Septie's Pages

Wednesday, November 27, 2024

Our First Meet

"Halo, selamat sore..."

Suara itu sangat menenangkan, sedikit berat. suara pria dewasa. Dia orang yang di kenalkan oleh teman persekutuanku. Sebenarnya bukan temannya, tapi teman dari suami sahabatnya. terdengar aneh memang. Tapi itulah keajaiban Tuhan dalam hidupku.

Sore itu dia memilih utk menelphoneku. aku ingat sekali, itu adalah saat break timeku dari rutinitasku sehari-hari, berkelut dengan pekerjaan dan aku masih tinggal dengan orang tuaku. aku memilih untuk membooking satu kamar hotel dan tidur seharian disana, tanpa ada yg menggangu, sambil memikirkan apa yang harusku kerjakan selanjutnya. menyusun rencana dan mengarah kesatu tujuan membuat aku lebih bersemangat menjalani hidup.

Kami bercerita panjang sampai tidak terasa sudah 1 jam, mulai bercerita tentang tempat-tempat yang pernah kami kunjungi dan tempat yang ingin kami kunjungi. Pria itu sopan sekali, bernama Mena Bertony Ginting yang menjadi suamiku.

Orang yang sangat kaku, hanya berusaha menjadi orang yang menyenangkan saat kami pertama saling berkenalan dan mengirimkan pesan. Tempat kerjanya yang jauh di Papua, diujung indonesia, sempat membuatku bertanya-tanya, akankah dia menemuiku. di kota Banjarmasin Kalimantan Selatan ini.

Desember 2021 kami menyusun cuti bersama, dan dia datang menemuiku di desa kecil Wonosobo, Jawa Tengah, tempat kelahiranku. Dia datang dan berhasil nyetir dan menakhlukan jalan Salatiga - Wonosobo yang di penuhi banyak jalan berliku dan curam. Dan dia berhasil menemuiku dan kedua orang tuaku.

Aku tipikal orang yang spontan dan jalan dengan santai kemanapun, sedang dia sudah terlihat stress dengan rencana jalan kami yang tidak jelas, belum lagi dia yang sedang fokus menyetir jadi tidak dapat ku ganggu. Akhirnya kami putuskan untuk makan di cafe rotroof sebuah hotel di wonosobo, dengan pemandangan gunung yang indah. Kami makan dan berbincang malam itu. Sampai dia mengajakku untuk serius dalam hubungan kami ini. Mulutnya terbata-bata untuk berbicara, Melihat caranya berbicara, akupun segera memotong pembicaraannya karena merasa kasihan.

Hari itu aku sangat senang, menunggu pesan singkatnya di handphone adalah hobby baruku saat itu, dan masih menjadi hobbyku sampai sekarang.

11 November 2022 kami memutuskan untuk bertunangan. dan menikah di 4 juli 2023.

Kami masih LDR tapi kami akan segera bersama.

Sunday, November 17, 2024

Fraktur Femur Tydaaac

Gambar fraktur femur
Horaaaayyyy!!!!

Sambutan hangat para sahabat yang menungguku keluar dari ruang operasi, sambil setengah sadar aku melambai2kan tangan, sambil terus terbujur kaku menahan serangan vertigo dan mual muntah akibat bius spinal 5 jam lalu.

10 November 2024, Pagi itu aku bangun dan scrolling Hp, sambil melihat marketplace dan memikirkan baju yang bagus, sampai aku tersadarkan bahwa seharusnya aku memikirkan utk menghadapi hari itu. aku teringat akan meeting audit kantor di jam 08.00 WITA. Meskipun itu masih di jam 06.30 namun otakku sudah sampai diruang meeting di jam 08.00, otakku melapaui dimana kakiku berdiri. Dengan langkah secepat kilat aku menuju kamar mandi, tanpa sadar, adik sepupuku barusan mengepel lantai depan kamar mandi.


