar untuk mendisiplin hidup saya dan mengelola pikirn dan emosi saya untuk saya memikirkan perkara yang diatas dan bukan yang di bumi. Saya memerlukan Tuhan. Saya ingin bertemu dengan Dia kembali seperti waktu dulu dan menyaksikan kemurahannya dalam hidupku. Mari kita lihat apa yang akan Dia kerjakan dalam hidup saya. Di ingn saya berubah, begitu mudah bagi Dia untuk mendatangkan jodoh untuk saya, tapi Dia ingin membentuk hati dan karakter saya terlebih dahulu.



Beberapa hari yang lewat, saya mulai tertawa kembali "thanks God, You put smile on my face " tertawa yang benar-benar lepas tidak seperti yang biasa saya tertawa. Hanya sedikit lelucon dari teman kerja saya, saya baru tersadar, saya sudah lama tidak tertawa demikian. 

"Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematianNya, supaya akhirnya aku memperoleh kebangkitan dari antara orang mati"
Filipi 3:10-11

Thanks God for Your embarrassed

Thursday, January 28, 2016

Me And My Job Now

Pernahkan anda berpikir bahwa dalam kebingungan dan kecemasan anda, sebenarnya Allah sedang bekerja?

Saya saat ini bekerja di suatu perusahaan klinik kecantikan, dan bahwa ini pun semua berasal dari Allah. Saya tidak pernah berpikir sedikitpun bahwa saya akan bekerja di tempat ini?

Awal saya masuk di kantor ini saya tertegun, mengapa saya begitu tenang? mengapa tidak ada kebimbangan atau keraguan saya di tempat ini? sampai saat ini saya tau, benang merah yang sedang Ia sempurnakan.
Dulu saya bekerja di PT. Tri Sapta Jaya (Kalbe Group), saya cukup kerepotan dengan banyak hal yang tidak saya pahami disana, belum lagi saat itu saya masih fresh graduate dan masih belum banyak mengerti dengan banyak hal. Disana saya bekerja selama 1 tahun dan ada keinginan dalam hati saya untuk saya segera keluar, saya mengerjakan banyak hal disana, saya bergaul dengan banyak pria dan melakukan beberapa pekerjaan pria, tapi disana hati, pikiran serta karakter saya dibentuk, sehingga saya melihat banyak hal tentang dunia kerja.

Sampai suatu saat saya bertemu dengan seorang teman yang dulunya mungkin musuh saya karena dulu kami tidak pernah saling kenal namun dia marah pada saya karena saya dekat dengan pacarnya (Hahaha....). Disuatu pertemuan seminar kami bertemu, kami saling tegur sapa, bercanda dan akhirnya kami saling menebak siapa kami. Dia memberitahukan kepada saya bahwa sedang ada lowongan ditempat saya bekerja sekarang. Akhirnya saya melamar dan saya masuk bekerja ditempat saya sekarang.

Pernahkah saya berpikir saya akan bekerja ditempat saya sekarang? pernahkah saya berpikir bahwa saya akan  bertemu dengan seseorang yang pernah menjadi marah dengan saya dan ternyata menjadi sahabat saya sekarang? dulu saya pernah gagal untuk masuk di kedokteran, dan akhirnya saya masuk di Farmasi. Hingga sampai saya kuliah difarmasi dan bertemu dengan teman pria saya itu??

Saya baru sadar ketika dulu saya masih kuliah, saya menginginkan untuk bekerja di tempat ini, saat itu saya hanya bergumam "enaknya bekerja ditempat itu, dingin dan cantik" dan saat itu kakak saya hanya berkata "udah gk usah menkhayal macam-macam" dan ternyata waktu saya training kejogja saya masuk kekantor saya dan saya teringat bahwa saya pernah bergumam. Dan batapa hebatnya??? Allah mendengarkan apa yang menjadi doa kita? Meskipun saya tidak sadar ternyata Dia sedang menjawab doa saya.

Itu yang saya lihat benang merah dari rancangan-Nya dan kita akan melihat hal-hal lain yang tidak kita mengerti sekarang :) 

Inilah Hidup, jika Hidup terlalu mudah apakah fungsi Allah disana? Satu hal yang Dia inginkan adalah kita tetap mengandalkanNya :)

Friday, January 22, 2016

Am I Heart break? Yes i'm

Sebenarnya perasaan ini malu untuk diungkapkan, Memiliki seorang kakak yang sukses dalam percintaannya dan teman-teman yang memiliki jalan cerita cinta yang indah cukup membuat saya cukup minder untuk menceritakan kegagalan saya dalam percintaan, entah dianggap orang suka gonta-ganti pacar, playgirl atau apalah, cukup menyulitkan saya untuk belajar terbuka dengan banyak orang.

Sebenarnya ini sudah terjadi 2 tahun, semenjak pacar pertama saya meninggalkan saya dan akhirnya dia sudah menikah dengan orang lain, dan saya sampai saat ini masih bertanya tentang apa yang sedang Allah rancangkan dalam hidup saya

saya sudah mendapatkan pacar baru sejak putus dengan mantan saya 2 tahun lalu, namun saya sebenarnya tidak mencintai pacar kedua saya, karena ada satu hal yang tidak benar dalam diri pacar saya yang kedua sehingga akhirnya kami putus. saya tau itu adalah keputusan yang salah yang sudah saya ambil, saya tidak mendoakan dan saya menyerahkan semua itu kepada orang tua saya.

Saat itu kadang saya merasa seperti orang yang berdosa, tidak layak di mata umum untuk berganti pacar dengan cepat, merasa terhilang, merasa tidak berharga dan tidak ada sesuatu yang lain untuk dikejar, sampai akhirnya saya mendapatkan "Markus 2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

dan saya bersyukur saya berdosa, karena untuk itulah Yesus datang, dan saya memohon kepada Allah, untuk memampukan saya untuk mengampuni diriku dan memberikan kekuatan agar aku dapat menanggung segala hal. Termasuk berdamai dengan diriku dan Allah.

