Septie's Pages

Friday, April 29, 2016

Coffee Break

Thanks God for a cup of coffee, music, morning, and Your love story.
That's time I cant compared with everything.
Thanks for sun shine bringing light come into my window.
Thanks for our sweets conversation like a friendship talking bout journey of life.
Let me rise in the morning and live always with you.
Cause better one day in Your house than thousands elsewhere.
That's David said, and I will say it everyday if I wake up and open my eyes.
Your love like caffeine on my brains, and I enjoy it.
Everything was gone and change, but You still there.
Everything can loose, but this time....
I will make it as long as I live....
I longing....
Lord...
I like a deer longing for water
If I can't meet You, come to valley of the death is better for me than I live without You
Your love like a Heroin in my brain
I will getting worried, lost and confused if I can't find it
Like a pieces of dark chocolate, it's so sweetness
If I try a little pieces, I need it more, more and more
I need your love than oxygen I breath
In You I found my self, my heart and my soul
Lord...
Today...
I will take a rice for my food
I give thanks for sun, land, water that poured it, and other people that brought it on my table
How can't I wonder about it? If Your love covering me like that
You are so precious for me than a gold or silver
Like the apple of my eye
Praise the Lord o my soul
For His love endures forever!!!!
Lord...
Let my heart still dry
Help me for dry everytime so I need Your water
Lord...
Would You come here?
I wonder...
How can I stand before Your throne
Joined with thousand angel singing praise for worship You
I will take a bow and get on my knees
I know, I cant find a great word for worship You
Just a simple cry
Just a simple heart....


Thursday, April 28, 2016

Apalah apalah

Begitu sering kita melihat orang dinilai dari seberapa barang yang ia pakai. Beberapa wanita justru melihat nilai dirinya seharga tas yang ia kenakan, yang harganya ber jutjut. Sehngga hidupnya dihantui ketakutan jika tasnya menghilang. Padahal keberhargaan hidup kita tidak ditentukan dengan barang mahal yang kita kenakan. Kita sangat berharga, karena kita sudah ditebus dengan darah yang mahal. Saya lebih menyukai barang yang sesuai fungsinya efektif dan efisien, tak perlu dengan harga yang mahal, jika itu sudah mencukupi kebutuhan saya itu cukup. Saya tidak perlu memikirkan kecemasan terhadap barang-barang saya jika hilang atau terjatuh, atau itu membuat hubungan saya dengan orang lain jadi menjauh karena harga tas saya. Keberhargaan saya dimata Allah itu tetap itu tidak dapat di tambahkan atau dikurangi. Tak dapat ditambahkan dengan perbuatan baik saya atau di kurangi dengan perbuatan buruk saya. Kasih-Nya memandang saya tetap, tidak berubah.
Jika pada akhirnya jika perbuatan saya menjadi tidak berarti, terlebih barang-barang yang saya kenakan itu semakin tidak berartinya di hadapan-Nya.
Ketika kita berbicara mengenai kesombongan maka kesombongan bukan hanya berbicara tentang seseorang yang bicaranya tinggi, kesombongan ternyata ada didalam diri kita, ketika kita memilih tidak taat, maka saat itulah kesombongan kita.
Diam-diam didalam diri sayapun menyimpan kesombongan, ketika saya dapat menguasai banyak hal dalam hidup saya, kecakapan yang saya miliki, kedisiplinan sampai satu titik tertentu, bagaimana saya mengatur keuangan dalam hemat saya. Hingga di satu titik saat ini saya melihat orang tua saya, dan nenek saya yang sangat saya kasihi. Saya akhir-akhir ini begitu sangat mengasihi mereka. Bahkan apapun saya lakukan untuk menyenangkan hati mereka.
Ketika saya melihat bagaimana mereka menua dan muncul uban putih di rambut mereka, saya seperti di sadarkan Allah, Allah berkata "apa yang dapat kamu lakukan?" Akan ada satu titik dimana mereka akan pergi dan saya tidak memiliki kekuatan untuk menahan mereka. Saat itu saya di sadarkan bahwa saya terlalu sombong untuk memikirkan mereka dan menyenangkan hati mereka.
Saya menyerah dihadapan Allah dan berkata "Yeremia 10:23 (TB)  Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.
Saya menyerahkan orang tua saya dan nenek saya yang saya kasihi kedalam tangan Allah. Dan setiap masalah yang ada sekarang, saya serahkan dalam kendali-Nya. Apapun yang terjadi itu baik terjadi, dan saya ingin melihat bagian Dia bekerja. Lord, I surrender....
Kesombongan itu ada dalam hati kita, dalam bentuk yang samar dan tak terdeteksi. Memang apa salahnya jika saya menyenangkan hati orang tua saya? Itu tidak salah, namun itu menjadi salah ketika kita dapat melakukannya seorang diri tanpa Allah turut campur tangan dan itu menjadi salah ketika Allah tidak di senangkan. Dia bukan Allah yang hanya butuh pengakuan kita jika Ia berkuasa. Dia Allah yang ingin menunjukkan kekuasaan-Nya pada kita dalam tiap detail kehidupan kita. Dia bukan hanya Allah yang hanya peduli pada matahari, bulan atau bintang. Tapi Ia peduli bahkan dimana kita akan memotong rambut, bensin kendaraan kita yang akan habis, dan beberapa tagihan2 kita yang lain.
Murnikanlah hati kami, dan biarlah kami tetap hidup dalam kasih setiaMu yang besar....

Friday, April 8, 2016

What David Believe?