GEDEBOAAAAAKKKKK!!!!
aku terjatuh...

saat itu adikku panik dan mencoba mengangkat aku sambil buru-buru karena ada jadwal gereja yang harus didatanginya, namun aku tolak, membiarkan dia pergi ke gereja dan membiarkan diriku berselonjor di keramik yang dingin selama 6 jam, berusaha berdiri karena ingin pipis namun aku tak bisa dan hanya menangis sendirian saat itu dan sambil berteriak-teriak "Tuhan Yesus Tolong Tiyan"

11 November 2024, hariku jatuh dimeja operasi selama 1,5 jam, aku bersyukur karena aku saat itu aku langsung ditangani dengan baik dan langsung di operasi. Dukungan dokter, para medis juga sangat membantuku. Sahabat gereja yang datang menyambut di ruang perawatan Aster Lantai 4 cukup membesarkan hatiku, belum lagi ibuku yang datang disore hari karena masih diluar kota. Besok harinya suamiku datang memberikan senyuman hangat saat dia datang.

Aku sangat gembira menyambut kehadirannya, setelah menyelesaikan administrasi rumah sakit. Dia menyuapiku yang masih pucat sambil berkata "kau adalah orang pertama dalam hidupku yang pernah aku suapi" mendengarnya pun aku sedikit geli. belum lagi dengan sabar dia menemani aku saat aku mau ketoilet, membuang pempers yang sudah semalaman ku pakai dengan bau yang amat tidak sedap. mengantarkanku keluar dari rumah sakit, membuang muntahanku dan sesekali kami bercanda hal yang tidak senonoh saat memandikanku. Dia bahkan tidak risih karena aku tidak sengaja mengompol disebelahnya, tengah malampun dia selalu terjaga saat aku tiba-tiba bangun dan membenarkan posisi pinggangku yang lelah rebahan.

Dua mur yang ditanamkan di paha kanan atasku membuat sedikit tidak nyaman, bukan aku jika enegran tipe 7 ku yang selalu berpikir positif. Mungkin dengan cara ini Tuhan memperlambat langkahku. Banyak hal yang masih dapat aku syukuri setelah kejadian ini:

1. Aku bersyukur untuk orang tuaku yang selalu menolongku
2. Aku bersyukur untuk pasangan hidupku, suamiku, cintaku yang langsung datang dari papua
3. Aku bersyukur untuk sahabat, teman yang mengunjungiku saat dirumah sakit ataupun dirumah
4. Aku bersyukur untuk dokter specialis orthopedhi "dr. Andreas" yang menolongku dengan cepat
5. Aku bersyukur untuk semua team medis yang ada di RS Ciputra dan RSUD Ulin

setiap hari aku bangun pagi dan melihat kemajuan pada diriku sendiri. Hari ini seminggu setelah operasi dan aku sudah bisa menggerakkan pergelangan kakiku dengan lebih kuat.

bukankah? Hati yang gembira adalah obat yang manjur?


Monday, October 28, 2024

Long Distance Married

"Cek…. cak… cek…. cak..."

Suara jam dinding dirumah mungil kami yang mulai terdengar, setelah kurang lebih 3 minggu aku tidak sadar akan suara detaknya. Rumah cemara ini sepi lagi, sesepi hatiku.

“Suamiku datang, suamiku datang, suamiku datang…” aq bahkan menciptakan lagu sendiri utk suamiku Ketika ia akan datang. Menjemputnya dibandara Samsudin N
oor Airport, aku bahkan sudah berada disana 1 jam lebih awal dan akhirnya saat waktu gelap pesawat yang dia tumpangi landing juga, dan aku selalu mengawasi Langkah kaki tiap orang yg datang lewat pintu kedatangan. Dan aku melihat seseorang pria bertubuh gempal, mengenakan kemeja dan membawa jaket dengan serabutan. Aku tau itu suamiku. Aku memberinya kejutan dengan menguntitnya dari belakang dan memeluknya.

Disitulah kegaduhan kami dimulai.

Dia cuti dari pekerjaannya selama 3 minggu, Papua. Ya, disana dia bekerja. Tempat yang jauh sekali.

