Septie's Pages

Showing posts with label Singleness. Show all posts
Showing posts with label Singleness. Show all posts

Saturday, December 31, 2016

Review Buku: The Path of Loneliness

Judul Buku: The Path of Loneliness
Penulis: Elisabeth Elliot
Penerbit: Revell a Division of Publishing Group
Cetakan: Tahun 2007
Cetakan Sebelumnya: 1988 by O. Nelson dan 2001 by Servant Publications
Jumlah Halaman: 196
Daftar Isi:
1. The Sudden Tide
2. Fierceness and Tenderness
3. Loneliness Is a Wilderness
4. The Pain of Rejection
5. All My Desire Is Before Thee
6. The Gift of Widowhood
7. Under the Same Auspices
8. Divorce: The Ultimate Humiliation
9. A Love Strong Enough to Hurt
10. Death is a New Beginning
11. The Price is Outrageous
12. The Intolerable Compliment
13. Married but alone
14. Love Means Acceptance
15. A Field With a Treasure in it
16. Make Me a Cake
17. The Glory of Sacrifice
18. A Share in Christ's Suffering
19. A Strange Peace
20. Help Me not to Want so Much
21. Turn Your Solitude Into Prayer
22. How Do I Do This Waiting Stuff
23. A Pathway of Loneliness
24. Spiritual Maturity Means Spiritual Parenthood
25. An Exchanged Life
26. A Gate of Hope
Notes

The last day of 2016
Akhirnya kesampaian juga nge-review satu buku lagi di akhir tahun ini. Dengan seabreg acara natal di tahun ini, benar-benar kesempatan yang bagus untuk berbagi hidup dengan sesama yah. Menyempatkan waktu bercengkrama dengan orang-orang, teman-teman saudara. Sampai berpikir sempet gak ya nge review satu buku lagi? Dengan buku bahasa asli, tapi akhirnya karena saya suka banget sama setiap buku tulisan Elisabeth Elliot, saya baca juga dech ini buku, meskipun baru baca setengah buku aja, tapi udah cukuplah untuk di jadiin bahan review.
Karena Elisabeth Elliot pernah mengalami masa-masa single dan kehilangan suami yang dikasihinya di tangan orang-orang yang dilayaninya, hingga mengalami masa kejandaannya, dan menikah kembali dan kehilangan kembali orang yang dikasihinya, dan mengalami kembali masa kejandaannya yang kedua kalinya, saya pikir wanita ini sangat cocok dan dekat sekali dengan kesendirian.
Seperti buku Elisabeth biasanya, buku ini juga terdiri dari beberapa judul yang tidak berkesinambungan, alias dengan judul pendek-pendek. Jadi jangan berharap seperti membaca sebuah novel yang bagus dengan satu ending cerita yang indah. Tapi di buku ini kita bisa menangis berkali-kali (* atau gw yang baperan?). Beth menuliskan banyak dari kehidupannya dan orang-orang yang di layaninya, sehingga setiap tulisan yang di bagikan itu seperti menjadi bagian dari kehidupan kita.
What I've got from this book?
Beth menuliskan about Loneliness adalah perasaan seorang diri bahkan ketika ia memiliki semua orang disekitarnya. Dengan mengenal Allah atau dengan memulai untuk mengenal Dia adalah cara untuk mengetahui bahwa kita tidak seorang sendiri di dunia ini.
Amanlah, seperti yang ditunjukkan pada salib. Semua yang terjadi ketika saya masih kecil, dan ketika saya masih belajar tentang penderitaan, saya belajar tentang "lengan yang kuat" yang berarti kesakitan kita berada didalam kendali. Kita tak dapat mengerti, namun ada tujuan cinta dibalik semuanya, ada kelembutan dalam kedasyatan.
Disana iman itu dimulai-ditengah hutan belantara, ketika engkau sendirian dan ketakutan, ketika sesuatu tak memberikan rasa, She must hang onto message of the cross: God loves you. DIA mencintaimu itu cukup membuat-Nya mati untukmu. Akankah kamu mengasihinya? (*Berlinang dech mata gue nulisnya).
Dia menulis cerita cintanya setiap harinya "it's written". C.S. Lewis menuliskan Pain is God's megaphone ( Dia berbisik dalam kegembiraan kita, berbicara dalam kata hati kita, dan berteriak pada dalam kesakitan kita) . Kesakitan dalam kesendirian kita adalah cara Allah meminta perhatian kita. (*mak jlebbb)
Mungkin kita menginginkan untuk taat dan kudus. Itu dapat terjadi dengan sangat mudah dalam suat tempat tertenu, situasi tertentu yang nyaman, namun kita harus belajar untuk mengasihi Dia, disini ketika dia tidak terlihat, dimana Dia tidak bekerja seperti yang kita inginkan, dimana dia selalu absen, disini dan tak ada tempat untuk janjinya. Dan jika iman tidak bekerja disini, ini pun tak akan bekerja ditempat lain. (*hiks, netes)
Beth memiliki keinginan untuk mengenal Kristus. Dan dia berusia 20 tahun ketika ia membaca banyak cerita tentang misionaris. Ia perlahan - lahan belajar tentang Kristus dan dapat mengenalnya hanya dengan melalui jalan kecil ketaatan. Ada pembicaraan kecil antara Elisabeth dan Allah yang mewakili hati saya, dan perkataan ini juga dimana Allah juga menolong saya
"What do you want more than anything else in the world?"
"To know You, Lord."
"Do you want My will, at any cost?"
"Yes, Lord"