Sampai disatu titik saya menemukan cara untuk saya harus bangkit dari masa laluku, disinipun saya sedang belajar untuk memulihkan diri dari rasa sakit hati. menerima diri sebagai wanita yang memiliki perasaan rapuh dan gampang gusar, ketakutan dan kekhawatiran akan usia yang bertambah, saya belajar untuk menerima itu semua dan menyerahkannya kedalam tangan yang kuat yang dari situ itu saya diciptakan.

saya pernah membaca suatu kalimat bijaksana:
Jika mobilmu rusak pergilah kebengkel mobil, Jika handphonemu rusak pergilah ke service handphone, begitu pula jika hatimu rusak, pergilah ketangan penciptamu karena dari situ anda berasal

Saya akan mencoba membagikan apa yang saya coba lakukan yang ini sudah saya coba kepada diri saya sendiri sebagai kelinci percobaan untuk mengatasi rasa sakit hati:

1. Berdamai dengan diri sendiri
    Pertama-tama saya harus paham akan diri saya, saya sudah lama tidak mengenal diri saya sendiri, saya seperti orang asing bagi diri saya sendiri, saya lama tidak memperhatikan diri saya sendiri, ada kata hati yang sering saya abaikan, belajar mendengar apa yang hati saya ingin ungkapkan, saya terkadang sibuk mengejar apa yang seharusnya dilakukan, daripada mendengarkan apa kata hati saya.
saya kadang membagikan kebeberapa teman dengan rasa sakit hati saya, namun beberapa dari mereka mengatakan, ayo cepat move on, saya mengerti bagaimana mereka sangat mencintai saya dan tidak ingin saya menangis hanya karena pria yang tidak benar. Dan terkadang saya menjadi bertindak kejam terhadap diri saya sendiri dengan memaksanya untuk cepat beranjak. Namun terkadang itu menjadi kurang tepat bagi saya, saya belajar tentang diri saya bahwa saya lebih menikmati dengan penerimaan saya sebagai diri saya sendiri. kita manusia "We are Human and Woman" dan itu satu hal yang tidak dapat kita langgar, kita bukan robot yang dapat dengan mudah jatuh cinta dan melupakan.
dalam wisdom of life dikatakan bahwa "There's a time for everything" segala sesuatu ada masanya, akan ada waktunya, ada waktu untuk bersuka ada waktu untuk berduka, ada waktu untuk menangis dan ada waktu untuk tertawa. Jadi ketika hati kita ingin menangis, nikmatilah masa-masa itu.
   Satu hal lagi yang saya pelajari dari diri saya, saya tidak dapat beranjak dari masa lalu saya adalah karena saya menyalahkan diri saya mengapa pria tersebut meninggalkan saya, mengapa saat dia pergi saya tidak menahan dia, mengapa saya tidak mengikuti kata hati saya saat itu? disini saya belajar untuk berdamai dengan diri saya sendiri dan mengampuni diri saya sendiri.

2. Berdamai dengan Allah
    Berdamai dengan Allah disini adalah mempercayai Allah akan kedaulatannya. Percaya bahwa dia yang berdaulat akan segala sesuatunya. Takkan sehelai rambutpun jatuh tanpa seiijin Dia sang penguasa segalanya
                       Bahkan rambut dikepalamupun terhitung semuanya (Mat 10:29:31)
Dia yang berdaulat menghitung jumlah rambut dikepalamu, bagaimana mungkin hatimu yang hancur luput dari pandangan matanya? 
Allah itu adalah Allah yang mendengar, kita harus belajar dengan berdoa dengan penuh kejujuram, jika kita ingin marah, marahlah, jika ingin menangis menangislah, percayalah bahwa Dia adalah seorang Suami sejati yang pernah kita punya. mungkin ini terdengar tidak patut, namun percayalah, Dia mengerti dengan benar daripada kta harus berpura-pura kuat di hadapannya, jika kita belum mampu bangkit, katakan padanya, bahwa kita perlu pertolongan-Nya untuk dibangkitkan.
Sampai di titik ini saya bersyukur dan belajar menjadi seorang ibu dengan pendengar yang baik untuk anak perempuan saya yang mungkin akan mengalami hal ini, meskipun saya berharap dia tidak perlu merasakan sakit hati seperti ini. Lihat bahwa hal ini terjadi, Allah sedang membimbing kita untuk belajar sesuatu dari pengalaman hidup kita untuk kita bagikan kepada orang lain, terlebih anak perempuan atau laki-laki saya kelak.


3. Berdamai dengan Manusia lain
   kita sakit hati? benar, bagikanlah itu kebanyak orang. saya sangat bersyukur dengan hal ini, ketika saya berbagi tentang ketidak benaran saya, banyak teman-teman saya yang turut berbagi bersama, kami  membagikan apa yang kami miliki, kami berdoa bersama dan kami dikuatkan. bagikan sebanyak-banyaknya dengan mereka hingga diri anda bosan dengan hal itu. sampai disatu titik kata hati kita merasa cukup, dan benar-benar hentikan pembicaraan mengenai dia.
Awal-awal saya berpikir mengapa orang tua saya begitu over protektif terhadap saya. Maklum karena saya anak tunggal dan ibu saya sangat kuatir apabila saya menikah dengan orang yang salah. Namun tidak ada yang bersalah atas semua, karena itu semua seijin Tuhan. Jika Dia yang membentuk hati, masakan Dia tidak berkuasa atas rasa dalam hati itu? masakan Allah membiarkan Hati itu mendekat dan menjauh sebegitu saja?

4. Kerjakan sesuatu
  Yang saya lakukan adalah mengingat apa yang saya sukai, dimana hati saya berada. Saya kembali ke hal-hal yang saya sukai dulu, antara lain:

A. Kembali keteman-teman
    Let's be Friend, hubungi mereka dengan semua hal yang terjadi. menangislah dengan mereka, ternyata mereka mendengarkan apa sebelumnya mereka tidak pernah kita dengar tentang hidup kita. Jomblo bukan suatu hinaan, namun Jomblo yang bermartabat sangat berbeda dengan yang lain. Katakan pada mereka jika kita jomblo (*jangan sampe pasang iklan ya guys). Terbukalah kembali dengan hal-hal yang baru.