Banyak hal yang kami kerjakan Bersama selama 3 minggu, aq bangun pagi dengan semangat, memasak dan menyiapkan minuman jahe yang aq beli sendiri dari toko penjual sayuran dekat rumah, pernah kami kehabisan jahe dan kamipun membeli di pasar Bauntung yang berada didekat rumah mungil kami.

Entah kenapa dia yg tidak pernah mau ke pasar dengan tiba-tiba mengajakku kepasar, kami berkeliling pasar seperti 2 anak yang hilang, hanya membeli 1 potong ayam dan beberapa bumbu dapur. Dia sendiri sibuk mencari buah sawo yang tidak ada di jual dipasar itu. Akupun hanya geli melihat kemauannya mencari sawo dan menuntunku kesana-kemari untuk mencarikannya buah sawo.

Kami Kembali dari pasar dan Kembali ke tugas inti kami, mendirikan pagar rumah. Kami berdebat tentang banyak hal, tentang model ini, model itu, pakai semen ini, pakai semen itu. Kami membuat cetakan no rumah yg terbuat dari streofoam bertuliskan 2, dan besok harinya kami serahkan ke bapak tukang. Kami sangat senang. Kami mencoba semen dengan merk ternama namun hasilnya kurang kokoh, dan kami Kembali menggunakan semen biasa. Kami berdebat, berkeliling kesana kemari untuk mencari roaster dan kami mendapatkan roaster dengan model terbaik.

Kami mengunjungi beberapa cafe saat persediaan makanan kami habis, kami memberikan nilai 1-10 pada setiap café yang kami kunjungi. Dan kami mengerjakan banyak hal disana.

Pada suatu pagi, westafel yang biasa utk aq mencuci ikan bocor, dan lantai dibawahnya jadi berbau amis. Pagi itu kami perang mulut, saat itu aku marah. Karena hari sebelumnya westafel itu baik2 saja. Namun karena ada tukang melakukan perbaikan malah menjadi rusak. Dan saat itu dia hanya diam saja saat tukang memperbaikinya. Aku menjadi marah sekali karena aq akan memasak dan semua terlihat sangat berantakan. Suamiku yang malang akan marahanku hanya terdiam.

Aku tau aku melakukan kesalahan pada orang yang sangat aku cintai.

Besok harinya, pipa itu tetap bocor. Tapi aku sudah menemukan cara dengan menampung air di baki plastic yg tidak terpakai, jadi menurutku itu sudah tidak menjadi masalah. Suamiku yang malang masih memikirkannya dan mengajakku ke satu toko bahan bangunan dan membeli kunci inggris, dia menenteng kunci inggris itu dengan pasti, dengan harga yg lumayan mahal menurutku. Dan aku tertawa geli bersamanya karena aku tau dia hanya bergaya akan memperbaikinya, dan selebihnya kunci inggris itu, hanya akan menambah pajangan kami saja. Dan benar saja, tukang juga yang memperbaikinya. Dan masalah pipa wastafelpun selesai.

Hari ini pagar yang kami pesan pun datang, saat dia sudah pergi. Dia hanya bisa melihat dari foto whatsapp yang ku kirim.

Dia pergi untuk Kembali, tapi aku benar-benar merindukan suara dengkurannya, senyuman, pelukannya, kesibukanku memasak, mencuci bajunya atau bahkan sekedar memakaikan handbody ditangannya saat kulitnya sangat kering.

Mungkin ini yang dinamakan jika menikah LDR itu sangat sulit, bukan hanya tentang sex, tapi hidup Bersama dengan orang yang kamu cintai itu sangat menyenangkan.

Jika ada Wanita diluar sana yang marah akan suara dengkuran suaminya, sebaliknya suara dengkuran itu yg aku rindukan.