Pada tahun 1010 SM Raja Daud pada awal kariernya memerintah atas wilayah yehuda saja, yang kemudian di tahun 1002 SM Daud memerintah diseluruh bagian israel. Nama Raja Daud yang begitu masyur hingga zaman Yesus lahir diawal tahun masehi, Yesuspun bangga dielu-elukan sebagai si anak Daud, yang mana itu sudah terlampau jauh sekali dari zaman Raja Daud masih hidup. Bahkan hingga sampai saat ini bangsa israel masih mengenang Raja Daud dengan simbol "Star of David" yang melekat pada bendera kebangsaan israel.
Dalam kehidupan Daud harta kekayaan Daud begitu banyak, jika kita melihat di 1 tawarikh 22:14 Daud membagikan tentang kekayaannya yang akan di wariskan kepada salomo untuk pembangunan bait Allah sebanyak "seratus ribu talenta emas dan sejuta talenta perak dan sangat banyak tembaga dan besi, sehingga beratnya tidak tertimbang juga kayu dan batu", kemudian ada kekayaan lain Daud yang ditambahkan di 1tawarikh 29: 2 "berbagai jenis batuan" dan di 1 tawarikh 29:4 "tiga ribu talenta emas ofir dan tujuh ribu talenta perak murni" jika kita hitung sekarang kekayaan yang diberikan Daud untuk pembangunan bait Allah kurang lebih sekitar Rp. 2400 trilyun atau US$ 206 milyar. Terbayangkan? Berapa jumlah mobil alphard yang bisa kita beli dengan uang sebanyak itu? Itupun baru kekayaan yang diberikan Daud untuk pembangunan bait Allah, masih ada kekayaan Daud tentunya yang lain, termasuk istananya.
Ketika kita melihat sisi ini, wajarlah jika seorang Daud saat itu diperhadapkan dengan pilihan sombong atau rendah hati.  Dengan kekayaannya yang melimpah, tahta yang dimiliki dan istri-istri yang cantik nan aduhai. Namun ketika kita melihat bagaimana reaksi Daud ketika ia di tegur oleh nabi Natan yaitu seorang nabi istana yang tidak terdengar nubuatan dan sepak terjangnya, nabi Natan menegur Daud ketika ia melakukan kejahatan atas suami betsyeba? Daud bukannya membalas dengan mengancam nabi Allah ini, namun Daud dengan rendah hati mengakui kesalahannya "aku sudah berdosa kepada Tuhan" 2 samuel 12:13. Dalam kehidupan Daud, Daud tau apa yang menjadi kebanggaannya. Dia tidak meletakkan kebanggaannya kepada sesuatu yang dapat usang, dia meletakkan kebanggaannya kepada Allah yang kekal. Mazmur 20: 8 Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita. Bahkan sebelum ia berkuasa atas segalanya, dia dengan tenang menghadapi pertempuran dengan goliat dengan meletakkan kebanggaannya bukan pada peralatan perangnya. 1 Samuel 17: 45 Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Dia meletakkan kebanggaanya kepada sang Penguasa perang itu. 
Daud tidak merasa keberhagaan dirinya itu berasal dari semua yang ia telah miliki. Daud dalam semua hal kekuasaanya, dia masihlah tetap sama Daud yang dulu, yang masih kemerah-merahan dan masih senang bersenandung dan memuji Allahnya dalam setiap waktu dalam hidupnya. Daud yang masih memuji Allah tanpa rasa malu menari didepan khalayak rakyatnya, dan memetik kecapi kesayangannya. Dia Daud yang sama selama umur hidupnya.
Hingga di akhir emasa hidup Daud, nasehat yang dia berikan pada anaknya (dan juga bagi kita sekarang) 1 tawarikh 28: 8-9 : Peliharalah dan tuntutlah segala perintah TUHAN, Allahmu, supaya kamu tetap menduduki negeri yang baik ini dan mewariskannya sampai selama-lamanya kepada anak-anakmu yang kemudian. Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya. Benar-benar nasehat yang indah bukan? #speechless.
Dan tentang semuanya itu, entah itu kebaikan diri kita yang telah kita lakukan, kehidupan rohani kita yang membaik dan membuat kita menjadi dewasa, dan bukan berarti kita boleh memandang orang lain lebih rendah dari kita, apalagi sekedar pelayanan di greja yang dapat dipelajari semua orang seperti bermain musik, dan bernyanyi. Karena Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Terlebih lagi dengan barang-barang jasmani kita. Demikian nasehat paulus tentang bagaimana kita mempergunakan barang-barang jasmani kita 1 Korintus 7:31 pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu. Dengan meletakkan kebanggaan kita pada satu pribadi yang tepat yaitu Allah sendiri, maka kesombongan diri kita akan semua yang ada pada kita akan lenyap dengan sendirinya, yang dapat kita bagikan kebanyak orang adalah kuasa kasih kristus yang tidak terbatas itu. Allah semakin ditinggikan dan kita semakin kecil dihadapanNya.

Tuesday, March 29, 2016

Management Stress

Hai teman-teman dan sahabat yang saya paksa baca blog saya, iseng buka atau memang mengikuti perkembangan blog saya. Thanks of you guys :*..., kali ini saya akan mencoba merangkaikan dan mencoba menjelaskan tentang management stress. Mungkin karena pengalaman saya bergulat dengan stress itu sendiri, boleh berbagi dengan saya. jika ada saran atau kritik, nanti kita bisa berdiskusi bersama mengenai management stress itu sendiri.
Saya mulai mengenal management stress saat mengikuti retreat Navigator tahun 2015 di Grand Trawas Hotel. Saat dulu saya masih kuliah saya hanya belajar management waktu dan management keuangan. Saat itu saya excited sekali ternyata menjadi hamba yang baik itu perlu belajar tentang management stress juga, dan ini cukup menarik bagi saya saat itu.
Stres adalah respon normal terhadap berbagai keadaan yang harus dihadapi dalam hidup, situasi yang mengharuskan kita bertindak, menyesuaikan, serta menjaga segala sesuatu tetap seimbang. Stres merupakan reaksi fisik dan psikologi yang normal terhadap banyak ‘tuntutan’ dan tekanan hidup yang selalu berubah dan tidak pernah berakhir. Karena stres merupakan reaksi yang normal, maka setiap orang pasti akan mengalaminya, baik itu orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak.
Mengapa kita perlu memanagement stress? Karena Allah menginginkan kita cakap menanggung segala sesuatu. Sebagai hamba yang baik maka kita perlu menguasai semua hal yang Allah berikan dalam hidup kita, semua sumber daya, kekuatan, keuangan, waktu termasuk emosi, perasaan dan stress kita. Hingga saat Dia kembali datang ke dunia ini Dia mengatakan "Kau hambaku yang baik, masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu" Wow amazing bukan :)
Dalam bukunya let me be a woman, Elizabeth Elliot membagikan:
Cara engkau memelihara rumahmu, cara engkau mengatur waktumu, perawatan yang kau lakukan untuk penampilanmu, bagaimana kau membelanjakan uangmu, semuanya mengungkapkan dengan lantang mengenai apa yang kau percayai. "Indahnya kedamaian-Mu" memancar keluar lewat keteraturan hidup. Ketidak teraturan hidup menyatakan dengan lantang mengenai ketidakteraturan jiwa.
Apa yang Allah katakan mengenai stress?
Aku pernah mengalaminya
Markus 14: 34 "hatiku sangat sedih seperti mau mati rasanya" kita bersyukur karena kita memiliki Allah yang telah menjadi contoh bagi kita, ketika saya stress dan seperti mau mati, dan saya memandang ayat ini, inilah perasaan Yesus saat itu, dan kita tidak mengalaminya sendiri namun Yesus sangat mengerti hati kita, perasaan ditinggalkan, dikhianati, alone, putus asa yang dalam. Yesus pernah berada disana. Ketika saya mengingat hal ini hati saya yang putus asa saat itu saya mengerti kedekatan hati saya dengan Allah, karena Dia mengerti hati saya
Aku berkuasa atas segalanya
Daniel 2:21-22: Dia mengubah saat dan waktu, dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian; Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tau apa yang ada di dalam gelap dan terang ada pada-Nya.
Jika Allah begitu berkuasa apa yang perlu kuatirkan akan hidup ini. Hendaklah kita berpikir bahwa segala sesuatu ada didalam kedaulatan Allah.
Saya teringat akan lagu my redeemer Nicole C. mullen:

Who taught the sun
Where to stand in the morning
And who taught the ocean
You can only come this far
And who showed the moon
Where to hide till evening
Whose words alone can
Catch a falling star