B. Ikuti Kata Hatimu
Seperti sekarang saya menulis, saya menyukai kegiatan ini dan saya mengerjakan kembali dengan apa yang saya sukai, saya belajar dari buku mewarnai untuk dewasa yang saya beli di gramedia akhir-akhir ini. Ternyata itu cukup menolong saya untuk me management stress saya. Berikut kata peneliti yang saya temukan:

"Memperhatikan anak-anak dan bagaimana mereka bisa tenang saat mewarnai benar-benar mendasari ide ini. Kenapa orang dewasa tidak bisa mendapatkan juga ketenangan itu di dalam otak mereka?" kata neuropsychologist dan neuroscientist Dr Stan Rodksi, seperti dikutip dari ABC.net.au.

Stan menambahkan, proses dalam pewarnaan itu yang menimbulkan efek menenangkan karena kita merasa menikmati saat mewarnai gambar. Proses tersebut membawa kita pada momen di mana stres jadi dibebaskan. Efek relaksasi dari mewarnai gambar pun dibuktikan Stan lewat alat canggih yang bisa mengukur gelombang otak dan ritme jantung.

"Hal paling menakjubkan adalah kami melihat adanya perubahan pada detak jantung dan gelombang di otak," terangnya.
 
C. Berolahraga
Buanglah air matamu dengan keringat, berolahragalah. Wanita yang Sexi adalah Wanita yang sehat. Dan tubuh seseorang menunjukan bagaimana gaya hidup seseorang. Ini pun yang akhirnya saya memilih olahraga seperti yoga. Dimana instruktur saya mengajarkan ketenangan dan fokus. Kata-katanya yang saya ingat pertama kali saya ikut "jika sakit ya sudah, nikmatin aja, letting go aja" tepat sekali untuk menenangkan pikiran saya yang saat itu sedang kacau balau. Zumba fitness juga baik, apalagi diiringi music yang keras, bisa olahraga sekalian meluapkan emosi terpendam dan membuat kita lebih senang.

None of this fazes us because Jesus loves us. I’m absolutely convinced that nothing—nothing living or dead, angelic or demonic, today or tomorrow, high or low, thinkable or unthinkable—absolutely nothing can get between us and God’s love because of the way that Jesus our Master has embraced us.
Roman 8:31-39




Terimakasih Allah saya Seorang single hari ini dan saya percayakan kepada Engkau esok hari


Big Regards


Septie_

Wednesday, September 5, 2012

Remember that


When we met at the first time, when we shaking hand and told our name each other. “Septie” and “febby” at our first boarding house. with awkward moment we introducing our self. Sanguine person and melankolise person.
At the first time I know little bit of who you are, one thing that I like is “your radio in your bedroom” I’m always interested to listen that. I passed a part of my time to listen your radio, I have radio but listening radio with you is different one. Ya! I love your radio (*give me please)
From the radio I pass a part of my life with you, when you turning on your radio, my heart beat jumped and I wanna be listened your radio. Our boarding house keep in quiet if you gone.
sometimes when i felt alone and i need friend to shared i wanna go to your bedroom and told our dreams, our hope and our trouble. we praying, singing, dancing, "narsis", sleeping, cooking, studing, selling, everything doing together. and i'm love it so. smile
And then time running up so quickly, I know you more deeply. Two God girls with old jeans and t-shirt face the world together. Passed our time together with pray, we fighting, Holding on, keep to moving on, and take care each other.
Sometime I angry with you, we have mess, but I’d angry cause I care with you.
In rolling time, do you remember that?
When we singing together:

When we make a garden:


When we shopping together:

and to much picture in my heart with you febby

when i wanna go from my boarding house i always told you "pergi febh!" and you always told me."pergi mb seph!"
when i have brithday i remember that you gave me suprized, you and another sister singing "happy brithday" in a front of my bedroom. everything with you still in my mind.
sometimes we sit and told our dream "knight", our criteria, and our love story wanna be. we laughed together, we thought its so funny, but time still running up.
with a love hug i let you go, and we live in our own way. it's time for me to say good bye.
now 1 years ago, i'm still missing you smile
now, we have a new life, a new friend, a new family but theres no one like you.
now, our knight came to our life, separated us. i dont know what wanna be of who you are? maybe someday you will forget me (*jangaaaaan) you have family and me too, we have chlidreen.
someday when your chlildren pointing of my picture, please tell them my name "mb seph" tell them our story together and step together
keep my phone numb. coz its never change, you still my sister.
i will meet you again in a future with a big smile and a Super duper big Hug
Love you febby

Sunday, July 1, 2012

My “Job Seeker”