“Cepetlah pulang sayang, aku merindukanmu”

 

 

 

Tuesday, March 5, 2024

34 years old


Dulu jalan-jalan kesana kemari adalah impianku, minimal setengah indonesia sudah aq jalani lah, sampai diusia 34 tahun ini.
Menghabiskan waktu tidur siang dipinggir pantai salah satu kesenanganku. Menaiki motor keliling satu tempat yang tidak pernah aq kunjungi rasanya bahagia sekali.

Sekarang...
Aku bahagia saat bersamanya, menghabiskan waktuku sendiri mengejar karir seperti tidak ada artinya.

Aku puas dengan masa singleku dulu di 34 tahun, aku puas menikmati petualanganku. Dan akupun siap dipetualangan berikutnyaaa

Tuesday, February 20, 2024

Tiyan Mena

Akhirnya badai ini mereda...


This grace that brought me safe thus far

And grace will lead me home


Baru sempat tanganku ingin menulis, sepertinya kenangan indah-indah cukupnya disimpan dalam hati. Terlalu bahagia sampai-sampai dibagian mana ingin ku ceritakan.

Kami menikah di 14 juli 2023, di desa kecilku di kabupaten wonosobo, kami memilih desa kecil itu karena indah, mirip di swiss rasanya. Bukan sekedar kami menikah, tapi kami ingin lebih dekat dan santai saat acara pernikahan kami. Bukan pestanya, tapi kami merindukan kehangatan keluarga.

Bagaimana perjalanan kami berdua sampai ditanggal itu, dan tentunya teman2 sahabat yang menemani kami saat kami single. Semua teman dan sahabatku datang, pelukan senyuman dan doa mereka sepertinya salah satu keajaiban dalam hidupku. Dan tentunya suamiku sendiri. Teman hidupku. "Mena Bertony Ginting".

Perjalanan cinta kami sepertinya sangat direstui oleh semesta, awal kami bertemu, hingga kami bertemu dengan keluarga kami masing- masing, bahkan Tuhan menyediakan rumah baru yg langsung kami tempati saat selesai melangsungkan cara pernikahan.

Kami bertemu di Desember 2021, melakukan pertunangan di 11 November 2022, dan pernikahan di 2023.

Pria yg sudah membuat aq jatuh cinta dari suara telponnya dari ujung indonesia. Kesabarannya menghadapiku dan dari kesopanannya, aku tau dia pria baik dan patut ku pertimbangkan jadi teman hidup.

Kami bukan orang yg sempurna, tapi kami mau bertumbuh bersama menuju kesempurnaan. Kami sama-sama berdosa, tapi kami mau belajar Mengenal Dia, dan Kuasa kebangkitannya.

"Saya Septiyana mengakui bahwa Mena Bertony Ginting adalah suami saya karunia Tuhan. Saya berjanji akan senantiasa mengasihi dan menolongnya. Saya akan setia terhadap suami saya baik dalam suka maupun duka, untung maupun malang. Saya dan suami saya akan berbakti kepada Tuhan dan hidup suci dengan mematuhi firmannya."




Wednesday, February 24, 2021

Detox Medsos Ala Ala

Akhirnya aku berjanji pada diriku sendiri untuk menutup salah satu media social yang aku punya yaitu Instagram. Setelah pemikiran panjang yang harus aku lakukan, akhirnya aku menutup platform medsos tersebut. Banyak teman yang protes saat aku mengatakan aku mundur karena kadang aku melemparkan candaan lucu dalam hidupku di media social tersebut.

Mengapa keputusan itu aku ambil?

Karena aku ingin memberi tanpa ada yang mengetahui, aku ingin bahagia dengan diriku sendiri tanpa ada yang tau, aku tidak ingin waktuku habis hanya untuk memilih foto mana yang bagus untuk ku unggah, atau sekedar scroll status teman-temanku tanpa aku menyapa atau sekedar menanyakan kabarnya. Emosiku cepat mudah berubah sedih, dan gembira dalam hitungan detik saat jariku tak berhenti scroll, dan stalking.

Saat itu pula aku sedang focus membangun bisnisku. Disaat semua orang sedang sibuk scroll Ignya aku memilih memilikirkan bisnis onlineku yang sedang aku geluti.