Well I know my Redeemer lives

I know my Redeemer lives
All of creation testifies
This life within me cries
I know my Redeemer lives
Yeah

The very same God

That spins things in orbit
Runs to the weary
The worn and the weak
And the same gentle hands
That hold me when I'm broken
They conquer death to bring me victory

Hiduplah untuk hari ini

Seperti yang Yesus katakan Matius 6:34 (TB)  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."  kita tidak perlu memikirkan kesusahan berikutnya, kita tidak perlu membawa kesusahan hidup kita 2, 3 dan 5 Tahun kedepan, bahkan hari esokpun tidak, Allah menginginkan kita hidup hari ini. jadi tak perlu memikirkan kesusahan hari berikutnya, dan bahwa masalah dalam hidup kita tidak akan pernah selesai, jadi biarlah hujan itu terus turun dan kita akan tetap menari sampai musik itu berhenti mengalun :) akan ada waktunya kita tidak perlu berpikir dan just take a breath. Berhentilah berpikir untuk masa depan jangan terlalu kuatir, hiduplah untuk hari ini :) 

Stop Mengasihani diri
Kita adalah buatan Allah, kita di ciptakan segambar dan serupa dengan Dia. i'm fearfully and wonderfully made (psalm 139:14). Kita sangat berharga dimataNya, bahkan Ia tidak menyayangkan nyawanya sekalipun. 
Lihatlah masih banyak orang lain yang bergulat dengan masalah mereka masing-masing, saya benar-benar tergugah dengan pembicara mengenai management stress ini, dimana pembicara tersebut membagikan saat dirinya melawan kanker payudara yang baru saja dialaminya, payudaranya yang harus mengalami pengangkatan salah satunya, saya jadi memandang ternyata masalah saya tidak begitu seberapa dengan masalah orang lain. saya hanya terjebak hanya dalam rasa mengasihani diri saya sendiri. Pandanglah keluar, jika mungkin tidak ada seorangpun yang dapat anda tolong hari ini mungkin anda dapat menolong tumbuhan yang kekeringan disekitar anda? atau mungkin buatlah sesuatu dengan tangan untuk menghias ruang sekitar anda.

sampai saat inipun saya masih belajar, dan ini yang sedang saya pelajari untuk belajar memanagement semuanya termasuk emosi, pikiran dan perasaan saya.



Salam Hangat


Septie_


#ManagementStress 


Friday, March 25, 2016

Saya dan Sahabat Tergila Saya

Sahabat itu adalah seorang yang selalu ada bagi saya. Sahabat bahkan adalah yang dapat menerima saya sebagaimana adanya saya. Tidak perlu ada yang saya sembunyikan, tidak perlu saya menjadi sok cantik dengan harus berkata sopan dan baik, tanpa harus menutupi keburukan diri saya sendiri. Yang justru dalan kebobrokan kita mereka menerima dan menertawakannya. Bahkan kita harus belajar menertawakan diri sendiri didalamnya, tanpa ada perasaan bersaing dan ingin menjadi lebih besar diantara kami. I called them best friend. Saya bersyukur sekali Allah mempertemukan saya dengan para sahabat saya, dan mereka yang ada di kala susah maupun senang.
Inilah mereka, kak arney, nela, dheby, nonik dan feby. Yang tetap masih ada dimanapun dan kapanpun. Jangan pernah berkata jika kami tidak pernah saling berkelahi satu dengan yang lain. Saling membunuh pun sering (hahahaha...) tapi kami membuat itu menjadi pelajaran berharga bagi kami. Kami dipersatukan dengan sifat yang berbeda dengan nasib yang sama di salah satu kost di semarang. Dan saya pun percaya bahwa ini adalah rancangan Allah. Seandainya saya tidak kuliah disemarang, mungkin saya tidak akan pernah mengenal mereka, andai saya dulu dibanjarmasin saya di terima kuliah di kedokteran unlam mungkin saya tidak akan perlu melanglang buana sampai semarang. Itulah hidup. Kita tidak akan pernah mengerti :)
Di kost sana kami bahagia akan setiap keterbatasan yang ada, mulai dari tak ada makanan dan kami mulai mengincar jantung pisang bapak pemilik kost, pak haris nama beliau. Kemudian dikala tahun baru dan kami tak memiliki apapun untuk kami rayakan kami hanya membuat ayam bakar yang suda kami peritungkan masing-masing jumlah potongannya peorang. Dan kami memasak untuk ber6 hanya dengan 15ribu perhari. Dan menikmati hari libur dengan jalan2 naik taxi, bl** **rd yang maksimal hanya 3 orang, kami bisa menaiknya ber6 ajaib bukan?? Hahaha, dan akhirnya we can take a picture like this .
Foto yang terlucu adalah foto wisuda saya dengan latar pohon pisang
Kamar saya kadang menjadi markas orang-orang tidak bertanggung jawab ini, namun saya merelakan semua barang-barang saya hancur atau kotor, dan saya bahagia atas keonaran mereka. Ketika ada yang sedih maka kami semua menghibur dan turut mendoakan. Meskipun di awal akan kami tertawakan sampai sakit perut. Namun saat kami turut mengetawakan diri kami sendiri seolah semua menjad lebih ringan. Masalah apapun yang ada didepan kami jadi tida berarti apa-apa bagi kami :D. 
Sangat senang sekali memiliki mereka....
Love u guys :*

Thursday, March 24, 2016

Dance in the Rain

Allah mengajarkan banyak hal dalam hidup saya. Awalnya saya berpikir bahwa masalah yang satu belum selesai mengapa timbul masalah baru lagi. Masalah hilir mudik saja dalam kehidupan saya. Sampai saya terkadang protes dengan Allah. Tuhan saya masih muda, im still 27 years old Lord. Please deh, jangan kasih saya masalah seumuran orang 35an tahun. Namun Allah berkata "Yeremia 1:7-8 (TB) Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman"
Akhirnya saya paham, saya mengerti apa yang Allah maksud. Urip iku urup faedah bahasa jawa ini artinya sama dengan hidup itu bermanfaat bagi banyak orang. Dengan setiap hal yang saya alami saat ini, Allah ingin agar hidup saya bermanfaat bagi banyak orang. Ketika saya memandang itu sebagai masalah, itu sungguh masalah besar bagi saya, namun ketika saya memandang bahwa itu adalah cara Allah memakai saya untuk bermanfaat bagi banyak orang yaitu bagi orang tua saya, teman-teman saya, sahabat saya. Saya dapat menjalaninya dengan bahagia. Masalah saya tetap ada, mantan saya masih ada, urusan rumah belum selesai, dan saya dikejar-kejar tugas dan tanggung jawab dipekerjaan saya. Sepertinya tidak ada jalan keluar bagi saya. Namun yang Allah ajarkan adalah bagaimana saya menikmati masa sukar dan sulit dalam kehidupan saya, yang saya pikirkan adalah menyelesaikan dengan segera setiap masalah. Namun yang Allah inginkan adalah bagaimana saya tetap bersukacita dalam segala sesuatu, mungkin inilah yang dimaksud dengan "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan, sekali lagi ku katakan; Bersukacitalah. Damai sejatera Allah yang melampaui akal memelihara hati dan pikiranmu didalam Kristus Yesus" Filipi 4:4;7)

Fighting tiyan, lets dance in the rain!!!!!!