Perharps some future day, Lord, Thy strong hand
Will lead me to the place where I must stand
Utterly alone

Alone, o Gracious Lover, but for Thee;
I Shall be satisfied if I can see
Jesus only

I do not know Thy Plan for years to come
My spirit finds in thee it's perfect home
Sufficiency.

Lord, all my desire is before Thee now,
Lead on, no matter where, no matter how -
I trust in Thee.

Suka banget dengan buku ini, semoga kalian suka juga yach :) sepertinya saya perlu kopi dulu, ok Thanks for reading.
Happy New Year 2017


Monday, November 14, 2016

Review buku: Laki-laki seperti Wafer, Perempuan seperti Bakmi

Judul buku terjemah: Laki-laki seperti Wafer, Perempuan seperti Bakmi
Judul asli: Single Men Are Like Waffles, Single Women Are Like Spaghetti
Penulis:  Bill dan Pam Farrell
Penerbit awal: Harvest House Publishers
Penerbit Indonesia: PBMR Andi (anggota IKAPI)
Penerjemah: Okdriati S. Handoyo
Cetakan tahun: 2008
Jumlah halaman: 316

Daftar isi:
1. Laki-laki dan Perempuan di ciptakan-Nya Mereka
2. Jangan Menghancurkan Komunikasi
3. Wafer dan Bakmi di Tempat Kerja
4. Mempersiapkan Hubungan
5. Sang Pejuang Wafer
6. Sang Puteri Bakmi
7. Wafer dan Bakmi dalam Percintaan
8. Kehidupan Sosial Wafer dan Bakmi
9. Wafer, Bakmi dan Anak-anak
10. Allah Mengasihi Wafer dan Bakmi
Bahan Diskusi untuk Kelompok Kecil
Berkencan untuk mengambil Keputusan
_______________________________________________________________________________