Bagaimana aku sebelum menghapus IG?

Aku ingin tampil sempurna di media IGku, aku ingin membagikan kebahagiaanku dengan banyak orang, aku tidak bisa menerima jika aku dalam keadaan tidak sempurna tampil di IG seseorang.

Aku membandingkan hidupku dengan orang lain, dari segi pemikiran (saat orang-orang membagi pemikiran mereka), sari segi penampilan (saat mereka membagikan foto-foto yang cantik) dan dari segi apapun.

Membuat aku kesulitan tidur, meskipun tidak seutuhnya, namun aku merasa cemas saat aku akan beranjak tidur, aku sibuk dengan scroll, mengamati siapa yang melihat storyku atau siapa yang menyukai foto yang barusanku upload. Ahhh benar-benar hidup yang tidak seutuhnya berguna menurutku.

Bagaimana setelah aku menghapus IG??

Aku tidak memiliki beban social, kelakukanku yang hebring disegala tempat bisa lebih menjadi-jadi, wkwkwk, karena tidak akan ada yang menghujatku.

Aku memberi tanpa ada seorangpun yang melihat, dan aku hidup

Fokus jualan, dan cuan dong.

Dan menerima diriku seindah-indahnya aku, setiyan-tiyannya aku.

Kalau aku memang jelek ya memang jelek, kalau gak pinter masak ya emang gk pinter masak, gk pinter nulis ya memang gk pinter nulis, kalau memang aku berjuang untuk hidupku, ya memang aku sedang berjuang. Biarlah aku menjadi wanita biasa-biasa saja, wanita yang tidak sempurna, karena Dia yang Sempurna yang menyempurnakan segalanya. Terpujilah nama Tuhan.

Tuesday, February 9, 2021

A david psalm

 I'm thanking you, God,  from a full heart

I'm writing the book on your wonders. 

I'm whistling, laughing, and jumping for joy:

I'm singing your song,  High God. 


The day my enemies turned tail and ran, 

They stumbled on you and fell on their faces. 

You took over and set everything right:

When i needed you, you were there, taking charge. 


You blow the whistle on godless nations:

You throw dirty players out the game, 

Wipe their names right off the roster. 

Enemies disappear from the sidelines,

Their reputation trashed,

Their names erased from the halls of fame. 


God holds the high center,

He sees and sets the world's mess right.

He decides what is right for us earthlings, 

Gives people their just desert.


God's safe-house for the battered, 

A sanctuary during bad times. 

The moment you arrive, you relax:

You're never sorry you knocked. 


Sing your song to zion-dwelling God, 

Tell his stories to everyone you meet:

How he tracks down killers

Yet keeps his eye on us, 

Register every whimper and moan. 


Be kind to me, God:

I've been kicked around long enough. 

Once you've pulled me back

From the gates of death, 

I'll write the book on Hallelujahs:

On the corner of Main dan First

I'll hold a street Meeting:

I'll be the song leader: we'll fill the air with salvation songs.


They're trapped, those godless countries,

In the very snares they set,

Their feet all tangled

In the net they spread. 

They have no excuse:

The way God works is well-known.

The cunning machinery made by the wicked has maimed their own hands. 


The wicked bought a one-way ticket to hell. 

No longer will the poor be nameless-no more humiliation for the humble, 

Up, God! Aren't you fed up with their empty strutting? 

Expose these grand pretensions! 

Shake them up, God! 

Show them how silly they look. 


Psalm 9

Saturday, November 21, 2020

Seorang Wanita Samaria

Padang rumput menghijau, diam dan tumbuh dalam ketenangan, jauh dari kesibukan kota,  tanpa ada yang menyadari. Mereka tetap tumbuh kebawah, keatas, kesamping, mengikuti gerak angin berhembus dan menari saat cahaya mentari menyinari. Seakan tersenyum kepadaku dari balik jendela ini. Jendela kamar tempat aku menulis pagi ini.