Thursday, March 17, 2016

Review Buku: A Sacred Sorrow

Awalnya melihat Buku Ini di salah satu toko buku online. Waktu saya melihat judul dan review tentang buku ini, akhirnya saya tertarik. tanpa berpikir panjang (maklum kalap kalau lihat buku) langsung saya beli deh ni buku. Selang beberapa hari kemudian datang deh ini buku.

Judul asli: A Sacred Sorrow
Penerbit Pertama: Navpress, Colorado spring-U.S.A
Judul terjemahan: Duka Sakral oleh Michael Card, Menjangkau Allah dengan Bahasa Ratapan yang Terhilang.
Alih bahasa: Nathania Tiendas
Penerbit Indonesia: Pionir Jaya
Cetakan ke-1: Maret 2009
Jumlah halaman: 219
Bentuk cover: Soft Cover
Jenis kertas: Setengah Hvs

Buku ini terdiri dari 6 bagian, yaitu:

  1. Sebuah ratapan kuno
  2. Ayub
  3. Daud
  4. Yeremia
  5. Yesus
  6. Kesimpulan

Awal saya membaca buku ini, hummmmm rada susah juga mencerna nih otak, haha..., entah karena ketinggian bahasanya atau saya yang emang gak mudengan yah,,, haha, namun setelah saya menghayati benar-benar buku ini, aduh haiiii, bercucuran terus air mata saya...
Buku ini diawali pendahuluan oleh Eugene Peterson, dan setau saya Eugene Peterson adalah seorang penulis alkitab versi the messages yang kitab ini sering saya nikmati versi onlinenya.
Buku ini menceritakan beberapa pergumuluan tokoh-tokoh alkitab seperti pada pembagian setiap bab atau bagiannya, yaitu Ayub, Daud, Yesaya dan Yesus. Kebetulan hari minggu-minggu itu saya belajar tentang ayub, saya sedang menikmati buku ini, dan saat saya di gereja pendeta saya juga membagikan ayub juga. Jadi pas bangetlah buku yang saya pegang ini.
Buku ini menceritakan perjalanan hidup seorang ayub dimana dia tetap bertahan dalam kesesakannya. Diceritakan dibagian awal, Ayub adalah seorang yag saleh dan suci jalan hidupnya, tidak ada kesalahanpun dalam hidupnya. Tapi mengapa ia mendapatkan hal yang buruk? Itu semua seijin Allah. Di buku ini saya menikmati bagaimana tentang Ayub.
Suatu saat ayub kehilangan harta bendanya. Ayub diceritakan juga seorang yang sangat dekat dengan keluarganya, dilihat dari bagaimana ia memperhatikan anak-anaknya berpesta, dan mempersembahkan korban setiap kali mereka selesai berpesta. Jadi Ayub ini intinya seorang yang baik dalam hidupnya. Perkataan Ayub ketika semua yang dimilikinya diambil dia berkata "Tuhan yang memberi Tuhan juga yang mengambil terpujilah nama Tuhan" di akhir cerita ayub tidak mendapatkan kembali anak-anaknya tapi ia mendapatkan Allah kembali".
Dibuku ini juga menceritakan tentang Daud, Daud Juga mengalami Hal yang sama. Namun satu hal yang masih saya ingat di buku ini di ceritakan adalah Daud adalah seorang yang tidak menyimpan dendam kepada Saul. Daud hanya menangis pada Allah, Daud hanya marah kepada Allah, namun ketika Allah membawa Saul kepada Daud, Daud justru mengampuninya dan menyerahkan Saul pada Allah. Hingga Allah yang melakukan pembalasan pada Saul. Daud bergaul karib dengan Allahnya. Wow banget dah pas baca kisah Daud ini.... :D
Untuk Selanjutnya Yesaya itu berada ditengah-tengah antara bangsa israel dan Allah. Jadi cukup pusing juga jadi yesaya saya pikir. Karena Yesaya berada di tengah-tengah orang-orang yang tidak mau mengenal Allah. Yesaya pun berkeluh kesah kepada Allah dalam hidupnya.
Kemudian Yesus adalah satu contoh ketaatan yang paling sempurna, yaitu taat sampai mati. Yesus juga pernah merasakan kesepian seperti kita. Yesus juga pernah mengalami ditinggal, di khianati seperti kita. Diatas kayu Salib Yesus merasa ditinggalkan Allahnya dan Ia berseru "Eli...Eli Lama saback tani" yang artinya "Allahku Allahku mengapa Engkau Meninggalkan aku".
Jadi buku ini sangat recomendedlah, salah satu cara untuk mendapatkan Dia kembali ditengah kehilanganku

#ASacredSorrow #Dukasakral #MichaelCard

Friday, March 11, 2016

I got the answer

Dia sangat mengerti benar diriku lebih dari diriku sendiri. Itu yang sedang saya nikmati. Akhir-akhir ini saya mulai mendoakan "my future husband" Dan bukan tentang future husband. Allah justru membentuk saya ketika saya mendoakan "my future husband". Saya jadi berubah, saya mendoakan Dia tapi saya yang berubah?aneh bukan? Saya menjadi berbeda, saya seperti kembali ke kasih mula-mula saya ke Allah. jadi sebeleum doa saya di jawab Dia lebih tertarik merubha saya dan mempersiapkan hati saya kembali.ajaib bukan?
saya kembali lagi ke konsep diri saya yang benar. Dimana dulu setelah putus, saya benar-benar merasa tidak berharga, merasa rendah, merasa di tolak oleh orang lain, merasa seluruh harapan dan cita-cita diri saya hilang. Namun setelah saya belajar untuk berdamai dengan Allah, berdamai dengan diri saya sendiri. Akhirnya saya mengampuni diri saya sendiri, dan saya tidak mengijinkan seorangpun menge"judge" saya. Saya sering disalahkan dengan kesalahan pengambilan keputusan. Dengan kata "seharusnya" sampai akhirnya saya paham. Saya salah. Saya tau. Saya menyesal dan saya sudah benar-benar terpukul oleh akibat kesalahan saya. Jadi yang saya perlukan saat itu bukan sebuah kata "seharusnya" namun "kasih karunia" semua orang berdosa dan Yesus Kristus datang untuk menyelamatkan saya orang berdosa dan bukan orang benar. Hanya saya yang dapat mengerti bagaimana diri saya. Daripada saya memilih untuk menghakimi diri saya, dan jiwa saya semakin terpukul, saya memilih untuk menyayangi diri saya.
Allah perlahan-lahan membawa saya ke gambar diri saya sebenarnya. He told me that "You are fearfully and wonderfully made" psalm 139:24
Saya benar-benar disenangkan Allah dengan kata-katanya yang lembut.
Sebagia demi sebagian Allah mulai bukakan, dari mengapa saya tidak menikah ketika saya berusia 25 tahun, karena saya tau, saya anak tunggal, dan kedua orang tua saya masih sangat memerlukan saya, Allah ingin memenuhi kebutuhan hari tua mereka lewat saya. Iya saya, saya seorang wanita biasa yang Allah pakai untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dia tidak ingin memakai seorang pria pun, Allah memilih untuk menetapkan saya. Dan saya dilahirkan dikeluarga ini untuk menjadi berkat yang besar, bukan hanya berkat secara jasmani tapi rohani saya.
Kemudian ketika saya merenungkan kembali kenapa semua ini terjadi pada saya, saya tu iblis tidak pernah suka dengan orang-orang yang memiliki visi untuk Allah agar kerajaan Allah di besarkan ditengah dunia ini. Iblis memakai kekecewaan saya, iblis memakai pria-pria tersebut untuk membuat saya terluka. Karena dia tau bahwa saya akan mendidik anak-anak saya dalam takut akan Tuhan. Memiliki generasi yang takut akan Tuhan sampai akhir zaman.
Saya harus kuat, saya tidak boleh menangis hanya karena hal-hal yang tidak penting melainkan Filipi 3:13 (TB)  Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
Saya tidak ingin saya hancur hanya karena masalalu saya, saya ingin mengejar Dia dan pengenalan akan kristus Tuhan.
Dan pada saat ini saya bisa mengatakan "saya tau apa artinya kekurangan, saya tau apa artinya dikejar hutang, saya tau juga bagaimana rasanya kelimpahan, saya tau apa artinya sakit hati, saya tau apa itu patah hati dan segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku" Filipi 4:13
Saya harus cakap menanggung segala sesuatu dan segala keadaan.
Dan jika cerita cinta saya belum happy ending berarti itu belum selesai.
Terimakasih Allah untuk pelajaran yang berharga ini.