My dear all friends,
            Pagi ini dimana aku memulai tulisanku, setelah tadi malam ketika aku naik motor aku di ingatkan untuk memulai tulisanku. Allah katakan dalam hatiku bila Ia menyukai tulisanku, dan itu satu alasan yang kuat yang membuat aku mencoba menulis terutama ketika masa dimana aku mencari pekerjaan. Ditemani dengan lepy (red: laptob) kesayanganku dan buku tulisan saat teduhku aku siap untuk menulis (hiaaaaaaaat!!!)
            24 September 2011 dimana aku pulang kembali ke kota Banjarmasin, sangat amat sedih rasanya ketika harus meninggalkan kota semarang, mungkin karena aku anak tunggal dan sepertinya aku baru saja menemukan saudara-saudara baruku disana yang akhirnya harus terpisah juga. Air mata ku terus mengalir bersama anak-anak kost, anak rohani dan pembimbingku ketika mereka mengantarkan aku kebandara. Dalam hatiku saat itu aku berdoa pada Allah “aku terlalu bodoh Allah untuk mengerti kehendakmu, aku tak tau apa yang harus kulakukan, maka gagalkanlah perjalanan pulangku bila itu bukan kehendakMu dan bila itu hanya suara hatiku”, hingga saat aku akhirnya tiba dirumah dan Ia tidak menggagalkan apapun, kemudian aku membuka semua bingkisan dari mereka, dan … (yaaa??? Kau taulah arti perpisahan).
            Mulai hari itulah akhirnya aku benar2 diresmikan sebagai seorang “pengangguran” yang istilah kerennya adalah “job seeker” (apa sih arti sebuah nama???same ajee???).
Ketika aku memulai hari pertamaku Dia meneguhkan aku dengan:
“Tinggallah ditanah ini, dimana Aku menempatkan engkau untuk sementara waktu” (kej 26:2-3 NIV)
Hatiku kembali menjadi sangat yakin bila aku kebanjarmasin karena Ia ingin aku berada disini.
            Aku sangat bersemangat untuk memulai pencarian pekerjaanku. entah mengapa aku menjadi begitu bersemangat mungkin karena aku tau saat mencari pekerjaan adalah saat dimana aku sangat menjadi bergantung penuh padaNya, saat dimana aku berada dibatas kekuatanku, saat dimana aku akan menyaksikan tanganNya yang Kuat untuk menopang aku, saat dimana segalanya yang tidak mungkin menjadi mungkin.
            Sebenarnya ketika aku datang aku tidak sepenuhnya bergantung padanya, aku mengandalkan seorang teman yang sangat aku percayai untuk sebuah pekerjaan yang sangat menjanjikan, aku lebih mengandalkan gelar tambahan di belakang namaku (S.Farm., Apt.), karena saat itu aku begitu yakin sangat jarang seseorang memiliki tambahan itu di belakang namanya. Hingga akhirnya tiba saatnya aku untuk menghadiri interview.
            Sebelum aku datang untuk menghadiri interview aku berdoa pada Allah “Allah jika Engkau tidak mengijinkan aku untuk bekerja disini. Mari, aku mempersilahkan Allah untuk menggagalkan bagaimanapun caranya, entah itu kecelakaan atau apapun yang membuat aku tidak dapat datang atau apalah? bila Engkau mengijinkan maka terjadilah. Aku berserah padaMu” dan kau tau??? Aku tidak mendapatkan pekerjaan yang kuinginkan, cukup sedih bagiku saat itu karena aku harus menunggu dalam waktu yang sangat lama bagiku saat itu, sepertinya aku hanya membuang waktuku sia-sia saja.
            Dimasa-masa aku mencari pekerjaan aku tidak ingin aku hanya meratapi nasib saja, aku ingin berbagi dengan banyak orang lain. Aku mencoba sms beberapa teman yang mungkin saja senasib denganku saat itu dan memberikan mereka sedikit dari sisa-sisa semangatku, dan uniknya ketika aku mencoba melakukan hal itu sebenarnya lebih banyak aku juga menerima kekuatan dari mereka, hingga kami berkomitmen untuk saling mendoakan, bahkan kami saling memimpikan dalam tidur kami masing-masing kalau kami saling melihat kalau kami akan menjadi seorang yang besar, pastinya kami besar karena kami puas akan Allah.
            Ada seorang teman bernama Linda yang telah ku kenal sejak aku Sekolah Dasar (kami bersahabat), yang sangat lama kami tidak berjumpa hingga akhirnya mengunjungiku juga, setelah ia pengangguran lebih dari 1 tahun (dan inipun membuat aku lebih tegar). Aku mencoba kembali menyemangatinya untuk berharap dan berjuang kembali, hingga kami mencoba melakukan banyak kegilaan yang Allah pakai untuk membuat aku lebih sering bertemu dengannya dan membagikan banyak hal dengannya, kami mulai membuat kalung-kalung yang cantik yang akan kami jual dan pastinya untuk mendapatkan keuntungan karena kami sangat tidak memiliki uang saat itu. Sebelum kami memulai bisnis kami, saya mulai mengajaknya untuk berdoa dan menyerahkan hasilnya ke Allah. Saat itu pula ayahku melihat apa yang kami kerjakan, dia juga tertarik untuk menyemangati kami. Kami menjadi sangat bersemangat sekali saat itu. Hingga kami memperoleh hasil keuntungan  kami yang adalah nihil karena tidak ada satu kalung pun yang terjual, karena harga yang kami pasang terlalu tinggi. Paling tidak kami sudah belajar sesuatu dari jualan tersebut, atau paling tidak kami mempunyai banyak kalung cantik hasil tangan kami sendiri. Dan lewat hubungan itu kami menjadi semakin dekat satu dengan yang lain dan itu alat yang tepat untuk aku memperkenalkan Allah yang ada didalamku. Menemani dia mengantarkan lamaran, mendoakannya, hingga ia memperoleh pekerjaan yang dia inginkan.
            Bukan hanya Linda yang sedang aku doakan dengan pekerjaan, masih ada sahabatku yang lain, masih ada Linda-Linda lain yang kutemui saat itu dan sekarang yang membutuhkan Allah  untuk berjuang dalam hidupnya. Dan aku akan terus mencari Linda lain untuk kutemui.
            Malam itu tanggal 6 oktober 2011 aku berkunjung ke salah satu tetanggaku yang jatuh pinsan karena bekerja menjadi buruh pabrik yang hanya bergajih Rp.600.000,- /bulan padahal ia harus menghidupi anaknya yang masih SMA dan suaminya yang juga adalah pengangguran (lagi-lagi -_-“). Hatiku menangis ketika aku melihat keadaan ibu itu, aku berkata pada Allah “What I can do for them??? I just a job seeker”. Karena aku tak sanggup mendengar lagi, ku putuskan untuk pulang terlebih dulu, dan menangis di tempat tidurku pada Allah.
            Selanjutnya aku masih tetap sama “I’m a job seeker”, saat itu aku ketakutan mulai menyerang aku, mulai gelisah “bagaimana aku dapat menolong mereka???” karena tak ada satupun yang dapat ku lakukan saat itu. Dan Allah dengan lembut berkata padaku:
“that’s right, karena aku Allahmu yang memegang engkau dengan teguh dan aku tidak akan pergi darimu. Aku berkata padamu,’don’t panic, I’m right here to help you.” Yesaya 41:13 Msg
