Tuesday, March 5, 2024
34 years old
Tuesday, February 20, 2024
Tiyan Mena
Akhirnya badai ini mereda...
This grace that brought me safe thus far
And grace will lead me home
Kami menikah di 14 juli 2023, di desa kecilku di kabupaten wonosobo, kami memilih desa kecil itu karena indah, mirip di swiss rasanya. Bukan sekedar kami menikah, tapi kami ingin lebih dekat dan santai saat acara pernikahan kami. Bukan pestanya, tapi kami merindukan kehangatan keluarga.
Bagaimana perjalanan kami berdua sampai ditanggal itu, dan tentunya teman2 sahabat yang menemani kami saat kami single. Semua teman dan sahabatku datang, pelukan senyuman dan doa mereka sepertinya salah satu keajaiban dalam hidupku. Dan tentunya suamiku sendiri. Teman hidupku. "Mena Bertony Ginting".
Perjalanan cinta kami sepertinya sangat direstui oleh semesta, awal kami bertemu, hingga kami bertemu dengan keluarga kami masing- masing, bahkan Tuhan menyediakan rumah baru yg langsung kami tempati saat selesai melangsungkan cara pernikahan.
Kami bertemu di Desember 2021, melakukan pertunangan di 11 November 2022, dan pernikahan di 2023.
Pria yg sudah membuat aq jatuh cinta dari suara telponnya dari ujung indonesia. Kesabarannya menghadapiku dan dari kesopanannya, aku tau dia pria baik dan patut ku pertimbangkan jadi teman hidup.
Kami bukan orang yg sempurna, tapi kami mau bertumbuh bersama menuju kesempurnaan. Kami sama-sama berdosa, tapi kami mau belajar Mengenal Dia, dan Kuasa kebangkitannya.
"Saya Septiyana mengakui bahwa Mena Bertony Ginting adalah suami saya karunia Tuhan. Saya berjanji akan senantiasa mengasihi dan menolongnya. Saya akan setia terhadap suami saya baik dalam suka maupun duka, untung maupun malang. Saya dan suami saya akan berbakti kepada Tuhan dan hidup suci dengan mematuhi firmannya."
Wednesday, February 24, 2021
Detox Medsos Ala Ala
Akhirnya aku berjanji pada diriku sendiri untuk menutup salah satu media social yang aku punya yaitu Instagram. Setelah pemikiran panjang yang harus aku lakukan, akhirnya aku menutup platform medsos tersebut. Banyak teman yang protes saat aku mengatakan aku mundur karena kadang aku melemparkan candaan lucu dalam hidupku di media social tersebut.
Mengapa keputusan itu aku ambil?
Karena aku ingin memberi tanpa ada yang mengetahui, aku ingin bahagia dengan diriku sendiri tanpa ada yang tau, aku tidak ingin waktuku habis hanya untuk memilih foto mana yang bagus untuk ku unggah, atau sekedar scroll status teman-temanku tanpa aku menyapa atau sekedar menanyakan kabarnya. Emosiku cepat mudah berubah sedih, dan gembira dalam hitungan detik saat jariku tak berhenti scroll, dan stalking.
Saat itu pula aku sedang focus membangun bisnisku. Disaat semua orang sedang sibuk scroll Ignya aku memilih memilikirkan bisnis onlineku yang sedang aku geluti.
Bagaimana aku sebelum menghapus IG?
Aku ingin tampil sempurna di media IGku, aku ingin membagikan kebahagiaanku dengan banyak orang, aku tidak bisa menerima jika aku dalam keadaan tidak sempurna tampil di IG seseorang.
Aku membandingkan hidupku dengan orang lain, dari segi pemikiran (saat orang-orang membagi pemikiran mereka), sari segi penampilan (saat mereka membagikan foto-foto yang cantik) dan dari segi apapun.
Membuat aku kesulitan tidur, meskipun tidak seutuhnya, namun aku merasa cemas saat aku akan beranjak tidur, aku sibuk dengan scroll, mengamati siapa yang melihat storyku atau siapa yang menyukai foto yang barusanku upload. Ahhh benar-benar hidup yang tidak seutuhnya berguna menurutku.
Bagaimana setelah aku menghapus IG??
Aku tidak memiliki beban social, kelakukanku yang hebring disegala tempat bisa lebih menjadi-jadi, wkwkwk, karena tidak akan ada yang menghujatku.
Aku memberi tanpa ada seorangpun yang melihat, dan aku hidup
Fokus jualan, dan cuan dong.
Dan menerima diriku seindah-indahnya aku, setiyan-tiyannya aku.