Sunday, February 21, 2016

2 0 1 5

Akhirnya tahun 2015 berakhir, bukan hal yang mudah bagiku untuk melewati tahun ini, jika aku masih hidup sampai hari ini itu karena kasih setia Tuhan yang tidak pernah meninggalkan aku.
Dimulai dari awal 2014 dimana aku mengakhiri masa percintaanku dengan seorang pria yang kupikir akan menjadi jodohku saat itu. Dilahirkan menjadi anak tunggal bukan hal yang mudah buatku, disitu aku dididik dan di tempa menjadi pribadi yang benar-benar tegar. Orang tuaku sangat menyayangiku dengan cara mereka sendiri. Dengan penghasilan yang berkecukupan mereka dapat mengkuliahkan aku sampai tingkat profesi apoteker. Saat itu kami sekeluarga masih mengontrak disalah satu rumah kecil dibanjarmasin. Ketika saya lulus kuliah orang tua saya ingin sekali kami untuk bersegera memiliki rumah. Karena saat itu saya masih bekerja belum 1 tahun, maka saya belum diijinkan bank untuk mengambil kredit rumah. Hingga saat itu mantan saya dengan baik hati mengijinkan memakai atas namanya. Saya cukup tidak damai sejahtera memakai nama beliau. Tapi sudhlah itu keinginan orang tua saya.
Akhirnya di awal 2014 percintaan kami kandas tanpa sebab yang jelas, dia meninggalkan tanpa alasan jelas. Saat Itu saya benar-benar seperti orang gila, stress yang begitu mengerikan. Dari dulu saya sangat membenci perpisahan, entah dengan teman sahabat atau dengan siapapun. Dan saat itu saya pertama kalinya saya memiliki pacar, setelah beberapa tahun menjomblo. Dan saat itu pertama kalinya saya merasa patah hati.
Dia sudah pergi dan tertinggal kredit rumah atas nama beliau. Pusing rasaya, stress tak tertahankan di dalam kepala saya. Dan kemudian orang tua saya mengenalkan saya pada salah seorang pria di greja yang terkenal baik. Pendeta sayapun ikut turut andil menjodohkan saya, karena mereka pikir orang baik. Setelah itu tanpa saya berpikir panjang karena saya sedang stress saya pacaran dengan dia. Saya pikir pria itu dapat menolong saya saat itu. Namun bukannya menolong pria yang tanpa saya doakan terlebih dahulu justru menimbulkan masalah baru dala hidup saya.
Hari demi-demi hari perasaan saya di liputi ketidakbahagiaan, orang tuanya datang 3 kali kerumah dengan niatan yang tidak jelas, hari demi hari saya mencarikan pekerjaan untuk pacar saya saat itu, beberapa kali datang ke depnaker, membeli koran dan searching di internet. Saya berkelahi dengan orang tua saya. Terkadang saya menangis dikamar seperti benar-benar orang gila. Saya hanya akan bangun jika saya akan bekerja, dan uang yang saya dapatkan akan saya gunakan untuk melunasi rumah saya.
Ditengah-tengah kekalutan saya saat itu terkadang ada sms dari mantan saya yang menanyakan status rumah yang minta diover kredit. Jika saya memikirkan saya saat itu, benar-benar depresi saya. Belum lagi saat itu ada celetukan dari orang tua saya bahwa saya akan menikah, saya benar-benar gila, saya harus mempersiapkan uang untuk rumah dan menikah sedang kondisi pacar saya saat itu benar-benar tidak memiliki uang.
Hari-hari saya saya habiskan dikamar, menangis dan kondisi yang tidak dapat berdoa lagi. Kekalutan dan kegelisahan menghantui saya hari lepas hari. Beberapa kali saya kabur dari rumah hanya untuk menenangkan hati mereka.
Saat itu saya tidak dapat berdoa, tapi yang saya tau, Dia ada bagi saya.
Sampai akhirnya saya memiliki tabungan yang cukup. Dan saat itu saya berdoa "Allah akan saya apakan uang ini" dan sepertinya Allah memberikan saya hikmat untuk "membayar rumah nak" saat itu seperti ada perasaan damai sekaki di hati saya. Dan saat itu saya berpikir "benar biaya pernikahan urusan pria, saya hanya membantu sekedarnya saja, jika dia tidak memiliki sepeser uang, berarti dia belum siap menikah". Akhirnya uang yang ada pada saya saat itu saya pakai untuk melunasi rumah. Terpujilah Tuhan yang menyediakan itu pada akhirnya. Dia Allah yang mencukupi segalanya. Hingga di bulan september 2015 kredit rumah kamu dapat diselesaikan.
Dan di akhir 2015 Tuhan menyatakan kemuliaanNya. Dia menunjukan siapa sebenarnya pacar saya itu. Dibalik kerajinannya datang ke greja, dia bukab pria yang baik untuk dijadikan suami bagi saya. Terpujilah Tuhan atas semua yang terjadi. Dia melepaskan saya daripada yang jahat. Doa saya satu lagi terjawab.