 Hingga suatu hari ada seorang teman yang akan berkunjung ketika kami sekeluarga tidak ada dirumah. Ternyata dia membawa satu kantong plastic buah apel yang dia titipkan di tetanggaku ini. Ketika ibu itu menyerahkan padaku, aku tau apa yang harus kulakukan, yang harus kulakukan adalah memberikan separuh kantong plastic pada ibu itu. Dia sangat senang, terlihat dari ucapan trimakasih dan senyum diwajahnya, hatikupun meluap dengan ucapan terimakasih pada Allah. Aku senang ternyata Allah mendengar doaku lewat satu kantong plastik apel. Dan hingga sampai aku menulis ini aku belum bertemu dengan teman malaikatku itu.
            Aku mulai belajar untuk mempercayai Allah sepenuhnya, tanpa ada seorangpun yang aku kenal untuk satu pekerjaan yang terbaik dariNya. Aku mempercayai bukan pada penguasa didunia ini, namun aku belajar untuk mempercayai Allah sang pemegang semua perusahaan terbesar yang dia adalah sahabatku dan Bapaku sendiri. Dan aku sangat yakin seorang Bapa yang baik tau yang terbaik utuk anak yang dikasihinya, karena itu aku tak perlu kuatir tentang apapun juga J. Bahkan ketika aku merasa bosan untuk menunggu aku percaya kalau Diapun sedang bosan menunggu untuk menunjukan waktu yang terbaik untuk menunjukan kasihnya padaku.
            Hingga ada seorang teman dijakarta dimana dia juga sempat Allah bingungkan dengan banyak pilihan dihidupnya, dan dia yang  ku impikan menjadi seorang yang besar dan akhirnya mendapatkan pekerjaan juga. Hingga ia menghubungi aku kalau akhirnya dia mendapatkan pekerjaan. Aku sangat senang mendengarnya, akhirnya masa penantiannya pun berakhir juga. Aku juga percaya bahwa suatu hari nanti Allah juga akan menjawab doaku dengan cara yang unik, hal terbaik dan waktu yang tepat bagiku.
            Banyak hal yang kukerjakan sepertinya dengan pekerjaan baruku ini, akupun butuh membuat SIM (Surat Ijin Mengemudi), akupun belajar untuk mengandalkan Allah dan belajar dengan kejujuran dimana banyak orang melakukannya dengan uang. Akhirnya aku harus mengikuti test. Ketika test pertama diadakan, nyaliku langsung ciut Karena jalan berlekuk yang harus ku tempuh sangat sempit untuk dilalui motor ku, belum lagi Karena selama aku kuliah aku tidak pernah membawa motor karena aku tidak memiliki SIM (sebenarnya tidak masalah jika tidak ada polisi, namun aku belajar dalam kejujuran). Itu membuatku gugup dan akhirnya aku harus mengulang test diminggu depan. Minggu depan aku datang kembali, dengan semangat dan berserah sepenuhnya dalam tangan Allah dalam hatiku aku berkata pada Allahku “akankah Kau menyuruhku untuk melakukan ketidak jujuran???bila itu mauMu, ya sudahlah aku menurut!” dan akhirnya aku tidak lulus dan aku harus menghadiri test berikutnya yang terakhir dan aku tidak tau apa yang harus kulakukan lagi, hingga akhirnya seseorang berkata padaku “jangan kau lihat patok yang ada dipinggiran jalanmu, lihatlah dan fokuslah pada jalanmu!” yaaaa! Aku akhirnya belajar untuk menurut dan kembali beriman seperti Daud yang maju berperang melawan goliath dengan nama Tuhan, demikian aku datangpun dalam nama Tuhan. Hingga akhirnya aku harus jatuh di putaran pertama, dan aku kembali mencoba di putaran kedua, dan akhirnya “horaaaaaaaay!!! I got it, thanks God, I know that He never let me to do a wrong way, hahahahaha”
            Banyak hal lain yang kukerjakan dalam menanti pekerjaan. Salah satunya adalah hanya duduk-duduk di gramedia hanya sekedar untuk mencuri ilmu yang dapat aku curi, atau mencuri sedikit semangat disana (hemat beibh J). Aku teringat pada buku yang aku beli di gramedia semarang hanya seharga Rp.10.000,- karangan john Maxwell (beruntungnya kami J) berjudul life @ work hingga aku memperoleh alasan mengapa aku ingin bekerja, yaitu: aku ingin satu pekerjaan bukan hanya untuk identitas, aku ingin satu pekerjaan yang aku diciptakan untuk tujuaannya, aku ingin menginspirasi banyak orang dan yang kukehendaki ialah mengenal Dia. Aku ingin melayani orang lain, bergerak ditengah-tengah mereka menjadi mesin Allah bagi mobil di pekerjaan saya yang menggerakan maju kedepan. Aku tau aku tak punya banyak waktu untuk menangis, aku hanya memiliki waktu 1 jam untuk menangis, selanjutnya melakukan sesuatu, belajar sesuatu dan menyerahkan semuanya dalam tangan Allah.
            Kadang adakalanya aku menjadi sangat tegar dan adakalanya aku menjadi sangat rapuh dan mulai bertanya-tanya dalam pikiranku sendiri. Siang itu aku menangis
Me: “Yesus Anak Allah, kasihanilah aku!!”
God: “lihatlah, imanmu yang menyelamatkan engkau”
Aku tetap belajar untuk mempercayai Allah. “bahkan tak sehelai rambutkupun jatuh tanpa seijinMu ya Tuhan, Setiap hal yang terjadi sekarang ada dalam genggaman tanganMu” (Mat 10:30 LAI). “Namun Allah bersabarlah denganku, aku sangat tertekan sekarang, maafkan aku jika aku mulai protes dan marah padaMu Allah. Sejujurnya aku tidak ingin marah, namun aku hanya tak tau apa yang seharusnya aku lakukan sekarang”
God: cheer up, on your feet!! (mark 10:46-52 NIV)
Namun aku tak tau bagaimana aku harus berdiri lagi Tuhan, “I can’t doing anything!” aku tak tau apalagi yang harus kulakukan, tak ada lowongan pekerjaan, tak ada apapun. Aku sadar ternyata yang dapat kulakukan saat itu hanya duduk diam dikakiNya. Hingga aku putuskan untuk tidak melakukan apapun selama 2 minggu, hanya berserah. Melewatkan email-email, melewatkan Koran lowongan dan melewatkan apapun dan tetap mempercayainya. Terlihat bodoh tapi hanya percaya. Adakalanya duduk berlutut jauh lebih baik daripada berjalan maju. Dan aku mulai tau arti dari kekuatan seseorang terlihat ketika ia berlutut dan berserah sepenuhnya pada Allah.
            Hari kedua masa diamku aku diingatkan dengan komitmen, ternyata aku baru sadar selama ini aku hanya mendoakan salary kriteria pekerjaanku, dan bagaimana dengan aku? Apa yang akan kuberikan dipekerjaan ku nanti??? Akhirnya aku mencoba menuliskan komitmenku saat itu:
1.      Saya akan datang 30 menit sebelum jam masuk kantor saya
2.      Saya akan menyempatkan waktu untuk bercerita dengan orang lain satu kali sehari.
3.      Saya tidak akan pernah menghabiskan jam makan siang saya seorang diri “never lunch alone”
4.      Saya akan memiliki waktu saat teduh yang berkualitas dikantor
5.      Saya akan pulang lebih lambat 30 menit dari jam yang telah di tetapkan kantor