Buku ini saya dapatkan beberapa tahun silam, udah lama sekali mungkin di awal tahun-tahun kuliah saya, sebenarnya buku inipun bukan buku saya. Suatu saat saya meminjam dari seorang teman, tapi karena terlalu asik baca saya sampai lupa kembalikan. Hanya tertumpuk di rak buku saja. Sampai sekarang tidak tau akan bertemu orang tersebut kapan lagi. Jadilah buku ini buku hak milik saya.
Buku yang ditulis oleh Bill dan Pam Farrell ini sangat bagus, untuk kita bisa menjalani hidup. Bukan saja sbagai seorang pasangan namun dapat kita terapkan dalam hubungan sehari-hari dengan lawan jenis. Buku ini ditulis dengan bahasa yang sangat sederhana, bahkan di buku ini banyak hal-hal yang dibahas dengan ringan dan kelucuan. Membuat kita jadi tertawa dan menertawakan diri sendiri dan pasangan atau orang lain bahkan.
Mengapa di judul buku ini ditulis laki-laki seperti wafer? Karena laki-laki itu berpikir dengn cara mengkotak-kotakkan sesuatu. Kita sering melihat laki-laki yang terjun bebas di satu kotak wafer service mobilnya, ketika dia mengerjakan sesuatu ia benar-benar sedang berada disana, dan mungkin ketika kau memanggilnya dengan suara petir sekalipun, mungkin dia tidak mendengarnya, karena dia sedang berada di dunianya. Ini sangat berbeda dengan si "putri bakmi" yang dapat mengerjakan segala sesuatu sekaligus dalam suatu waktu. Kita kerap kali melihat seorang ibu yang sambil menggendong anaknya, sambil memasak, dan sambil berbicara di telpon.Wow ibu tersebut luar biasa sekali bukan? Karena otak wanita itu seperti bakmi yang terjalin dan berkaitan satu dengan yang lain, dari hal satu ke hal lain dan kegiatan satu ke kegiatan yang lain. 
Dari buku ini saya jadi belajar dan mengerti ketika saya berhubungan dengan lawan jenis, saya akan belajar untuk mengerti lawan bicara saya. Saya akan memulai untuk sedikit mengerem ketika lawan bicara pria saya menunjukan suatu kebingungan. Saya akan sedikit menguraikan jalinan "piring bakmi" yang saya miliki. Berikut contoh kejadian laki-laki dan perempuan.
Hidup Perbedaan!!!
Cara Laki-Laki dan Perempuan menggunakan ATM
Laki-laki:
1. Memutuskan menggunakan ATM
2. Memasukkan kartu
3. Memasukkan nomor PIN
4. Mengambil uang, kartu dan resi
Perempuan:
1. Memutuskan menggunakan ATM
2. Memperhatikan dandanan melalui kaca spion
3. Mematikan mesin
4. Memasukkan kunci ke dalan tas
5. Keluar dari mobil karena terlalu jauh dari ATM
6. Mencari-cari kartu ATM di dompet
7. Memasukkan kartu
8. Mencari-cari catatan no PIN di tas
9. Memasukkan no PIN
10. Mempelajari petunjuk paling sedikit dua menit
11. Menekan tombol "batal"
12. Memasukkan kembali no PIN
13. Mengecek saldo
14. Mencari amplop tabungan
15. Mencari pulpen di tas
16. Menulis slip tabungan
17. Menandatangani cek
18. Menabung
19. Meneliti petunjuk-petunjuk
20. Menarik uang tunai
21. Masuk ke mobil
22. Memeriksa dandanan
23. Mencari kunci-kunci
24. Menghidupkan mesin
25. Memeriksa dandanan
26. Mulai menjalankan mobil
27. Stop
28. Kembali ke ATM
29. Keluar dari mobil
30. Mengambil kartu dan resi
31. Kembali ke mobil
32. Memasukkan kartu ke mobil
33. Meletakkan resi di buku cek
34. Memasukkan resi tabungan dan pengambilan uang ke buku cek
35. Memasukkan tempat dompet dan buku cek di dalam tas
36. Memastikan dandanan
37. Menarik persneling mundur
38. Menarik persneling maju
39. Menjauh dari ATM
40. Melaju beberapa kilometer
41. Mengijak rem
Waktu saya membaca bagian kecil dari buku ini saya tertawa, ternyata perbedaan pria dan wanita itu sangat banyak. Di buku ini bukan saja membahas banyak perbedaan pria dan wanita. Di samping itu buku ini juga membagikan mengapa Allah menciptakan wanita yang membuat saya bangga, dan senang menjadi putri Allah. Saya tidak perlu meminta persamaan hak antara pria dan wanita, karena di pemandangan Allah, wanita pun berharga. Karena dalam kelemahan wanita, Allah teruslah yang menjadi sumber kekuatanNya ketika ia mengandalkan Allah.
Kemudian di buku ini di jelaskan mengenai mengapa Pria menjadi sang "pejuang wafer". Pria di bentuk ketika dunia masih dalam padang belantara. Sehingga dalam hati setiap laki-laki terdapat hasrat untuk berpetualang. Ia ingin menahlukan, mengatasi, mencari, membunuh atau menemukan sesuatu. Allah telah menciptakannya untuk menahlukan bumi. Laki-laki di rancang untuk menghadapi hal-hal keras dalam kehidupan dan menundukkannya di bawah kakinya. Hal ini berbeda dengan si "putri bakmi" yang diciptakan di dalam taman, taman yang indah dan luar biasa! Dimana kasih Allah itu cukup bagi dia. Sehingga adanya hawa di tengah-tengah taman itu akan mempercantik situasi taman itu. Allah begitu mendandaninya agar adam melihatnya sebagai suatu keindahan.
Hanya sedikit yang bisa saya bagikan dibuku ini, sisanya baca sendiri ya, guys!
Thanks for reading :)