Burung-burung pipitpun ikut tertawa gembira menyambut datangnya pagi. Aku melayangkan pandanganku ditengah-tengah padang, tepat dimana bunga cantik Morning glory yang memberikan sentuhan warna ungu tepat ditengah hijaunya padang. Siapakah sang pelukis ini yang melukiskan detail warna ungu ditengah-tengah hijau? Dia bukan saja pelukis yang agung, namun pemelihara seluruh alam semesta.

Sungguhpun alam ini dipeliharanya dengan baik dan dilukisnya dengan indah, hanya manusia yang mengotori dan merusak. Bahkan kadang akupun tidak setertib burung-burung itu menari, bahkan hanya untuk membuang sampah pada tempatnya.

_______

Siang itu wanita samaria datang ke sumur dimana Yesus sudah ada mendahuluinya.  Bukan tanpa alasan dia datang kesumur pada siang hari,  mungkin wanita itu datang menunggu saat semua gadis sudah tidak pergi kesumur, karena dirundung rasa malu akan masa lalunya atau mungkin memang dia sedang kehabisan air siang itu dirumahnya. Tapi.... Bukankah itu semua dalam kontrol sang pemilik semesta? Dia yang mengatur wanita samaria ini untuk datang kesumur? Seperti Allah mengatur burung-burung untuk terbang dan Morning glory ditengah padang??

Seperti kura-kura yang tidak protes akan gundukan dipunggungnya, bahkan dengan setia membawa gundukan itu kemanapun dia berjalan. Seorang wanita yang sadar akan dirinya memang sungguh elok dipandang. Wanita yang tak disebutkan namanya ini merupakan seorang wanita yang sadar akan dirinya, dan menerima dirinya sebagai seorang "wanita samaria".

Dia sadar bahwa orang yahudi tidak mau bergaul dengan orang samaria. Bahkan di awal pembicaraannya ia justru menegur Yesus,  dengan berkata "bukankah orang yahudi tidak bergaul dengan orang samaria?" disini ia hanya melihat Yesus sebagai orang yahudi. Sikap rendah hati yang dimilikinya pun terpancar dari apa yg dia ucapkan. Dalam bahasa yang lebih simple seperti mengatakan "Tidak layak aku berbicara padaMu, aku ini seorang wanita samaria"

Kekaguman saya berlanjut dengan sisi logic sekaligus ketulusan atau keluguan wanita ini. Dengan polosnya dia berkata "Bagaimana tuan memberi aku minum? Sumur ini dalam dan tuan tidak memiliki timba?" Pada kalimat ini bukan saja sisi logic dia saja yang terlihat, tapi bagaimana ia peduli akan kebutuhan orang lain. Dia mengerti Yesus akan memberikan dia minum, tapi Yesus saat itu tidak memiliki timba. 

Pada kalimat yang lain, pada jawaban wanita tersebut "Aku tidak memiliki suami" yang merupakan ungkapan jujur, simpel dan benar terhadap dirinya, tanpa ada yang ditutupi. Dia tidak berkata sebaliknya "Baik, akan ku panggil suamiku dulu" tanda dia menutupi dirinya, atau dia justru curhat panjang lebar "Jadi aku sudah menikah 5 kali dan suamiku bla.... bla... bla" tanda dia membutuhkan membenarkan diri atau mencari pembenaran pada Yesus. Dia hanya berkata "Aku tidak memiliki suami" dan kalimat itu justru membuat Yesus membenarkan apa yang dia katakan.

Sisi pengenalan dia akan Yesus pun bertambah. Pada awal bertemu Ia memandang Yesus hanya seorang yahudi, kini Ia mengenal Yesus menjadi seorang Nabi. Setelah Yesus mengatakan "Benar apa yang kamu katakan, kamu memiliki 5 suami dan pria yang bersama denganmu bukan suamimu"

Dilanjutkan dengan ketaatan ibadah wanita samaria ini, sekalipun sebagai samaria, ia menanti datangnya Mesias, yang akan menerangkan segalanya. Kerinduannya akan Mesias, membuat sang Mesias membuat agenda khusus bahkan untuk datang, bahkan sekalipun ada jalan lain, Mesias tetap "Harus" melewati samaria, karena Dia ingin bertemu dengan wanita samaria yang sudah lama merindukanNya. Yoh 4: 4 "Ia harus melewati daerah Samaria".