            Aku mau menjadi telingaMu Tuhan mendengarkan tangisan orang-orang yang Kau kasihi, aku mau menjadi kakiMu untuk kemanapun Engkau membawaku untuk berjalan, Aku mau menjadi tanganMu untuk melakukan apapun yang ingin Engkau lakukan, dan terlebih berikan aku hikmatMu untuk aku menolong orang yang tepat untuk aku tolong. Tolong ingatkan aku Allah jika aku mulai terlalu sibuk dan kembalikan aku duduk tenang dibawah kakiMu.

            Dimasa aku diam pun, aku pakai untuk melayani Allah sendiri, yaitu ketika Ia berada dirumah sakit dalam wujud orang lain, ada beberapa dari mereka sangat terbuka dengan Yesus dan bersedia kami (aku dan Bee nama teman baruku yang satu visi denganku) layani untuk kami doakan. Seorang ibu menangis dan aku memeluknya di pundaku dan mengatakan padanya bahwa Yesus mengasihinya (how great You are God!!). Aku menunggu seorang ibu-ibu yang menjalani operasi tulang belakang beberapa kali aku menjenguknya, memijatnya, bahkan mencabut ubannya terlihat aneh namun pernahkah kau memijat Tuhan dan mencabut ubannya??jika belum kau dapat mencobanya J. Pernah satu kali kami bercerita banyak hal dan dia mengatakan bahwa ia amat menyukai coklat, hingga saat saya ingin berkunjung saya ingin sekali memberikanya sebatang coklat. Akupun segera pergi ke minimarket terdekat dan membelikan dia sebatang coklat seharga Rp.16.500.- dan kubayar dengan selembar uang Rp. 20.000,- yang hanya tinggal itu didalam dompetku, namun aku tau Dia ada disana ketika aku membeli coklat, dia ada disana ketika aku mengeluarkan uang senilai Rp.20.000,- dari dompetku. Dan aku tau Dia memeliharaku.

            Keajaiban kecil lain pun terjadi. Tiba-tiba seseorang jemaat gereja memberiku uang senilai Rp.30.000,- padaku, akupun tau ini bukan miliku saja, ini ada bagian milik orang-orang yang kulayani, aku putuskan untuk membeli 1Kg apel dan ku bawakan ke seorang penderita leukemia, dia pasti akan menyukainya, kami bercerita banyak dan aku berjanji akan membelikan dia buku tentang pengobatan leukemia, aku berdoa untuk membeli buku itu dan dibuku itu aku sisipkan ayat untuk memberikan semangat padanya dan orangtuanya.

            Namun, Ketika aku memandang pekerjaan, aku menjadi merasa sepi kembali. Pagi itu hari ke-9 dalam ketenangan, aku merasa tidak tenang dan aku mulai bosan dengan janji Allah, pagi itu ketika aku akan membuka alkitab janji apa lagi ini. Ternyata Allah tidak memberikan aku janji lagi, Dia hanya mengingatkan aku dengan janjiNya yang dulu ketika aku masih berada di semarang dan aku masih mendoakan dengan Banjarmasin yaitu Yesaya 58:7-12.

Timbul keraguan dalam hatiku “apakah benar janji Allah itu??” atau …., namun ia menjawab dengan lebut padaku pada Yesaya 55:10-11: Demikianlah firman yang keluar dari mulutku, tidak akan kembali dengan sia-sia.

“Aku membuat perjanjian komitmen yang kekal denganmu, yang sama aku lakukan pada Daud: Kuat, kokoh dan kasih yang abadi. Aku membuatnya menjadi pangeran dan pemimpin dari bansanya, dan sekarang aku melakukannya padamu,… “Yesaya 35:3-5 Msg

Ia sangat pandai membuat aku kembali percaya padaNya, dan membuat aku kembali bersemangat dan melakukan banyak hal agar aku tidak meratapi nasibku. Kadang aku menjadi berpikir kembali “haruskah aku keluar dari farmasi?? Mungkin aku bisa bekerja di bank?? Aku juga bisa menjadi sales obat?? Atau …” namun dalam hatiku Allah berkata “Kurang panjangkah tangan Allahmu untuk menolong engkau untuk mendapatkan pekerjaan??? Sehingga engkau harus menurunkan criteria pekerjaanmu???” dan aku memohon ampun pada Allah karena aku meragukanNya.