Monday, August 22, 2016

Review Buku: Passion And Purity

Ini buku Elisabeth Elliot yang kedua yang saya baca. Setelah saya jatuh cinta kepada buku pertama yang saya baca Let me be a Woman. Buku kedua ini saya beli cukup lumayan mahal karena merupakan buku import. 

Judul: Passion and Purity
Jumlah halaman: 249 halaman
Penulis: Elisabeth Elliot
Penerbit pertama: Fleming H. Revell, U.S.A
Tahun terbit pertama: 1984
Buku yang saya pegang terbit tahun : 2000 
Penerbit: OMF literatur INC, Filipina. 
Daftar isi: 43 bagian

Bagian pendahuluan kata sambutannya di sampaikan oleh Jhosua harris. Jhosua harris adalah seorang pengarang yang cukup terkenal, di banyak tulisan jhosua haris, banyak sekali mengutip tulisan-tulisan dari Elisabeth Elliot.
Tulisan Elisabeth Elliot ini, cukup berat membacanya. Dikarenakan tulisan ini ditulis pada era 80an, sehingga penggunaan bahasanya masih sangat rapi dibandingkan dengan beberapa buku import yang pernah saya baca. Gaya penulisan Elisabeth Elliot juga mengambarkan sisi feminim, keanggunan, elegan dan imannya pada yang Ia percayai.
Pagi ini, entah mengapa ingin membaca kembali passion and purity, saya sudah membacanya dan ingin membacanya kebali. Tulisan Elisabeth Elliot ini memang sering mengganggu pikiranku untuk ingin membacanya berulang. 
Dibuku ini Ellisabeh banyak membagikan rasa kesendiriannya, dan bagaimana ia menanti seseorang yang akan menjadi pasangan hidupnya. Dimulai dari ia merasa sendiri saat itu ketika ia masih mahasiswa greek saat itu. Hingga beberapa pria mengajak dia ngedate saat itu, namun dia merasa bukan pria itu yang tepat, pria-pria tersebut tidak berfokus pada Allah, hingga dia merasakan kekosongan ketika menjalani hari bersama mereka. Elisabeth pun akhirnya menyudahi pertemuan mereka dan menjadi single kembali.
Hingga suatu saat Elisabeth dikenalkan oleh kakaknya seorang Jim elliot, Elisabeth membagikan isi hatinya saat itu, dimana dia menyukai jim saat itu. Saat melihat jim saat itu yang dia sukai adalah karena dia pria yang suka menyanyikan hymn, membaca puisi, dan mengasihi Allah. Beberapa kali Elisabeth membagikan Jim membuat jantungnya berhenti berdektak ketika mereka bertemu, karena Jim sangat keren saat itu, terutama ada alkitab yang di bawanya. 
Elisabeth menjaga hatinya tetap terfokus pada Allah dan menguji setiap kemurnian isi hatinya. Karena Allah menginginkan segalanya seluruh kehidupan kita, karena Dia sudah memberikan seluruh kehidupanNya, maka Ia inginkan seluruh kehidupan kita.Dia menguji hatinya dengan bertanya kepada Allah, apa yang Allah inginkan dalam kehidupannya. Dibuku ini Elisabeth juga menuliskan bahwa dia hanya seoarang mahasiswa yang ingin di cintai, menginginkan pernikahan yang baik dan mengharapkan seorang yang mencintai Tuhan. Dia memohon bimbingan Allah, atas hidup yang di pinjamnya dari Allah.