Air mata sayapun menetes saat saya membaca akhir cerita ini. Yesus memperkenalkan dirinya secara personal kepada wanita samaria ini. Tanpa ada orang yang melihat. Dan Dia berkata tepat dihati wanita samaria ini. "Akulah dia yang berbicara kepadamu, Akulah Mesias". Ijinkan saya untuk menuliskan apa yang dalam benak saya dalam kalimat ini "Akulah Dia Mesias yang selama ini kau tunggu, aku datang dan aku sangat mengasihimu, Aku tau apapun tentang hidup dan hatimu, Kau mulia dan berharga dimataku, untuk itu aku datang ditengah jadwalku yang padat. Aku sangat mengasihimu"

Alasan mengapa wanita samaria ini tidak dituliskan namanya juga cukup menarik perhatian saya. Dia bukan seorang wanita yang ingin di ekspose atau ingin mendapat pujian, mungkin saat yohanes ingin menuliskan kitab ini dan meminta wanita samaria ini menceritakan, wanita Samaria ini justru tidak ingin namanya di tuliskan, dan berkata "Biarlah aku.... Biarlah aku menjadi seorang wanita "Wanita Samaria". Baginya Mesiasnya yang termasyur jauh lebih penting daripada nama baiknya.

Disiang yang terik itu, telah mengubah seorang wanita yang dulunya di tolak dimana-mana,  menjadi seorang wanita yang di terima oleh seorang pribadi, bukan seorang Yahudi, bukan pula seorang Nabi, tapi lebih besar dari yang dia bayangkan, seorang Mesias. Bagaimana tidak ia tidak menceritakan hal tersebut ke orang-orang? Air kehidupan dihatinya meluap-luap penuh untuk di alirkan ketempat yang lain. Dan air kehidupan itu mengalir deras semakin jauh ketempat kemana sang pencipta itu ingini. Dan sampai di sini, di siang ini. Dimana saya menuliskan ini. Dan akan mengalir kemanapun si Pemberi air kehidupan ingini.

Siang semakin terik...

Air mengalir semakin deras... 

 ______________

As a deer patern for a water

so my soul longeth after Thee

You alone are my heart desire

and i long to worship Thee


Sunday, November 1, 2020

Cappucino Latte


Kemana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku didunia orang mati, disitupun Engkau.
Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,
juga disana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,"
maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagiMu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.
Mazmur 139:7-12

------

Kopiku yang sedari tadi belum ku minum, nampaknya menatapku tajam.
Kopiku dingin,
Namun ada yang lebih menarik dari secangkir kopi yang menemani hujan pagi ini.
Rohku yang lebih panas didalamku dan tulisanku yang ingin segera ku selesaikan.
 
------

Pandemi Covid ini sedikit mengubah cara pandang saya dengan pekerjaan saya, yang semula saya anggap sebagai zona nyaman, menjadi sebuah zona yang tidak nyaman lagi. Saya memang ingin memulai usaha tapi tidak secepat ini. Sesegera ini, tapi Allah mengajarkan saya untuk belajar banyak hal ditengah covid ini.

Pagi ini setelah mendengarkan ibadah online, saya putuskan untuk menuliskan beberapa hal dan point yang saya nikmati pagi ini, yang akan terus menjadi pengingat bagi saya.

Pertama-tama tentang tujuan saya memulai usaha.