            Ada seseorang yang kadang menggangguku dengan terus menanyakan pekarjaanku. Mungkin dia hanya bercanda, namun aku hanya menangis dalam hatiku. Aku percaya Diapun berjalan bersamaku ketika aku di tertawakan. “Aku malu Tuhan”. Dia menghiburku dengan:

“Orang yang berkata padaku “aha!aha!” berbalik karena mereka malu” Maz 70:3 Msg

Aku senang karena Dia berada dipihakku. Seorang temanku juga menasehati aku jika mereka hanyalah penonton diluar pertandingan, kitalah yang sedang bertanding. Seorang atlet lomba lari tidak usah terusik dengan perkataan penontonnya, yang harus dia lakukan adalah tutup telinga kuat-kuat dan berjalanlah maju.

            Akhirnya bulan desember datang juga, baru kali ini aku tidak sebegitu senang menyambut natal. Kericuhan natal di kost kecilku, dengan setiap keterbatasan makanan, tempat dan lain-lain membuat kami begitu dekat hingga kami mirip sebuah keluarga besar. Kebiasaan menghias pintu kamar masing-masing, merayakan malam natal dengan pergi kegreja bersama menggunakan taxi yang harus dapat diisi sebanyak 5 orang (hahaha,,,, :D), sampai akhirnya mengucapkan selamat natal hanya dengan sebotol cocacola dan satu toples kue kering yang kami beli dengan patungan. Semuanya sederhana namun sangat bermakna. Namun dinatal kali ini aku kehilangan segalanya. Banyak kemewahan yang ada di Banjarmasin, aku harus mendatangi beberapa undangan gereja yang merayakan natal, kadang mereka mempersaingkan pakaian yang indah-indah,  pergi hanya karena makanan yang berlimpah ruah dan melupakan arti malam ketenangan natal sesungguhnya yaitu, duduk dikaki Allah dan mengucapkan “happy birthday” padaNya.

            Hari natal kali ini aku meminta pada Allah sebuah hadiah kecil yaitu, pekerjaan. Terdengar aneh mungkin karena masakan aku meminta hadiah pada seseorang yang berulang tahun. Namun, aku tak tau lagi. Aku tak dapat berpura-pura dihadapanNya untuk berkata bahwa aku baik-baik saja di hari natal ini. Namun Dia membuatku begitu special dihadapanNya dengan mengatakan, bahwa

“The angel went to her and said, “greetings, you who are higly favored! The Lord is with you”. Luke 1:28 NIV

“Gabriel greeted her: Good morning!
You’re beautifull with God’s beauty,
beautifull inside and out!
God be with you.” Luke 1:28 Msg


“am I a god favored???am I a beauty inside and out????” it was great!!! Aku tetap belajar untuk mempercayai Allah, terlebih ketika ia berkata “for nothing impssible with God” luke 1:37 NIV      . Akupun belajar untuk Berhenti bermimpi dan melakukan langkah pertama, aku tidak membutuhkan melihat keseluruhan anak tangga, aku hanya butuh langkah pertama untuk melangkah dalam imanku. Karena seperti yusuf, daud dan maria, ketika mereka mendapat janji Allah mereka hanya percaya dan berserah, mereka tidak langsung dalam sekejap kehidupan mereka berubah. Allah mempersiapkan karakter mereka terlebih dulu sebelum mereka menerima janji itu. Akhirnya ku putuskan aku harus melakukan sesuatu, aku tau Dia belum memberiku pekerjaan, karena aku tidak tau apa yang harus kulakukan dengan gaji yang akan ku dapatkan.

            Fakta tentang uang: Uang adalah benda mati, Siapa bilang uang tidak dapat membeli kesehatan??dengan uang kita bisa membeli makanan organic yang harganya mahal, Siapa bilang uang tidak dapat membeli kebahagian?? Bila dengan uang kita bisa pergi jalan-jalan keliling dunia. Siapa bilang orang kaya susah masuk surga?? Bila dengan uang kita bisa mengasihi sesama kita, membangun tempat ibadah, memberikan sokongan dana pada misionaris di seluruh dunia. Intinya uang itu netral, hanya tinggal ada dimana uang itu berada. Ketika aku mulai untuk melayani orang-orang, semuanya membutuhkan uang. Dan untuk tujuan itu pun aku bekerja, seperti Yesus yang sebelum Dia memulai untuk melayani, Dia bekerja dengan cakap sebagai seorang tukang kayu, yang mungkin hasil dari dia bekerja dia pakai untuk bekal perjalanannya, cause There’s no free lunch.

            Untuk apa uang yang akan ku dapat nanti?? Mari kita buka Alkitab kita (seperti seorang pendeta saja J):
1.      Mencukupkan diri kita dengan apa yang ada pada kita/ menggunakan untuk kebutuhan kita (fil 4:11)
2.      Menabung (ams6:6-9)
3.      Pemberian (2 kor 8:11-`2; 9:1-15), mengapa kita memberi? Karena dengan memberi kita belajar untuk tidak menjadi hamba uang. Dengan berkomitmen berapa persen dari pemberian kita tiap bulan berarti mempercayakan pada Allah bahwa Dia yang akan memelihara kita.

            Jangan pernah anda puas hanya dengan bekerja, bekerja bukan perhentian terakhir, anda seharusnya tidak bekerja, seharusnya anda membuka lowongan pekerjaan bagi yang lain. Jangan pernah anda berpikir untuk menjadi kaya, namun berpikirlah bahwa anda ada untuk memperkaya orang lain dengan pekerjaannya. Itu pun yang sedang saya rasakan sekarang, saya bersyukur saya memperoleh pekerjaan, namun ini bukan akhir, tapi ini awal mimpi saya berjalan. (bila anda tertarik??? Mari berjalan bersama dengan ku?? Kita akan saling berbagi tentang mimpi-mimpi kita dan saling mendoakan)
           
            Aku juga tidak tau bagaimana aku mengatur waktuku karena akan banyak sekali kegiatanku yang akan terhapus. Dia ingin aku menjadi hamba yang baik dimana ada waktuku untuk beristirahat, ada waktu untuk aku harus bekerja, dan membagi waktu bersama keluarga, teman-teman dan yang seharusnya waktu yang paling berharga yaitu, untuk diam duduk di kakiNya.
           