One morning I was reading the story of Jesus' feeding of the five thousand. The disciples could find only five loaves of bread and two fishes. "Let me have them," said Jesus. He asked for all. He took them, said the blessing, and broke them before He gave them out. I remembered what a couple speaker. Ruth Stull of Peru, had said: " if my life is broken when given to Jesus, it is because pieces will feed a multitude, while a loaf will satisfy only a little lad."

Oooo...ow.. I think that my hot coffee is ready, it's time for sipping it first...
Sweet taste of coffe morning and book
Lanjuttttttt......
Kemudian Elisabeth memberikan gambaran tentang kedaulatan Allah tentang rancangannya, jika kita mengingini rancangan-Nya maka rancangan itu melibatkan seluruh atom, tata surya, keseimbangan lingkungan dan seluruh jagad raya ini. Bukan hanya terfokus hanya kepada keinginan kita untuk dapat menikahi pria yang kaya, ganteng dan kristen saja. Menerima kedaulatan Allah berarti percaya dengan apapun yang Ia berikan, karena Dia yang memikirkan dan memelihara kehidupan kita.
Bukan pula dengan mengingini pernikahan, sebaliknya memanfaatkan masa single kita untuk melayani terbaik bagi Allah. Like a single man of Jesus. Kita tidak perlu juga di bohongi oleh keinginan kita yang dikuasai oleh iblis, seperti iblis menguasai hawa saat itu dan berkata bahwa buah itu baik. Sehingga kita mengingini buah pernikahan dan membuat kita menikah dengan orang yang salah, dan merusak tujuan penciptaan Allah dalam hidup kita.

I'm afraid this snake has been talking to that person. He is been sneaking up and whispering destiny, "God is stingy. He is dangles the beautiful fruit called marriage before your eyes and won't let you have it. He refuses you the only thing you need for personal growth, the one thing in all the world that will solve all your problems and make you really happy."

Saya rasa cukup yah, review buku kali ini. Cause I want enjoy it for myself...

Thursday, August 11, 2016

Review Buku : Lady in Waiting


Sore tadi baru saja mengambil buku yang saya pinjamkan keteman wanita saya. (Gk rela lama-lama dipinjam tapi tak dibaca) akhirnya berhasil saya bawa pulang buku saya. Haha...awal saya tau ini buku, buku bagus dari covernya. Covernya wanita banget, dan saya suka sekali. Akhirnya saya belilah buku itu, dengan uang seadanya waktu mahasiswa cukup juga uang saya waktu itu untuk sering membeli buku. Ternyata waktu saya baca isinya keren bangetttt.... 
Setelah saya bekerja saya melihat buku lady in waiting study guide, kemudian langsung saya beli deh buku ini, jadilah saya punya dua buku yang cantik ini. Berikut hasil Review buku saya:

Judul asli: Lady in Waiting, Study Guide
Penulis: Jackie Kendall & Debby Jones
Penerbit Pertama: Destiny Image Publisers, USA
Tahun terbit pertama: 2005
Penterjemah: Denny Pranolo
Penerbit Indonesia: Prionir Jaya
Cetakan ke-2: Mei 2012
Jumlah halaman: 98
Bentuk sampul: Soft Cover

Judul asli: Lady in Waiting
Judul terjemahan: Lady in Waiting (Wanita Dalam Penantian)
Penerbit pertama: Destiny Images Publisher, USA
Tahun terbit pertama: 2005
Penterjemah: Natania Tiendas
Penerbit Indonesia: Prionir Jaya
Cetakan ke-8: 2009
Jumlah halaman: 178
Bentuk sampul: Soft Cover

Bentuk penulisan Lady in waiting study guide ini hanya banyak berisi tentang mengisi dan mempelajari Alkitab kita sendiri, sehingga di buku Lady in waiting study guide ini kita di tuntut untuk aktif dalam menjawab setiap pertanyaan yang telah di sediakan.
Kedua buku ini dibagi menjadi 10 bab dengan tema berbeda-beda, namun jika ingin meloncati beberapa bagian dari buku ini sangat disayangkan. Bab-bab di buku ini:
1. Wanita dengan penyerahan tanpa ragu
2. Wanita yang rajin
3. Wanita yang beriman
4. Wanita yang penuh kebajikan
5. Wanita yang penuh pengabdian
6. Wanita yang murni
7. Wanita yang memiliki rasa aman
8. Wanita yang puas
9. Wanita yang penuh keyakinan
10. Wanita yang sabar
Buku karangan Jackie Kendall dan Debbie Jones ini banyak membagikan kisah-kisah wanita dalam penantian, menanti pasangan hidupnya. Beberapa tokoh alkitab dalam penantian seperti itu adalah Ruth dan Ribka. Banyak hal yang dibagikan di buku ini tentang mereka berdua. Dimana mereka berdua tidak memilih untuk bersedih dalam masa penantian mereka. Mereka tidak melakukan pesta mengasihani dari setiap harinya, melainkan mereka berdua sibuk untuk melayani Allah dalam iman mereka.
Ruth yang dulunya adalah bukan keturunan orang israel namun karena imannya pada Allah israel yang dengan lantang ia katakan Rut 1:16 Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; kesetiaannya kepada ibu mertua dan kepada Allah israel itu membuat Ruth terpilih menjadi wanita yang mendapatkan penghargaan dihadapan Allah israel.
Dalam masa penantian Ruth. Ruth setiap hari rajin bekerja diladang untuk memungut jelai. Ruth yang dulunya suaminya mati dan sepertinya tidak ada harapan bagi Ruth untuk hidup, namun Ruth meletakkan kepercayaannya kepada Allah israel. Ruth tidak mengasihani diri, melainkan bekerja dengan rajin, hingga Ruth bertemu dengan Boas. Seorang pria yang layak untuk di nantikan.
Begitu pula dengan Ribka, dia bukan seorang wanita pemalas yang hanya berpangku tangan, melainkan ia bekerja dengan rajin dan bersukacita untuk menimba air. Hingga sampai suatu saat bertemu dengan orang suruhan abraham untuk mencarikan calon istri untuk ishak anaknya. 
Buku terbitan Prionir jaya ini juga membagikan tentang wanita muda yang memecahkan alabaster jar atau kotak batu pualam putih dan mengurapin kaki Yesus, padahal kotak batu itu digunakan para wanita untuk mengurapi calon pengantin prianya ketika berkunjung kerumah. Namun wanita itu memilih untuk mempercayakan hidup pernikahannya kepada Yesus tanpa ragu. Banyak orang akan berkata seperti orang bodoh. Namun itulah yang digunakan wanita-wanita Allah untuk menentang zaman dan menyerahkan hidupnya pada Sang pengantin surgawi.
Buku ini juga ada versi study guide yang bisa kita isi untuk kita belajar Alkitab sendiri. Untuk daftar isinya sama, jadi saya menggunakannya dengan cara saya membaca satu bab di buku bacaannya kemudian saya mengerjakan yang di study guidenya. Sangat menolong saya untuk belajar firman Tuhanlah.
Ngomong-ngomong kembali lagi buku ini beberapa mengutip tulisan dari buku karangan penulis idola saya Elisabeth Elliot. Beberapa buku Elisabeth Elliot yang dipakai adalah loneliness, chance to die, dan passion and purity. Heheee... pantesan bagus