Kalau aku memang jelek ya memang jelek, kalau gak pinter masak ya emang gk pinter masak, gk pinter nulis ya memang gk pinter nulis, kalau memang aku berjuang untuk hidupku, ya memang aku sedang berjuang. Biarlah aku menjadi wanita biasa-biasa saja, wanita yang tidak sempurna, karena Dia yang Sempurna yang menyempurnakan segalanya. Terpujilah nama Tuhan.
Tuesday, February 9, 2021
A david psalm
I'm thanking you, God, from a full heart
I'm writing the book on your wonders.
I'm whistling, laughing, and jumping for joy:
I'm singing your song, High God.
The day my enemies turned tail and ran,
They stumbled on you and fell on their faces.
You took over and set everything right:
When i needed you, you were there, taking charge.
You blow the whistle on godless nations:
You throw dirty players out the game,
Wipe their names right off the roster.
Enemies disappear from the sidelines,
Their reputation trashed,
Their names erased from the halls of fame.
God holds the high center,
He sees and sets the world's mess right.
He decides what is right for us earthlings,
Gives people their just desert.
God's safe-house for the battered,
A sanctuary during bad times.
The moment you arrive, you relax:
You're never sorry you knocked.
Sing your song to zion-dwelling God,
Tell his stories to everyone you meet:
How he tracks down killers
Yet keeps his eye on us,
Register every whimper and moan.
Be kind to me, God:
I've been kicked around long enough.
Once you've pulled me back
From the gates of death,
I'll write the book on Hallelujahs:
On the corner of Main dan First
I'll hold a street Meeting:
I'll be the song leader: we'll fill the air with salvation songs.
They're trapped, those godless countries,
In the very snares they set,
Their feet all tangled
In the net they spread.
They have no excuse:
The way God works is well-known.
The cunning machinery made by the wicked has maimed their own hands.
The wicked bought a one-way ticket to hell.
No longer will the poor be nameless-no more humiliation for the humble,
Up, God! Aren't you fed up with their empty strutting?
Expose these grand pretensions!
Shake them up, God!
Show them how silly they look.
Psalm 9
Saturday, November 21, 2020
Seorang Wanita Samaria
Burung-burung pipitpun ikut tertawa gembira menyambut datangnya pagi. Aku melayangkan pandanganku ditengah-tengah padang, tepat dimana bunga cantik Morning glory yang memberikan sentuhan warna ungu tepat ditengah hijaunya padang. Siapakah sang pelukis ini yang melukiskan detail warna ungu ditengah-tengah hijau? Dia bukan saja pelukis yang agung, namun pemelihara seluruh alam semesta.
Sungguhpun alam ini dipeliharanya dengan baik dan dilukisnya dengan indah, hanya manusia yang mengotori dan merusak. Bahkan kadang akupun tidak setertib burung-burung itu menari, bahkan hanya untuk membuang sampah pada tempatnya.
_______
Siang itu wanita samaria datang ke sumur dimana Yesus sudah ada mendahuluinya. Bukan tanpa alasan dia datang kesumur pada siang hari, mungkin wanita itu datang menunggu saat semua gadis sudah tidak pergi kesumur, karena dirundung rasa malu akan masa lalunya atau mungkin memang dia sedang kehabisan air siang itu dirumahnya. Tapi.... Bukankah itu semua dalam kontrol sang pemilik semesta? Dia yang mengatur wanita samaria ini untuk datang kesumur? Seperti Allah mengatur burung-burung untuk terbang dan Morning glory ditengah padang??
Seperti kura-kura yang tidak protes akan gundukan dipunggungnya, bahkan dengan setia membawa gundukan itu kemanapun dia berjalan. Seorang wanita yang sadar akan dirinya memang sungguh elok dipandang. Wanita yang tak disebutkan namanya ini merupakan seorang wanita yang sadar akan dirinya, dan menerima dirinya sebagai seorang "wanita samaria".
Dia sadar bahwa orang yahudi tidak mau bergaul dengan orang samaria. Bahkan di awal pembicaraannya ia justru menegur Yesus, dengan berkata "bukankah orang yahudi tidak bergaul dengan orang samaria?" disini ia hanya melihat Yesus sebagai orang yahudi. Sikap rendah hati yang dimilikinya pun terpancar dari apa yg dia ucapkan. Dalam bahasa yang lebih simple seperti mengatakan "Tidak layak aku berbicara padaMu, aku ini seorang wanita samaria"
Kekaguman saya berlanjut dengan sisi logic sekaligus ketulusan atau keluguan wanita ini. Dengan polosnya dia berkata "Bagaimana tuan memberi aku minum? Sumur ini dalam dan tuan tidak memiliki timba?" Pada kalimat ini bukan saja sisi logic dia saja yang terlihat, tapi bagaimana ia peduli akan kebutuhan orang lain. Dia mengerti Yesus akan memberikan dia minum, tapi Yesus saat itu tidak memiliki timba.