            Waktu itu seperti satu ember kosong yang akan kita masukan batu, kerikil, pasir dan air. Yang mana yang akan kita masukan dulu?? Masukanlah batu, kemudian kerikil, kemudian, pasir dan terakhir adalah air, seperti itu pula prioritas waktu, kita harus memasukan satu hal yang terpenting hingga yang paling tidak penting, agar ember tersebut bisa terisi penuh. Itu yang ku lakukan selama aku masih dalam masa penantian, aku mempersiapkan segalanya, aku mulai mencoret yang kegiiatan yang tidak penting. Dia akan memberikan pekerjaan pada seseorang yang siap menerimanya.

            Aku kembali protes lagi denganNya “aku bosan dengan janji-janji Allah! Aku bosan untuk percaya!” karena tak kunjung kulihat keajaibannya. Aku bersyukur Dia tidak pernah menyerah denganku, dia pun menjawab “that’s not a holy promise; that’s business deal. Your bussines begin of me. Come and start with me, we’ll make a first step”.akupun membuat kertas perjanjian bisnis aku dengan Allah, yang isinya aku akan tetap percaya padanya, dan Dia akan memenuhi janjiNya. Sepertinya anda akan jenuh membaca ini karena aku terlalu sering menjadi ragu??? Karena aku memang bukan seorang yang setia, namun Ia yang setia padaku yang membuat aku tetap setia untuk mempercayai dia. Kau akan menemukan bahwa aku tidak setia dan Dia tetap setia, bahkan kesetiaanNya tetap ada tanpa peduli kita setia atau tidak. How great You’re God!!!

“when everything was hopeless, Abraham believed anyway, deciding to live not on the basis of what he saw he couldn’t do, but on what God said he”.Rom 4:18 Msg

Meskipun kadang aku tak mengerti jalan pikiran Allah,

Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku menghitungnya, itu lebih banyak daripada pasir. Maz 139: 17-18

“Aku seorang perempuan bodoh Allah, aku tidak dapat mengerti apa yang engkau inginkan. Aku mencoba untuk membaca jalan pikiranmu, but it’s so complicated for me” yaaaa, seperti itu lah Allah. Dia sama seperti kita, orang yang paling mengerti jalan pikiran kita sendiri adalah diri kita sendiri, demikian jua Allah J. Namun satu hal yang wajib kita yakini adalah kita percaya bahwa ia memiliki rancangan yang indah bagi kita. Hingga akhirnya Dia dengan segala kerendahan hatinya Dia menjawabku

“whatever you have in mind do it, for God is with you!” 1 hak17:2

How amazing that!!! Dia menghargai setiap jalan pikiranku, apa saja yang ingin ku lakukan, dia membuatku begitu berharga. Dia tidak ingin aku seperti robot yang berjalan begitu saja melakukan apa yang Dia inginkan. Tidak! Dia menghargaiku dan mengijinkan apapun dalam pikiranku, meskipun kadang itu terlihat bodoh dan aneh, but He loves my emotion, my feel and he was created me with everything I am. Yes!!! I can do everything I want.

            7 januari 2011, pagi ini aku memutuskan untuk mempercayai Allah dengan sama sekali melewatkan pencarian pekerjaanku dengan tidak membeli Koran Banjarmasin post tiap hari sabtu (red: info lowongan hanya ada hari sabtu) aku berserah penuh!

            8 Januari 2011, hari ini ada pemulihan keluarga di greja. Hatiku penuh dengan kasihnya. Akhirnya orang tuaku memberkati aku, dan ternyata bukan hanya 2 pasang tangan saja yang memberkati aku, bahkan 3 pasang tangan memberkati aku, yaitu Allah sendiri, I’m suprize. Tangis ku meledak tak tertahankan. Aku sangat merasakan Dia memberkatiku, Dia mengijinkan aku untuk melakukan apapun yang menjadi ide ku karena Dia yang memberikan ide itu.

            9 januari 2011, kembali pagi hari yang sama kurasakan, tidak ada hal yang harus kulakukan. Aku merasa kalau hari sabtu semalam aku membuang waktu untuk tidak mencari lowongan. Aku bersiap untuk saat teduh dengan perasaan ku yang masih berkecambuk saat itu. Sampai akhirnya 1 pesan ku terima dari PT. TSJ (Tuhan Selalu Jamin), 1 telpon dari prodia Banjarmasin, 1 telp dari kontak perkasa. Dan taukah minggu itu aku harus menolak 5 tawaran kerja buatku, dan hanya 1 tawaran yang akhirnya kuterima, bukan karena itu yang terbaik, namun karena itu Tuhan yang menjamin aku J. Tidak berhenti sampai disitu, ketika aku membaca buku Cindy jakobs mengingatkan aku untuk berpuasa, aku membuat komitmen baru lagi. Aku akan berpuasa makan siang setiap rabu, kamis, dan jumat. Jatah makan siangku akan tetap ku bungkus dari rumah. Hanya saja akan ku berikan pada orang lain ketika aku menuju kekantor. Simple hanya mengurangi jatah maka siangku, dan itu tidak masalah hanya butuh kesetiaan, dan bantuan mamma untuk memasaknya,,,, (hahaha,,, peace momma J)



            Thanqueee my dear friend
Nyak Nyik: semangat nyak!!!! You can Do it!! Tetep percaya Allah, Dia tetap baik bahkan ketika tidak ada hal yang baik sekalipun terjadi pada kita. Itu harga mutlak dan tidak dapat di ganggu.
Febh: thankz sist for your sweet Big Hug 
mb ribka: thankz for caring me, telephoning me, loving me… loving you
Asti: Allah merencanakan aku di banjar tik, terimakasih telah membantu aku dalam kegalauanku.
Rodo: kita akan terus jalan bersama dan saling mengingatkan, I need ur share
My fussy sister: anak kostan,,,, miss u
My sweet child: winda, tiya, via, dheborrrr ada yang minat ke Banjarmasin nyusul emak???
Dian ferina: tips tutup kuping sambil jalanmu jitu banget!!! Thankz yaaaa,,,,
MY CREATOR: special super duper big tight Hug!!!!!