Bapa kami yang ada di surga
Dikuduskanlah namaMu 
Datanglah kerajaanMu
Jadilah kehendakMu
Di bumi seperti di surga
Berikalah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
Dan ampunilah kami akan kesalahan kam
 seperti kami juga mengapuni orang yang bersalah kepada kami
Dan jangan membawa kami dalam pencobaan tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat
Sebab Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya
Amin


Jadi, apakah yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah? Kesesakankah? Ketelanjangankah? Penderitaankah? Diputusin pacarkah? Dikejar hutangkah? Dibohongin orangkah? Tidak ada satupun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah.

None of this fazes us because Jesus loves us. I’m absolutely convinced that nothing—nothing living or dead, angelic or demonic, today or tomorrow, high or low, thinkable or unthinkable—absolutely nothing can get between us and God’s love because of the way that Jesus our Master has embraced us.
Roman 8:39

Saturday, February 20, 2016

Dia Penghiburku

Malam ini saya sedikit diingatkan dengan bagaimana Allah menghibur saya saat awal saya putusan dengan mantan saya dulu. Kebiasaan saya adalah saya membagikan masalah yang sedang saya hadapi ke pembimbi
ng saya. Terkadang saya tidak dapat mengemban semua masalah dalam pundak saya seorang diri, saya butuh tempat untuk berbagi. Kemudian saat itu saya memutuskan untuk mengunjungi pembibing saya yang berada di semarang. Saya hanya berpikir pertemuan saya amat singkat dengan pembimbing saya. Saya berulang-ulang kali mengecek tiket saya. Sampai seorang teman menanyakan pada saya jam keberangkatan saya ke banjarmasin, setelah saya kembali mengecheck jadwal keberangkatan saya. Saya memastikan jam keberangkatan saya jam 5 sore. Setelah itu saya asyik ngobrol dan mendengarkan beberapa nasehat dari pembimbing saya. Saya menikmati masa-masa dengan mereka. Sampai akhirnya pembimbing saya mengantarkan saya untuk berangkat kebandara. Saya dengan santainya menuu tempat check in dan menyerahkan tiket. Namun pegawai bandara menyambut saya dengan sinis, yang saya kira itu adalah pertanyaan belaka "mbak tau sekarang jam berapa?" Saya pun mencari-cari letak jam dinding yang berada di airport, kemudian menjawab "jam 4 sore mbak". Kemudian pegawai bandara itu menjelaskan kembali dengan sinis "mbak, seharusnya pesawat sudah berangkat 1 jam yang lalu mb, untuk lain kali check in itu satu jam sebelumnya ya!" Saya hanya melongo tanda tak paham. Kemudian petugas bandara itu menyerahkan kembali tiket beserta boarding pass saya.
Kemudian saya perhatikan kembali dengan tiket saya. Ternyata!!!! Tiket saya jam 3 sore seharusnya saya berangkat, dan sampai di banjarmasin jam 5 sore. Saya langsung terperanjat lari menuju pintu keberangkatan, saya mengambil barang tempat pembimbing saya, tanpa kata perpisahan saya langsung pergi, berlari melawan arus dan tanda larangan. Sampai saya berada dipintu keberangkatan yang masih tertutup. Saya bertemu dengan petugas penjaga pintu dan mengatakan bahwa saya menuju banjarmasin. Sag petugas menenangkan saya dan mengatakan pesawat belum berangkat, sembari petugas menjelaskan ke saya, tiba-tiba ada pemberitauan bahwa seluruh penumpang pesawat dengan tujuan banjarmasin dipersilahkan menuju pesawat. Pintu pun dibukakan oleh petugas lain, dan saya menuju pesawat saya. Sesampainya di pesawat saya duduk di kursi no 2 tepat didepan pramugari. Dan saat itu saya hanya bisa berkata "thanks God"


Mungkin banyak yang akan bilang itu kebetulan, tapi bagi saya itu adalah berkat dari Tuhan. Itu adalah salah satu cara Tuhan menghiburkan saya. Bagi saya bertemu dengan pembimbing saya itu cukup sulit, jadi itu merupakan berkat tersendiri ketika saya memiliki waktu-waktu bersamanya.


Be better



Septie

Saturday, February 6, 2016

it's began on my knees

Malam ini ntah mengapa ada kegalauan dalam diri saya. Merasa ketakutan yang amat sangat dan bertanya-tanya adakah jodoh untuk saya? Saya menyalahkan orang tua saya karena dulu menolak seseorang yang sangat saya sayangi. Perasaan kosong, hampa dan sendiri.
Saya teringat akan tempat dari mana saya berasal. Dari debu dan tanah. Malam ini saya mengutarakan apa yang ada dalam hati saya kepada Allah. Yang saya inginkan adalah mengenal Dia, dan mengerti apa yang Dia inginkan dalam hidup saya. Saya memuji Allah dalam segenap kelemahan saya. Saya melihat lantai yang tepat untuk bertumpu, letak dimana seluruh kekuatan saya berasal. Dia paling mengerti hati saya. Saya sadar bahwa saya berada di tempat terindah yang pernah saya miliki, selama ini saya merasa bahwa saya hanya menjalankan tata ibadah sebagai seorang kristiani tapi selama 3 tahun saya merasa diri saya hampa, sangat jauh dari kasihNya. Malam ini saya merangkak mendatangi tahta kasihNya. Seorang penulis kisa cinta terbaik. Seorang penulis cinta Ruth, Ribka dan juga kisah cinta kakak-kakak saya.
Dia mengingatkan saya dan berkata "jika mantanmu tidak mencintaimu, Aku mencintaimu dengan sangat, Jika mantanmu meninggalkanmu, Aku sedetikpun tidak akan pernah meninggalkanmu" saya teringat ketika Dia disalib dan membentangkan tanganNya "sebesar ini cintaKu padamu" air mata saya berlinang, dan saya menangis di kirbatNya. How great You are Lord. Thanks for Your great love for me.
Dia meminta saya untuk menyerahkan polpen kisah cinta saya kepadaNya. Dengan tidak perlu kuatir akan hari esok, akan pasangan hidup saya. Ketika saya menangis menikmati hadiratNya. Saya di sadarkan bahwa, satu hal seorang yang akan menikahi saya adalah seorang yang begitu gilanya mencintai Engkau ya Tuhan. Orang yang bukan asing bagi saya ketika saya menangis dihadapanNya. Orang yang lebih sangat mencintai Dia daripada saya. Bukan hanya pria yang cukup secara finansial, tapi yang sangat mengasihi Engkau. Kadang saya bertanya dalam hati saya, masih adakah pria yang baik dan mengasihi Engkau diluar sana? Dan Allah hanya berkata "can u give me that pen?" I just say "I wont this pen, I want You" sampai di satu titik saya temukan "ya saya ingin mengenal Dia" itulah tujuan hidup saya. Saya ingin menjadi seorang wanita dengan penyerahan tanpa ragu. Saya belajar untuk mendisiplin hidup saya dan mengelola pikirn dan emosi saya untuk saya memikirkan perkara yang diatas dan bukan yang di bumi. Saya memerlukan Tuhan. Saya ingin bertemu dengan Dia kembali seperti waktu dulu dan menyaksikan kemurahannya dalam hidupku. Mari kita lihat apa yang akan Dia kerjakan dalam hidup saya. Di ingn saya berubah, begitu mudah bagi Dia untuk mendatangkan jodoh untuk saya, tapi Dia ingin membentuk hati dan karakter saya terlebih dahulu.