Pada kalimat yang lain, pada jawaban wanita tersebut "Aku tidak memiliki suami" yang merupakan ungkapan jujur, simpel dan benar terhadap dirinya, tanpa ada yang ditutupi. Dia tidak berkata sebaliknya "Baik, akan ku panggil suamiku dulu" tanda dia menutupi dirinya, atau dia justru curhat panjang lebar "Jadi aku sudah menikah 5 kali dan suamiku bla.... bla... bla" tanda dia membutuhkan membenarkan diri atau mencari pembenaran pada Yesus. Dia hanya berkata "Aku tidak memiliki suami" dan kalimat itu justru membuat Yesus membenarkan apa yang dia katakan.
Sisi pengenalan dia akan Yesus pun bertambah. Pada awal bertemu Ia memandang Yesus hanya seorang yahudi, kini Ia mengenal Yesus menjadi seorang Nabi. Setelah Yesus mengatakan "Benar apa yang kamu katakan, kamu memiliki 5 suami dan pria yang bersama denganmu bukan suamimu"
Dilanjutkan dengan ketaatan ibadah wanita samaria ini, sekalipun sebagai samaria, ia menanti datangnya Mesias, yang akan menerangkan segalanya. Kerinduannya akan Mesias, membuat sang Mesias membuat agenda khusus bahkan untuk datang, bahkan sekalipun ada jalan lain, Mesias tetap "Harus" melewati samaria, karena Dia ingin bertemu dengan wanita samaria yang sudah lama merindukanNya. Yoh 4: 4 "Ia harus melewati daerah Samaria".
Air mata sayapun menetes saat saya membaca akhir cerita ini. Yesus memperkenalkan dirinya secara personal kepada wanita samaria ini. Tanpa ada orang yang melihat. Dan Dia berkata tepat dihati wanita samaria ini. "Akulah dia yang berbicara kepadamu, Akulah Mesias". Ijinkan saya untuk menuliskan apa yang dalam benak saya dalam kalimat ini "Akulah Dia Mesias yang selama ini kau tunggu, aku datang dan aku sangat mengasihimu, Aku tau apapun tentang hidup dan hatimu, Kau mulia dan berharga dimataku, untuk itu aku datang ditengah jadwalku yang padat. Aku sangat mengasihimu"
Alasan mengapa wanita samaria ini tidak dituliskan namanya juga cukup menarik perhatian saya. Dia bukan seorang wanita yang ingin di ekspose atau ingin mendapat pujian, mungkin saat yohanes ingin menuliskan kitab ini dan meminta wanita samaria ini menceritakan, wanita Samaria ini justru tidak ingin namanya di tuliskan, dan berkata "Biarlah aku.... Biarlah aku menjadi seorang wanita "Wanita Samaria". Baginya Mesiasnya yang termasyur jauh lebih penting daripada nama baiknya.
Disiang yang terik itu, telah mengubah seorang wanita yang dulunya di tolak dimana-mana, menjadi seorang wanita yang di terima oleh seorang pribadi, bukan seorang Yahudi, bukan pula seorang Nabi, tapi lebih besar dari yang dia bayangkan, seorang Mesias. Bagaimana tidak ia tidak menceritakan hal tersebut ke orang-orang? Air kehidupan dihatinya meluap-luap penuh untuk di alirkan ketempat yang lain. Dan air kehidupan itu mengalir deras semakin jauh ketempat kemana sang pencipta itu ingini. Dan sampai di sini, di siang ini. Dimana saya menuliskan ini. Dan akan mengalir kemanapun si Pemberi air kehidupan ingini.
Siang semakin terik...
Air mengalir semakin deras...
______________
As a deer patern for a water
so my soul longeth after Thee
You alone are my heart desire
and i long to worship Thee
Sunday, November 1, 2020
Cappucino Latte
------
Pandemi Covid ini sedikit mengubah cara pandang saya dengan pekerjaan saya, yang semula saya anggap sebagai zona nyaman, menjadi sebuah zona yang tidak nyaman lagi. Saya memang ingin memulai usaha tapi tidak secepat ini. Sesegera ini, tapi Allah mengajarkan saya untuk belajar banyak hal ditengah covid ini.