Beberapa hari lalu saya merasa seperti saya kehabisan energi dan tujuan akan kemana kapal usaha ini berlayar. saya hanya tetap mengerjakan. Belum lagi seorang berkata tidak baik tentang saya dan menyebabkan saya sedikit kehilangan diri saya. Dan bodohnya saya saat itu sedikit mendengarkannya, tapi saya tau bahwa Allah merancangkan rancangan yang indah bagi saya dan bukan rancangan kecelakaan (Yeremia 29: 11). Saya memang bukan orang dengan standard dunia yang tinggi, saya hanya seorang wanita rata-rata, hidup dari keluarga yang biasa, dan nothing special at all. Tapi sebagaimana Allah memilih wanita samaria yang memiliki 5 suami, Petrus yang hatinya gampang goyah dengan angin  ribut dan saulus si pembunuh orang percaya, begitu pula Allah memilih saya wanita rata-rata untuk pekerjaan mulia ini.

Allah membawa saya dengan beberapa harga barang, dan Allah berkata jangan memberi harga yang terlalu tinggi, dengan begitu engkau mampu memberikan kehidupan bagi orang lain.

Dan pagi ini Allah mengingatkan saya dengan “penjala manusia”

Akan sampai dimana bisnis ini berjalan saya tidak tau, yang saya tau bisnis ini akan membawa banyak jiwa utk mengenal Allah.

Ini tidak tentang pekerjaan saya, keuntungan yang saya dapatkan, tapi bagaimana Allah mengerjakan semuanya.

Allah yang memulai, Allah juga yang akan menyelesaikan.

Terpujilah Nama Tuhan.

Sunday, October 4, 2020

Bakpia Rasa Coklat

 


Come Up To Meet You

Tell you I’m Sorry

You don’t know how lovely You are

Coldplay- The scientist

Setelah hujan selama 150 hari dan air meliputi bumi, ketika seluruh orang yang bersama dengan aku pergi ketujuannya masing-masing dan bumi dipenuhi dengan lumpur. Kuraih batu itu satu persatu, ku kumpulkan sedikit demi sedikit, kucari batu terbaik yang sekiranya itu dapat membangun Mezbah-Mu, ku ambil domba tambun terbaik, kupotong hati-hati menjadi 8 bagian, kunyalakan api, dan biar korban itu berbau harum dihadapanMu.

Kata Nuh setelah air bah itu surut.

Besok sudah masuk bekerja seperti biasa, tiba-tiba Peraturan perusahaan masuk di HPku. Aku hanya memandangi, sembari merepack barang onlineku.

Bekerja seperti dulu yang aku idam-idamkan, menunggu tanggal gajihan yang menyenangkan. Justru aku sekarang merasa sedih, karena harus meninggalkan ayah bekerja sendirian, bekerja tanpa seragam dan menyanyi seperti konser didalam mobil sepanjang hari. Menyapa para pelanggannya, menerima uang dan membayar tagihan.

 Seperti Nuh yang turun dari dalam bahtera setelah air bah surut, aku mengumpulkan batu-batu itu sekarang.

Diawal covid-19 ini mewabah, aku bahkan merasa aku sangat tidak berguna. Dan tidak tau apa yang harus aku lakukan. Tagihan CC yang cukup berat diawal covid juga membuat aku sedikit cemas.

“Apa yang harus aku lakukan Tuhan??” Tanyaku.

“Apa yang ada padamu??” Jawabnya.

“Hanya ada barang dagangan Bapak dan CCku Tuhan”

Seketika dia pergi dan diam.

Baik, aku kerjakan apa yang aku bisa, menjualkan barang bapak via online. Bersemangat mengerjakan, memasukan foto, mendesign, membuat Ig, dan membuat repackaging-nya.

Untungkah? Tidak. Justru repack aq merugi 1,8 Juta.

Bagaimana dagangan bapak untungkah? Tidak. Bapak kehilangan uang karena dicuri sebesar 8 Juta.

Heal My heart and make it clean

Open up my eyes for the thing unseen

Show me how to love like you have love me

Break my heart for what breaks Your

Everything I’m For Your Kingdom’s Cause

As I walks from earth into eternity

Sambil menyiapkan pesanan onlineku.