#LadyInWaiting #WanitaDalamPenantian #Jackie Kendall #Debbie Jones

Saturday, July 30, 2016

Review Buku: When God Write Your Love Story

Awal tertarik membaca buku ini ketika tak sengaja membaca sampul depannya di Google play book, karena saat itu saya sedang dilandau sakit hati, sakit hati yang bertubi-tubi, setelah bergonta-ganti pacar. Waktu saya membaca sampul depannya saya sudah tertarik. Kemudian saya coba iseng download versi freenya, yang saya download versi bahasa asli, dan hanya bisa membaca beberapa halaman saja. Jika teman-teman mau juga bisa dilihat di google book untuk free samplenya. :)

Berikut review buku versi bahasa indonesia yang saya miliki:
Penulis: Eric dan Leslie Ludy
Penerbit: Gloria Graffa
Penerjemah: Susanna Prayoga
Penyedia editorial: C. Krismriana W
Desain sampul: Deddy Khristisan Pamungkas
Desain isi: Emmanuel Kurniawan
Cetakan Kelima: Agustus 2015
Jumlah halaman: 306
Jenis kertas: Setengah HVS
Warna dominan cover: Merah
Jenis cover: Soft cover

Review buku versi bahasa asli
Penulis: Eric dan Leslie Ludy
Penerbit: Multnomah Books
Negara: United States of America
Tahun terbit: 2014
Jumlah halaman: 288
Warna dominan cover: Biru
Jenis Cover: Soft Cover