Beberapa hari yang lewat, saya mulai tertawa kembali "thanks God, You put smile on my face " tertawa yang benar-benar lepas tidak seperti yang biasa saya tertawa. Hanya sedikit lelucon dari teman kerja saya, saya baru tersadar, saya sudah lama tidak tertawa demikian. 

"Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematianNya, supaya akhirnya aku memperoleh kebangkitan dari antara orang mati"
Filipi 3:10-11

Thanks God for Your embarrassed

Thursday, January 28, 2016

Me And My Job Now

Pernahkan anda berpikir bahwa dalam kebingungan dan kecemasan anda, sebenarnya Allah sedang bekerja?

Saya saat ini bekerja di suatu perusahaan klinik kecantikan, dan bahwa ini pun semua berasal dari Allah. Saya tidak pernah berpikir sedikitpun bahwa saya akan bekerja di tempat ini?

Awal saya masuk di kantor ini saya tertegun, mengapa saya begitu tenang? mengapa tidak ada kebimbangan atau keraguan saya di tempat ini? sampai saat ini saya tau, benang merah yang sedang Ia sempurnakan.
Dulu saya bekerja di PT. Tri Sapta Jaya (Kalbe Group), saya cukup kerepotan dengan banyak hal yang tidak saya pahami disana, belum lagi saat itu saya masih fresh graduate dan masih belum banyak mengerti dengan banyak hal. Disana saya bekerja selama 1 tahun dan ada keinginan dalam hati saya untuk saya segera keluar, saya mengerjakan banyak hal disana, saya bergaul dengan banyak pria dan melakukan beberapa pekerjaan pria, tapi disana hati, pikiran serta karakter saya dibentuk, sehingga saya melihat banyak hal tentang dunia kerja.

Sampai suatu saat saya bertemu dengan seorang teman yang dulunya mungkin musuh saya karena dulu kami tidak pernah saling kenal namun dia marah pada saya karena saya dekat dengan pacarnya (Hahaha....). Disuatu pertemuan seminar kami bertemu, kami saling tegur sapa, bercanda dan akhirnya kami saling menebak siapa kami. Dia memberitahukan kepada saya bahwa sedang ada lowongan ditempat saya bekerja sekarang. Akhirnya saya melamar dan saya masuk bekerja ditempat saya sekarang.

Pernahkah saya berpikir saya akan bekerja ditempat saya sekarang? pernahkah saya berpikir bahwa saya akan  bertemu dengan seseorang yang pernah menjadi marah dengan saya dan ternyata menjadi sahabat saya sekarang? dulu saya pernah gagal untuk masuk di kedokteran, dan akhirnya saya masuk di Farmasi. Hingga sampai saya kuliah difarmasi dan bertemu dengan teman pria saya itu??

Saya baru sadar ketika dulu saya masih kuliah, saya menginginkan untuk bekerja di tempat ini, saat itu saya hanya bergumam "enaknya bekerja ditempat itu, dingin dan cantik" dan saat itu kakak saya hanya berkata "udah gk usah menkhayal macam-macam" dan ternyata waktu saya training kejogja saya masuk kekantor saya dan saya teringat bahwa saya pernah bergumam. Dan batapa hebatnya??? Allah mendengarkan apa yang menjadi doa kita? Meskipun saya tidak sadar ternyata Dia sedang menjawab doa saya.

Itu yang saya lihat benang merah dari rancangan-Nya dan kita akan melihat hal-hal lain yang tidak kita mengerti sekarang :) 

Inilah Hidup, jika Hidup terlalu mudah apakah fungsi Allah disana? Satu hal yang Dia inginkan adalah kita tetap mengandalkanNya :)

Friday, January 22, 2016

Am I Heart break? Yes i'm

Sebenarnya perasaan ini malu untuk diungkapkan, Memiliki seorang kakak yang sukses dalam percintaannya dan teman-teman yang memiliki jalan cerita cinta yang indah cukup membuat saya cukup minder untuk menceritakan kegagalan saya dalam percintaan, entah dianggap orang suka gonta-ganti pacar, playgirl atau apalah, cukup menyulitkan saya untuk belajar terbuka dengan banyak orang.

Sebenarnya ini sudah terjadi 2 tahun, semenjak pacar pertama saya meninggalkan saya dan akhirnya dia sudah menikah dengan orang lain, dan saya sampai saat ini masih bertanya tentang apa yang sedang Allah rancangkan dalam hidup saya

saya sudah mendapatkan pacar baru sejak putus dengan mantan saya 2 tahun lalu, namun saya sebenarnya tidak mencintai pacar kedua saya, karena ada satu hal yang tidak benar dalam diri pacar saya yang kedua sehingga akhirnya kami putus. saya tau itu adalah keputusan yang salah yang sudah saya ambil, saya tidak mendoakan dan saya menyerahkan semua itu kepada orang tua saya.

Saat itu kadang saya merasa seperti orang yang berdosa, tidak layak di mata umum untuk berganti pacar dengan cepat, merasa terhilang, merasa tidak berharga dan tidak ada sesuatu yang lain untuk dikejar, sampai akhirnya saya mendapatkan "Markus 2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

dan saya bersyukur saya berdosa, karena untuk itulah Yesus datang, dan saya memohon kepada Allah, untuk memampukan saya untuk mengampuni diriku dan memberikan kekuatan agar aku dapat menanggung segala hal. Termasuk berdamai dengan diriku dan Allah.

Sampai disatu titik saya menemukan cara untuk saya harus bangkit dari masa laluku, disinipun saya sedang belajar untuk memulihkan diri dari rasa sakit hati. menerima diri sebagai wanita yang memiliki perasaan rapuh dan gampang gusar, ketakutan dan kekhawatiran akan usia yang bertambah, saya belajar untuk menerima itu semua dan menyerahkannya kedalam tangan yang kuat yang dari situ itu saya diciptakan.

saya pernah membaca suatu kalimat bijaksana:
Jika mobilmu rusak pergilah kebengkel mobil, Jika handphonemu rusak pergilah ke service handphone, begitu pula jika hatimu rusak, pergilah ketangan penciptamu karena dari situ anda berasal

Saya akan mencoba membagikan apa yang saya coba lakukan yang ini sudah saya coba kepada diri saya sendiri sebagai kelinci percobaan untuk mengatasi rasa sakit hati:

1. Berdamai dengan diri sendiri
    Pertama-tama saya harus paham akan diri saya, saya sudah lama tidak mengenal diri saya sendiri, saya seperti orang asing bagi diri saya sendiri, saya lama tidak memperhatikan diri saya sendiri, ada kata hati yang sering saya abaikan, belajar mendengar apa yang hati saya ingin ungkapkan, saya terkadang sibuk mengejar apa yang seharusnya dilakukan, daripada mendengarkan apa kata hati saya.
saya kadang membagikan kebeberapa teman dengan rasa sakit hati saya, namun beberapa dari mereka mengatakan, ayo cepat move on, saya mengerti bagaimana mereka sangat mencintai saya dan tidak ingin saya menangis hanya karena pria yang tidak benar. Dan terkadang saya menjadi bertindak kejam terhadap diri saya sendiri dengan memaksanya untuk cepat beranjak. Namun terkadang itu menjadi kurang tepat bagi saya, saya belajar tentang diri saya bahwa saya lebih menikmati dengan penerimaan saya sebagai diri saya sendiri. kita manusia "We are Human and Woman" dan itu satu hal yang tidak dapat kita langgar, kita bukan robot yang dapat dengan mudah jatuh cinta dan melupakan.
dalam wisdom of life dikatakan bahwa "There's a time for everything" segala sesuatu ada masanya, akan ada waktunya, ada waktu untuk bersuka ada waktu untuk berduka, ada waktu untuk menangis dan ada waktu untuk tertawa. Jadi ketika hati kita ingin menangis, nikmatilah masa-masa itu.
   Satu hal lagi yang saya pelajari dari diri saya, saya tidak dapat beranjak dari masa lalu saya adalah karena saya menyalahkan diri saya mengapa pria tersebut meninggalkan saya, mengapa saat dia pergi saya tidak menahan dia, mengapa saya tidak mengikuti kata hati saya saat itu? disini saya belajar untuk berdamai dengan diri saya sendiri dan mengampuni diri saya sendiri.

2. Berdamai dengan Allah
    Berdamai dengan Allah disini adalah mempercayai Allah akan kedaulatannya. Percaya bahwa dia yang berdaulat akan segala sesuatunya. Takkan sehelai rambutpun jatuh tanpa seiijin Dia sang penguasa segalanya
                       Bahkan rambut dikepalamupun terhitung semuanya (Mat 10:29:31)
Dia yang berdaulat menghitung jumlah rambut dikepalamu, bagaimana mungkin hatimu yang hancur luput dari pandangan matanya? 
Allah itu adalah Allah yang mendengar, kita harus belajar dengan berdoa dengan penuh kejujuram, jika kita ingin marah, marahlah, jika ingin menangis menangislah, percayalah bahwa Dia adalah seorang Suami sejati yang pernah kita punya. mungkin ini terdengar tidak patut, namun percayalah, Dia mengerti dengan benar daripada kta harus berpura-pura kuat di hadapannya, jika kita belum mampu bangkit, katakan padanya, bahwa kita perlu pertolongan-Nya untuk dibangkitkan.
Sampai di titik ini saya bersyukur dan belajar menjadi seorang ibu dengan pendengar yang baik untuk anak perempuan saya yang mungkin akan mengalami hal ini, meskipun saya berharap dia tidak perlu merasakan sakit hati seperti ini. Lihat bahwa hal ini terjadi, Allah sedang membimbing kita untuk belajar sesuatu dari pengalaman hidup kita untuk kita bagikan kepada orang lain, terlebih anak perempuan atau laki-laki saya kelak.


3. Berdamai dengan Manusia lain
   kita sakit hati? benar, bagikanlah itu kebanyak orang. saya sangat bersyukur dengan hal ini, ketika saya berbagi tentang ketidak benaran saya, banyak teman-teman saya yang turut berbagi bersama, kami  membagikan apa yang kami miliki, kami berdoa bersama dan kami dikuatkan. bagikan sebanyak-banyaknya dengan mereka hingga diri anda bosan dengan hal itu. sampai disatu titik kata hati kita merasa cukup, dan benar-benar hentikan pembicaraan mengenai dia.
Awal-awal saya berpikir mengapa orang tua saya begitu over protektif terhadap saya. Maklum karena saya anak tunggal dan ibu saya sangat kuatir apabila saya menikah dengan orang yang salah. Namun tidak ada yang bersalah atas semua, karena itu semua seijin Tuhan. Jika Dia yang membentuk hati, masakan Dia tidak berkuasa atas rasa dalam hati itu? masakan Allah membiarkan Hati itu mendekat dan menjauh sebegitu saja?

4. Kerjakan sesuatu
  Yang saya lakukan adalah mengingat apa yang saya sukai, dimana hati saya berada. Saya kembali ke hal-hal yang saya sukai dulu, antara lain:

A. Kembali keteman-teman
    Let's be Friend, hubungi mereka dengan semua hal yang terjadi. menangislah dengan mereka, ternyata mereka mendengarkan apa sebelumnya mereka tidak pernah kita dengar tentang hidup kita. Jomblo bukan suatu hinaan, namun Jomblo yang bermartabat sangat berbeda dengan yang lain. Katakan pada mereka jika kita jomblo (*jangan sampe pasang iklan ya guys). Terbukalah kembali dengan hal-hal yang baru.

B. Ikuti Kata Hatimu
Seperti sekarang saya menulis, saya menyukai kegiatan ini dan saya mengerjakan kembali dengan apa yang saya sukai, saya belajar dari buku mewarnai untuk dewasa yang saya beli di gramedia akhir-akhir ini. Ternyata itu cukup menolong saya untuk me management stress saya. Berikut kata peneliti yang saya temukan:

"Memperhatikan anak-anak dan bagaimana mereka bisa tenang saat mewarnai benar-benar mendasari ide ini. Kenapa orang dewasa tidak bisa mendapatkan juga ketenangan itu di dalam otak mereka?" kata neuropsychologist dan neuroscientist Dr Stan Rodksi, seperti dikutip dari ABC.net.au.

Stan menambahkan, proses dalam pewarnaan itu yang menimbulkan efek menenangkan karena kita merasa menikmati saat mewarnai gambar. Proses tersebut membawa kita pada momen di mana stres jadi dibebaskan. Efek relaksasi dari mewarnai gambar pun dibuktikan Stan lewat alat canggih yang bisa mengukur gelombang otak dan ritme jantung.

"Hal paling menakjubkan adalah kami melihat adanya perubahan pada detak jantung dan gelombang di otak," terangnya.
 
C. Berolahraga
Buanglah air matamu dengan keringat, berolahragalah. Wanita yang Sexi adalah Wanita yang sehat. Dan tubuh seseorang menunjukan bagaimana gaya hidup seseorang. Ini pun yang akhirnya saya memilih olahraga seperti yoga. Dimana instruktur saya mengajarkan ketenangan dan fokus. Kata-katanya yang saya ingat pertama kali saya ikut "jika sakit ya sudah, nikmatin aja, letting go aja" tepat sekali untuk menenangkan pikiran saya yang saat itu sedang kacau balau. Zumba fitness juga baik, apalagi diiringi music yang keras, bisa olahraga sekalian meluapkan emosi terpendam dan membuat kita lebih senang.

None of this fazes us because Jesus loves us. I’m absolutely convinced that nothing—nothing living or dead, angelic or demonic, today or tomorrow, high or low, thinkable or unthinkable—absolutely nothing can get between us and God’s love because of the way that Jesus our Master has embraced us.
Roman 8:31-39




Terimakasih Allah saya Seorang single hari ini dan saya percayakan kepada Engkau esok hari


Big Regards


Septie_