Pagi ini setelah mendengarkan ibadah online, saya putuskan untuk menuliskan beberapa hal dan point yang saya nikmati pagi ini, yang akan terus menjadi pengingat bagi saya.
Pertama-tama tentang tujuan saya memulai usaha.
Beberapa hari lalu saya merasa seperti saya kehabisan energi dan tujuan akan kemana kapal usaha ini berlayar. saya hanya tetap mengerjakan. Belum lagi seorang berkata tidak baik tentang saya dan menyebabkan saya sedikit kehilangan diri saya. Dan bodohnya saya saat itu sedikit mendengarkannya, tapi saya tau bahwa Allah merancangkan rancangan yang indah bagi saya dan bukan rancangan kecelakaan (Yeremia 29: 11). Saya memang bukan orang dengan standard dunia yang tinggi, saya hanya seorang wanita rata-rata, hidup dari keluarga yang biasa, dan nothing special at all. Tapi sebagaimana Allah memilih wanita samaria yang memiliki 5 suami, Petrus yang hatinya gampang goyah dengan angin ribut dan saulus si pembunuh orang percaya, begitu pula Allah memilih saya wanita rata-rata untuk pekerjaan mulia ini.
Allah membawa saya dengan beberapa harga barang, dan Allah berkata jangan memberi harga yang terlalu tinggi, dengan begitu engkau mampu memberikan kehidupan bagi orang lain.
Dan pagi ini Allah mengingatkan saya dengan “penjala manusia”
Akan sampai dimana bisnis ini berjalan saya tidak tau, yang saya tau bisnis ini akan membawa banyak jiwa utk mengenal Allah.
Ini tidak tentang pekerjaan saya, keuntungan yang saya dapatkan, tapi bagaimana Allah mengerjakan semuanya.
Allah yang memulai, Allah juga yang akan menyelesaikan.
Terpujilah Nama Tuhan.
Sunday, October 4, 2020
Bakpia Rasa Coklat
Come Up To Meet You
Tell you I’m Sorry
You don’t know how lovely You are
Coldplay- The scientist
Setelah hujan selama 150 hari dan air meliputi bumi, ketika seluruh orang yang bersama dengan aku pergi ketujuannya masing-masing dan bumi dipenuhi dengan lumpur. Kuraih batu itu satu persatu, ku kumpulkan sedikit demi sedikit, kucari batu terbaik yang sekiranya itu dapat membangun Mezbah-Mu, ku ambil domba tambun terbaik, kupotong hati-hati menjadi 8 bagian, kunyalakan api, dan biar korban itu berbau harum dihadapanMu.
Kata Nuh setelah air bah itu surut.
Besok sudah masuk bekerja seperti biasa, tiba-tiba Peraturan perusahaan masuk di HPku. Aku hanya memandangi, sembari merepack barang onlineku.
Bekerja seperti dulu yang aku idam-idamkan, menunggu tanggal gajihan yang menyenangkan. Justru aku sekarang merasa sedih, karena harus meninggalkan ayah bekerja sendirian, bekerja tanpa seragam dan menyanyi seperti konser didalam mobil sepanjang hari. Menyapa para pelanggannya, menerima uang dan membayar tagihan.
Seperti Nuh yang turun dari dalam bahtera setelah air bah surut, aku mengumpulkan batu-batu itu sekarang.
Diawal covid-19 ini mewabah, aku bahkan merasa aku sangat tidak berguna. Dan tidak tau apa yang harus aku lakukan. Tagihan CC yang cukup berat diawal covid juga membuat aku sedikit cemas.
“Apa yang harus aku lakukan Tuhan??” Tanyaku.
“Apa yang ada padamu??” Jawabnya.
“Hanya ada barang dagangan Bapak dan CCku Tuhan”
Seketika dia pergi dan diam.
Baik, aku kerjakan apa yang aku bisa, menjualkan barang bapak via online. Bersemangat mengerjakan, memasukan foto, mendesign, membuat Ig, dan membuat repackaging-nya.
Untungkah? Tidak. Justru repack aq merugi 1,8 Juta.
Bagaimana dagangan bapak untungkah? Tidak. Bapak kehilangan uang karena dicuri sebesar 8 Juta.
Heal My heart and make it clean
Open up my eyes for the thing unseen
Show me how to love like you have love me
Break my heart for what breaks Your
Everything I’m For Your Kingdom’s Cause
As I walks from earth into eternity
Sambil menyiapkan pesanan onlineku.
Thursday, July 9, 2020
Superman
Monday, July 6, 2020
Sekardus Pete
Thursday, July 2, 2020
Dear Me
Kamu bukan superhero yang tidak bisa menangis atau terluka.