Ketika saya membaca di halaman pendahuluannya saat itu saya sudah cukup meneteskan air mata. Busyeeeet... gue banget bukunyaaa... Kemudian saya ingin sekali memiliki buku itu, namun karena list buku yang masih banyak yang sudah saya beli dan belum terbaca akhirnya saya urungkan niat saya membeli buku itu.
Akhirnya di satu hari yang cerah, hehe, secerah anggaran belanja buku saya saat itu, saya belilah beberapa buku termasuk salah satunya "When God Writes Your Love Story" saya beli dalamdua versi, versi buku bahasa asli dan terjemahan. Saya persiapkan bagi teman-teman saya yang ingin meminjam memang.
Isinya memang wow, saya masih setengah membaca bukunya, tapi saya udah beberapa kali menangis saya lupa... melow amat yaah...
Dibuku ini di bagikan tentang kehidupan penulis sendiri, yaitu Eric dan Leslie Ludy, tentang bagaimana mereka menyerahkan kehidupan cinta mereka kepada Allah, hingga mereka dipertemukan. Gaya penulisan mereka yang paling santai dari beberapa buku import rohani yang pernah saya baca. Di buku ini juga dibagikan dan saya mengerti ternyata Eric adalah anak rohani dari Jim Elliot. Jim Elliot  adalah missionaris yang meninggal di pedalaman suku indian yang ingin dijangkaunya dengan injil. Jim Elliot sendiri adalah suami dari Elisabeth Elliot, seorang penulis yang saya kagumi juga. Dibuku ini juga Leslie juga mencatut beberapa tulisan dari Elisabeth Elliot.
Di bagian pendahuluan diceritakan bagaimana leslie saat itu patah hati, dihari yang cerah dia justru di putusin pacarnya. Kemudian dia meratapi nasibnya sendirian dan bertanya-tanya dalam hatinya, "adakah masih pria yang baik baginya?" Kemudian dia mendengar bagaimana Allah berbicara dalam hatinya "Maukah kamu memberikan pena cintamu kepadaKu". Kemudian Leslie menangis sejadi-jadinya pada Allah dan menyerahkan pena cintanya pada Allah. Leslie kemudian mengambil komitmen untuk tidak menyerahkan hatinya kepada sembarang pria. Leslie memilih untuk menanti yang terbaik dari Allah.
Buku ini Menceritakan bagaimana menemukan kisah cinta sejati dengan Allah sendiri penulisnya, "The Author of Love" dengan menyerahkan semua kepada Allah, dengan tidak tergesa-gesa, menunggu dan menyerahkan pena cinta itu kepada Allah dan bukan dengan kekuatan kita menulisnya.
Dibuku ini juga dituliskan bagaimana mengasihi pasangan hidup kita jauh sebelum kita menemukannya. Seperti dikatakan di Amsal 31:12 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. Jadi bagaimana wanita yang baik itu tidak pernah berbuat jahat sepanjang umur hidupnya. sepanjang umur hidupnya dia tidak pernah berbuat jahat kepada suaminya. Wowwww, indah sekali :) bahkan sebelum kita bertemu dengan suami kita seharusnyalah kita tidak berbuat jahat.
Saya belajar juga tentang hati wanita itu berbeda dengan hati pria. Pria bisa dengan mudah berhubungan fisik tanpa membawa emosi, sedangkan wanita tidak dapat berhubungan fisik tanpa membawa emosi. Saya jadi mengenal diri saya, saya diingatkan dengan diri saya, bahwa saya adalah wanita sebenarnya. Saya yang membawa emosi saya kemana pun saya berada. Saya jadi bersyukur karena saya terluka, sedih dan merasa tersakiti, karena saya adalah wanita yang Allah ciptakan.
Cukup menusuk-nusuk hati sayalah :D hahaha
Jika kalian mengalami patah hati berulang-ulang, tak mengapa, serahkan pena itu kepada sang penulisnya. Dia belum selesai menuliskan kisah cintamu :)
Jika buku-buku seperti Lady in Waiting itu baik untuk wanita yang menanti, sedangkan buku ini membagikan tentang kisah cinta yang berliku-liku, dan Allah sendiri yang menjadi penolong mereka berdua. Suatu saat pengenlah menulis cerita seperti mereka.hehehe...
Untuk mereka yang mengalami patah hati berulang, rekomended buku inilah :D
Untuk link penulis sendiri bisa dilihat di: http://setapartgirl.com/about-leslie-ludy
 Dibagian akhir buku mereka berdua menuliskan lagu:


FAITHFULLY
 
Tonight i saw a shooting star,
Made me wonder where you are.
For years i have been dreaming of you,
And i wonder if you're thinking of me, too.
In this world of cheap romance
And love that only fades after the dance,
They say that i'm a fool to wait for something more.
How can i really love someone i've never seen before?
But i have longed for true love every day that i have lived,
And i know real love is all about learning how to give.
So i pray that God will bring you to me,
And i pray you'll find me waiting faithfully.

Faithfully, i am yours
From now until forever. 
Faithfully, i will write,
Write you a love song with my life.
'Cause this kind love's worth waiting for
No matter how long it takes.
I am yours
Faithfully.


Tonight i saw two lovers kiss,
Reminded me of my own loneliness.
They say that i'm a fool to keep on praying for you.
How can i give up pleasure for a dream that won't come true?
But i will keep believing that God still has a plan.
And though i cannot see you now, i know that He can,
And someday i will give you all of me.
Until i find you, i'll be waiting faithfully.


#WhenGodWriteYourLoveStory #EricLeslieLudy